NovelToon NovelToon
My Second Life As Fire Emperor

My Second Life As Fire Emperor

Status: tamat
Genre:Reinkarnasi / Akademi Sihir / Tamat
Popularitas:7.9k
Nilai: 5
Nama Author: Panda Mentari

Seorang pekerja kantoran bernama Satoru Kamizawa yang kini berumur 32 tahunsudah menjalani hidupnya dalam pekerjaan nya selama 7 tahun lamanya,rasa bosan dan lelah mulai muncul dalam dirinya.

Akibat kekelahan karena sering lembur dalam bekerja,dirinya kemudian tertidur dalam lelapnya malam hari,namun sekaligus dia menutup hidupnya...

Kemudian saat dia membuka matanya lagi,dia terlahir di tubuh bayi yang baru saja lahir dari rahim seorang ibu,dan dirinya menjalani kehidupan keduanya sebagai seorang gadis.

Kehidupan keduanya terasa begitu indah ketika dia hidup di dunia lain dengan peradaban yang masih kuno,namun terdapat hal menakjubkan dalam dunia itu...

Benar..itu adalah sihir,keluarganya adalah keluarga miskin yang berkecukupan,dia hidup dengan dua saudara nya,yaitu seorang adik perempuan dan seorang kakak perempuan.

Hiudpnya berjalan dengan baik,hingga dirinya di berkati sihir yang membuatnya harus masuk ke dalam akademi sihir,dan memulai pengalaman hidupnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Panda Mentari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Eps.7 "Jangan Bawa Pergi"

sejak hari itu,dua minggu berlalu,dan Airi tidak pernah melewati latihan berpedang nya,dan makin hari dia terus menambah jatah latihan nya...

saat pagi hari ketika Airi sudah menyelesaikan latihan nya"Airi,Aina kami mau pergi ke desa,kalian mau ikut?" tanya Anne

"mau mau!" jawab Aina dengan wajah antusias "kalau begitu aku juga ikut mama!" kata Airi juga yang ingin menjaga adiknya

Drona tersenyum melihat tingkah imut anak anak nya "baiklah kalau begitu,ayo kita berangkat!" ujar Drona dengan nada penuh semangat

"Aina mau naik di punggung ayah?" tanya Drona,Aina pun tampak senang dan spontan menjawab "ya!" jawabnya

Kenudian Drona berjongkok menyilahkan Aina naik "baiklah! ayo kita pergi!" Drona sedikit mengguncang kan badan nya,dan Aina tampak sangat senang seperti menikmati wahana kecil

Airi tersenyum melihat kebahagiaan sederhana di keluarga kecilnya itu,tapi dia mengingat akan pengorbanan sang kakak,dan senyum nya menghilang lagi

dalam perjalanan "ayah ayah,di pohon itu apa aah?" tanya nya sambil menunjuk sebuah buah yang ada di dahan pohon

"itu buah apel,kamu mau?" tanya Drona pada Aina,dengan semangat Aina pun mengangguk

Tapi saat Drona mencoba memetik buah apel itu,tangan nya tidak sampai,Drona pun sedikit sedih karena tidak bisa memberikan buah yang di inginkan anaknya

"ayah,aku akan ambilkan" ujar Airi dari belakang,Drona pun menoleh dan sedikit penasaran bagaimana Airi yang seorang anak kecil ingin mengambilnya

Drona tersenyum karena niat baik Airi,walaupun Drona tidak berharap lebih,tapi dia tetap menyilahkan Airi untuk mencoba

"Huph!" dengan kaki kecilnya,hempasan angin kecil muncul ketika Airi melompat,dan kemudian Airi berhasil memetik satu buah apel

"keren!" ucap Aina yang kagum dengan kakaknya sambil bertepuk tangan dengan penuh semangat

"A-Airi,bagaimana kamu bisa melompat stinggi itu?" tanya Drona dengan wajah kebingungan dan heran

Airi diam sebentar sambil memberikan apel itu ke Aina,lalu menjawab ayahnya "aku tidak tau,tapi entah mengapa aku merasa bisa menggapai apel itu" gumam nya sambil tersenyum lembut melihat adiknya memakan apel dengan wajah yang sangat senang

