NovelToon NovelToon
Kau Rebut Suamiku, Aku Rebut Putramu

Kau Rebut Suamiku, Aku Rebut Putramu

Status: tamat
Genre:Balas Dendam / Cinta Seiring Waktu / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: swetti

Avelin, seorang gadis muda yang menikah dengan pria matang bernama Zayn, kini harus menelan pil pahit ketika ia mendapati sang suami telah berselingkuh dengan cinta pertamanya.
Bukannya melabrak, Avelin justru menyusun rencana untuk membalas perbuatan mereka dengan cara yang lebih kejam.
Setelah ia mendapati wanita itu memiliki anak seusianya, ia menjadikan putra satu satunya wanita itu sebagai alat balas dendamnya.
" Velin, aku tahu kamu mendekati aku hanya sebagai alat balas dendammu kepada ibuku. Aku terima semua itu asalkan aku bisa tetap bersamamu. Aku mencintaimu Velin, maukah kau tetap bersamaku meskipun hanya sebagai pionmu?"

Apakah kedekatan mereka selama ini mampu menumbuhkan perasaan cinta di dalam hati Avelin, atau justru hanya kebencian yang mendarah daging dalam dirinya?
Yuk dukung kisah mereka hanya di sini!
Di sarankan membaca dari awal sampai akhir agar tidak mempengaruhi performa karya ini

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon swetti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

KEPERGOK SELINGKUH

Tap tap tap

Velin berjalan menuju ruang direktur utama dimana sang suami bekerja. Di depan ruangan tersebut, nampak Bima sang asisten pribadi sedang berdiri menjaga pintu.

" Nyo..Nyonya." Entah mengapa suara Bima terdengar gelagat seperti sedang menyembunyikan sesuatu.

" Ada apa? Kenapa suara anda seperti orang ketakutan tuan Bima?" Selidik Velin.

Bima tidak langsung menjawab, " Duh gimana ini? Kenapa nyonya muda tiba tiba datang ke sini? Padahal selama ini dia tidak pernah datang." Ujar Bima dalam hati.

" Apa tuanmu ada?" Tanya Velin.

" Em.. A.. Ada nyonya. Tapi tuan tidak bisa di ganggu karena sedang meeting dengan klien penting." Ucap Bima.

Tangan Velin terulur ke handle pintu. Ia hendak membukanya namun tiba tiba Bima mencegahnya.

" Eh jangan nyonya! Klien ini sangat penting, takutnya kalau pertemuan mereka di ganggu, beliau bisa marah." Ujar Bima.

" Aku yang akan bertanggung jawab." Ucap Velin. Ia memutar handle pintu dengan pelan, pintu belum terbuka lebar namun Velin bisa melihat sesuatu yang begitu menyakitkan di dalam sana.

Deg..

Jantung Velin berdebar kencang melihat pemandangan yang seharusnya tidak ia lihat. Di dalam sana terlihat Zayn sedang memangku Siska, mereka nampak berciuman dengan mesra.

Velin mengepalkan erat tangannya, hatinya hancur. Air matanya menetes membasahi pipinya.

" Ma.. Maaf nyonya. Saya tidak bermaksud membohongi anda, tapi ini perintah dari tuan Zayn." Ucap Bima menundukkan kepala.

Velin mendongak, ia mengusap air matanya.

" Apa dia sering ke sini?" Tanya Velin.

" I.. Iya nyonya." Sahut Bima.

" Baiklah, jangan bilang tuanmu kalau aku melihatnya." Ujar Velin.

" I.. Iya nyonya." Sahut Bima merasa bersalah. Velin terkenal baik hati kepada semua karyawan meskipun ia jarang sekali datang ke kantor suaminya. Bukannya membela Velin, Bima justru menutupi pengkhianatan Zayn darinya. Namun apalah dayanya yang hanya seorang pegawai biasa.

Ceklek...

Pintu terbuka lebar membuat dua orang di dalam gelagapan. Melihat sang istri yang datang, Zayn langsung mendorong Siska. Beruntung Siska tidak jatuh.

" Sa.. Sayang, kamu ke sini?" Zayn berdiri dari kursinya hendak menyambut Velin, namun Velin mencegahnya.

" Duduk saja mas, tidak apa." Ujar Velin mendekati meja sang suami.

" Sayang ini tidak seperti yang kamu bayangkan." Ucap Zayn.

Velin menatap Siska lalu menatap Zayn. " Memangnya apa yang aku pikirkan?" Tanya Velin bersikap biasa saja. Biarlah sampah sampah itu melakukan apa saja, yang penting ia harus membuat mereka menjauh dari hidupnya.

" Aku takut kamu salam paham sama kami. Tadi nyonya Siska mengantar barang kamu yang ketinggalan di tempat spa nya. Tiba tiba dia tersandung dan mas menangkapnya." Jelas Zayn. Tentu saja penuh dengan kebohongan.

" Ah iya nyonya Zayn. Anda meninggalkan tas belanjaan di salon saya." Timpal Siska menunjuk sebuah papper bag berwarna coklat di atas meja.

Velin mengerutkan keningnya, " Perasaan aku tidak membawa apa apa waktu itu kecuali tas. Itu bukan milikku." Sahut Velin.

" Mas yang membelikannya untukmu sayang. Karena mas keburu buru waktu itu, mas menitipkannya ke resepsionist. Mungkin dia lupa memberikannya padamu." Ujar Zayn.

