Seharusnya Sofia bahagia di hari pernikahan ini, tetapi ternyata dihari yang sama suami yang baru di nikahinya sore tadi melemparkan surat cerai ke wajahnya. " Bukankah kamu memang berambisi menikah denganku? Tanda tangani kita impas." Akankah Sofia menandatangani surat cerai itu? Pria yang di cintainya sejak kecil ternyata memendam kemarahan. Wiliiam menikahinya hanya untuk merampas hartanya. Bagaimana cerita selanjutnya. Jangan lupa Like and Vote ya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon San san 💕, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
7 Hamil yang ke dua
Sofia tak menyerah untuk mencari pedagang yang bisa menjualkan hasil tanamannya. Melihat toko bunga yang di kelola oleh sepasang orang tua, tergerak hatinya untuk menanyakannya, apakah mereka bersedia menjual hasil kebunnya?
Setelah berkenalan dan menyampaikan niatnya sepasang orang tua itu bersedia menerima tanaman bunga itu.
Dengan kesepakatan bersama tiap hari Sofia akan mengirimkan bunga mawar. Sofia berfikir bagaimana caranya dia memasarkan sayurannya dan dia juga berfikir bagaimana caranya agar tidak ketahuan William dan Jim saat keluar masuk mansion. Sofia pulang ke mansion hari sudah sore, hari ini dia aman William dan Jim tak mengetahui dia keluar masuk mansion.
Tak terasa sudah beberapa hari Sofia keluar masuk mansion untuk menjual mawarnya tanpa ketahuan, sayuranpun sudah di titipkan toko buah buahan. Uang yang di dapat tidak terlalu banyak, tetapi lumayan bagi Sofia.
Sungguh beruntung pemilik toko bunga itu sangat baik sepasang suami istri yang sudah renta tanpa keluarga sangat menyayangi Sofia. Bahkan Sofia numpang ngecas ponselnya di toko bunga, beruntung sekali ada hiburan untuk Sofia bila nanti tiba di mansion.
Menjelang sore Sofia berniat pulang, tetapi dia teringat banyak sekali kebutuhan yang harus dibeli, apalagi sekarang Jim jarang memberikan kebutuhan untuknya. Akhirnya Sofia memasuki mini market terdekat. Sofia memilih barang yang sesuai dengan keuangannya dari mulai sabun, pasta gigi juga tak lupa pembalut, juga tak ketinggalan kebutuhan dapur. Uangnya tak banyak tetapi bagi Sofia itu sangatlah membantu.
Saat dia tengah memilih barang yang akan di belinya, di depan mini market tepat di lapangan parkir seorang laki laki yang sangat familiar, di lihatnya tengah berdiri di samping mobil, memakai kaca mata hitam dengan kemeja putih dan setelan jas slim fit modern berwarna hitam sungguh elegan. Sofia sangat ketakutan di dalam mini market.
Sofia bingung apa yang harus di lakukannya, untung saja kaca mini market ini tertutup tumpukan barang barang, sehingga dia hanya bisa melihat dari sela sela.
Sosok wanita cantik keluar dari mobil yang di kendarai William, perempuan yang sangat dia kenal.
Gadis panti asuhan itu...Kenapa bisa dengan William?
Tiba tiba Sofia merasa ada yang janggal. Sofia sangat mengenal gadis itu. Dulu saat dia masih kecil ayah dan ibunya sering datang ke panti Kasih Bunda, bukan hanya keluarganya tetapi papa dan mama William juga sering kesana. Biasanya akhir bulan ayahnya mengirimkan sumbangan untuk panti itu. Sofia berteman baik dengan gadis itu, dia adalah Elsa. Elsa, Sofia dan William adalah teman baik , tetapi Sofia tak menduga kalau mereka masih berhubungan. Apalagi kedua orang tua William sudah lama meninggal. Tetapi penampilan Elsa tidak seperti gadis panti yang dulu dia kenal, sekarang penampilannya sangat glamour.
Elsa keluar dari pintu samping mobil.
Mengibaskan rambutnya yang indah terkena angin penampilannya sungguh mempesona. Tangan kanan Elsa berpegangan pada lengan William yang kekar, sementara tangan William bertumpu pada pinggang Elsa. Mereka sangat serasi. Semua pandanga mata tertuju pada sosok yang baru saja memasuki tempat itu.
Tak terkecuali Sofia yang melihat pemandangan seperti itu membuatnya sangat terkejut, hatinya tiba tiba sakit, matanya ingin melompat keluar, mulutnya menganga seakan tak bisa menutup kembali.
Pantas saja William tak menyukaiku dan meminta cerai denganku, ternyata dia sudah memiliki tambatan hati, kenapa William tak berterus terang padaku. Kenapa William mau menikah denganku? Kenapa harus Elsa?
Tetapi bagai manapun juga Sofia tak berani menegurnya di tempat seperti ini. Sofia meninggalkan mini market itu dengan diam diam, tanpa di ketahui sepasang kekasih itu.
