NovelToon NovelToon
Penguasa Agung

Penguasa Agung

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Spiritual / Budidaya dan Peningkatan
Popularitas:5.6k
Nilai: 5
Nama Author: Blueria

Qin Mu, putra Patriark Keluarga Qin, dianggap sebagai sampah karena gagal membuka meridian meski telah berlatih selama satu tahun. Di tengah hinaan, tekanan keluarga, dan ancaman diusir pada Upacara Uji Spiritual, ia tetap bertahan dengan tekad kuat.
Namun, di balik kegagalannya, tersembunyi misteri besar dalam tubuhnya. Hingga suatu malam, ia akhirnya melihat energi spiritual untuk pertama kalinya, tanda awal kebangkitan yang akan mengubah nasibnya.
Dari kehinaan menuju kekuatan tertinggi, Qin Mu menantang takdir untuk menjadi Penguasa Agung.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Blueria, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ch 30 — Pil Penghancur Meridian Sejati

Melihat raut wajah Chao Futian yang tiba-tiba berubah serius, jantung Qin Mu berdegup kencang. Ia segera memperbaiki posisi duduknya, mengabaikan fakta bahwa ia baru saja bangun tidur.

"Paman Futian," suara Qin Mu sedikit bergetar.

"Apakah ini tentang Ayah? Apakah kondisinya memburuk semalam?"

Chao Futian menggeleng pelan, tangannya bergerak mengelus janggut putih tipisnya.

"Tidak, kondisinya masih stabil dalam Meditasi Abadi. Aku ke sini bukan untuk membicarakan keselamatannya, melainkan untuk membicarakan sesuatu hal tentang dirimu."

Qin Mu mengernyit, "Ehh, diriku?"

"Mu er. Apakah kau ingat peristiwa enam bulan yang lalu?" tanya Chao Futian tiba-tiba, matanya menatap tajam ke arah mata Qin Mu.

Qin Mu terdiam sejenak.

Enam bulan yang lalu...

Ingatan itu muncul begitu saja, rasa sakit yang membakar di seluruh tubuhnya.

"Tentu saja aku ingat. Hari di mana Paman menggunakan metode Jarum Emas Penembus Darah untuk membuka paksa sembilan meridian utamaku. Saat itu... hasilnya... gagal."

"Kau memiliki ingatan yang bagus."

"Hari itu, setelah kau tertidur karena kelelahan, Ayahmu menarikku keluar. Dia tidak memarahiku, tapi sorot matanya... itu adalah sorot mata seorang pria yang putus asa. Dia menyuruhku mencari cara lain. Apapun itu. Dia bilang, 'Futian, jika kau harus membakar seluruh simpanan emas, batu kristal buas maupun batu kristal spiritual klan ini untuk satu pil yang bisa membantunya, maka lakukanlah.'"

Qin Mu mengepalkan tangannya di bawah selimut. Ia tidak menyangka bahwa di balik ketenangan ayahnya selama ini, ada upaya luar biasa yang dilakukan di belakang layar.

Apakah karena hal itu juga para Dewan Tetua memberontak?...Tidak.Tetua Keempat, Qin Chukai memanglah pria yang haus akan kekuasaan sejak lama.

Qin Mu juga masih mengingatnya, Qin Weilong. Dia adalah putra Qin Chukai. Pemuda itulah yang menjadi dalang utama dirinya mulai di hina 10 bulan yang lalu sebelum Qin Weilong di terima di Akademi Tiandi.

"Selama enam bulan terakhir ini," lanjut Chao Futian.

"terutama pada tiga bulan pertama, aku meninggalkan klan bukan hanya untuk meracik obat rutin. Aku berkeliling ke seluruh daratan Provinsi Nanlai, memasuki pasar gelap, hingga menyusup ke perpustakaan tua sekte-sekte kecil maupun klan-klan yang telah runtuh. Aku mencari gulungan atau kitab apapun tentang kasus unikmu. Namun, hasilnya nihil. Membuka sembilan meridian utama jalur kultivasi secara paksa ternyata sangat berbeda dengan memanipulasi 365 meridian biasa di tubuh manusia. Meridian utama itu seperti pintu gerbang langit; jika kuncinya tidak cocok, kau tidak bisa membukanya dengan paksa."

Mendengar itu, Qin Mu merasa tenggorokannya tercekat. Ia ingin berkata, "Paman, sebenarnya Anda tidak perlu repot lagi, karena aku sudah berhasil membukanya sendiri..."

"Paman, kalau begitu Anda tidak perlu..."

"Hahahaha!"

Belum sempat Qin Mu menyelesaikan kalimatnya, Chao Futian tertawa keras. Tawa itu meledak-ledak, penuh dengan nada kemenangan seorang alkemis yang baru saja memenangkan harta surga!

