Bella Oceana adalah istri kedua dari Alan Elvis. Alan menikahi Bella karena Tevy sudah tidak bisa melaksanakan kewajibannya sebagai istri untuk melayani Alan. Tevy sudah lumpuh sejak tiga tahun terakhir karena kecelakaan. Karena alasan tersebut, Alan menikah lagi dengan wanita yang ia kenal dari sebuah restaurant. Karena pada saat itu Bella adalah Manager Restaurant tersebut. Pernikahan Alan dengan Bella tentunya tidak di ketahui oleh Tevy. Alan sangat menyayangi Tevy, ia tidak akan sampai hati jika harus mengatakan hal yang sejujurnya kepada istrinya. Namun Alan juga pria normal yang membutuhkan sentuhan wanita. Sudah satu minggu ini sikap Tevy begitu berbeda kepada Alan, menjadi sangat manja dan tidak ingin ditinggal terlalu lama. Tentu saja sikap Tevy membuat Alan serba salah karena ia juga harus bekerja dan tentunya menemui Bella, istri keduanya. Setiap Tevy mulai menyentuh tubuh Alan, yang terbayang dalam benaknya adalah wajah Bella, desahan Bella, dan juga erangannya diatas ranjang. Dan itu semua membuat Alan memiliki hasrat berlebih untuk bersama dengan Bella. "Sayang, aku pikir kamu udah gak bergairah, ternyata sentuhanku masih bisa membuat kamu seperti ini" ucap Tevy Seketika mata Alan terbuka, ia menyadari jika yang sedang menyentuh miliknya bukanlah Bella, melainkan Tevy istri sahnya sejak tujuh tahun ini.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yayalifeupdate, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
33
"Kamu kenal Calvin dari mana sayang?" Tanya Alan
"Waktu nemenin kamu business trip, kita lagi ada di tempat gym. Dan aku gak mungkin bilang sama dia kalau aku sama kamu saat itu"
"It's okay sayang, aku ngerti. Papa dan Papanya Calvin memang ada kerja sama sejak 10 tahu ini, jadi kita lumayan sering ketemu. Mungkin kalau Nanda single, Nanda bisa di kenalkan ke Calvin, setahuku Calvin gak neko-neko"
"Hmm, oke sayang"
Bella hari ini mulai memposting Alan meskipun tidak sepenuhnya memperlihatkan wajahnya, hanya tangan mereka yang saling menggenggam, atau hanya punggung Alan yang terlihat.
Tentu saja postingan Bella mulai membuat beberapa orang penasaran, siapa yang telah berhasil mendapat gadis secantik Bella. Beberapa komentar di postingan Bella membuatnya sedikit terkekeh karena ulah pengikutnya.
"Lihat apa sayang?"
"Ini sayang bacain komentar orang"
"Komentar?"
Bella menghela nafasnya, kemudian beranjak mendekat kearah Alan dan menunjukkan media sosialnya, lalu ia menunjukan postingan yang baru saja Bella unggah namun berhasil memicu pengikutnya untuk meninggalkan komentar.
"Hahaha penasaran mereka"
"Iya sayang. Gak apa-apa ya, aku gak usah posting kamu dulu"
"It's okay sayang. Dan sepertinya seru ya main media sosial"
"Iya, mau main gak?"
"Boleh"
Bella seketika tersenyum lebar melihat Alan yang ingin menggunakan media sosial, Alan mulai mengunduh aplikasi tersebut dan mendaftarkan akun atas namanya, kemudian menggunggah bebera foto dirinya.
Dan tentu saja Bella adalah pengikut pertama Alan, Alan memilih beberapa akun untuk ia ikuti kemudian tidak lama akunAlan dibanjiri oleh pengikut yang sepertinya mereka adalah staff Alan.
"Kok banyak pengikutnya?"
"Mungkin mereka penasaran dengan kehidupan kamu"
"Hmm... Mungkin sayang. Tapi aku gak akan sembunyikan kamu"
"Kamu yakin?"
"Kenapa tidak?"
Alan seketika menggunggah foto dengan Bella di laman media sosial miliknya, banyak ucapan selamat yang ia terima dari pengikut barunya yang ternyata adalah staffnya.
