Awal pertemuan dengan seorang gadis cantik bernama FIONA GAZZANI yang tidak di sengaja dan berkesan menyebalkan malah membuat GERALD ADITYA GUNAWAN seorang CEO muda yang sangat tampan itu terus bertemu dengan gadis itu yang ternyata adalah sekretaris rekan bisnisnya sendiri yang akhirnya menimbulkan benih-benih cinta di antara mereka berdua.
"cinta memang tak terduga" itulah kata mereka.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NYR05, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
DI RUMAH SAKIT
mereka sudah sampai rumah sakit dan sudah mendapatkan ruangan, dokter pun sudah memeriksanya dan mengatakan bahwa mamahnya baik-baik saja tidak ada hal yang serius hanya kelelahan saja.
gerald dan fiona lalu masuk ke dalam ruangan tempat mamahnya berada.
"kau pulang lah, terimakasih sudah menolong mamahku" ucap gerald ketika sudah masuk keruangan dan sadar kalau fiona masih bersamanya.
"dia siapa ger ?" tanya seseorang yang ternyata mamahnya yang sudah sadar.
"mamah kau sudah sadar ? apa ada yang sakit ?" ucap gerald merasa khawatir.
"mamah baik-baik saja, kau belum menjawab pertanyaan mamah siapa gadis itu ?" tanya mamahnya kembali karna gerald belum menjawabnya.
"oh dia yang menolong mamah waktu pingsan tadi"
"siapa namamu ?" tanya sang mama kepada gadis itu.
"nama saya fiona tante" jawab fiona yang sudah menghampiri mamahnya gerald dan mengulurkan tangan untuk bersalaman.
"nama yang cantik, sama seperti orangnya" mamahnya gerald mebalas uluran tangan fiona lalu memeluknya secara tiba-tiba.
"terimakasih sudah menolong ku ya" ucap mama gerald yang masih memeluk fiona.
"sama-sama tante" fiona yang kaget tiba-tiba di peluk lalu dia pun membalas pelukan wanita itu.
gerald yang melihat pemandangan di depannya merasa aneh tidak biasanya mamahnya bisa langsung dekat dengan seseorang seperti itu, bahkan sering bermuka jutek kalau gerald mengenalkan wanita yang dekat dengannya pada mamahnya.
"kalau begitu saya permisi ya tante harus kembali ke kantor" ucap fiona kepada mamahnya gerald sambil melepas pelukannya.
"sekali lagi terimakasih ya sudah menolongku, biar gerald yang mengantar mu ke kantor ya ?" pinta mamahnya gerald.
"tidak usah tante aku bisa naik taksi ko lagi pula kantorku tidak terlalu jauh dari sini" jawab fiona menolak tawaran mamahnya gerald.
"tidak apa-apa anggap saja sebagai ucapan terimakasih karna sudah menolongku, kau jangan menolaknya ya" ucap mamah gerald.
"ger kau mau kan mengantar fiona ?" tanya mamahnya kepada gerald.
"baiklah aku akan mengantarnya mah" jawab gerald yang memang tidak bisa menolak permintaan sang mama.
"ayo" ajak gerald kepada fiona.
"kalau gitu aku pamit ya tante, semoga cepat pulih" pamit fiona kepada mamahnya gerald.
gerald dan fiona sudah berada di dalam mobil, suasana begitu hening, untuk menghilangkan keheningan fiona memberanikan diri untuk bertanya kepada gerald.
"pak gerald ?" tanya fiona dengan santai.
"hmmm" gerald hanya menjawabnya singkat.
"apa bapak sudah memaafkan saya, atas kejadian waktu itu ?" tanya fiona kembali karna merasa ucapan maafnya waktu itu belum terbalas.
"anggap saja saya sudah memaafkan mu karna kau sudah menolong mamah ku" ucap gerald dengan nada cueknya.
"ih ini cowo gak bisa apa manis dikit kalau ngomong" batin fiona.
mereka pun akhirnya sudah sampai di depan kantor fiona, fiona lalu keluar dari mobil dan mengucapkan terimakasih kepada gerald tapi gerald lagi-lagi tak menjawabnya dan berlalu begitu saja meninggalkan fiona.
"bener-bener cowo aneh" umpat fiona kesal karna ucapannya di acuhkan, ia pun berlalu masuk kedalam kantor untuk meneruskan pekerjaannya yang tertunda.
gerald kembali ke rumah sakit menuju keruangan mamahnya di rawat, ternyata ayahnya sudah ada di dalam bersama mamahnya karna menerima kabar bahwa istrinya berada di rumah sakit makannya dia sudah ada disana.
"kau sudah kembali ger ? cepat sekali" tanya sang mama ketika gerald masuk ke dalam.
"sudah mah lagi pula tidak terlalu jauh jadinya cepat" jawab gerald apa adanya.
"ayah sudah lama datang ?" tanya gerald kepada ayahnya.
"ayah belum lama sampai ko ger" jawab ayahnya, ayahnya tidak menanyakan dari mana gerald karna mamahnya sudah cerita kepada ayahnya ketika melihat mamahnya hanya sendirian di ruangan itu.
"oh ya ger mamah ingin mengundang fiona makan malam di rumah sebagai tanda terimakasih" ucap mamahnya tiba-tiba
"kau sempat meminta nomer hpnya kan tadi ? agar bisa menghubunginya untuk mengajak makan malam bersama ?" tanya mamahnya gerald.
"dia sekeretarisnya rekan bisnisku, jadi aku tidak usah susah payah meminta nomer hpnya mah aku tinggal menghubungi saja kantornya" jawab gerald sekenanya.
"dasar kau ini mentang-mentang dia sekretaris rekan bisnismu jadi menggampangkan cara"
"lain kali kau minta saja nomer hpnya gak usah gengsi ger, gadis secantik dan sebaik itu masa kau sia-siakan, giliran gadis matre dan licik malah kau dekati" ucap sang mamah panjang kali lebar, karna gerald pernah mengenalkan seorang wanita kepada mamahnya dan tak sengaja mamahnya pernah melihat wanita itu bersama laki-laki lain bermesraan.
"oke baik, lagi pula besok aku bertemu lagi dengannya untuk cek lokasi sekalian aku minta nomer hpnya dan mengundangnya makan malam dirumah, itu yang mamah mau kan ?" jawab gerald agar mamahnya merasa puas.
"bagus, bagus ini baru anak mamah" mamahnya gerald lalu tersenyum.
hari sudah menunjukan pukul 5 sore mamahnya gerald pun sudah di perbolehkan untuk pulang karna memang tidak ada hal yang serius hanya cukup beristirahat saja dirumah dan meminum vitamin yang sudah dokter resepkan.
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya (Siapa) Aku Tanpamu wajib searchnya pakek tanda kurung dan satu novel lagi judulnya Caraku Menemukanmu
-"AFFAIR WITH UNCLE++"
-My best friend's Daddy is my husband
-Pengantin Pengganti Tersakiti