Jauh-jauh Arumi kuliah keluar negeri untuk belajar sekaligus melupakan mantan kekasihnya, namun takdir malah mempertemukan mereka kembali.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dea Nur Shaviera, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Makan siang
Selama seminggu ini Arumi benar-benar belajar banyak dari Gita semua file-file penting yang diurus untuk keperluan rapat dikantor atau diluar kota, dan mengatur jadwal pertemuan Kenan dengan orang-orang penting di dunia bisnis.
Terkadang setiap pulang kerja, Arumi suka mengeluh karena lelahnya mengikuti jadwal Kenan yang sudah disiapkan Gita. Namun Arumi hanya bisa tersenyum dihadapan Gita, karena benar saja keputusan yang diambil wanita itu untuk mengundurkan diri dengan jadwal kerja Kenan yang gila.
"Arumi, kamu berdo'alah lebih dulu karena rapat kali ini kamu yang presentasikan di depan klien"ucap Gita dengan tersenyum.
"Iyaa mbak"ucap Arumi yang sudah berdoa sejak berangkat kerja hingga sampai di kantorpun, karena dia takut mengecewakan Gita yang sudah banyak sekali mengajarinya.
Kenanpun masuk ke ruang rapat yang diikuti oleh Arumi dan Gita dibelakangnya dengan senyum yang hangat, saat Arumi melihat bahwa kerja sama kali ini adalah bersama perusahaan seniornya, membuat dia yakin bahwa bisa melewatinya dengan sempurna.
"Arumi, maju"bisik Gita yang duduk disebelah Arumi, Arumipun segera berdiri dan menjabarkan proyek kerja sama kali ini.
Setelah 2 jam di ruang rapat, akhirnya Arumi bisa tersenyum lega karena rapat telah selesai dan hasilnyapun mereka memutuskan untuk bekerja sama dengab perusahaan Abraham, yang membuat Arumi tenang karena tidak menjadi penghalang kerja.
"Assalamualaikum Arumi"sapa seorang laki-laki yang sudah dikenal Arumi diluar ruang rapat.
"Wa'alaikumsalam kak Adimas. Apa kabar?"ucap Arumi pada laki-laki tampan, kakak senior kampusnya dulu sekaligus bos perusahaan yang sudah setuju untuk bekerja sama dengan perusahaannya, tempat Arumi bekerja.
"Alhamdulillah baik, oh iya mau makan siang bersama, sekalian kita cerita gitu?"tanya Adimas sambil menggarukkan lehernya yang tidak gatal.
"Boleh, tunggulah sebentar aku mau taro berkas dulu ya kak"ucap Arumi dengan senyumnya yang membuat Adimas melengkungkan senyumnya mendengar jawaban Arumi.
...✴️...
Arumipun ke ruang kerjanya yang sudah ada Gita tersenyum padanya, dan ada Fero serta Kenan yang melihat dirinya masuk keruang kerja dengan santainya membawa file-file hasil rapat, dan menaruhnya dimeja kerja.
"Mbak Gita, Arumi kebawah duluan ya"ucap Gita.
"Mau makan siang sama siapa sih?"goda Gita pada Arumi yang sejak tadi saat rapat melihat mata Adimas selalu mengarah ke Arumi yang sedang mempresentasikan.
"Apa sih mbak, hanya dengan teman lama, dah mbak"ucap Arumi yang segera keluar dari ruangan kerjanya, tanpa memperdulikan wajah Kenan yang sudah kesal setengah mati.
"Ken, sepertinya lu bakal ada saingan baru deh"ucap Fero dengan santainya yang membuat Kenan keluar dari ruangannya.
...✴️...
"Jadi kita akan makan sushi?"tanya Arumi dengan senyum yang manis karena saking senangnya, karena dia sangat suka sushi ketika pertama kali diajak Adimas waktu mereka kuliah dulu diluar negeri.
"Iya, kamu suka bukan?"
"Sangat suka, hehe"ucap Arumi yang menunggu hidangan tiba dimejanya.
"Kamu sudah bekerja menjadi sekretaris Kenan?"tanya Adimas.
"Iya, dan aku dikejutkan dengan fakta bahwa kakak seniorku ini menjadi pengusaha sukses ternama"sindir Arumi yang membuat Adimas tersenyum lebar.
"Maaf, aku tidak bermaksud menyembunyikan itu darimu"ucap Adimas.
Setelah jam makan siang hampir habis karena kesenangan mengobrol, akhirnya Adimas mengantar Arumi kembali ke Perusahaan Abraham, walaupun Arumi sudah menolaknya tapi bukan Adimas jika tidak bisa mengantar wanita idamannya kembali ke perusahaan walaupun sebenarnya dia masih sangat ingin menghabiskan waktu bersama Arumi lebih lama lagi.
