NovelToon NovelToon
The Sarcastic Survival Log

The Sarcastic Survival Log

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Fantasi Isekai / Survival
Popularitas:181
Nilai: 5
Nama Author: D'Silent Novel

Sinopsis: Mati konyol akibat tersedak tutup pulpen saat mencoba pamer trik sulap di depan kucingnya, Raditya dilempar oleh Dewa Administrasi yang burnout ke Aethelgard—dunia fantasi purba yang super kejam dan mematikan.

Bukannya dibekali pedang suci atau sihir penghancur masal, Raditya hanya diberi sebuah Sistem Survival yang hobi menghujat, bermulut sarkas, dan gemar memberikan hadiah absurd seperti panci aluminium. Tanpa kemampuan bertarung, Raditya terpaksa mengandalkan logika Bumi yang pas-pasan, keberuntungan yang aneh, dan adu bacot dengan sistemnya sendiri demi tidak mati untuk kedua kalinya di dasar rantai makanan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon D'Silent Novel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 7: Memasak Porsi Raksasa untuk Sang Ratu Goa

Induk Ogre itu berdiri. Dengan tinggi lima meter, kepalanya hampir menyentuh langit-langit goa yang dipenuhi kristal ungu. Setiap langkahnya membuat lantai batu bergetar hebat, merontokkan debu dan kotoran dari atap goa ke atas kepala Raditya.

​Ding!

​[Pindai Target Otomatis]:

​Nama Makhluk: Ratu Ogre Lumut (Induk).

​Tingkat Bahaya: 98% (Sangat Marah & Sangat Lapar).

​Catatan Taktis: Ratu Ogre memiliki indra penciuman yang sepuluh kali lebih tajam daripada anaknya. Jangan mencoba menipunya dengan sedikit bumbu, atau dia akan menelan Anda bulat-bulat dengan pakaian Anda sekalian.

​Ratu Ogre itu mengeluarkan suara geraman rendah yang membuat jantung Raditya berdegup kencang seperti bass musik EDM. Dia menatap Raditya, lalu menunjuk ke arah panci kecil di tangan Raditya, kemudian menunjuk perut besarnya yang rata dan lapar.

​"Makan... enak... buat... lagi!" raung Ratu Ogre dengan suara yang serak dan berat.

​"Iya, iya, Tuan Ratu! Tolong jangan digebuk! Saya buatkan yang lebih besar, yang lebih dahsyat!" Raditya berteriak sambil mengangkat kedua tangannya sebagai tanda damai.

​Dia menatap layar hologram sistemnya. Saldo 145 Poin. Ini adalah modal terbesar yang pernah dia miliki. Tanpa ragu, dia membuka Toko Survival v2.0.

​Ding!

​[Toko Survival v2.0 - Menu 'Pesta Raksasa']:

​Paket Kaldu Ayam (1 Liter Konsentrat): 50 Poin.

​Karung Garam Dapur (5 Kg): 30 Poin.

​Tiga Buah Cabai Aether Kuno: 60 Poin.

​Bawang Merah Goreng (Kemasan Super): 5 Poin.

​Total Belanja: 145 Poin. Sisa Saldo: 0 Poin.

​"Beli semuanya!" teriak Raditya.

​Tiba-tiba, tumpukan barang belanjaan jatuh dari langit-langit goa—untungnya tidak menimpa kepala Raditya, melainkan mendarat dengan dentuman keras di dekat tumpukan kotoran kering. Ratu Ogre itu membelalakkan mata melihat "hujan barang" tersebut, namun dia tetap diam, menunggu dengan sabar layaknya pelanggan restoran bintang lima yang sedang menunggu appetizer.

​Masalah utamanya sekarang adalah: panci aluminium milik Raditya terlalu kecil untuk porsi Ratu Ogre.

​"Sistem! Panci ini tidak cukup! Ratu ini bisa makan satu panci ini hanya dalam sekali telan!"

​[Saran Sistem]: Lihatlah ke sekeliling goa. Ratu Ogre memiliki koleksi 'Perabotan' berupa perisai kuno dari besi tempa yang sudah berkarat milik petualang malang dari masa lalu. Gunakan itu sebagai pengganti panci.

​Raditya menoleh ke sudut goa. Benar saja, ada sebuah perisai bundar berbahan besi tebal yang diameternya mungkin mencapai satu meter. Perisai itu agak cekung, sangat sempurna untuk menjadi pengganti panci raksasa.

​Raditya berlari ke sana, menyeret perisai itu ke tengah goa, lalu membersihkannya sekuat tenaga menggunakan sisa-sisa kain bajunya. Setelah itu, dia mengisinya dengan air kristal es dari dinding goa sebanyak sepuluh liter.

​Api unggun kecil tentu tidak akan cukup untuk memanaskan sepuluh liter air di dalam perisai besi. Raditya menatap tumpukan tulang-tulang di ranjang sang Ratu.

​"Ratu, boleh saya pinjam... tulang-tulang itu untuk bahan bakar?" tanya Raditya sopan.

​Ratu Ogre itu hanya mengangguk malas. Dia bahkan tidak keberatan saat Raditya membongkar ranjang tulang tempat tidurnya untuk dijadikan kayu bakar.

