Nyai sekar ayu hanindia dikenal sebagai dukun manten yang cerdas, cantik dan berhati suci di desa terpencil yang masih menganut budaya jawa kejawen yang kental.
Ilmu dukun manten merupakan ilmu ma'rifat yang turun temurun didapat sejak zaman kerajaan terdahulu. Tidak sembarang orang mampu mewarisi ilmu ma'rifat tersebut.
Dalam lingkungan masyarakat kerajaan terdahulu dukun manten memiliki tujuan membangun kerukunan sesama manusia melalui budaya, adat, wuku dan tahun.
Apa jadinya kalau keempat sahabat. Leo Radin Syah, Elang rahardika, intan champa dan Sundari harus mengalami hal supranatural sehingga melibatkan sang DUKUN MANTEN, Nyai sekar ayu hanindia harus turun tangan membantu konflik mereka??
Dapatkah mereka terbebas dari segala konflik BLACK MAGIC atau supranatural lainnya??
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Laura Hussein, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Jodoh pasti bertemu (alur masa lalu)
Sing kulite ireng, durung karuwan peteng nalar lan batine. Sing kulite putih durung karuwan padhang pikiran lan atine. Aja mung madhangi rai, nganti lali madhangi ati.. (Yang kulitnya hitam, belum tentu gelap pikiran dan hatinya. yang kulitnya putih belum tentu terang pikiran dan hatinya. Jangan cuma mencerahkan wajah, Sampai lupa menerangi hati..)
💘💘💘💘💘💘
Bima memutuskan untuk membuka ruangan tersebut. Ruangan khusus mendiang istrinya merawat kecantikan diri semasa hidupnya.
Ketika masuk, ruangannya begitu gelap. Bima menyalakan flash di ponselnya untuk menekan saklar lampu yang terdapat di samping meja rias.
Klik..
Ruangan itupun terang benderang. Ruangan tersebut peletakan barang-barangnya masih sama seperti dulu. Hanya saja ruangan ini sedikit bersih.
Di lemari masih terdapat rempah-rempah kering didalam toples, seperti kapulaga,akar kakas,kayu manis dan rempah lainnya yang masih tersisa dalam keadaan kering tertutup rapat toples beling.
Tempat dudukan kecil terbuat dari kayu yang sering digunakan mendiang istrinya merawat ****** setiap malam dengan ratus.
Ketika bima membalikkan tubuhnya. Disana banyak foto berukuran besar dan kecil menghiasi dinding.
Jantungnya berdetak kencang. Foto-foto tersebut adalah foto dirinya dan sang istri. Foto pre-wedding, foto pernikahan dan foto mesra lainnya.
Yang membuat bima tercengang adalah foto Ratna yang lemah diatas ranjang tapi tersenyum bahagia sambil memeluk seorang bayi.
Bayi itu adalah Elang rahardika. Anak mereka satu-satunya. Sekarang kalian paham kan darimana ketampanan Elang rahardika didapat.
Ya betul..Kata orangtua kejawen dulu, anak laki-laki lebih mirip wajah ibunya. Meskipun itu hanya mitos, namun banyak orang yang mempercayainya.
Hanya saja bima bersyukur, anak laki-lakinya Elang rahardika mewarisi keelokan dari paras ibunya, jika mirip bima. Mungkin Elang akan menyalahkan bima seumur hidupnya.
Bima berusaha tegar dan kuat tak meneteskan air mata, walaupun kenyataannya hati bima amatlah rapuh ditinggalkan istri yang amat ia cintai.
Flashback On
Sedikit kembali ke awal pertemuan mereka bertemu saat ratna dewi digigit ular berbisa dahulu.
Sejak itulah ratna mencari keberadaan Bima rahardika untuk berterimakasih karena telah menyelamatkan hidupnya dari bisa ular.
"Beruntung anda diberikan pertolongan pertama yang benar dalam menangani bisa ular. Jika tidak, mungkin nyawa anda tidak tertolong karena bisa ular itu menjalar ke seluruh tubuh dan bisa menyebabkan kematian.." tutur dokter kala itu.
Itulah alasan Ratna mencari keberadaan Bima. Setelah menyambangi kediaman orang tuanya.
Ibunya bilang, "Bima sudah pergi merantau ke daerah pesisir pantai selatan untuk mencari ikan.."
"Kira-kira kapan pulangnya,bu??" Tanya ratna sedikit berharap ada sedikit harapan.
"Ibu tak tahu, karena bima kalau sudah melaut selalu lupa. Kecintaannya pada laut kadang membuatnya lupa daratan apalagi pulang ke desa. Bima hanya bersedia pulang jika ada keperluan mendesak saja.." terang ibunya bima lagi.
Mendengar hal itu, ratna seperti kehilangan harapan untuk bertemu kembali dengan pemuda berhati baik seperti Bima rahardika.