" Iya nyonya, maafkan atas kelalaian kami." Ucap Siska.

Velin tersenyum sinis, " Sungguh dua duanya pintar berbagi akting. Aku harus menyatukan mereka agar mereka jatuh ke dalam jurang bersamaan." Ujar Velin dalam hati.

" Katakan, kenapa kamu ke sini sayang? Apa kamu mau meminta mas buat menemani kamu kemana gitu?" Tanya Zayn mendekati Velin.

Velin melirik Siska.

" Em barang sudah saya kembalikan, kalau begitu saya permisi tuan, nyonya." Ucap Siska.

" Silahkan, terima kasih banyak nyonya Siska." Ucap Zayn.

Siska segera meninggalkan ruangan Zayn.

" Sini duduk sayang." Zayn menggandeng tangan Velin menuju sofa.

Keduanya duduk bersebelahan.

" Aku ke sini mau mengantar dokumen dari papa. Mas janji mau kerja sama untuk pembangunan hotel di Surabaya." Ucap Velin, ia membuka dokumen yang ia bawa. " Silahkan tanda tangan mas." Imbuhnya.

Tanpa curiga Zayn segera mengambil pensil di saku kemejanya, lalu membubuhkan tanda tangan kontrak kerja sama dengan perusahaan Wijaya Group.

" Mas sebenarnya tadi aku hampir berpikir buruk lho melihat nona Siska di sini." Ucap Velin mencoba mengalihkan perhatian Zayn.

Zayn menatap Velin, " Tadi udah mas jelasin sayang." Ujar Zayn.

" Tanda tangan lagi di sini mas." Velin memberikan dokumen ke dua, ia kembali mengajak Zayn mengobrol agar Zayn tidak membaca dokumen apa yang telah ia tanda tangani.

" Mas hanya mencintaimu sayang, mana mungkin mas melakukan hal terlarang di belakang kamu. Tadi hanya kebetulan saja." Ucap Zayn selesai tanda tangan dokumen ketiga.

" Maaf ya mas kalau aku hampir buruk sangka sama kamu." Ucap Velin.

Zayn meletakkan pensilnya, ia menangkup wajah Velin.

Cup...

Zayn mengecup kening Velin dengan penuh kelembutan. Hal ini sebenarnya membuat Velin jijik, namun ia harus bisa akting sebaik mungkin.

" Mas sangat mencintaimu sayang. Mas ingin menghabiskan sisa hidup mas bersamamu. Hanya bersamamu." Ucap Zayn membuat Velin semakin mual.

Zayn kembali menatap Velin, " Apa kamu sudah siap kalau kita memiliki anak?"

Deg...

Jantung Velin terasa berhenti berdetak. Kenapa Zayn menanyakannya? Padahal selama ini mereka sepakat memiliki anak jika Velin berusia dua puluh lima tahun.

" A.. Aku belum siap mas." Sahut Velin. Ia menatap sang suami, " Kenapa mas bahas masalah ini sekarang? Bukan kah kita sudah sepakat dengan waktu yang sudah di tentukan sebelumnya?"

Ya, Velin masih berusia dua puluh tahun. Ia merasa takut untuk hamil, itu sebabnya setiap berhubungan Zayn selalu memakai pengaman.

" Tidak apa apa jika kamu belum siap. Mas akan selalu menunggu." Ucap Zayn.

" Kamu ingin punya anak sekarang mas?" Selidik Velin menatap Zayn.

" Tidak juga, senyumanmu saja." Sahut Zayn.

Velin tidak peduli lagi dengan alasan Zayn mengungkit hal itu. Yang jelas, apapun alasannya pengkhianatan Zayn tidak bisa di maafkan.

" Kalau begitu aku pergi dulu mas. Hari ini aku mau pulang ke rumah papa." Ucap Velin.

" Baiklah hati hati. Nanti mas jemput setelah mas pulang kerja." Ujar Zayn.

" Baiklah aku tunggu."

Velin meninggalkan ruangan Zayn. Nampak Zayn memijat pelipisnya sendiri.

" Kenapa tuan tidak memberitahu nyonya muda yang sebenarnya?" Ucap Bima yang baru masuk, ia menghampiri tuannya.

" Aku tidak mau membuatnya terdesak. Biarkan dia bebas seperti wanita seumurannya. Yang penting dia tidak boleh tahu tentang hubunganku dengan Siska." Ucap Zayn.

" Tapi nyonya sudah tahu. Tadi nyonya melihat semuanya tuan." Ingin sekali Bima mengatakan itu, namun ia tahan. Ia tidak mau terlalu ikut campur masalah bosnya.

" Kamu pergilah! Biarkan aku sendiri di sini sampai jam pulang." Ujar Zayn.

" Baik tuan." Sahut Bima keluar dari ruangan Zayn. Sebelum ia menutup pintu dengan rapat, ia menatap Zayn sekilas.

" Anda akan menyesal tuan jika sampai nyonya muda meninggalkan anda."

TBC...

1
Siti Khalimah
brarti zain suka velin sejak umur 13 thor?
VANESHA ANDRIANI: makasih dah mampir kakak
total 2 replies
Mba Yun
dobel update thor
VANESHA ANDRIANI: satu satu aja ya.. author lagi g fit
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!