NovelToon NovelToon
Menantu Yang Tak Pernah Dianggap

Menantu Yang Tak Pernah Dianggap

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Mengubah Takdir / Balas Dendam
Popularitas:554
Nilai: 5
Nama Author: Tina Mehna 2

Kupikir menikah dengan pria yang kucintai adalah awal dari kehidupan yang bahagia. Namun, aku tidak pernah menyangka bahwa musuh terbesarku justru tinggal serumah denganku.
Mertuaku menganggapku hanya menumpang hidup. Aku dipaksa mengerjakan seluruh pekerjaan rumah, difitnah di depan tetangga, diperas secara materi, bahkan harga diriku diinjak setiap hari. Sementara suamiku... selalu memilih mengalah demi ibunya.
"Fitri, mengalah dulu ya. Mama cuma ingin yang terbaik."
Kalimat itu terus kudengar selama tiga tahun pernikahan kami.
Hingga suatu hari, aku sadar. Seorang istri tidak seharusnya berjuang sendirian mempertahankan rumah tangga.
Saat kesabaranku habis dan perceraian menjadi satu-satunya jalan, penyesalan justru datang kepada mereka yang selama ini menghancurkan hidupku.
Sayangnya, beberapa penyesalan memang selalu datang ketika semuanya sudah terlambat.


ikuti untuk bab selanjutnya..

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tina Mehna 2, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 4. Sifat buruk yang mulai keluar

Beberapa menit kemudian, mertuaku mencari namun dia tidak menemukan apapun.

“Ma, mama lupa taruh dimana. Coba kita cari lagi ayo, Vian bantu carinya.”

“Engga. Orang mama udah cari kok. Sekarang mana emas kamu. Kamu ganti emas mama yang hilang sama emas istri kamu ini.”

Aku membelalakkan mata karena kaget akan hal itu. “Emas ku? Ma, tapi ini emas mahar pernikahan ku. Kenapa emas ku yang jadi gantinya? Aku engga pernah curi emas mama. Dinda yang ambil.”

“Kamu dengar istri mu Vian? Dia malah nuduh adik kamu loh. Halah sini mana cepet.”

Mertuaku memaksa untuk mengambil emas ku itu. Anehnya dia tau dimana aku menyimpannya, dia pun langsung mengambil itu. Aku dengan tak rela menahan emas-emas ku yang menjadi hakku itu.

“Heh, lepas. Kamu ini engga tau malu ya.” Ucap mertuaku itu.

“Ini hak ku ma, mama tidak ada hak untuk ambil ini dariku.”

“Eh jelas ada hak lah, emas ini yang beli itu anakku. Sini, kemari kan.”

Aku menarik emas-emas itu dengan kekuatan ku, hingga akhirnya aku mendapatkan kotak emasku. Ku lihat mertuaku pun hampir terjatuh.

“Ma..” Suamiku menangkap mertuaku itu.

“Fitri! Apa-apaan kamu, mama hampir kena meja, Kalau mama kena terus luka gimana!”

“Mas..” Aku tak percaya suamiku membentak ku.

“Emm, Yang.. Itu hanya emas. Berikan ke mama dulu saja itu. Besok pasti mas ganti emas kamu itu lagi. Anggap saja ini buat ganti emas-emas mama yang hilang.”

Aku tak percaya dengan apa yang suamiku katakan. Bahkan saat ini, dia percaya pada mama? Hatiku sangat kecewa padanya.

“Hmm,” gumam ku sambil menyerahkan kotak emas ku.

“Heleh, gini aja ribet banget. Dari tadi kek.” Mertuaku menerima kotak itu dengan kasar.

“Udah ya ma, sudahlah jangan ribut.” Ucap suamiku lagi.

Mertua ku pun pergi dari kamar kami, Suamiku mendekatiku dan berusaha menjelaskan sesuatu.

“Sayang, maaf. Maaf tadi..”

“Awas! Jangan sentuh aku!” Aku menyingkirkan tangannya dengan menahan tangisku.

“Sayang, Mas janji gajian besok, mas akan belikan ganti emas kamu sayang. Kamu mengalah dulu ya sama mama.” Ucap Suamiku mencoba menenangkan ku.

“Engga perlu.” Aku masih menahan tangis dan menahan jengkel ku pada suamiku itu.

“Sayang.. Maaf.. Ya? Mas janji sayang.” Ucap nya lagi.

Aku menjauh darinya dan hendak mengemasi baju-bajuku. Aku merasa tidak ingin lagi tinggal disini.

“Sayang, mau apa masukin baju ke tas? Sayang, jangan jangan.. Mas mohon,”Ucap suamiku lalu dia menahan ku dengan memeluk erat diriku.

