Saat menghadiri perayaan kelulusan sang senior, Yurika dengan sengaja pura-pura mabuk dan mengakui perasaannya pada senior yang selama ini ia sukai.
Meski ia tahu bahwa ia harus menahan malu jika senior itu menolaknya, namun setidaknya ia harus menyelesaikan perasaannya.
Lalu.. tanpa di sangka..
"Oke.."
Yurika tak menyangka ia menyetujuinya, namun sesaat kemudian..
"Bisakah kita mengobrol di tempat lain? Ada banyak orang disini.."
Hari itu, saat sang senior mengantarkannya pulang, Yurika akhirnya sadar bahwa ia hanya menjaga martabatnya, tidak mungkin ia menyukai Yurika.
"Sepertinya perasaan ini memang harus berhenti disini.."
Dengan yakin Yurika memblokir seluruh kontak dari pria yang ia sukai.
Namun bagaimana jika ternyata pria itu menyukainya?
"Sial! Apa dia memblokirku setelah menyatakan cinta? Apa ia hanya bercanda?!"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aplolyn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 7
Sesampainya di rumah, dia mendapati pesan dari kakaknya.
Yutaka: [Kamu juga putus?]
Yurika langsung menangkap inti pesannya.
Yurika: [“Juga” itu maksudnya apa?]
Yutaka membalas cepat.
Yutaka: [Kamu nggak lihat Weibo mantan kakak iparmu? Kami putus sudah seminggu.]
Yurika baru sadar belakangan ini dirinya terlalu sibuk sampai tidak memperhatikan kehidupan kakaknya.
Dulu Yutaka pernah berpacaran dengan seorang model bernama Livia. Wanita itu cukup terkenal di media sosial dan sering mengunggah foto pemotretan.
Saat hubungan mereka masih mesra, Yutaka bahkan hampir tidak punya waktu untuk keluarga.
Yurika segera membuka akun Weibo Livia dan benar saja.
Sejak sebulan terakhir, unggahannya dipenuhi foto perjalanan, tempat wisata, dan caption galau yang samar-samar menyindir hubungan kandas.
[Yah.. Baru lihat sekarang,] balas Yurika akhirnya.
Yutaka: [Ibu bilang waktu pulang kemarin kamu kelihatan bahagia.]
Yurika menatap layar ponselnya cukup lama sebelum menjawab singkat.
[Tidak juga.]
Yutaka: [Oke, aku tahu waktu itu kau cuma mengatakannya asal-asalan.]
Yurika: [Apa aku boleh menganggap kalau sekarang kau sedang patah hati?]
Yutaka: [Kelihatan banget?]
Yurika: [Iya.]
Setelah itu, Yutaka tidak membalas lagi.
Belakangan ini, Yurika juga sempat memikirkan masalah tersebut. Bahkan teman sekamarnya mengirim foto dan gosip terbaru tentang mantan pacarnya, Dean
Katanya, pria itu sudah sangat cepat mendapatkan pacar baru, bahkan sedang mendekati putri manajer sebuah perusahaan besar.
Kalau itu terjadi beberapa bulan lalu, mungkin Yurika masih akan marah atau merasa sesak.
Namun sekarang, hatinya benar-benar tenang.
Sejujurnya, perasaannya pada Dean memang sudah lama memudar. Kalau tidak, mustahil ia bisa bersikap setenang ini.
Sementara itu, di sisi lain, kehidupan Yutaka juga mulai kacau.
Siang itu, Yurika baru saja selesai makan dan hendak memeriksa dokumen dari rekan kerjanya ketika ponselnya bergetar di atas meja.
Melihat nama kakaknya muncul di layar, ia langsung mengangkat telepon sambil berjalan keluar ruangan.
“Ada apa? Aku masih kerja.”
Dari seberang telepon terdengar suara Yutaka yang berat dan lesu. Sepertinya ia sedang merokok.
“Sabtu nanti kau kosong?”
Yurika mengernyit.
“Kenapa?”
“Keluarlah denganku.”
Yurika langsung tertawa sinis.
“Wah, orang habis putus cinta memang beda. Dulu aku ajak jalan berkali-kali kau selalu bilang sibuk. Sekarang tiba-tiba mencariku? Pasti bukan hal baik.”
Hubungan kakak-adik mereka memang selalu diwarnai ejekan.
Yutaka mendecakkan lidah sambil tertawa kesal.
“Mulutmu tetap menyebalkan.”
“Cepat bicara.”
Yutaka menghembuskan asap rokok perlahan sebelum berkata pelan, “Aku dengar Livia kayaknya lagi dekat sama seseorang.”
Yurika terdiam.
“Ada restoran tema yang lagi viral akhir-akhir ini, restoran selebriti internet itu. Kebetulan milik temanku.”
“Katanya Livia memesan meja untuk dua orang dan bahkan memesan paket pasangan.”
“Hah?”
Nada suara Yutaka langsung berubah dingin.
“Waktu putus denganku, dia kelihatan sedih banget. Tapi sekarang dia malah bisa cepat dekat sama pria lain.”
“Aku juga lihat foto yang dia unggah. Bulan lalu ada seseorang memberinya hadiah.”
“Jadi menurutku.. kemungkinan besar dia sudah selingkuh sebelum kami putus.”
Yurika sedikit bersimpati mendengarnya.
“Lalu kenapa kau meneleponku?”
Sebelumnya, Livia belum pernah bertemu Yurika secara langsung. Yurika sendiri baru tahu wajah wanita itu setelah Yutaka pernah menunjukkan foto pacarnya.
“Aku sudah pesan meja juga,” kata Yutaka. “Sabtu ikut denganku. Aku mau lihat siapa pria itu.”
Yurika langsung menunjuk dirinya sendiri meski lawan bicaranya tak bisa melihat.
“Aku?”
Setelah diam sebentar, Yutaka menambahkan dengan nada serius, “Dan ingat.. kau harus berdandan yang cantik.”
Yang kalah setidaknya tidak boleh kalah penampilan.
Melihat kondisi kakaknya yang benar-benar mengenaskan, Yurika akhirnya setuju bekerja sama.
Lagipula, ia bisa makan enak gratis. Tidak rugi sama sekali.
yg banyak atuhhhh kak othor update babnya 😁😁
lanjuuutttt 💪💪💪💪👍
yg banyaaakkkk banyaaakkkk 😁👍
ada mantan yg lagi sok pamer bang Austin... berasa dia cwo yg paling diminati para kaum hawa🤣🤣🤣🤣
padahal kesuksesan dia karna domplengan cwe dengan status anak manager. baru manager dah berasa CEO 🤣🤣🤣🤣🤣
gemesss liat pasangan ini
aku yg cengengesan 🤣🤣
kok aku loh yg malah jadinya baperan 😁😁😁
modus mu austin😄😄
makanya kali suka yonthe poin aja
gasssssssss
ntar Embay cwo lain murka lagi😁😁😁
🤭
terlalu kaku🙏