NovelToon NovelToon
Garis Darah Naga Purba

Garis Darah Naga Purba

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Action / Fantasi
Popularitas:3.3k
Nilai: 5
Nama Author: CICAK rawa

Ye Chenlong adalah aib terbesar Klan Ye.

Di hari ujian bakat, ia dinyatakan memiliki bakat kultivasi terburuk sepanjang sejarah. Tunangannya memutuskan pertunangan di depan semua orang, keluarganya mengusirnya tanpa belas kasihan, bahkan nyawanya hampir berakhir di hutan terlarang.

Namun, di ambang kematian...

Darah yang telah tertidur selama ribuan tahun akhirnya terbangun.

Bukan kekuatan yang langsung membuatnya tak terkalahkan, melainkan serpihan ingatan dari leluhur Naga Purba yang menuntunnya menuju teknik kuno, warisan yang hilang, dan rahasia yang sengaja dikubur oleh dunia.

Semakin jauh ia melangkah, semakin banyak kebenaran yang terungkap.

Mengapa Klan Naga Purba dimusnahkan?

Siapa yang memburu seluruh pewaris garis darah naga?

Dan mengapa namanya telah tercatat dalam takdir jauh sebelum ia dilahirkan?

Ketika seluruh dunia menganggapnya sampah...

Tak seorang pun menyadari bahwa naga yang mampu mengguncang langit telah membuka matanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon CICAK rawa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 7:SADAR

beberapa serigala sedikit mundur, sambil mengerang.

sosok roh itu menatap ke arah srigala serigala itu.

"membosankan" ucapnya.

bom....

bom......

bom.......

hanya dengan kata kata itu, beberapa serigala langsung meledak menjadi kabut darah.

sosok jiwa, maju menaiki pedang usang.

menatap pemimpin serigala yang diam terpaku.

sosok jiwa itu tersenyum tipis ke arah pemimpin serigala.

"apa kau pemimpin mereka?..."

hal ini menyadarkan pemimpin serigala, ia langsung sedikit mundur, lalu menggelengkan kepalanya.

ia kini menatap jiwa itu dengan dingin.

"berani sekali kau mengacau di wilayahku"

jiwa itu tak menjawab, ia malah duduk di atas pedang usang yang ia naiki.

"wilayahmu?....."

dia tersenyum sedikit.

"sejak kapan monster setengah iblis sepertimu memiliki wilayah di daratan manusia?"

mendengar ini, pemimpin serigala itu terdiam.

ia tak menyangka sosok jiwa di depannya tau asal usulnya hanya sekali pandang.

padahal selama ini, dia sudah banyak menemui manusia, tapi tak ada satupun yang tau siapa dia yang sebenarnya.

mereka hanya menebak kalau dia adalah monster.

"kenapa, apa kau terkejut. karena aku tau siapa kau sebenarnya?"

"lalu kenapa, jika kau tau siapa aku. itu tak akan merubah apapun"

"sekarang kau hanya sisa jiwa, memang apa yang bisa di lakukan sisa jiwa sepertimu"

"jangankan hanya sisa jiwa, bahkan aku sudah ribuan kali membunuh kultivator manusia sepertimu"

saat mengatakan ini aura dari tubuhnya meletus, menggetarkan gua ini.

Bahkan, burung burung yang tak jauh dari gua langsung berterbangan.

Auranya benar benar menggetarkan tempat ini.

"pak tua, percaya atau tidak kau akan benar benar mati di tanganku"

"dari yang ku lihat kau bukanlah orang biasa, jadi kau tentu tau ras iblis kami sangat unggul dalam hal melawan jiwa"

Setelah itu, ia menggigit sedikit ujung jarinya.

darah hitam keluar dari sana, dan dia menggambar sesuatu di atas batu.

setelah selesai, ia kembali menatap sisa jiwa yang dengan tenang menatapnya.

"pak tua, lenyaplah"

"rantai pengikat jiwa" teriaknya.

sosok jiwa itu tetap tenang menatap rantai hutan yang melesat ke arahnya, ia sedikit berdiri.

dengan lambaian tangan, pedang usang yang ia duduki bergerak tipis.

perlahan pedang yang sebelumnya tampak usang dan berkarat tiba tiba bersinar.

karat barat mengelupas di bilahnya, menampilkan ukuran naga di sana.

pedang usang sebelumnya kini terlihat sangat mengkilat dengan ukuran indah di sepanjang bilah.

wus...

pedang langsung menghilang, meninggalkan jejak petir.

melesat langsung ke arah rantai rantai.

sosok pemimpin serigala tersenyum menatap pedang itu.

"percuma, rantai pengikat jiwa adalah rantai kuat dari klan iblis kami"

"benarkah" jawab tenang sisa jiwa itu.

detik berikutnya.

