NovelToon NovelToon
Kontrak Panas Tuan Muda

Kontrak Panas Tuan Muda

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Nikah Kontrak / Enemy to Lovers
Popularitas:19k
Nilai: 5
Nama Author: meongming

Nadine dijadikan jaminan oleh ayahnya kepada seorang mucikari…namun takdirnya ternyata jauh lebih kejam dari yang ia bayangkan. Pria pertama yang datang bukan orang sembarangan.

Ia adalah pewaris TX internasional, tampan, kaya raya, dan berhati dingin. Dalam hitungan detik, Nadine terikat dalam sebuah kontrak sebagai istri bayaran.

Akankah ia melawan… atau tenggelam selamanya dalam jebakan itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon meongming, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 7 : Keluarga Leonhart.

Mobil mewah itu berhenti di depan rumah yang besar dan megah. Dari dalam mobil, Nadine menatapnya dengan rasa canggung rumah itu terasa asing baginya. Leon turun lebih dulu, lalu membuka pintu mobil untuk Nadine.

“Cepat turun,” ucapnya dingin.

Nadine menghela napas panjang, menatap sekeliling sejenak, lalu turun dari mobil. Leon memberi isyarat agar Nadine merangkul lengannya. Nadine sempat melotot dan menolak, namun akhirnya menurut, melangkah di sisinya sambil menyesuaikan diri dengan langkah Leon.

Mereka melangkah masuk ke dalam rumah megah itu. Beberapa pelayan segera menyambut dengan sopan dan mengarahkan mereka ke ruang keluarga. Di sana, Nadine melihat beberapa orang yang tampaknya merupakan keluarga inti Leon tiga pria dan empat wanita, semuanya telah berumur.

Mereka duduk rapi, menatap Nadine dengan rasa penasaran, seolah menilai siapa wanita yang tiba-tiba berada di sisi Leon. Nadine menelan ludah, jantungnya berdebar, menyadari bahwa hari ini ia harus berhadapan dengan orang-orang yang sama sekali asing baginya.

Nadine menatap sekeliling ruang keluarga yang luas, perabotan mahal tersusun rapi. Keluarga Leon duduk di sofa dan kursi empuk, pandangan mereka menyapu Nadine dari atas sampai bawah. Nadine terlihat canggung, jantungnya berdegup cepat, merasa seperti sedang diperiksa dari ujung kepala hingga ujung kaki.

Seorang pria tua menatap Nadine dengan alis terangkat, "Jadi, ini gadis yang membuat Leon sampai harus menikah secara mendadak", ucapnya datar.

Nadine buru-buru menunduk dan mencoba tersenyum.

Seorang wanita paruh baya di samping pria tua tersenyum tipis, “Selamat datang. Kami harap kamu bisa menyesuaikan diri dengan keluarga kami,” katanya lembut, tapi Nadine bisa merasakan ada sedikit ketegangan di balik kata-kata itu.

Leon berdiri di samping Nadine, tangannya menggenggam perlahan. Wajahnya tampak tenang, namun sorot matanya tajam, seolah memberi peringatan kepada siapa pun yang berani meremehkannya.

Nadine menunduk lebih dalam, menahan napas, merasa dirinya begitu kecil di hadapan keluarga itu. Ia mencoba tersenyum, namun hatinya kacau harus bersikap sopan, sementara amarah pada Leon masih bergejolak. Semua perasaan itu bercampur, membuatnya tak tahu harus bersikap bagaimana.

Leon melangkah ke depan, Ia menatap keluarganya dengan senyum tipis "Jangan khawatir kami akan menjadi pasangan yang selalu akur" ucapnya tenang.

Seorang wanita tua di ujung sofa mengangguk halus. "Kalau Leon yang mengatakan, tentu kami percaya."

Nadine tetap menunduk, pipinya terasa panas. Ia ingin membantah, ingin menegaskan dirinya, namun kehadiran Leon di sisinya membuat semua kata tertahan. Ia merasa… tak mampu melawan.

Leon menepuk bahu Nadine pelan, seolah memberi isyarat agar ia tersenyum.

Nadine melirik dan mencoba memaksakan senyum kecil yang terlihat kikuk.

Keluarga itu mulai melontarkan pertanyaan-pertanyaan ringan untuk memecah ketegangan. Di tengah percakapan, terdengar langkah berat seorang wanita tua yang sudah sepuh, dipapah oleh dua asisten. Semua orang langsung berdiri saat wanita itu memasuki ruangan.

“Ah… cucu kesayangan ku! Datang memberikan kejutan,” ia terkekeh dan memeluk Leon erat.

“Nenek, sehat saja kan?” tanya Leon.

“Iya, aku baik-baik saja. Hanya sedikit kena serangan jantung saat mendapat kabar bahwa cucu kesayangan ku menikah mendadak,” jawabnya sambil melirik Nadine. Pandangannya menatap Nadine lama, kemudian menepuk bahu Leon sambil tertawa. “Hahaha, aku pikir kamu tidak menyukai wanita.”

Nadine tersenyum kikuk, sedangkan Leon hanya tersenyum tipis mendengar ucapan neneknya.

“Siapa namamu, nak?” tanya nenek itu lembut.

“Nadine, Nyonya,” jawab Nadine sopan.

“Stt… stt… jangan panggil Nyonya, panggil nenek saja,” seloroh nenek itu sambil tersenyum hangat.

