Kehidupan Lambok yang memutuskan menduda setelah kepergian sang istri, Tiana Kartika. Dia akan fokus merawat anak-anaknya buah cinta dengan Tia.
Adik iparnya, Nindi yang belum juga menikah karena belum mendapatkan jodoh seperti keinginannya. Dia juga berat jika harus meninggalkan keponakannya.
Atala dan Twins yang tumbuh besar tanpa seorang Mama tetapi tak pernah kurang kasih sayang Mama karena Auntie Nindi yang menyayangi mereka seperti Mama.
Atala yang tumbuh menjadi pemuda yang sangat tampan, membuat banyak wanita yang tergila-gila padanya tak terkecuali dengan Vita yang diam-diam menyukai Kakaknya.
Terkuaknya status Atala, membuat Atala terpukul dan mulai mencari Orangtua kandungnya.
Bagaimana kisah cinta Nindi selanjutnya? Apakah dia akan mendapatkan pendamping seperti Lambok?
Bagaimana usaha Atala yang mencari orangtua kandungnya, akankah berhasil?
Seseorang yang berasal dari masa lalu akan datang lagi, Siapakah dia?
Selamat membaca novel edisi kedua dari 🌷"Derita, Akankah Berakhir?"🌷
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tina Fath, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sis Maria Kangen?
Malam semakin larut tapi pencarian mereka belum juga mendapat hasil.
Mereka bertanya apakah ada Biarawati bernama Maria di setiap gereja, namun tak juga bertemu.
Atala dan Twins terlihat sangat sedih. "Kalian yang sabar, ya Sayaang.... Kita sudah usaha. Tapi Sis Maria tidak ada." Lambok mencoba membesarkan hati anak-anaknya.
"Ya Allah... Buat Sister Maria mencari Atala. Atala ingin berjumpa dengannya lagi." Kata Atala sambil menengadah.
"Aamiin..." Jawab Papa, Nindi, Twins dan juga Marcel.
"Sekarang Kita pulang yah. Kasihan tuh Auntie dan Uncle Marcel, mereka belum istirahat dari pagi." Kata Lambok bijak.
"Ya Pa. Uncle Marcel, Maafin Atala ya, sudah merepotkan Uncle." Kata Atala.
"Ya gak apa, Atala. Uncle seneng kok bisa bantu Atala." Kata Marcel sambil tersenyum.
Mereka pun akhirnya kembali ke rumah.
"Marcel, Kamu nginap saja di rumah. Kalau harus kembali ke apartemen Kamu, lumayan jauh kan?" Pinta Lambok.
Marcel melihat ke arah Nindi lewat kaca spion. Nindi mengangguk. "Baiklah, terima kasih Kak." Kata Marcel.
Tiga puluh menit kemudian mereka sudah tiba di rumah. Mereka langsung membersihkan diri dan melaksanakan shalat isya secara berjamaah.
Marcel juga sudah membersihkan diri, dia sedang duduk di ruang tengah, menunggu Nindi, Lambok dan anak-anak selesai shalat isya.
Tak lama kemudian. "Loh kok Kamu belum istirahat di kamar?" Tanya Nindi.
"Gak apa, Aku masih menunggu kalian. Boleh Aku minta kopi?" Kata Marcel.
"Tentu saja boleh." Kata Nindi.
Nindi mendidihkan air, dia membuat kopi untuk Marcel, Lemontea untuk Lambok, Susu untuk Atala dan Twins.
"Nih... Sudah jadi." Nindi tersenyum menyediakan minuman dan cemilan untuk keluarganya dan kekasihnya. Nindi duduk di sebelah Vita, dia mengecek keadaan Vita.
"Bagaimana?" Tanya Lambok.
"Dia kangen sama Mama nya. Keinginannya sangat kuat. Hanya Vita sendiri yang bisa mengobati dirinya sendiri." Kata Nindi.
"Sayaaang..." Lambok menggendong Vita. "Kamu jangan mikirin Mama lagi ya. Kasihan Mama disana pasti sedih melihat Kamu sakit. Vita gak mau kan, Mama sedih?" Kata Lambok lembut sambil mengusap rambut Vita yang panjang.
