Sambungan cerita Ara dan Nathan
Banyak nya masalah yang terjadi di masa lalu membuat Ara yang dulu nya sangat suka berbicara sekarang menjadi jauh lebih pendiam. Kebahagiaan yang seharus nya di dapatkan saat ini malah masih saja datang masalah kepada nya tapi biarpun seperti itu suami nya yang sangat di cintai nya tidak pernah menghakimi nya ataupun meninggalkan nya. Nathan selalu berada di sisi istri nya, Menenangkan istri dan juga menjaga istri nya dari banyaknya orang yang membenci istri nya.
"Terima kasih udah bertahan sampai sekarang sayang" Jonathan Adijaya.
"Ara yang seharus nya berterima kasih sama kakak yang selalu nemenin Ara, Maafin Ara yang udah nyusahin kakak" Ara riyanti Wijaya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon tari channel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 07
Keesokan paginya.
Nathan yang merasa silau akan sinar matahari membuka pelan mata nya, Saat membuka mata dia langsung di suguhkan pemandangan anak nya bukan istri nya. Sedikit kaget akan itu dan membuat nya langsung mencari cari keberadaan wanita nya.
"Kamu udah bangun?" suara wanita nya terdengar dari belakang membuat nya menoleh ke belakang dan nampak wanita nya sudah menggunakan pakaian olahraga dan membawa nampan berisi makanan dan minuman di dalam nya.
Nathan memindahkan pelan kepala anak nya yang berada di lengan nya dan mendudukkan tubuh nya di hadapan wanita nya yang duduk di hadapan nya. "Sayang" Ara membangunkan anak nya yang menunggu terlalu lama akhirnya tertidur itu.
"Mm" Yuna langsung memeluk paha ayah nya menjadikan paha ayah nya itu guling. Nathan menatap anak nya yang tertidur nyenyak itu, Tangan nya langsung mengusap lembut kepala anak satu satu nya, Dia sangat menyayangi anak nya.
"Dia masih mau tidur, Gak usah ganggu" ucap Nathan dengan tangan yang masih mengusap kepala anak nya tapi mata menatap wanita nya.
"Aku tau" jawab Ara dan mengambil makanan.
"Aku buat ini buat kalian" ucap nya dengan menyodorkan sandwich buatan nya tadi kepada lelaki nya.
Nathan menerima nya. "Terima kasih" Nathan meletakkan satu sandwich lain di samping ranjang.
Baru saja hendak memasukkan sandwich ke dalam mulut nya suara anak nya membuat nya mengurungkan niat nya. "Papa aku juga mau, Kalian makan gak ngajakin aku" ucap Yuna dan itu membuat kedua orang tua nya menatap ke arah nya.
"Bangun kamu denger makanan" ucap Nathan dan mengambil sandwich yang di letakkan nya di samping ranjang tadi.
"Ini buat kamu" Nathan menyodorkan sandwich tadi kepada anak nya. Yuna dengan senang hati menerima nya dan duduk dari tidur nya di bantu oleh Nathan.
"Kamu kerja hari ini?" Ara menatap lekat wajah lelaki nya tersebut.
"Ini hari minggu, Kita juga udah janji mau olahraga bareng kan?" Nathan menatap lekat wajah wanita nya. Wajah yang mula nya biasa saja menjadi bingung dan membuat wanita itu menatap ke sembarang arah.
"Kamu gak lupa kan? Kamu sendiri yang ngajakin nya kemaren" ucap Nathan kembali. Ara kembali menoleh ke arah lelaki nya dan nampak suami nya tersenyum kepada nya.
Ara membuang nafas panjang saat melihat tatapan dan senyuman yang membuat nya tidak bisa menolak apapun. "Iya aku inget" jawab nya dan kembali melahap makanan nya.
"Kamu ikut nanti sayang olahraga bareng papa sama mama?" tanya Nathan dengan mengusap wajah anak nya.
"Yuna mau main sama Okta nanti, Jadi enggak ikut" jawab anak kecil itu.
"Hey kalian berdua gak gosok gigi dan langsung makan" ucap Ara yang baru teringat akan hal itu.
"Siapa yang ngasih makanan tadi sama kita iya kan sayang?" Nathan mencubit wajah anak nya memainkan wajah gembul itu.
"Papa yang ngasih makanan tadi ke Yuna" ucap Yuna yang membela ibu nya.
Ara tersenyum mendengar jawaban itu dan membuat Nathan menoleh ke arah wanita nya. "Tapi kan mama yang bawa makanan nya ke sini tadi bukan papa" ucap Nathan.