"huh...,kalau kamu tidak mau cerita tidak apa apa,ayah tidak memaksa...tapi biar ku katakan satu hal padamu Airi" kemudian Drona mulai mengangkat tangan nya,Airi yang mengira dirinya akan di tampar karena merahasiakan sesuatu dari ayahnya menutup mata dengan pasrah

"kamu sudah berusaha keras,semangat" kata Drona sambil tersenyum dan mengelus kepala Airi dengan lembut

mata Airi terbelalak melihat kelembutan ayahnya,dugaan yang ia buat sebelumnya membuktikan bahwa Airi masih belum mengenal orangtuanya dengan baik

Dan perhatian kecil ayahnya itu,membuat Airi terharu,wajahnya tak tahan untuk tak tersenyum,kehangatan di tangan ayahnya yang besar membuat rasa nyaman di hati Airi

"hei! kalian ini sedang apa?!" teriak Anne dengan nada garang,Drona mendadak terlihat takut dan langsung menoleh ke arah istrinya "m-maaf sayang,a-aku hanya mengambil kan apel untuk Aina" katanya

"begitukah?,kalau sudah ayo cepat!" teriak Anne yang sudah berjarak lumayan jauh dari mereka bertiga "huft~" Drona bernafas lega karena takut di marahi istrinya

Sambil menoleh ke Airi,Drona berkata "ayo,kita juga kesana" Airi tersenyum manis dan mulai mengikuti ayahnya yang berjalan

sesampainya di desa,Anne dengan cekatan langsung membeli kebutuhan rumah di temani oleh Drona

"sayang,tolong bantu bawakan barang belanjaan nya" kata Anne yang tampak keberatan membawa belanjaan kebutuhan rumah,Drona pun langsung menjawab "ok,Aina kamu mainlah dengan kakaku dulu" katanya sambil menurunkan Aina dari pundaknya

"baik!" jawab Aina dengan penuh semangat yang kemudian turun dari pundak Drona "kakak ayo main!" ajak Aina yang kemudian langsung berlari dari Airi "tunggu Aina!" Airi langsung segera mengejar Aina

Airi hanya menyamakan kecepatan nya dengan Aina supaya Aina bisa lebih bersenang senang bermain dengan nya "ahahahaha" tawa riang nya sangat menyilaukan tapi..

Bruk!

"aw!" Aina menabrak seseorang dan terjatuh,Airi spontan langsung menghampiri Aina dan mengelus dahi nya "Aina kanu gak apa apa?" tanya Airi dengan wajah yang tampak khawatir

"hm?,anak kecil apa kamu terluka" tanya orang yang di tabrak oleh Aina,saat Airi menoleh...itu adalah ksatria dengan grub petualang,ksatria itu menawarkan tangan nya,tapi Airi memeluk Aina lebih erat karena tidak percaya dengan ksatria itu

"Eric tampang mu itu menakutkan bodoh!" kata penyihir wanita yang ada di belakang nya,yang tampak nya satu grub dengan ksatria itu

"ap-aku tau tampangku tidak ganteng tapi tidak mungkin seburuk iu juga kan" gumam Ksatria itu dengan wajah sedih

"sudahkah Eric,kita semua sudah menyetujui itu" balas seseorang dengan tubuh besar serta armor yang tampak sangat kuat,tampaknya dia adalah tanker grub tersebut

"kenapa kalian begitu jahat denganku?" gumam ksatria itu dengan wajah bodoh dan memelas,dan seluruh anggota grub nya menertawakan ksatria tersebut

Dan salah satu dari mereka,yaitu seorang priest cantik dengan rambut pirang mendekat ke Aina dan mengulurkan tangan nya ke dahi Aina yang sedikit lecet

"Heal..." cahaya hijau seketika memenuhi tangan Priest tersebut dan perlahan menyembuhkan luka Aina,mata Airi begitu berkilau ketika menyaksikan menakjubkan nya sihir itu