"Kamu juga Atala dan Lita. Biarkan Mama kalian tenang disana. Mungkin Sis Maria bukan Mama kalian. Kalau dia Mama kalian, Dia akan mencari kalian." Kata Lambok.
"Di dunia ini memang ada 7 wajah orang yang mirip. Entah dari belahan bumi yang mana. Salah satu nya Mama Kalian yang mirip dengan Sis Maria. Kita doakan saja, agar Mama bahagia disana." Pinta Lambok.
"Atala, Vita dan Lita mengangguk. Atala janji gak akan mencari Sis Maria lagi." Janji Atala.
"Vita dan Lita juga janji, gak akan sedih lagi. Nanti kalau Vita mimpi bertemu Mama lagi, Vita akan tanya sama Mama, Mama tinggal dimana." Kata Vita.
Sontak yang mendengar perkataan Vita hanya tertawa kecuali Vita dan Lita yang terlihat bingung.
Lambok mencium kening Vita dan Lita secara bergantian. "Anak Papa memang pintar." Lambok tersenyum.
________________
Satu bulan kemudian.
"Aku tak bisa menahannya lagi. Aku harus bertemu dengan nya. Ya Tuhan....kenapa Aku begitu merindukannya? Setiap malam Dia memanggilku." Gumam Sis Maria.
"Tapi bagaimana Aku minta ijin? Masa Aku bilang mau ketemu Atala? Nanti kalau Sister Kepala tak mengijinkan, bagaimana?" Sis Maria mondar-mandir di samping ranjangnya.
Akhirnya Sis Maria memberanikan diri menghadap Kepala Biarawati.
"Maaf Sis... Boleh Kita bicara?" Maria terlihat ragu tapi Dia tak dapat mengelak lagi.
"Ada apa Sis Maria? Mari.... Silahkan duduk." Perintah Sister Kepala.
"Aku... Aku mau minta ijin....." Akhirnya Sis Maria menceritakan tentang mimpinya, Atala selalu memanggilnya. Sis Maria sangat merindukannya.
Kepala Biarawati tersenyum. "Hati mu memang sangat lembut. Kamu sangat mengasihi anak-anak. Saya tidak akan melarangmu. Tapi ingat sebelum jam tujuh malam, Kamu harus sudah ada disini." Kata Kepala biarawati.
Maria tersenyum senang. "Terima kasih Sis Noel. Terima kasih."
"Kamu akan diantar Sis Joan." Kata kepala biarawati lagi.
"Baiklah. Aku sangat senang ada yang menemaniku." Kata Sis Maria.
Sis Maria melihat jam di dinding. "Jam 8 pagi. Perjalanan ke Kota kurang lebih 3 jam." Maria bergegas bersiap.
Sis Joan yang sudah diberitahu Sis Noel, juga sudah bersiap.
Akhirnya Sis Maria dan Sis Joan berangkat ke kota menemui Atala. Mereka menyebrangi perairan dengan perahu kecil karena memang gereja mereka terdapat di sebuah pulau kecil.
Sis Maria mengatakan pada Sis Joan, Mereka akan menemui Atala di sekolahnya. Sis Maria masih mengingat nama sekolah Atala.
Sekolah Atala sangat terkenal karena predikat nilai siswanya yang diatas rata-rata.
Jam 11.15, Sis Maria dan Sis Joan sudah tiba di halaman sekolah Atala. Sis Maria bertanya pada penjaga sekolah dimana kelas Atala.
Penjaga sekolah memberitahu agar Sis Maria dan Sis Joan pergi ke ruang Guru. Nanti Guru yang akan memanggil Atala.
Mereka pun pergi ke ruang Guru setelah tahu dimana letak ruang guru.
"Permisi.... Selamat Siang." Sis Maria menyapa Dua orang guru yang ada di ruangan itu.
"Selamat Siang. Oh Sister... Silahkan masuk." Kata Miss Agnes.