Berbeda dengan Alan dan Bella yang sedang bahagia, Nanda semakin kesal dibuatnya karena Bella benar-benar mendapatkan Alan di hidupnya. Semua wanita bahkan memimpikan mendapatkan Alan di hidupnya, pria yang tampan dan juga financial freedom.
"Kamu sangat beruntung, bahkan semua orang selalu memuja kamu" batin Nanda
Seketika Nanda memiliki niat buruk, karena Nanda sudah mulai kesal dengan hidupnya yang tidak ada perubahan signifikan.
Ting! Ponsel Nanda berdering
"Nanda, Alan punya teman, kalau kamu lagi single mungkin dia akan kenalkan kamu sama temannya" - Bella
"Siapa?" - Nanda
"Calvin namanya, kalau mau kamu bisa ikut acara event kantor lusa. Kalau gak punya gaun, aku bisa bantu kamu cari gaun" - Bella
"Oke. Aku mau" - Nanda
Nanda meletakkan kembali ponselnya, ia berdiri di hadapan cermin besar dan memperhatikan dirinya dengan baik.
"Aku gak kalah cantik sama Bella, aku pasti bisa dapatkan Alan-Alan yang lain" ucapnya
.
.
Hari ini sepulang kerja, Bella menjemput Nanda di kantornya kemudian membawa Nanda ke sebuah butik. Dimana Bella biasanya membeli gaun untuk beberapa acara di kantor lamanya.
"Bella, long time no see" ucap staff butik
"Iya. Ada gaun yang aku bahas kemarin?"
"Ada cantik, kita udah siapin buat kamu dan si cantik ini siapa namanya?"
"Nanda" jawab Nanda
"Oke Nanda, ikut mbaknya yang ini. Dia akan bantu kamu"
"Oke"
"Dan Bella cus, ikut aku. Kita coba bajunya"
"Wah, ini gaun pengantin cantik sekali"
"Iya, pesanan orang. Kalau kamu mau, aku bisa buatkan yang lebih istimewa"
"Semoga di segerakan ya"
Nanda sedikit menguping, entah kenapa ia sangat kesal mendengar obrilan itu. Nanda merasa benar-benar kalah dari Bella, dari segi apapun.
"Wah ukurannya pas, cocok Mbak" ucap staff butik
"Iya, too much gak ya?"
"Gak sih Mbak, ini memang terlihat seksi tapi masih sopan"
"Oke, aku tanya kakakku dulu ya"
"Silahkan"
Nanda keluar dari ruang ganti daan mencari keberadaan Bella, ia mendengar Bella sedang berbicara dengan staff butik yang tadi menyambutnya. Mereka terlihat sangat akrab dan sering bertemu, sehingga memicu rasa penasaran Nanda. Untuk apa Bella sering membeli gaun, dan sejak kapan ia bersama dengan Alan.
"Ini bagus gak?" tanya Nanda
"Wow, bagus cantik. Cocok banget di tubuh kamu yang skinny. Tinggal di kasih aksesoris kan Bell?"
"Iya, kamu mau ini atau coba gaun lain?" tanya Bella
"Kayaknya ini aja, tadi udah coba yang lain tapi kurang cocok"
"Oke, tolong di bantu kemas ya"
"Don't worry Bella, dan kamu ambil gaun yang mana?"
"Yang hitam aja"
"Oke ini ya? Perlu di buat lebih kecil lagi?"
"Jangan, cukup kok ini"
"Oke darling, kita bantu kemas. Kapan sih acaranya?"
"Besok malam"
"Ya ampun, mendadak sekali"
"Iya, tadinya aku gak mau beli gaun karena masih ada beberapa gaun yang belum kepakai, tapi karena kamu bilang ada koleksi baru, aku mau"
"Hahahaha. Beli sayang, kjadi kalau ada acara sewaktu-waktu kamu bisa pakai"
Nanda hanya terdiam menatap Bella dan staff butik saling berbicara, Nanda memang iri dengan Bella namun ia merasa jika Bella juga tidak buruk sebagai Kakak.