"baiklah..sekarang sudah lebih baik" kata priest itu sambil tersenyum dan mengelus lembut kepala Aina "woah!..terimakasih kakak" kata Aina sambil tersenyum pada priest itu

"apa kalian bangsawan?" tanya Airi yang hanya tau yang bisa menggunakan sihir adalah bangsawan

keempat anggota grub itu saling menatap,kemudian tersenyum pada Airi "tidak...bukan berarti yang memiliki sihir adalah bangsawan,kami hanyalah darah haram dari bangsawan" kata priest itu dengan lembut mengelus kepala Airi

"darah haram?" tanya Airi lagi,dan priest itu menjawab "suatu saat nanti kamu akan tau sendiri,pergilah berpetualang dan kamu akan menemukan jawaban nya" katanya yang kemudian berdiri

"kami masih punya urusan lain,jadi kami harus pergi dulu" kemudian priest tersebut beranjak pergi bersama grub nya

pemandangan pertama kali melihat sihir membuat Airi semakin mendambakan sihir,tapi hal itu juga membuat Airi semakin putus asa karena kesempatan dirinya bisa menggunakan sihir...sangatlah kecil

"kakak...kamu kenapa?" tanya Aina yang menyadari wajah kakanya yang menjadi muram "tidak..bukan apa apa" jawab Airi yang tidak ingin adiknya khawatir

Saat Airi masih termenung,Aina menengok kanan kiri dan melihat sesuatu yang menarik perhatian nya "kakak! kakak! ayo lihat itu" panggil Aina sambil menunjuk seseorang yang terlihat sedang menjual benda benda aneh di karpet kecil sambil duduk di tanah

Setelah Airi dan Aina menghampiri penjual itu,Aina tampak sangat antusias melihat benda benda itu "hei bocah,ini bukan tempat untuk bermain,pergi sana" ucap penjual itu dengan nada dan wajah tidak senang dengan kehadiran Airi dan Aina

Airi yang sedikit kesal hendak mengajak Aina pergi,tapi Aina mengatakan sesuatu...yang harusnya tidak ia katakan "paman penjual,benda ini sangat berbahaya,kenapa paman jual?" ucap Aina sambil menunjuk benda logam kotor yang berkarat namun memiliki bentuk unik seperti artefak

Setelah Aina berkata seperti itu,mata penjual itu segera terbelalak lebar seakan sangat terkejut "k-kau bagaimana kau bisa tau?" tanya penjual itu dengan gagap,Airi yang tidak mengerti apa yang sedang terjadi sedikit mendekat melihat benda yang di tunjuk Aina

"uhm..entahlah,aku hanya mencium bau tidak enak dari benda ini" ucap Aina dengan nada polosnya,Airi semakin penasaran dan mencoba mencium benda tersebut tapi hanya ada bau besi tua yang berkarat "hanya dari penciuman?" gumam sang penjual seakan tidak percaya

"wah! benda apa ini?,rasanya sabgat hangat dan nyaman" gumam Aina sambil memeluk benda kecil lainya yang sepertinya juga artefak tua,melihat Aina yang bisa mengetahui kegunaan benda benda yang dia jual,penjual itu sangat terkejut dengan bakat Aina

"tidak..aku tidak boleh membiarkan bakat ini terbuang sia sia" gumam penjual itu dengan suara kecil,di sisi lain Airi hanya tersenyum saat melihat Aina tampak bersenang senang

"hei bocah,kamu bisa memiliki benda yang kamu bawa itu kok" ujar sang penjual dengan senyuman kecil "sungguh!?" tanya Aina dengan nada yang sangat bersemangat

"ya,tapi aku punya sesuatu yang ingin ku katakan,kemarilah mendekat" kata sang penjual dengan gerak gerik yang mencurigakan,Airi yang menyadari itu langsung menyuruh Aina untuk menjauh "Aina jangan dekat dekat dengan nya!?" teriaknya..

