cewek kere, apes, mulut pedas ketiban rejeki nomplok karena ketabrak CEO ganteng
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fira Lmj, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sultan Emang Beda
Sesampainya di pusat perbelanjaan terbesar di kota Surabaya Dimas segera mengajak Arofik menuju ke stand penjual berbagai mainan.
Arofik yang melihat penampakan mainan yang sangat banyak terlihat sangat antusias dengan binar mata dan mulut terbuka lebar hingga tanpa sadar dia berlari menuju deretan mobil-mobilan berukuran besar yang biasanya di sewakan di taman kota untuk para pengunjung di sana.
"Kamu suka yang itu dek?" tanya Dimas sambil memperhatikan wajah Arofik dengan senyum mengembang dan mata berbinar
" He.em om bagus banget, kayak yang ada di taman kota, biasanya abang-abang di sana sewain mobil-mobilan kayak gini 1 orang bayar 20 ribu per jamnya" ucap Arofik sambil memandangi deretan mobil-mobilan tersebut
" Ya sudah ambil saja yang kamu mau" ucap Dimas dengan entengnya tanpa melihat berapa harga yang tertera di barcode mobil-mobilan tersebut
" Aku boleh pilih ini om?" ucap Arofik sambil tersenyum menatap wajah Dimas yang tersenyum kepadanya
" He.em dek kamu suka yang warna apa?" ucap Dimas sambil melihat deretan mobil-mobilan berukuran besar yang sangat di inginkan Arofik
" Aku suka yang warna merah ini om, tapi.. Tunggu dulu ya om aku tanyakan ke penjualnya dulu berapa harganya takut kemahalan nanti uang om Dimas habis buat beli ini" ucap Arofik sambil celingukan mencari SPG yang menjaga stand mainan tersebut
" Udah gak usah di tanyain kalau kamu mau ya ambil nanti biar om Dimas yang bayar" ucap Dimas sambil tersenyum menatap Arofik
" Gak boleh gitu om, kata kak zizah kita gak boleh foya-foya hanya boleh membeli sesuatu yang semampunya kita saja, sayang uangnya bisa di tabung buat beli keperluan yang lain" ucap Arofik sambil menatap Dimas Anggara dengan mata bulatnya yang terlihat begitu menggemaskan
" Tapi om Dimas ada kok uangnya buat beli mainan itu, bahkan om bisa belikan kak zizah sekalian" ucap Dimas Anggara sambil tersenyum menatap wajah Arofik yang mengerutkan keningnya
" Kak zizah mau di belikan mainan juga om, kan kak zizah sudah besar jadi gak perlu mainan, kata kak zizah mainan kak zizah cukup saat membuat cilok saja maksutnya mainan adonan cilok dan di bentuk bulat-bulat gitu loh om, om Dimas ngerti kan maksud aku?" ucap Arofik sambil menatap wajah Dimas
" Hahahaa kakak kamu itu ada-ada saja ya masa bikin cilok di buat mainan Haha" ucap Dimas Anggara sambil tertawa
" Tapi kak zizah galak om, pas waktu itu aku kan bantuin kakak buat cilok lah punya kakak bulat-bulat semua kecil-kecil, lah punyaku sedikit lonjong masak sama kak zizah cilok buatanku di katain kecebong terus kak zizah bilang gini * Dek jangan buat kayak kecebong gitu yang bulat-bulat kayak punya kakak gini loh, nanti pelanggan kakak malah bingung ini cilok beneran atau cilok jadi-jadian* gitu om terus di suruh potong buntutnya biar jadi kecebong buntung katanya" ucap Arofik sambil menirukan ekspresi Azizah yang sedang ngomel
Dimas yang mendengar dan melihat ekspresi wajah Arofik yang menirukan kakaknya tak kuasa menahan tawa, Dimas sampai tertawa ngakak di buatnya sampai perut Dimas terasa keram karena kebanyakan tertawa.
