NovelToon NovelToon
Dari Sampah Jadi Dewa: Sistem Daur Ulang Multiverse

Dari Sampah Jadi Dewa: Sistem Daur Ulang Multiverse

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Mengubah Takdir / Balas Dendam
Popularitas:7.3k
Nilai: 5
Nama Author: kiyoe

Bara Pratama hanyalah seorang pemulung yang dihina dan dibuang oleh kekasihnya demi pria kaya. Namun, nasibnya berbalik total saat darah dari luka pukulannya tanpa sengaja mengaktifkan sebuah tungku berkarat yang terhubung dengan Sistem Daur Ulang Multiverse. Melalui sistem ini, Bara bisa memproses rongsokan tidak berharga menjadi pil kultivasi, material langka, dan barang pusaka bernilai tinggi dari dimensi Sekte Harmoni. Berbekal kekuatan dan kekayaan baru yang terus mengalir dari tumpukan sampah, Bara siap menghancurkan kesombongan orang-orang yang dulu menginjaknya dan memulai hidup baru sebagai sosok yang tidak bisa diremehkan oleh siapa pun.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kiyoe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 4

"Sistem, kau tadi bilang benda ini adalah Pil Pemulihan Fisik Tingkat Rendah, kan?" tanya Bara memastikan kembali pada sistem.

[Benar, Tuan.]

[Pil ini hanyalah hasil kegagalan eksperimen alkimia di Sekte Harmoni yang dianggap sampah dan dibuang begitu saja.]

[Namun bagi struktur fisik manusia biasa di dimensi Tuan, pil ini memiliki khasiat penyembuhan luka dalam dan regenerasi sel yang luar biasa hebat.]

[Sistem sangat menyarankan agar Tuan segera menelannya guna mengobati kerusakan organ dalam akibat benturan benda tumpul sebelumnya.]

Mendengar penjelasan mendetail dari sistem, keraguan yang sempat muncul di hati Bara langsung lenyap tak berbekas.

Dia memang sangat membutuhkan obat penyembuh saat ini karena rasa sakit di bagian perutnya mulai terasa kembali tidak tertahankan.

Pukulan si brengsek Aris tadi jelas membuat memar parah dan mungkin pendarahan di ulu hatinya.

Tanpa berpikir panjang lagi, Bara langsung memasukkan pil hijau menyala itu ke dalam mulutnya dan menelannya bulat-bulat.

Pil itu ternyata tidak terasa pahit sama sekali seperti obat pada umumnya, melainkan langsung mencair di tenggorokannya dan berubah menjadi aliran cairan kental yang hangat.

Cairan hangat itu mengalir turun perlahan ke perutnya dan tiba-tiba saja meledak menjadi gelombang panas yang luar biasa.

"Argh!" Bara mengerang keras tertahan sambil memegangi perutnya yang terasa seperti dibakar.

Rasa panas itu menyebar dengan ganas ke seluruh aliran darahnya bagaikan api yang menyambar bensin.

Otot-otot di sekujur tubuh Bara mulai berkedut hebat dan bergerak tak terkendali dari balik kulitnya.

Terdengar rentetan suara letupan-letupan kecil dari dalam tubuhnya, seolah-olah seluruh tulang dan persendiannya sedang dipatahkan paksa lalu disambung kembali.

Keringat deras langsung bercucuran membanjiri pori-pori kulit wajah dan tubuh Bara.

Namun hal yang aneh adalah, keringat yang keluar itu berwarna sangat hitam pekat dan berbau luar biasa busuk, mirip seperti lumpur selokan yang sudah mengendap lama.

Bara sampai berguling-guling di atas tanah berdebu menahan rasa panas dan sakit yang bercampur aduk menjadi satu siksaan.

Proses menyakitkan ini berlangsung selama kurang lebih lima menit yang terasa seperti berjam-jam lamanya di neraka bagi Bara.

Perlahan-lahan, gelombang panas menyiksa di dalam tubuhnya mulai mereda dan perlahan digantikan oleh rasa sejuk yang sangat nyaman.

Bara berbaring telentang di atas tanah kotor sambil menarik napas panjang berulang kali untuk meraup oksigen.

Dia membuka kedua matanya perlahan dan menatap lurus ke arah langit-langit teras kontrakannya yang mulai diselimuti kegelapan malam.