"Arumi tunggu!"ucap Adimas, yang membuat Arumi kembali memutarkan tubuhnya.
"Apa kak?"
"Nomer handphone mu?"ucap Adimas yang menunjukkan ponselnya pada Arumi.
Arumipun mengambil ponsel milik Adimas dan mengetik nomer handphonenya, lalu mengembalikan ponsel itu ke Adimas.
"Aku duluan ya kak, terima kasih, Assalamualaikum"ucap Arumi sambil berjalan memasuki kantornya.
"Wa'alaikumsalam"ucap Adimas yang melihat wanita itu dari belakang memasuki gedung kantor tempat Arumi bekerja.
Sedangkan disatu sisi Kenan yang menyaksikan Arumi diantar oleh Adimaspun membuat hatinya panas, Kiara yang berada disebelah adiknya merasa hawa sekitarnya tidak enak karena dia sadar bahwa adiknya sedang cemburu.
"Aku yakin adikku tidak akan kalah"ucap Kiara yang menggandeng Kenan memasuki Perusahaan Abraham.
...✴️...
"Assalamualaikum mbak Gita"ucap Arumi yang memasuki ruang kerjanya yang hanya terdapat Gita sedang memainkan ponselnya.
"Wa'alaikumsalam, bagaimana makan siangnya dengan Pak Adimas?"goda Gita.
"Kok mbak Gita tau aku makan siang dengan Adimas?"ucap Arumi yang kaget dan juga malu dengan Gita.
"Saat rapat tadi mbak sadar kok kalau kalian saling mengenal"ucap Gita. "Kalo kalian saling mengenal, kenapa Kenan tidak mengenal Adimas?"tanyanya yang bingung.
"Adimas itu senior aku waktu kuliah mbak, dan hanya teman kok"ucap Arumi yang duduk disamping Gita.
"Kalo disuruh pilih Kenan atau Adimas?"goda Gita.
"Apaan sih mbak, kenapa selalu saja disangkutin dengan Pak Kenan sih"sebal Arumi.
"Soalnya mbak liat kamu cocok sih dengan Pak Kenan, apalagi kalian pernah menjalin asmara, bagaimana yaa jika setiap hari kamu disisi Kenan, bisa kembali lagi ga hati kamu buat dia?"goda Gita.
"Kok mbak Gita tau?"kaget Arumi yang ternyata Gita tau bahwa dirinya pernah menjalin asmara dengan Kenan.
"Tau dari Fero"ucap Gita dengan cekikikan. "Apalagi kamu pernah melihat Kenan saat rapat, auranya sangat berbeda. Dia laki-laki cerdas, tampan, berkharisma, kaya raya, populer. Apalagi ya? Kamu gamau gitu kembali bersamanya?"tanyanya dengan serius, karena Gita melihat Kenan dan Kiara yang sudah masuk diruangan kerja.
"Sudahlah mbak, gausah bahas aneh-aneh. Lagipula aku merasa tidak pantas bersanding dengan seorang Kenan Abraham. Hehe"ucap Arumi dengan senyum diwajahnya.
"Kalau kamu tidak pantas bersanding dengan Kenan, jadilah wanita yang pantas untuk bersanding dengannya!"ucap Kiara dengan suara besar yang membuat Arumi menengok ke arah Kiara dan Kenan yang entah sejak kapan sudah ada diruang kerja.
Kiarapun berjalan ke arah Arumi dan Gita dengan santainya, membuat Gita dan Arumi berdiri menyambut kedatangannya dengan senyum diwajahnya.
"Selamat siang Ibu Kiara"sapa Gita yang di hanya dibalas dengan senyum Kiara dengan hangat dan manis.
"Bagaimana tawaranku Arumi? Apa kamu mau menjadi wanita yang pantas untuk bersanding dengan adikku?"ucap Kiara dengan senyum yang manis membuat Arumi terdiam tak berkutik, memikirkan kata-kata yang terlontar dari mulut kakak kandungnya Kenan.
"Apa maksudmu? Bukankah aku sudah mundur, dan juga hubunganku dengan Kenan hanya sebatas rekan kerja."ucap Arumi yang tidak mengerti dengan Kiara yang dulu mati-matian menentang hubungannya dengan Kenan. "Kalau anda tidak suka aku dekat dengan adikmu, aku dengan senang hati mengundurkan diri."ucapnya.
"Kakak!"ucap Kenan yang membuat Kiara mengatupkan mulutnya, karena dia melihat adiknya sedang menahan kesal.
*****
JANGAN LUPA KLIK LIKE YA! 🙏
JANGAN LUPA KLIK FAVOURITE! ❤
JANGAN LUPA KOMEN DAN VOTE YA!
TERIMA KASIH! 🤗
Lanjut thor