Para Guru sangat menghormati para biarawati yang datang ke sekolah mereka.
Silahkan duduk. Miss Agnes mempersilahkan.
"Terima kasih Miss." Kata Maria dan Joan.
"Suatu kehormatan sekolah Kami dikunjungi para Biarawati." Kata Miss Agnes.
"Mohon maaf, jika kedatangan Kami merepotkan Kalian. Kami sedang tidak dalam tugas keagamaan, Kami kemari mencari seorang Siswa SMP." Kata Sis Joan.
Miss Agnes terlihat bingung. "Kalau boleh saya tahu, Siapa yang Sister cari?" Tanya Agnes.
"Atala." Kata Sis Maria.
"Atala?? Tapi kenapa?" Mis Agnes bingung, bagaimana Atala bisa berkenalan dengan Biarawati sedangkan Atala seorang Muslim.
"Waktu itu saya bertemu dengannya di toko Buku. Dia anak yang baik. Buku sekolahnya tanpa sengaja terbawa oleh Kami. Saya sempat melihat badge sekolahnya. Jadi saya bermaksud mengembalikannya. Tapi saya harus bertemu dengannya." Kata Sis Maria.
Maria takut, kebohongannya malah tak dapat bertemu Atala, takut nanti biar gurunya saja yang menyampaikan buku kepada Atala.
"Baiklah kalau begitu. Sebentar lagi bel istirahat berbunyi. Saya akan memanggil Atala sekarang. Kalian boleh tunggu disini sebentar." Kata Miss Agnes.
"Terima kasih sebelumnya. Maaf merepotkan." Kata Maria.
Mis Agnes tersenyum. "Tidak apa."
10 menit kemudian Miss Agnes kembali bersama Atala. Atala bingung dipanggil ke ruang guru.
"Apa salah Aku?" Batin Atala.
"Atala.... Mereka yang ingin bertemu denganmu." Kata Miss Agnes menunjuk pada dua orang biarawati yang sedang duduk di sofa.
Atala sangat terkejut melihat biarawati, Dia yakin itu Sis Maria. Karena mereka duduk membelakangi Atala.
"Sis Maria...?" Panggil Atala.
Maria menengok. Atala sedikit berlari menghampiri Maria. Atala langsung memeluknya.
"Sis Maria kemana saja? Atala mencari di Mall tak pernah ketemu. Atala mencari ke gereja tapi tidak ada." Atala sudah menangis.
Sis Maria kaget karena Atala mencarinya.
"Aku selalu meminta pada Allah agar mempertemukan Aku dengan mu lagi." Atala terisak.
Sis Maria mengusap airmata Atala lembut. Sis Maria dan Sis Joan tak dapat menahan airmatanya.
"Kenapa Atala mencari Sis Maria?" Tanya Maria.
"Sis Maria tahu kan? Wajah Sister sangat mirip dengan Mama. Adik-adik Atala sangat merindukan Mama. Vita sakit-sakitan terus karena menahan rindu sama Mama." Jelas Atala yang mesih terisak.
"Lalu dimana Adik-adikmu." Tanya Sis Maria.
"Ada... Mereka satu sekolah dengan Atala. Sis tunggu disini ya, Atala mau panggil Adik-adik Atala. Sis jangan pergi. Atala mohon." Kata Atala.
Sis Maria mengangguk. "Ya Sayaaang... Saya akan menunggumu disini."
Atala langsung berlari keluar ruangan guru. Dia mau menjemput Twins di kelas. Karena Twins selalu istirahat di dalam kelas.
Atala terlihat ngos-ngosan. "Twins...!" Panggil Atala.
"Kakak..??!! Ada apa? Kok lari-larian." Tanya Lita.
"Sebaiknya Kalian ikut Kakak. Kalian pasti sangat senang. Ayooo..." Ajak Atala tak sabar.
Twins yang heran mengikuti saja kemauan Kakaknya. Atala mengganteng tangan Twins. Dan sedikit berlari ke ruangan Guru SMP.