Hal pertama yang dia sadari adalah rasa sakit di ulu hatinya sudah menghilang tanpa sisa, begitu juga dengan rasa ngilu di lututnya akibat tendangan keras Aris tadi siang.

Bara perlahan bangkit berdiri dan merasa seluruh tubuhnya menjadi sangat ringan bagaikan kapas.

Dia mencoba mengepalkan kedua tangannya dan langsung bisa merasakan ada tenaga ledakan yang luar biasa tersembunyi di balik ototnya saat ini.

Lengan dan bagian dadanya yang tadinya kurus kering karena kurang gizi kini terasa lebih padat, tebal, dan keras saat disentuh.

"Luar biasa... tubuhku terasa sangat bugar dan penuh dengan tenaga tempur, seolah-olah aku baru saja tidur nyenyak selama seminggu penuh," gumam Bara dengan nada takjub.

Dia lalu mencoba melayangkan satu pukulan lurus ke udara kosong di depannya.

Wush!

Pukulannya menghasilkan suara kepakan angin yang cukup kencang, menandakan bahwa kecepatan dan kekuatan fisiknya telah meningkat drastis melebihi manusia biasa pada umumnya.

Kalau saja si brengsek Aris berdiri di depannya sekarang, Bara sangat yakin bisa membuat pria sombong itu babak belur memohon ampun hanya dengan satu pukulan tangan.

Namun kebahagiaan Bara mengagumi kekuatannya sedikit terganggu oleh bau busuk yang sangat menyengat hidungnya sendiri.

Dia menunduk dan melihat seluruh permukaan kulit tubuh serta kausnya sudah tertutup penuh oleh lapisan lendir keringat berwarna hitam pekat.

"Bau sampah apa ini? Rasanya persis seperti bau bangkai tikus mati yang membusuk di dalam selokan," keluh Bara sambil menutup rapat hidungnya.

[Itu adalah kotoran bawaan dan racun sisa metabolisme yang berhasil dipaksa keluar dari dalam tubuh Tuan.]

[Pil Pemulihan Fisik telah berhasil membersihkan struktur otot dan tulang Tuan dari segala jenis penyakit bawaan dan rasa kelelahan kronis.]

Penjelasan sistem barusan membuat Bara langsung mengerti kenapa tubuhnya terasa begitu segar dan kuat sekarang.

Tubuh fisiknya benar-benar telah dirombak ulang dari dalam menjadi versi terbaik dari dirinya sendiri.

[Peringatan Sistem: Slot Daur Ulang Tungku tingkat satu telah mencapai batas maksimal penggunaannya untuk hari ini.]

[Sistem kini akan memasuki masa pendinginan atau masa cooldown selama 24 jam ke depan.]

[Silakan kembali esok hari setelah waktu cooldown selesai untuk melakukan proses daur ulang rongsokan selanjutnya.]

Setelah memberikan peringatan terakhir itu, layar biru bercahaya di depan wajah Bara perlahan memudar dan menghilang sepenuhnya dari pandangan.

Cahaya biru di lubang tungku logam itu juga ikut meredup mati dan tungku tersebut kini kembali terlihat seperti bongkahan logam yang biasa-biasa saja.

Bara hanya mengangguk paham dan tidak merasa kesal, dia sama sekali tidak serakah dan merasa apa yang dia dapatkan hari ini sudah sangat luar biasa.

Satu keping emas murni lima puluh gram dan satu pil ajaib yang merubah fisiknya menjadi manusia super.

Ini adalah modal awal yang sangat sempurna untuk memulai rencana balas dendamnya kepada mereka yang merendahkannya.

"Aku harus segera mandi sekarang untuk membersihkan kotoran busuk menjijikkan ini," ucap Bara pada dirinya sendiri sambil berjalan masuk.

"Setelah badanku bersih, aku akan pergi ke pusat kota mencari pasar gelap atau toko perhiasan yang mau membeli emas mentah tanpa surat resmi."

Bara segera mengangkat tungku logam itu dari lantai dengan sangat mudah menggunakan satu tangan, padahal sebelumnya dia harus memeluk tungku itu dengan susah payah hingga kelelahan.

Dia membawa tungku berharga itu masuk ke dalam kamarnya dan menyimpannya di bawah kolong ranjang usangnya agar tidak ada pencuri yang menemukannya.

Bara lalu bergegas berjalan ke arah kamar mandi kecil yang lembab di bagian belakang rumahnya.

