NovelToon NovelToon
Only You

Only You

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintamanis / Keluarga & Kasih Sayang / Berbaikan
Popularitas:13.1k
Nilai: 5
Nama Author: moon

Yang tak suka, silahkan minggir!

Perceraian tak lantas menyudahi hubungan diantara Bagaspati Samudera dan Adinda Ayuningtyas. Sebab masih ada penghubung diantara mereka, sayangnya penghubung mereka hilang entah kemana.

"Dua tahun belakangan ini, Eyang sakit, Dind. Beliau mau ke Jakarta, dan ingin menginap di rumah kita," kata Bagas.

"Lalu, apa masalahmu? Bukankah Eyang sudah tahu kita berpisah?" sahut Adinda sengit.

"Itulah masalahnya, Ingatan Eyang mulai kacau sejak dokter memvonis beliau menderita demensia. Please, Dind, anggap saja ini permintaan terakhir Eyang pada kita."

Apakah permintaan Eyang Tuti pada Bagas dan Adinda?

Apakah Adinda sanggup menurutinya, sedangkan mereka bukan pasangan halal seperti dulu?

Berhasilkah mereka merajut kembali benang pernikahan yang dulu tercerai berai? Lantas bagaimana nasib putri kecil mereka yang hilang beberapa tahun silam?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon moon, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#7

#7

Setelah merasa cukup lega, Dinda dan Bagas kembali bergabung di tengah keluarga Samudera. Meski wajahnya sembab, namun, Dinda bisa sedikit tertawa. 

“Mau lanjut makan? Aku akan menemanimu menyelesaikan makan malam.” Bagas menawarkan Diri, sebab tadi ia merasa bersalah telah membuat makan malam Dinda terganggu karena ulah capernya. 

Jangan dikira Dinda bisa bersikap ramah setelah menumpahkan tangis di pelukan Bagas, sebab memasang wajah garang seperti siap berperang adalah pilihan Dinda. “Setiap suapan yang aku telan, rasanya tak seperti menelan makanan. Tapi seperti menelan sebongkah batu.” 

Dinda berjalan lebih dulu, ia bergabung di ruang keluarga, ada Yudha putra Tunggal Tari dan Igun yang tadi tidur siangnya kesorean, jadi jam delapan malam baru bangun. “Tante—” sapa Yuda pada Dinda. Dulu pun, Yudha punya hubungan cukup akrab dengan Dinda. 

“Hai, sudah jadi bujangan sekarang?” Dinda balas menyapa Yudha yang kini sudah berusia akhir kelas enam. 

Yudha tersipu malu, “Aku kangen, loh, sama Tante.” 

Dinda memberi pelukan ringan pada Yudha, “Tante juga, kamu gak pernah main, sih?” 

“Mama dan Eyang melarang, kata mereka takut ganggu Tante.” 

Dinda tak menanggapi, tapi malah meminta Yudha untuk datang mengunjunginya kapanpun. 

“Beneran boleh, Tante?”

“Boleh, kok. Datang saja sepulang sekolah, tapi ingat, harus sendirian!” Ucapan itu jelas sebuah sindiran bahkan larangan tegas  untuk Bagas, tapi apakah pria itu peduli? Tentu saja tidak. 

Bagas manyun, wajahnya terlihat nelangsa seperti sedang dilarang saat lagi sayang-sayangnya, Semua orang tersenyum melihat tingkah Bagas. Untuk sejenak, Dinda merasa hangat dan nyaman, karena sudah lama sekali ia tak bercengkrama dengan sebagian besar keluarga Samudera. 

Namun, canda tawa hangat yang baru saja tercipta itu, kembali tegang sebab Eyang Tuti mendadak menagih janji. 

“Bagas, Eyang ngantuk, yuk, kita ke rumahmu!” 

Semua orang terdiam, tak terkecuali Dinda yang hanya bisa memejamkan mata menahan rasa geram. Sampai kapan ia harus terjebak di tengah keluarga Samudera? Padahal Dinda hanya bermaksud datang sebentar untuk makan, lalu pulang dan melupakan acara hari ini seolah tak pernah terjadi apa-apa. 

Tapi, nasib seolah berkehendak ia harus bertahan, apapun yang terjadi. 

“Lho, Eyang, kan, tadi janjinya mau menginap di rumahku?” rengek Tari. 

“Kapan? Eyang gak pernah janji, tuh.” Eyang Tuti mengangkat kedua pundaknya. 