" Hahaha aduh dek perut om sakit gara-gara tertawa terus hahaha, emang kakak kamu itu unik ya haha" ucap Dimas Anggara sambil memegangi perutnya yang terasa keram
"Bukan unik om, tapi cerewet banget mulutnya kayak burung beo" ucap Arofik yang menistakan kakaknya
" Hahaha kamu ini ada-ada saja, sudah-sudah ayo kamu pilih yang mana mobil-mobilannya" ucap Dimas sambil menatap wajah Arofik yang kembali menatap serius ke arah mobil-mobilan di hadapannya
" Aku pilih yang mobil-mobilan yang ada remot kontrolnya saja deh om yang kayak punya Rendi, nanti aku bisa balapan sama Rendi" ucap Arofik sambil menatap Dimas
" Loh gak jadi yang ini? Katanya kamu suka warna merah?" tanya Dimas memastikan pilihan Arofik
"Gak deh om yang kayak punya Rendi saja" ucap Arofik sambil tersenyum menatap wajah Dimas Anggara
" Ya sudah ayo kita cari mobil-mobilan yang kamu maksud" ucap Dimas sambil melangkah menuju deretan mobil-mobilan remot kontrol
Sebenarnya Arofik sangat menginginkan mobil-mobilan yang besar tadi, tapi karena Arofik tau harganya yang sangat mahal jadi Arofik memilih yang lain saja yang gak terlalu mahal harganya.
" Om yang ini saja punya Rendi warna biru, aku pilih warna merah saja biar gak ketuker sama punya Rendi nanti" ucap Arofik sambil memegang mobil-mobilan yang dia mau
" Ok, mbak tolong bungkus yang ini 1 dan mobil-mobilan remot kontrol yang keluaran terbarunya juga 1 tolong semuanya warna merah, karena adik saya sangat suka warna merah, saya tunggu di kasir ya" ucap Dimas sambil tersenyum ke arah Arofik
" Om kok beli 2 ??, yang 1 buat adik om Dimas ya?" ucap Arofik sambil menatap Dimas yang sedang mengandeng tangan Arofik menuju kasir
" Iya dek, adik om Dimas ya kamu karena om adalah anak satu-satunya mama om" ucap Dimas sambil tersenyum menatap Arofik
" Waahh jadi om beliin aku mainan 2 nih om, asyik nanti aku bisa ajak kak zizah balapan di rumah sakit" ucap Arofik sambil melompat kegirangan
" Iya dek ajak kak zizah main sekalian, biar gak main adonan cilok saja heheh" ucap Dimas sambil terkekeh mengingat Azizah yang absurd
"Siap om, wah yang satu itu bagus banget om ban mobilnya besar juga kayak mobil yang di depan tadi tapi ini versi kecilnya" ucap Arofik sambil tersenyum menatap mobil-mobilan remot kontrol keluaran terbaru
Setelah membayar mainan tersebut kini Dimas mengajak Arofik menuju ke stand penjual pakaian, karena rencananya Dimas akan membelikan baju untuk Azizah dan Arofik karena baju lamanya sudah di tinggalkan di rumah kontrakan lamanya.
" Mbak tolong bungkusin pakaian model dress dan casual masing-masing 10 pics ingat yang keluaran terbaru" ucap Dimas sambil menatap pegawai toko tersebut
" Tolong di percepat ya mbak saya tidak punya banyak waktu" ucap Dimas kepada pegawai toko pakaian tersebut
" Baik pak, kami akan segera siapkan pesanan bapak" ucap pegawai tersebut
Setelah beberapa menit kemudian tumpukan pakaian telah memenuhi meja kasir dan setelah membayar kini Dimas mengajak Arofik menuju ke stand penjual pakaian anak-anak.
" Dek kamu suka yang gambar apa? Gambar kartun lucu, gambar robot, atau Roblox?" tanya Dimas sambil melihat-lihat baju di hadapannya
" Semuanya bagus om, aku jadi bingung pilih yang mana?" ucap Arofik sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal
" Ya sudah tunggu sebentar" ucap Dimas sambil mencari pegawai di stand tersebut
" Mbak tolong bungkusin baju-baju semua gambar masing-masing 5 pics, tolong di percepat ya saya tidak punya banyak waktu saya tunggu di kasir" ucap Dimas sambil menggandeng tangan Arofik
Setelah beberapa menit kemudian semua pesanan sudah di bayar dan kini Dimas Sampek bingung bagaimana cara membawanya ke parkiran tempat mobilnya berada.
Akhirnya Dimas meminta tolong satpam dan beberapa pegawai di stand pakaian tersebut untuk membantunya membawa semua barang belanjaanya menuju mobil Dimas.