Tapi itu terlambat "sialan!" gumam penjual itu kesal karena Airi menyadari niat penjual tersebut "eh?" Aina yang tidak mengerti dengan situasi itu langsung di buat pingsan oleh penjual itu

"sleep!" perlik perlik cahaya biru muda mengelilingi Aina "apa ini?,sangat..in....dah" namun perlik cahaya itu membuat Aina mengantuk dan terjatuh "AINA!?" teriak Airi memanggil Aina

"apa yang kau lakuk-" saat Airi ingin menggerang kesal pada penjual iti,sebuah tongkat sudah ada di atas kepalanya dan mengenai tepat di kepalanya yang membuat kesadaran Airi langsung menghilang "jangan..bawa pergi..Ai...na...." di saat saat terakhirnya dia melihat penjual itu membawa pergi Aina

Dan akhirnya Airi jatuh pingsan...

Dalam mimpi nya,ingatan tentang masa lalunya muncul dengan rasa trauma yang mengikutinya "mama?...mama!,aku lapar" ucap Satoru saat masih kecil

Dia baru saja pulang dari sekolah,dia meletakan sepatunya di rak sepatu dan berjalan menuju dapur dengan pikiran sambutan hangat yang akan dia terima dari ibunya...

"mama aku lapar!" teriaknya sambil masuk ke dapur,tapi keheningan rumah membuat segalanya menjadi aneh dan janggal

"mama?" panggil nya sekali lagi dengan perasaan yang kini menjadi sedikit takut,Satoru kecil mulai berjalan mengitari dapur,tapi saat itu Satoru baru sadar...

"ma...ma?" matanya begitu gemetar,pipinya menciut dan keringat dingin nya tak berhenti mengalir...ketika di depan nya terbaring sosok ibunya yang sudah tak bernyawa

Dalam kegelapan itu,Anneta dan Aina...saudari nya yang sangat ia sayangi...kini pergi,karena dirinya tak cukup kuat untuk bisa melawan yang lebih kuat...

Dan perlahan suara yang tidak asing terdengar...

"Airi..." suara itu awalnya terdengar kecil,tapi perlahan suara itu semakin keras memanggil namanya "Airi!,Airi?!,AIRI!?!"

"huft!? huh! huh? huh..." dan Airi terbangun dari pingsan nya,dengan kedua orang tuanya yang terus berusaha membangunkan nya

"syukurlah kamu sudah bangun!" Anne bernafas lega sambil memeluk Airi,tapi Drona masih tampak khawatir karena tidak menemukan Aina

"Airi..dimana adikmu?" tanya nya dengan firasat buruk di benaknya

mendengar nama Aina,Airi menangis di pelukan ibunya "hiks!...maaf,aku tidak bisa melindungi Aina" katanya

Drona terkejut dengan yang di ucapkan Airi,dan bertanya tentang apa yang terjadi "kenapa?,ada apa dengan Aina?"

Airi anya menjawab dengan satu kata "diculik..."

Seketika hati Drona langsung hancur seperti tersambar petir,kedua putrinya yang ia sayang kini pergi entah kemana...dan nasib putri bungsu nya menjadi tanda tanya dengan kemungkinan bernasib buruk

"kenapa...kenapa ini terjadi di keluarga ku? .." hati Drona hancur seketika,kakinya bertekuk lutut ke tanah,Anne tidak bisa menahan tangis karena kehilangan dia putrinya...

dan Airi merasa sangat terpukul karena tidak bisa menjadi seorang kakak yang baik...