“Tuh, kan, Eyang lupa. Eyang memang gak sayang aku, sayangnya cuma sama Bagas dan Dinda,” rajuk Tari berharap Eyang Tuti luluh dengan aksinya. 

“Eh, eh, eh, ngomongnya! Nggak pantes!” tegas Eyang Tuti dengan logat jawa. “Semua cucu Eyang, Eyang sayangi sepenuh hati, wis, gak usah ngambek! Eyang cuma mau nginep di rumah Bagas dan Dinda. Sudah.” 

“Tapi, mereka sibuk, Yang. Nanti nggak ada yang temani Eyang di sana,” kata Mama Yanti, ikut berusaha mencegah keinginan ibu mertuanya. 

“Lha, kan, Eyang bukan bayi, Eyang bisa sendiri, kok. Lagi pula, di sana ada Bi Sani.” 

“Itulah masalahnya, Eyang. Bi Sani tidak menginap penuh waktu seperti dulu, karena orang tuanya juga sakit-sakitan. Paling hanya siang beberapa hari sekali ke rumah Bagas.” Bagas mulai beralasan, menyusun kalimat-demi kalimat agar terdengar logis dan meyakinkan. 

“Kalian ini kenapa, sih?! Kok, sepertinya kompak sekali melarang Eyang, hah?!” Eyang Tuti melengos, bujukan Bagas, Tari, bahkan Mama Yanti sama sekali tak mempan untuknya, wanita berusia senja itu tetap kukuh pada keinginannya yang ingin menginap di rumah Bagas dan Dinda. 

Semua terdiam, tak ada lagi yang berani bicara, karena modus mereka sudah terbaca.

Sementara Eyang Tuti, wanita tua itu terlihat seperti batu karang yang kokoh, tak mempan dengan semua bujuk rayu serta kebohongan anak, menantu serta cucunya yang melarangnya pergi dengan berbagai alasan. 

Dinda, pun pasrah, tak tahu lagi harus berbuat apa, hingga ia punya ide untuk mencegah keinginan Eyang Tuti meski sejenak. Meski nanti hasilnya akan membuat luka hatinya setelah Abel hilang, akan menganga semakin parah. 

Mantan istri Bagaspati itu mendekati kursi roda Eyang Tuti lalu berlutut di depannya. Dengan lembut, Dinda menggenggam kedua tangan Eyang Tuti lalu mulai berucap. “Eyang, kalau besok malam aja, gimana?”

“Kenapa?” sahut Eyang Tuti belum bisa menerima. 

“Begini, Yang. Kan, sekarang Abel belum kembali, Dinda dan Mas Bagas sama-sama sibuk, jadi rumah sering kami tinggal, karena kami lebih suka tinggal di apartemen Mas Bagas, lebih dekat ke kantor, dan juga ke butik Dinda.” 

Bagas terperangah sekaligus kagum dengan kesabaran Dinda menghadapi manjanya Eyang Tuti, ia bahkan tak terpikirkan ide semacam itu untuk membujuk beliau. Semoga saja besok Eyang Tuti bisa melupakan keinginannya, hingga Bagas tak perlu memohon dan memaksa Dinda bersandiwara lebih lama lagi. 

“Terus?” Suara Eyang Tuti mulai pelan, tak lagi bernada tinggi seperti sebelumnya. 

“Kami harus meminta bantuan Bi Sani dulu untuk membersihkan rumah, bila Eyang ingin menginap. Setelah rumah bersih, dan kamar Eyang siap, barulah kita bisa kesana dengan nyaman. Gimana?” 

Dinda tersenyum, namun hatinya tercubit sakit, sebab rasa bersalah teramat besar dalam dirinya. Merasa berdosa karena sudah membiarkan dirinya membohongi orang yang sudah sangat menyayanginya. 

“Beneran, ya?” 

Dinda mengangguk, diiringi senyum dan hela nafas lega dari orang-orang di sekitarnya. 

Bagas bernafas lega, akhirnya ia bisa mengantar Dinda pulang malam ini, namun, sepanjang perjalanan mantan istrinya itu sama sekali tak menanggapi setiap obrolan yang ia utarakan. Jangankan bicara, melirik pun tidak ia lakukan. 

Akhirnya Bagas ikut diam, dia tak tahu harus bicara apa dan mulai dari mana. 

“Terima kasih, karena sudah mau datang.” 

“Kamu sudah mengatakannya tadi.” 