"tidak mungkin" teriak pemimpin serigala.

rantai yang ia klaim sebagai rantai yang kuat, langsung terpotong dengan mudah saat mengenai pedang.

bahkan seperti tak ada benturan, tampak seperti sebilah pedang tajam yang memotong tahu kecil.

tanpa sadar ia mundur beberapa langkah.

namun sesaat kemudian ia sadar sesuatu, itu adalah jiwa yang masih menatap ke arah pedang dan rantai.

"kesempatan" batinnya.

tanpa suara ia menghilang masuk ke kegelapan.

saat muncul, kuku kuku di hatinya telah terlihat panjang, hampir dua jengkal.

bahkan tanpa menunjukkan jeda, ia melesat langsung ke arah arwah itu tanpa suara.

dengan ayunan cakar yang dapat membelah gunung.

itu langsung mengarah ke arah sosok jiwa itu.

sosok jiwa itu masih menatap ke arah pedang di depan, tak memperdulikan maut yang ada di belakang.

hal ini membuat pemimpin serigala itu semakin yakin kalau serangan ini akan mengakhiri semuanya.

namun saat hanya tinggal beberapa inci dari kepala sosok jiwa.

tangannya berhenti, bahkan aura gelap yang ada di cakar itu menghilang seperti api lilin terhembus angin, membara lalu menghilang.

sosok jiwa menoleh, sambil mengelus jenggot putihnya.

"apa sudah cukup...."

"sebenarnya aku masih ingin bermain, tapi aku khawatir dengan keadaan keturunanku"

setelah kata kata itu, kilatan petir langsung melesat dari kening sosok jiwa.

petir kecil itu hanya sebesar ujung lidi, namun itu melesat langsung ke kening pemimpin serigala.

dalam sekejap tubuhnya membengkak, belum sempat dia bereaksi.

bom....

daging dan darah berceceran, beruntung ada penghalang tak terlihat yang membuat sisa jiwa itu tak terkena darah dan daging itu.

setelah membereskan pemimpin serigala, sosok jiwa melesat ke dalam gua.

setelah menemukan apa yang ia cari, ia turun mendekati ye chenlong.

tampa kata, lengannya di tempelkan ke kening ye chenlong.

tak lama ia mengelus jenggotnya lagi.

"untung lah dia bisa menyelesaikannya."

beberapa waktu pun berlalu, akhirnya ye chenlong mulai sadar.

saat membuka mata, ia menatap ke sekeliling.

menyadari tempat yang berbeda dengan tempat ia pingsan tadi.

"sudah sadar" tiba tiba terdengar suara seseorang.

mendengar ini, ia langsung berbalik.

saat melihat sosok jiwa melayang ke arahnya, ia langsung memasang kuda kuda.

"orang ini, kuat..."

"aku sama sekali tak merasakan auranya" batin ye chenlong.

padahal setelah sadar, ye chenlong langsung mengerahkan kekuatan jiwanya.

tapi ia sama sekali tak merasakan apapun.

"siapa kau"

sosok jiwa itu tampak seperti biasanya, tetap tenang dengan tangan di jenggot putihnya.

"tenanglah... "

"buat apa kau waspada seperti itu."

"jika aku memang berniat membunuhmu, kau tak akan terbangun di sini."

setelah di pikir pikir, ye chenlong mulai kembali duduk.

lagi pula benar apa yang di katakan sosok jiwa di depannya.

jika dia memang berniat busuk mungkin ye chenlong sudah mati.

bahkan ia tak bisa merasakan aura bahkan keberadaan orang ini.

dari situ ye chenlong menarik kesimpulan, untuk sekarang seharusnya jiwa di depannya tak berniat buruk.

untuk memberi penghormatan, ia memilih untuk membungkuk.

"maaf senior..."

"mungkin junior ini telah lancang sebelumnya"

"dan Terima kasih telah memindahkan dan merawat tubuh junior ini"

sosok jiwa itu mendekat.

melihat ia mendekat, ye chenlong sebenarnya masih waspada, tapi dia berusaha tenang agar tak menyinggung orang di depannya.

setelah dekat, sosok jiwa itu malah mengeluarkan dua buah cangkir, dan satu teko.

ia mengisi salah satu cangkir dengan teh.

lalu ia menyodorkannya ke arah ye chenlong.

"ambillah, ini bagus untuk penyembuhanmu"

dengan ragu ye chenlong mengambilnya, namun ia hanya menatap teh di cangkir itu.

"minumlah, aku tak menyimpan apapun di sana kecuali daun teh dan air"

"baik senior"

mau tak mau ye chenlong benar benar meminum teh itu.

"bagus"

"dengan ini kau akan lebih cepat sembuh"

"dan satu lagi, berhenti memangilku senior"

"panggil saja aku leluhur"

uhuk....

uhuk.....

ye chenlong yang sedang minum langsung terbatuk, bahkan ia langsung menoleh ke sisa jiwa di sampingnya.

"leluhur?........"

1
Ilham Yono
foto? udah ada kamera di jaman itu????
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!