Setelah berhasil menjauh Sofia berniat tetap berjalan untuk kembali ke mansion. Baginya mengetahui William dan Elsa sepasang kekasih sudah cukup, alasan mengapa William selalu meminta cerai. Tetapi kenapa William menikahinya dan meminta cerai hanya berselang satu hari setelah pernikahannya. Hal itu yang belum di ketahui Oleh Sofia.
Sofia sudah tiba di mansion hari sudah mulai gelap, dia cepat cepat menyalakan lilin dan lampu minyak tanah, Sofia menuju kamar mandi untuk membersihkan semua keringat yang menempel pada tubuhnya tetapi tak lupa sebelumnya dia mematikan ponsel dan menyembunyikannya di bawah tempat tidur.
Hari ini tepat tujuh bulan pernikahannya, William datang setiap sebulan sekali, jadi total kedatangan William selama tujuh bulan ini adalah tujuh kali.
Dan setiap kedatangan William selalu mabuk. Perlakuan kasar selalu di terima Sofia dari pukulan hingga memar sampai pelecehan sexual. Setiap kedatangan William, Sofia selalu di perkosanya. Sofia sungguh bodoh, bertahan untuk di sakiti.
Pagi tadi Sofia merasa demam, badannya sungguh tak nyaman. Tetapi sebagai wanita dia tau kalau dirinya hamil. Apalagi dia sudah terlambat datang bulan, ini adalah hamil yang ke dua setelah aborsi. Malam ini dia bernia mengatakan kembali pada William. Sofia yakin hati William akan melunak karena ini anak yang ke dua.
William memasuki mansion dengan keadaan sempoyongan, jim yang berada di depan pintu hanya bisa menahan napas. Tuannya sudah kehilangan arah, kehidupannya sudah di luar kendali. Apalagi di tambah kedekatannya dengan Elsa, hubungan percintaan yang rumit.
Sebelum Jim pergi dia sempat bergumam.
"Nona kenapa tidak cepat di tandatangani saja. Agar anda tidak tersiksa."
Sofia mendengar gumamman jim, dia menanggapi hanya dengan senyum kecutnya.
Sofia membimbing tubuh William menuju lantai atas. Seperti malam malam sebelumnya Sofia hanya mendapatkan kekerasan fisik saja.
Paginya Sofia menyiapkan air putih hangat di letakkannya di atas nakas. Sofia duduk di samping William menunggu dia terbangun. Beberapa menit kemudian William benar benar terbangun. Sofia berniat mengatakan kehamilannya.
"William, kau sudah bangun?"
William yang tak menyukai Sofia, tak menjawab perkataan itu sama sekali.
"William, aku akan membicarakan sesuatu, tetapi ku harap kamu jangan marah ya."
William masih tak perduli. Dia memakai baju yang semalam entah di lemparkannya kemana.
Pada saat William hendak pergi meninggalkan kamar Sofia dengan setengah berteriak memanggil namanya.
"William, aku hamil."
William seketika terkejut, ekspresinya datar, giginya mengeluarkan bunyi bergemeletuk.
"Gugurkan."
"Tapi ini anak kita William dia tak bersalah."
"Nurut, berani membantah ha?"
"William apa ini karena Elsa?"
Seketika William menghentikan langkahnya.
"Dari mana kamu mengetahui tentang Elsa."
"Jadi ini benar tentang Elsa?"
William terpancing emosinya, tangannya mengepal.
"Jangan sekali sekali mengucapkan nama Elsa dengan mulut kotormu itu. Gugurkan anak dalam perutmu, kamu tidak pantas menjadi ibu dari anakku."
"Siapa yang pantas? Apa hanya Elsa yang pantas?" Jangan harap aku menandatangani surat perceraian itu. Selamanya kalian hanya akan menjadi pasangan selingkuh."
Tangan William menekan Leher Sofia. Sehingga Sofia susah bernafas.
"Kamu boleh berulah, gampang bagiku membunuh ayahmu."
Para pembaca yang budiman, apa ini terlalu kejam, maafkan ya jangan baper, ini hanya dunia halu, maafken daku ya.😘😘🙏🙏
lama banget aku cari mau baca ulang
padahal dia sendiri tak betah pada satu wanita.
dasar bandit srlamgkamgan
kapal pesiar dan apartemen mah kecil... 😁😁😁
si pram juga korban cinta buta, yg merasa UAS dengan layanan panas ny Elsa
n
syukurin...
srblomonster William menemu kan mu 😁😁😁
Joe terlalu teledor, hingga alamat IP ny dpt di ketahui oleh willian
bkn kah tuan ny yg telah menggores luka yg terdalam pada Sofia.
ngaca lu Jim 😁😁😁
kapan lah saat hsnjaran ny dia.
dan kebakaran perlahan 2 juga akan terungka
sehingga percaya saja dengan omongan 2 orang pecundang itu