“Aku tetap ingin mengatakannya, karena ucapan terima kasih saja tak cukup.” 

Hela nafas Dinda kembali terdengar, tangan Bagas sudah terulur, hampir saja ia menggenggam tangan Dinda, namun, urung dilakukannya, sebab ada rasa segan. 

Tiba-tiba Dinda menoleh, kedua lengannya ia lipat di depan dada, tatapan matanya garang, seperti siap menerkam. “Aku gak mau tahu, ya, Mas. Besok pagi, Mas harus mengatakan yang sebenarnya pada Eyang!” ultimatum Dinda. 

“Tapi, kami tak tega, Dind. Jantung Eyang—” Bagas tak sanggup melanjutkan ucapannya. 

“Lalu bagaimana denganku, Mas? Sampai kapan kita berbohong?! Sekali kita bohong! Besok, lusa, dan entah kapan kita harus menyiapkan kebohongan yang lainnya!” pekik Dinda yang akhirnya bisa meluapkan emosinya. 

Bagas hanya bisa menelan setiap omelan Dinda, ia tak mampu menjawab, apalagi membalas. Dirinya pun sama-sama merasakan sakit dan perih akibat gagalnya rumah tangga serta hilangnya bayi kecil mereka. Karena itulah, tak mungkin ia menambah sakit perasaan mantan istrinya dengan ikut terpancing meluapkan amarah. 

Hingga tanpa terasa mereka, pun, tiba di rumah orang tua Dinda, Mama Juwita. Karena papanya Dinda sudah lama berpulang. 

“Ingat, ya, Mas! Besok jangan lagi ada kebohongan!” ultimatum Dinda sebelum menarik handle pintu mobil, tak memberi kesempatan pada Bagas untuk menjawab. 

Begitu Dinda keluar, Bagas melihat seorang gadis kecil juga keluar dari dalam rumahnya. 

“Mama!” jerit gadis kecil itu dengan suara riang, di belakangnya seorang pria mengikuti. 

“Hati-hati, Sayang,” kata pria itu. 

Deg! 

Dada Bagas tiba-tiba berdebar, hatinya terasa nyeri hanya karena membayang hal yang tidak-tidak. Siapa gadis kecil itu, dan juga pria yang mengikutinya? 

Apa hubungannya dengan Dinda sedekat itu? Hingga ia menyebut Dinda dengan panggilan ‘mama'. 

1
Bunda Aish
ada apa lagi nih 🤔
Shee_👚
ini Tari kakaknya bagas kan ya🤔
aku lupa nama Kaka nya bagas
Dew666
Tari tuh kakaknya bagas ya
moon: iya kak
total 1 replies
Dew666
Smangat bagas
falea sezi
wahh kenapa
🌷Vnyjkb🌷
gerceppp amattt mass 🤭 takut keduluan yg itu tuuu😜😜
Esther
Sikap Tari mencurigakan, ada apa?
Bunda Idza
ada apa dengan mbak Tari??? readers kepoo ni....☺️
Esther
Semangat Bagas untuk bersaing dengan dokter Angga🤭
Sh
ada apa dengan Tari ? selingkuh ? atau mengekorin suami yang dicurigai selingkuh?
Sh
aku jahat ga kalau aku bilang aku suka Ama Mama Juwita yang nyiksa Bagas😂😂. Aku curiga karena kecelakaan mobil, Dinda ga bisa hamil lagi. itu yang menyebabkan Dinda ga mau nikah lagi. Kalau dengan Angga pakai alasan Dinda selama anaknya belum ketemu, Dinda ga berhak bahagia
Bunda Aish
wah mulai nih persaingan perebutan perhatian dan cinta Dinda 🙄
Bunda Aish
ngeselin juga ya sama tingkah nya Bagas dulu waktu kehilangan Abel
Nar Sih
brati kemungkinan bnr ya kak klau alicia ank nya dinda yg hilang dulu
Nar Sih
setujuuu dan 👍bagas lamar lgi dinda jadikan istri mu lgi dan bareng mencari putri mu yg hilang moga sgra ketemu
Shee_👚
nah betul kata bastian, ngapain kan ya orang bukan eyangnya lagi. jadi ya tolak aja
Shee_👚
yang polisi kan kak??
Sh
ga puas episode ini walau menurut ku lumayan panjang
Dew666
🥰😍
Bunda Idza
next Thor.... ditunggu selalu kelanjutannya 💪💪💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!