"Tapi tetap aja pa, Papa yang ngasih makanan nya ke Yuna" jawab Yuna.
"Sudah lah, Minum ini tidak usah gosok gigi dan jangan perdebatkan masalah ini" ucap Ara dengan menyodorkan susu kepada anak dan suami nya.
"Aku gak mau ini" ucap Nathan. Dahi Ara mengerut saat mendengar jawaban suami nya, Nathan tersenyum melihat itu dan memanyunkan bibir nya menatap wanita nya sedangkan Yuna tidak melihat apa apa karna sedang minum.
Plakk
"Sayang ini sakit" Ara memukul pelan bibir itu, Tidak terlalu sakit hanya saja Nathan yang mengatakan nya sakit.
"Sayang kau sudah selesai?" tanya Ara kepada anak nya. Yuna menurunkans gelas yang ada di bibir nya dan mengangguk mengiyakan nya. Ara mengambil gelas yang ada di tangan anak ny dan di berikan oleh Yuna gelas itu.
"Kamu beneran gak mau?" tanya Ara kembali kepada suami nya.
"Iya" Nathan mengambil gelas itu dan meminum cepat minuman nya.
"Anak pintar" ucap Ara dengan menerima gelas yang di berikan oleh suami nya kepada nya saat selesai minum. Nathan tidak menjawab nya, Dia memasang wajah datar nya dan Ara tidak memperdulikan itu dan langsung berlalu dari sana.
"Pa" Yuna menatap ayah nya.
"Iya sayang?" Nathan menoleh ke arah anak nya saat mendengar panggilan.
"Besokkan Yuna mau masuk sekolah dasar, Mama dan papa ya antar Yuna daftar sekolah" ucap Yuna dengan senyum yang melebar menatap ayah nya.a
"Ah iya, Papa baru ingat, Jelas saja mama dan papa bakalan ikut dafatarin anak nya" jawab Nathan yang baru teringat akibat menghabiskan waktu berdua dengan istri nya membuat nya lupa akan jadwal besok.
"Makasih papa" Yuna mencium wajah ayah nya membuat Nathan tersenyum senang akan mendapatkan ciuman dari anak nya.
"Ayo kita cuci muka sama gosok gigi dulu" Nathan berdiri dari duduk nya, Yuna mengangguk mengiyakan nya dan merengkuh leher ayah nya, Tangan nya melingkar di leher itu dan Nathan tidak menolak dan menggendong anak nya, Mereka berdua masuk ke dalam kamar mandi. Nathan mendudukkan tubuh anak nya di depan cermin dan menyiapkan sikat gigi dan odol untuk anak nya.
"Ini" Nathan menyodorkan sikat gigi yang berisikan odol kepada anak nya. Yuna dengan senang hati menerima nya.
"Papa turunkan aku" Yuna merengek minta di turunkan.
"Kenapa?" tanya Nathan dengan mulu yang berisi sedikit busa.
"Aku ingin berdiri" jawab Yuna. Nathan tidak menjawab nya lagi, Dia mengambil kursi yang ada di dalam itu yang memang di siapkan untuk anak nya dan menggendong anak nya, Dia meletakkan anak nya di atas kursi tadi hingga anak nya bisa tampak di kaca biarpun berdiri.
Yuna ikut memulai menggosokkan gigi nya dengan pelan dan hati hati. Nathan mata nya sedari tadi mengawasi anak nya takut anak nya terjatuh atau gigi nya terbentur dengan sikat gigi.
"Kak" Ara berteriak saat tidak menemukan siapa siapa lagi di dalam kamar. Selimut yang selalu rapi saat suami nya tidur sendiri membuat nya tidak mengeluarkan tenaga untuk membereskan nya.
Shirr
Terdengar suara air dari kamar mandi di dalam kamar nya membuat kaki nya melangkah mendekat ke arah kamar mandi. Di intipnya siapa yang ada di dalam kamar mandi dan ternyata itu adalah anak dan suami nya. Nathan yang sedari tadi memperhatikan kaca mengawasi anak nya bisa melihat wanita nya berdiri di pintu kamar mandi.
"Lihat ada orang di belakang, Kamu diam ya" bisik Nathan dengan sangat pelan di telinga anak nya.
"Siapa pa?" Yuna sama sekali tidak sadar akan kehadiran ibu nya, Dia hanya memperhatikan diri nya yang berada di dalam kaca kamar mandi itu.
.
.