Bersambung

1
Eldi Syaputra13
gak bosen bosen kah thor dengan genre gender swap? rilis genre lain coba dong thor kalau tmat,ehehe

gw ada ide cerita si,males nulis aja. mau denger gak?👍
꧁⁣༒𓆩ꝀȺɨ꧂◤: bisa,tapi mungkin masih agak lama😅
total 12 replies
Chiyaa
padahal orang" kelas A bikin airi sekarat, dan kakaknya ingin airi bergabung dengan kelompok mereka untuk pertandingan persahabatan. Ego mereka terlalu tinggi, mungkin belum tentu diajak kerja sama dengan airi, apa lagi mereka yg memandang lemah itu seperti batu kerikil.. jika dilihat dari sekolah lain itu unggul dari mereka kelas A..😅
jeyaaka
hmm
Chiyaa
ok, ngak apa kok, selama belum menjadi penulis kontrak. klo sudah menjadi penulis kontrak pasti bakal dikejar deadline.
꧁⁣༒𓆩ꝀȺɨ꧂◤: mati sih kalau itu 💀
total 1 replies
Chiyaa
Tindakan kelas A berlebihan, sampai airi hampir koma, apakah ada unsur disegaja, seharusnya sekolah ada hukum bila tidak, citra sekolah bisa rusak. paling tidak teman airi, menbatu agar tidak ada kekerasan lagi. 🥺🤧
Chiyaa
kelas A parah sih, padahal rose lagi duel 1 vs 1 dengan airi, tapi entah kenapa mereka ikut campur. apa lagi itu ujian peringkat, bukan ujian hidup dan mati, tapi mereka tak peduli jika murid yang mereka kalahkan itu mati. lagian kasihan airi harus dalam keadaan sekarat tiap kali duel, seharusnya airi belajar sihir perlindungan sih, bukan hanya sihir penyerangan. jadi kejadian itu tak terulang kembali. 🤔🥺🤧
꧁⁣༒𓆩ꝀȺɨ꧂◤: tapi makasih ya kak buat antusiasme nya,silahkan terus berteori,karena kemungkinan besar bisa jadi buat referensi eps ke depan nya
total 2 replies
Chiyaa
next post min ☺️
꧁⁣༒𓆩ꝀȺɨ꧂◤: yes sir🫡
total 1 replies
꧁⁣༒𓆩ꝀȺɨ꧂◤
yes sir🫡
Chiyaa
lanjut lagi thor ☺️☺️
Chiyaa
Semangat min.. semoga bisa selesai-in ujian dan lulus dari sekolah ☺️☺️
꧁⁣༒𓆩ꝀȺɨ꧂◤: terimakasih buat dukungan nya ya,aku selalu mengapresiasi itu,dan sebenarnya mulai senin besok sudah mulai ujian,jadi mungkin akan berhenti sementara untuk up nya,karena Author mau serius buat lanjut ke sekolah impian nya Author juga😅,jadi maaf ya kalau akan hiatus selama 1-2 minggu
total 1 replies
Chiyaa
itu sungguh pertemuan yg haru, akhirnya adik dan kakak tiri reuni lagi ☺️☺️, tinggal berapa chapter thor klo ketemu sama kakak kandungnya?
꧁⁣༒𓆩ꝀȺɨ꧂◤: oh ya btw aku lupa ngingetin,Eru itu temen masa kecilnya Airi yang ada di awal awal eps,kalau kakak tirinya itu namanya Eldrick,ingin membenarkan😅🙏
total 2 replies
Chiyaa
alurnya makin menariik, jadii ngak bosen bacanya 😊😊😊
꧁⁣༒𓆩ꝀȺɨ꧂◤: beneran?,arigatou🥰
total 1 replies
よぎり
Oh tidak! Dia akan berubah menjadi panda
Sean71
lanjut thor/Chuckle//Chuckle/
Sean71
lanjut thor,..
꧁⁣༒𓆩ꝀȺɨ꧂◤: siap!?🫡
total 1 replies
Sean71
lanjut thor
Gusman Kids: lanjut thor seru semangat
total 1 replies
Sean71
lanjut
Sean71: oh gitu, oke thor
total 2 replies
Sean71
thor jangan lama lama up nya dong🥺🥺
꧁⁣༒𓆩ꝀȺɨ꧂◤: amin☺
total 3 replies
Yunian Berkakap
bisa selamat dong siapa dulu yang latih Airi, darf gitu
Yunian Berkakap
umur 3 time skip 7thn + 3 = 10thn. powerya udah segitu, gak tau lah thor anak sekecil itu
꧁⁣༒𓆩ꝀȺɨ꧂◤: nanti ada penjelasan nya alasan kenapa manusia di dunia itu punya kekuatan fisik yang gak ngotak,kalau ada pertanyaan lagi silahkan di tanyakan
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!