Nadine tersenyum tipis, menunduk sopan, “Senang bertemu dengan nenek… " ucapnya pelan.

Nenek itu menepuk tangan Nadine dengan lembut. “Ah, kamu tampak manis. Jangan takut, Nak. Aku senang akhirnya cucuku memiliki pendamping yang sopan dan cantik.”

Nadine merasakan sedikit kehangatan dari ucapan itu, tapi pikirannya masih berputar apa yang sebenarnya diharapkan Leon darinya, dan bagaimana ia bisa menghadapi hari-hari ke depan dalam pernikahan kontrak ini.

Ia menghela napas pelan, menatap Leon yang berdiri di samping neneknya. Senyum pria itu tetap tenang dan misterius. Nadine tahu, di balik ketenangan tersebut, Leon terus mengamati setiap gerak-geriknya.

...----------------...

Nadine mengikuti Leon menyusuri ruang makan yang luas dan megah. Ruangan itu diterangi lampu gantung berdesain klasik, cahayanya lembut menonjolkan kilau peralatan makan mahal di atas meja panjang.

Setelah duduk, pandangannya tertuju pada deretan sendok dan garpu di hadapannya model dan jumlahnya berbeda-beda, membuatnya bingung. Pengalaman seperti ini benar-benar baru baginya.

Ia menoleh ke arah Leon, matanya seakan bertanya apa yang harus dilakukan. Leon menangkap tatapan itu, lalu sedikit mencondongkan tubuh dan menunjuk sendok paling luar di sisi kiri piring. Nadine mengangguk pelan, mengikuti arahannya tanpa sepatah kata pun.

Beberapa anggota keluarga menatap gelagat Nadine dengan rasa penasaran. Kehadiran wanita asing yang tampak canggung di tengah acara formal itu menarik perhatian mereka, terlebih karena Leon tiba-tiba menikah tanpa memberi tahu keluarga besarnya.

Mungkin karena rapat keluarga minggu lalu yang membahas wasiat mendiang ayahnya bahwa Leon harus menikah untuk memperoleh warisan penuh ketegangan itu terasa semakin nyata. Nadine, dengan sikap diamnya, justru menjadi pusat perhatian, meski ia sendiri sama sekali tidak nyaman berada dalam situasi tersebut.

Di meja makan, nenek Leon menatap Nadine dengan penasaran, “Ceritakan padaku, Nak… tentang keluarga mu?”

Leon menatap Nadine sekilas, “Ah, dia? Keluarganya orang terpandang di luar negeri , dan selalu sibuk dengan urusan bisnis, jadi dia sekarang tinggal sendiri di sini.”

Nadine menoleh pelan, kaget sekaligus kesal, matanya menatap Leon. Apa-apaan dia? Aku tidak bilang apa-apa! seenaknya saja mengarang latar belakang orang lain.

Nenek Leon tersenyum tipis, mengangguk seolah memahami, “Oh… jadi wanita yang dipilih Leon ternyata bukan orang sembarangan.”

Nadine menunduk, mencoba menahan amarah dan malu. Dalam hatinya, ia berpikir, Dia berani-beraninya bilang begitu, padahal aku… apa-apaan sih ini?!

Leon menatapnya sekilas dengan senyum dingin yang tipis, seolah menegaskan bahwa meski kebohongan itu tentang Nadine, di tempat ini dialah yang memegang kendali.

"Leon, nanti malam kalian harus menginap, ya. Nenek sudah menyiapkan kamar khusus untuk kalian berdua,” ujar sang nenek. Ia terdiam sejenak, lalu berbisik sambil terkekeh,

"Kamar pengantin."

Deg.

Nadine terdiam, tak berani menoleh ke arah mana pun. Kenapa tiba-tiba harus menginap? Dan itu artinya… Pikirnya kacau. Ia melirik ke arah Leon, yang justru tampak santai menanggapi guyonan neneknya.

1
Ajay
Teruslah menulis sampai kamu muak, kamu punya bakat hebat disini 😉
meongming: thanks you 😍
total 1 replies
Winanti Rahayu
Ethan pria yg bersama Clara?
meongming: Ethan, teman semasa SMA Nadine. yang sama Clara namanya Liam.
total 1 replies
Winanti Rahayu
jujur sajalah,kalau butuh uang buat biaya adiknya🥲
erma cahyani
ditunggu kelnjutannya
meongming: makasih sudah baca Sampai bab ini. tunggu update selanjutnya y
total 1 replies
Agunk Setyawan
Leon pengecut diancam menciut
Agunk Setyawan
peran cowoknya lemah banget sich diancam Clara takut bikin kesel aja
Agunk Setyawan
dari awal baca belum dapat feel nya thor ini cerita
Agunk Setyawan
peranya utama dua"nya lemah
Agunk Setyawan: buat peran utamanya tegas thor
total 2 replies
M ipan
halo,, semangat nulis nya
StellaY
apa leon dahh punya perasaan ke nadine? 😚
meongming: rahasia yah huehue tunggu update selanjutnya yah/Applaud/
total 1 replies
StellaY
baru bab awal udah menarik, plotnya bagus dan tulisannya rapi nyaman di baca tiap paragraf juga tesusun rapi betah bgt
StellaY
semangat author aku pengemar setiamu suka karyamu jangan berhenti nulis 👍👍
meongming: thanks you 😭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!