"Jangan memotong pembicaraan orang tua, Mu er!" Chao Futian menyeringai bangga.

"Aku bilang tiga bulan pertama aku gagal, tapi aku tidak bilang aku menyerah! Di bulan keempat, di sebuah reruntuhan gua di perbatasan Provinsi Nanlai dengan Provinsi Jiamao, aku menemukan sebuah gulungan kulit binatang yang hampir hancur. Sebuah Gulungan Rahasia Kuno yang menuliskan tentang metode 'Penghancuran sebelum Pembentukan'."

Chao Futian tidak melanjutkan penjelasannya secara jelas. Sebaliknya, ia menggerakkan tangannya ke arah cincin ruang yang melingkar di jarinya.

Wush!

Sebuah botol porselen kecil berwarna merah darah muncul di telapak tangannya. Suhu di dalam kamar Qin Mu tiba-tiba meningkat, dan aroma tajam yang menusuk, campuran antara bau belerang dan bunga mawar yang sangat kuat, memenuhi ruangan.

"Gulungan itu menjelaskan bahwa bagi mereka yang meridian utamanya tersegel oleh takdir, hanya ada satu jalan ekstrim: menghancurkan fondasi yang buntu agar sesuatu yang baru bisa tumbuh dari abunya."

Chao Futian membuka tutup botolnya. Sebuah pil bulat berwarna merah pekat dengan guratan-guratan hitam menyerupai pembuluh darah terlihat di dalamnya.

"Ini adalah mahakaryaku selama tiga bulan terakhir mengisolasi diri. Pil Penghancur Meridian Sejati, Pil Tingkat Sejati Puncak!" ucap Chao Futian dengan nada khidmat.

"Walaupun pil ini memiliki kualitas yang sederhana, sebenarnya kualitasnya bisa meningkat jika kultivasi alkemis ku lebih tinggi." kata Chao Futian dengan bangga.

"Pil ini memiliki efek yang sangat mengerikan. Ia akan menghancurkan seluruh jalur meridian utama yang buntu di tubuhmu, memberikan rasa sakit seperti dikuliti hidup-hidup, namun jika kau bertahan... ia akan membentuk ulang meridianmu utama mu dari nol." lanjut Chao Futian dengan nada menakut-nakuti.

Chao Futian menatap Qin Mu dengan binar mata yang kompleks.

"Ayahmu belum tahu aku berhasil menyempurnakannya. Tadinya aku ingin memberikannya padamu jauh-jauh hari sebelum Upacara Uji Spiritual diadakan, namun membuat pil ini sangat lah sulit."

"Dan... Ketika aku baru saja tiba. Kekacauan kemarin mengubah segalanya... Sekarang, pil ini ada di tanganku."

Qin Mu menatap pil merah di tangan Chao Futian dengan perasaan campur aduk. Ia tahu meridiannya sudah terbuka, tetapi ia juga merasakan bahwa pondasi yang ia miliki saat ini masih terasa kasar.

Bukan karena pondasi pada ranah kultivasinya yang lemah. Melainkan ia sendiri tidak mengalami perasaan saat Meridian Utamanya terbuka. Itu terbuka sekaligus begitu saja! Tanpa ada rasa sakit.

Apakah itu hal lumrah?

Qin Mu perlahan turun dari tempat tidurnya. Ia berdiri tegak, lalu membungkukkan badan sedalam-dalamnya dengan kedua tangan yang ditangkupkan di depan dada, sebuah penghormatan tertinggi yang bisa diberikan seorang junior kepada seniornya.

"Paman Futian... Terima kasih," suara Qin Mu terdengar serak, sarat akan emosi.

Ia benar-benar tidak menyangka. Selama ini, ia mengira ketidakhadiran Chao Futian di klan hanyalah karena urusan alkemi biasa. Ternyata, pria tua yang tampak seperti pria paruh baya di hadapannya ini telah mempertaruhkan nyawa, berjalan di daratan Provinsi Nanlai yang terkenal bengis dan liar, hanya untuk mencari secercah harapan bagi seorang pemuda yang dianggap sampah.

Dunia kultivator di luar Kota Huzhou bukanlah tempat yang ramah; itu adalah rimba di mana nyawa bisa melayang hanya karena masalah sepele. Walaupun begitu, Kota Huzhou juga bukanlah tempat yang aman dan bersih dari dosa-dosa para kultivator.

"Aku tidak tahu harus berkata apa... Anda pergi sejauh itu demi aku," lanjut Qin Mu, masih dalam posisi membungkuk.