Entah mengapa ratna merasakan sedih teramat dalam tak bisa lagi bertemu dengan pria yang menyelamatkan nyawanya dari ancaman bisa ular.
💔💔💔💔💔
Bima Rahardika POV.
Aku merenung di samping kapal rawai yang selalu digunakannya untuk mencari ikan. Sambil menatap keindahan matahari terbenam.
Sekedar informasi, kapal rawai adalah jenis kapal yang memiliki desain luar yang tampak mewah dan elegan. Di dalamnya juga telah dilengkapi dengan berbagai macam jenis penangkap ikan yang bertipe jepang dan ada juga yang seperti milik eropa.
Selain bentuknya yang agak mewah, kapal ini juga memiliki muatan yang lebih banyak takni 10 sampai 25 orang. Adapun alat penangkap yang terdapat didalam kapal ini yaitu palka, penarik tali, pelempar, dan pengatur.
Aku tidak suka dengan senja, awalnya aku suka. Ya, siapalah yang tak suka keindahan senja. Pesona langit kemerahan menjelang malam. Senja begitu romantis pada setiap detik-detik penghabisan sinarnya.
Tetapi senja begitu angkuh. Pada kenyataannya kau bahkan tak bisa merasakan hangat sinarnya, meski langit begitu menggeratak jingga oada tiap ufuknya semua nampak kemilau dan mempesona.
Dan kemilau nya kau tahu?
Semua kilau iti akan lenyap senyap menjadi gelap dalam waktu yang relatif cepat.
Tak ada gemerlap. Tak ada langit kuning kemerah-merahan. Kalau sampai waktunya. Semua warna di cakrawala hilang tanpa menyisakan setitik jingganya.
Sebegitu pahitkah keindahan yang sesaat? Sesuatu yang bisa kau lihat, ia begitu indah dan memandangnya menenangkan. Tapi ia akan pergi saat ia ingin pergi. Tanpa negoisasi. Tak bisa termiliki.
Seolah argumentasiku tentang senja terkoneksi pada kehidupanku.
Sayangnya akupun harus merasakan pahit pada orang-orang disekitarku yang malah berwatak layaknya senja.
Datang dan pergi lalu lalang. Memberi warna sejenak pada secarik kertas, kemudian menumpahkan tinta hitam pula pada kertas itu.
Karena wajahku yang dibilang buruk rupa,Aku harus rela ditolak gadis-gadis desa pilihan ibuku. Ibunya selalu mendorong aku untuk menikah.
Aku merasa sadar diri, paras wajahku yang pas-pasan membuatku minder untuk memiliki pasangan. Itulah mengapa aku memilih mengasingkan diri ke daerah pesisir pantai, bekerja sebagai nelayan mencari ikan di laut, agar ibuku tak lagi rewel mendorongku untuk mencari pendamping hidup.
Terlebih saat pertemuan tidak sengaja aku menolong gadis di desaku yang terkena gigitan ular berbisa.
Paras ayu gadis itu bahkan sedikit menggetarkan hatiku, apalagi saat wajahnya begitu dekat ketika aku menggendong gadis itu membawanya ke Puskesmas.
Tak sengaja kami bertatapan sesaat, mata indahnya yang bening dan besar, hidungnya yang mancung, pipinya yang merah merona bahkan dagunya yang indah dan terbelah menambah kecantikan dirinya yang sempurna bak bidadari.
Jantungku berdegup kencang saat bersamanya entah mengapa. Bahkan hingga saat inipun aku masih mengingat jelas pancaran wajahnya yang ayu mempesona.
Aku tak tahu siapa namanya? Karena pada saat aku terbuai akan paras ayu dan kemolekan tubuh gadis itu, aku sadar bahwa gadis itu tak mungkin ku miliki.
Seperti pepetah jawa, iso nembang ra iso suling, iso nyawang ra iso nyanding.
🌇🌇🌇🌇
Diwaktu yang sama, tempat berbeda. Ratna Dewi juga tengah memandangi keindahan senja dari jendela kamarnya.
"Matahari terbenam merupakan kesempatan bagi kita, untuk menghargai semua hal luar biasa yang diberikan matahari kepada kita.." gumam Ratna bermonolog seraya tak lepas menatap keindahan senja.
"Aku ingin bertemu denganmu, bima. karena kebaikan hatimu, membuatku mengagumi dirimu.." sambung Ratna Dewi jujur dari relung hati terdalam.
Sepertinya hati Bima dan Ratna saling terpaut satu sama lain. Jodoh itu memang membingungkan..
kalau buah kutilayu mungkin d tempat ku namanya buah klayu x ya. jd penasaran gambarnya kekmana
kasian ibunya elang.
burung gagak petanda akan meninggalnya ibu elang.
kasian Ratnya jiwanya d bawa pergi sm s luman d jd kan ratunya.
mari saling dukung
Salken ya...
Mampir yuk di novelku
GADIS TIGA KARAKTER