​Raditya menyusun tulang-tulang raksasa itu membentuk piramida di bawah perisai besi. Dia menggunakan korek api gasnya untuk menyalakan api. Karena tulang-tulang itu mengandung sumsum yang sangat mudah terbakar, api pun menjilat dengan sangat dahsyat, berubah menjadi kobaran api biru yang indah.

​"Sekarang... saatnya demo masak skala industri!"

​Raditya mulai bekerja. Dia menuangkan konsentrat kaldu ayam, menaburkan lima kilogram garam (yang mungkin akan membuat Ratu Ogre haus seharian, tapi masa bodoh), dan yang paling krusial: dia menghancurkan tiga buah Cabai Aether Kuno sekaligus ke dalam perisai itu.

​BLURB! BLURB! BLURB!

​Perisai besar itu mulai mendidih. Aroma gurih yang sangat pekat, jauh lebih kuat daripada sebelumnya, memenuhi seluruh goa. Ratu Ogre mulai berdiri, kakinya menghentak-hentak kegirangan, dan dia mulai mengeluarkan suara bersenandung aneh yang terdengar seperti guntur.

​Ding!

​[Gelar Aktif]: [Gears of Warung: Ahli Seduh Amatir]

​Efek: Karena porsi masakan yang besar, efisiensi gelar meningkat. Masakan ini tidak hanya akan terasa seperti kaldu ayam, tapi kemungkinan besar akan berubah menjadi 'Sup Rempah Aether' yang bisa memulihkan tenaga monster kelas berat.

​Sepuluh menit berlalu. Sup merah membara itu kini benar-benar mendidih. Raditya mengambil segenggam besar bawang goreng yang dia beli tadi, lalu menaburkannya di atas permukaan sup.

​"Selesai! Sup Mercon Ratu Aether!" teriak Raditya sambil mundur menjauh.

​Ratu Ogre tidak membuang waktu. Dia meraih perisai besi raksasa itu seolah-olah itu hanya sebuah piring saji kecil. Dia menempelkan bibirnya ke perisai, dan dengan satu tegukan besar yang menghabiskan setengah isi perisai, dia mulai meminumnya.

​Ekspresi wajah sang Ratu berubah. Matanya yang besar memutar-mutar. Dia mengeluarkan napas yang sangat panas, hingga tanah di sekitarnya mengering dan retak-retak. Tapi, bukannya marah, Ratu Ogre itu justru tertawa lepas.

​"E-nak! Segar! Kuat!" seru sang Ratu dengan suara yang menggema ke seluruh goa. Dia menepuk-nepuk perutnya yang kini terasa hangat. Sup itu rupanya memberikan efek pemulihan stamina yang sangat drastis bagi monster sebesar dia.

​Sang Ratu kemudian menundukkan kepalanya, menatap Raditya dengan tatapan yang sangat aneh—tapi kali ini, tatapan itu bukan tatapan lapar, melainkan tatapan "karyawan berharga". Dia mengulurkan tangannya yang besar dan kasar, lalu menyentil dahi Raditya dengan sangat pelan (bagi Ogre, itu sentilan lembut, bagi Raditya, itu seperti tertabrak pintu kayu).

​Ding!

​[Misi Selesai!]

​Evaluasi: Anda telah menjinakkan Bos Regional hanya dengan bermodal kaldu dan cabai. Anda resmi menjadi 'Koki Kerajaan' di mata Suku Ogre Lumut.

​Hadiah: +300 Poin Survival, Gelar Baru: [Gelar: Juru Masak Raksasa]

​Gelar [Juru Masak Raksasa]: Meningkatkan daya tahan tubuh terhadap suhu panas sebesar 50%. Anda sekarang tidak akan lagi melepuh jika memegang panci panas.

​Raditya terhuyung ke belakang akibat sentilan sang Ratu, namun dia tersenyum lebar. Dia baru saja selamat dari maut dan mendapatkan reputasi di dunia yang sangat mematikan ini.

​Ratu Ogre itu kembali duduk di ranjang tulangnya, kali ini dia memberi isyarat agar Raditya mendekat. Dia menunjuk ke arah tumpukan harta karun yang selama ini dia tiduri. Di sana, di antara tumpukan tulang dan perhiasan monster yang kasar, ada sebuah benda yang tampak tidak biasa. Sebuah buku kecil bersampul kulit binatang yang tidak membusuk, serta sebuah kunci perak kuno.

​"Bawa... ambil... bayaran!" gerak tubuh sang Ratu.

​"Ini buat saya?" tanya Raditya tidak percaya.

​Ratu Ogre itu mengangguk sambil menguap, lalu kembali tertidur dengan perut yang kenyang dan hangat.

​Raditya mendekat, mengambil buku dan kunci itu. Saat jarinya menyentuh buku kulit itu, sebuah jendela sistem muncul dengan font yang berbeda dari biasanya—kuning keemasan.

​Ding!

​[Deteksi Benda Kuno]:

​Item 1: Catatan Penjelajah Aethelgard yang Hilang (Berisi peta lokasi air bersih dan sumber daya langka).

​Item 2: Kunci Kamar Rahasia Menara Aethel (Kunci untuk membuka pintu di reruntuhan peradaban kuno).

​Catatan Sistem: Anda baru saja mendapatkan kunci untuk arc selanjutnya!

​Raditya memegang buku dan kunci itu dengan tangan gemetar karena kegembiraan. Dia bukan lagi Raditya yang tersedak pulpen. Dia adalah Raditya, sang Koki Penjelajah Aethelgard.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!