Dia melepaskan pakaiannya yang bau busuk dan mulai mengguyur sekujur tubuhnya dengan air dingin dari bak mandi.

Setiap guyuran air berhasil membersihkan lapisan kotoran hitam dari kulitnya, menampakkan kulit yang kini terlihat jauh lebih sehat dan bersih bercahaya.

Otot perutnya kini sudah membentuk lekukan kotak yang lumayan jelas, tidak lagi rata dan kurus seperti papan kayu.

Bara menatap lekat bayangan dirinya sendiri di cermin kecil yang sudah retak di dinding kamar mandinya.

Wajahnya yang tadinya kusam, kotor, dan terlihat lelah kini terlihat sangat segar, rahangnya tampak jauh lebih tegas, dan kedua matanya memancarkan sorot kepercayaan diri yang sangat tajam.

"Dela, kau tadi siang bilang aku adalah sekadar ban serep karena aku ini miskin, kan?" bisik Bara pada bayangannya di cermin dengan nada mengancam.

"Mulai besok pagi, aku pastikan akan membuatmu menyesal seumur hidup karena telah membuang ban serep berharga ini."

Bara tersenyum dingin dan kembali mengguyur tubuhnya untuk membilas sisa sabun.

Malam ini Bara akan menjual emas pertamanya, membeli pakaian yang layak dipakai manusia, dan mulai menyusun rencana balas dendam.

Babak baru dalam kehidupan seorang Bara Pratama baru saja dimulai malam ini.

1
penggemar_Uangkecil?!
👍
penggemar_Uangkecil?!
👍👍
penggemar_Uangkecil?!
👍
Was pray
pengusaha yg punya produk yg sama jadikan kompetitor bersaing secara sehat dengan kualitas, menang tanpa menjatuhkan lawan, untung tanpa menimbulkan musuh
Was pray
sembuhkan Gideon dan dijadikan anak buah yg setia aja bara dia bisa dijadikan mata mata didunia bawah tanah
kiyoe: heheh tunggu update selanjutnya yaa kak 🤣
total 1 replies
Was pray
emang bisa langsung beroperasi tuh pabrik? kan butuh penyesuaian peralatan dan tenaga ahli? kayak sulap dong ... bim salabim langsung muncul... tuh krim kosmetiknya 🤭🤭🤣
Was pray
betul.... tembak kepala bara dia pasti mati Krn perlindungan kaos oblong yg dipakai hanya melindungi tubuhnya doang
Was pray
ntar Nadhira posisi berubah dari teman jadii pacar, terus dari rekamn bisnis menjadi rekan ranjang nih..... terus Nadhira jad adik iparnya Adit Pratama.... 🤣🤣
Was pray
beli rumah dulu bara, ntar jadi lelucon naik mobil sultan tapi rumah kontrakan... masih mending mobil sewaan tapi rumah idaman
Was pray: biar bisa pamer dan nunjukin ke orang2 Nuh gue kaya.... tapi rumah masih nyewa.... mobil kredit... 🤣🤣
total 5 replies
Was pray
utang nyawa Nadhira pada bara dibayar dengan secangkir kopi, amat sepadan buat bara.... 🤣
Was pray
untung yg kram bukan gigi nya.... 🤣🤣
Was pray
mau main sepakbola dong .. sis....
Was pray
daging panggang mewah. daging pasti daging hewan langka nih ... bisa daging rusa bertanduk gading atau sapi berbulu emas... 🤭🤭
Was pray
yg tadi nya rata seperti kayu sekarang kotak kotak kayak papan catur .... 🤭🤣
Was pray: kwk. ... kwk... kwk.. gak biliard aja... kan lebih menantang.... 🤣🤣
total 4 replies
Was pray
kalau sama dadanya mbak -mbak tebal nih dadanya bara? 🤭🤭
kiyoe: heheh
total 1 replies
Was pray
waduh bahaya nih.... ntar bisa terbang tertiup angin.... dan tersangkut di ranting pohon.... gak bisa turun... kan seringan kapas... 🤭🤭🤭🤣
Was pray
bara ini saudaranya Adit ya Thor? karena sama2 memakai nama pratama
kiyoe: Bara gelap gulita 🤣
total 3 replies
Was pray
moga aja alur cerita per bab nyambung dan sistem gak berubah fungsi kayak sistem peternak dan berkebun berubah arah jadi sistem kultivator
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!