Pikirannya melayang pada fakta bahwa Paman Chao Futian menyandang marga 'Chao', bukan 'Qin'. Dia adalah seorang kultivator luar yang diangkat menjadi Tetua Kehormatan karena keahliannya yang luar biasa.

Logikanya, tidak ada ikatan darah yang mengharuskannya bertindak sejauh ini. Mengapa dia begitu setia dan tulus membantu ayahnya? Apakah ada janji masa lalu yang begitu mengikat di antara mereka?

Namun, ada satu hal yang mengganjal di hati Qin Mu. Ia tidak ingin Paman Futian merasa usahanya sia-sia atau terus mengkhawatirkannya.

Qin Mu menegakkan tubuhnya, menatap langsung ke mata Chao Futian dengan sorot mata yang jernih dan mantap.

"Paman Futian, sekali lagi terima kasih atas Pil Penghancur Meridian Sejati ini. Namun, ada satu hal yang harus kukatakan dengan jujur..."

Qin Mu menarik napas panjang, lalu mengalirkan energi spiritualnya. Udara di dalam kamar tiba-tiba bergetar halus. Aura ranah Spiritual Mendalam terpancar samar namun pasti dari tubuhnya.

"Sebenarnya... aku sudah berhasil membuka sembilan meridian utama milikku. Aku bukan lagi seorang yang cacat dalam kultivasi," ucapnya dengan lantang dan penuh percaya diri.

Qin Mu bersiap melihat ekspresi terkejut, rahang yang jatuh, atau setidaknya kerutan dahi dari sang Alkemis. Ia membayangkan Chao Futian akan melompat kegirangan atau bertanya-tanya tentang keajaiban apa yang telah terjadi.

Namun... kenyataan justru sebaliknya.

Pria tua itu dengan santainya memasukkan jari kelingking ke dalam lubang hidungnya, lalu mengupil dengan wajah yang sangat datar, seolah-olah informasi yang baru saja disampaikan Qin Mu tidak lebih menarik daripada kicauan burung di pagi hari.

"Aku sudah tahu," ucap Chao Futian pendek sambil meniup jarinya.

Qin Mu tertegun. "Hah? Sudah tahu? Sejak kapan?"

Chao Futian mendengus, lalu menyeringai licik.

"Heh."

"Bocah, kau pikir siapa yang berdiri di depanmu ini? Aku adalah alkemis terbaik di keluarga ini! Walaupun kau menggunakan teknik Hawa Tak Kasat Mata. Indra penciumanku terhadap energi spiritual sepuluh kali lebih tajam dari kultivator biasa setingkat denganku. Saat aku menyentuh nadimu semalam di lapangan, meski hanya sekilas, aku sudah merasakan aliran energi yang lancar di sembilan jalur utamamu."

Ia melangkah mendekat dan menyentil dahi Qin Mu.

"Lagipula, melihatmu bisa memanggul Batang Besi Hitam Meteor itu seperti membawa kayu bakar, orang buta pun tahu kalau meridianmu sudah terbuka lebar. Tapi..."

Tatapan Chao Futian kembali tertuju pada pil merah di tangannya.

"Membuka meridian utama hanyalah langkah awal. Aku tidak tahu bagaimana caramu membuka sembilan meridian utama... Walau kau sudah membuka meridian utama, seringkali masih memiliki kerak yang menghambat. Pil ini tetap berguna untukmu, meski tujuannya sedikit berubah. Bukan lagi untuk membuka pintu yang tertutup, tapi membantu membersihkan jalur meridian utama."

Chao Futian menyodorkan botol porselen itu ke dada Qin Mu.

"Ambillah. Ini adalah bukti bahwa ayahmu tidak pernah menyerah padamu, dan aku... tidak pernah salah memilih saudara."

1
TGT
CERITANYA LMBAT TAPI BGUS
Putu Gunastra
seharus nya di cantumkan urutan Kultivasi nya Thor ..di bab2 awal..ato mungkin di bab setelah ini yaa..
Blueria: Terimakasih sudah memberikan saran, sudah author tambahkan tingkatan kultivasi di Chapter 1.😄💪
total 2 replies
T28J
sama sama👍
Blueria: sama-sama👋😄
total 1 replies
Glastor Roy
yg bnyk tor up ya
Blueria: Siap💪 Gaskan. Vote dan Like ataupun gift agar author tambah semangat 👋😄
total 1 replies
Glastor Roy
update
Blueria: Besok pagi ya updatenya, author lagi ada kerjaan. Terimakasih udah hadir Kak Roy👋😄
total 1 replies
Glastor Roy
up
Glastor Roy
update ya torku yg baik hati
Blueria: Siap, semoga terhibur. 👋😄
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!