“Lepasin! Kamu jahat mas! Lepasin..” Aku memberontak dengan

“Maaf sayang, Mas tadi hanya khawatir mama kenapa-kenapa.”

“Bukan gitu sayang.. Plis, Mas tadi Cuma panik saja. Maafin mas. Mas janji enggak akan begitu lagi. Mas janji balikin semua emas kamu tadi.” Suamiku kini menggesekkan kedua telapak tangannya dengan berlutut di depanku.

“Kalau kamu begitu lagi aku akan pulang ke rumahku mas.” Ucapku dengan sedih.

“Jangan sayang, Mas janji enggak akan begitu lagi. mas Janji.”

Kami pun berbaikan, untuk peristiwa hari ini aku akan menahan segala amarahku demi keharmonisan keluarga yang baru aku bentuk ini.

Selepas itu, Suamiku mengajakku untuk sarapan bersama. Di meja makan, mama memilih untuk membawa sarapannya ke kamarnya.

“Makan yang banyak,” Ucap suamiku dengan meletakan lauk pauk di atas piringku.

Setelah itu semua, aku membantu suamiku bersiap-siap berangkat bekerja.

“Mas berangkat dulu ya sayang?” Ucap suamiku lalu dia mencium keningku.

“Iya, hati-hati di jalan”

Setelah tak melihat motor suamiku, aku masuk kembali dan hendak mencuci pakaian ku dengan suamiku menggunakan mesin cuci namun tiba-tiba..

“Hemat listrik, sudah di bilangin kamu ya. Apa kamu enggak kasihan sama suami mu itu nanggung seisi rumah ini.” Mertua ku mencabut kabel mesin cuci yang sudah aku colokan ke stop kontak.

“Cuma sebentar ma.” Ucapku.

“Lebih baik cuci pakai tangan biar bersih. Pokoknya selama kamu ada di rumah ku, kamu harus ikut peraturan ku ya.”

“Maksud mama? Peraturan apa ma? Kenapa harus pakai aturan begitu?” Ucapku mengernyitkan dahiku.

“Kamu tidak boleh semau kamu selama ada di sini Fitri. Harus menghemat pengeluaran itu adalah salah satu aturan juga. Selain itu, kamu juga harus tiap hari membersihkan rumah supaya tempat tinggal ini bersih. Sudah itu saja. Apa terlalu berat? Tidak bukan? Jangan pernah mencuri lagi.” Ucap mertua ku dengan sombong.

Ku lihat mertuaku masuk kedalam kamar mandi. Aku hanya bisa menahan diriku saat ini dengan sembari melanjutkan aktivitasku mencuci pakaian. Aku hanya bisa bersabar sampai rumahku selesai di bangun.

“Sekalian cucikan baju ku sama si Dinda juga. Jadi orang jangan setengah-setengah.”

“Ma, kenapa aku harus mencuci pakaian kalian juga? Aku disini bukan pembantu ma.” Aku sedikit tak terima.

“Eh, ternyata sifat kamu seperti ini ya. Memang bukan pembantu, tapi kalau ngebantu mertua kan banyak dapet pahala loh. Heran, seharusnya kamu malu kalau lihat saya nyuci, beberes sendiri. Paham engga! Ini cucikan.” Ucap mertua ku dengan sok tau.

Mertua ku melemparkan baju kotor nya di atas tumpukan baju yang sedang ku cuci ini. emosiku mulai mendidih, aku menarik nafas serta membuang nafas dengan perlahan hingga aku tenang.

Namun tiba-tiba adik ipar ku datang melewati ku dan masuk ke dalam kamar mandi. Di dalam kamar mandi dia berkata, “Mba, cucikan bajuku sekalian. Baju kotor ku di kamar mba.” Ucapnya dengan enteng.

“Enak saja, aku bukan pembantu kamu ya.” gumam ku.

Aku putuskan untuk menyelesaikan cucian ku sendiri, aku menggosok baju-baju ku dan baju suamiku di papan cucian hingga bersih. Sampai Mertua ku tiba-tiba mendekatiku dengan membawa baju kotornya yang lain dan dia letakan di belakangku.

“Ini, cucikan sekalian, baru namanya menantu berbakti. Mama akan pergi arisan ke kampung sebelah. Pokoknya awas saja kalau kamu pakai mesin cuci ini. Hemat!” Setelah itu dia pergi dengan berlenggak-lenggok.

Aku hanya bisa memandanginya dengan tajam dan dengan perasaan yang tak suka. Sedang menahan emosiku, lagi-lagi adik iparku yang sudah rapi berdandan datang juga membawa baju-baju nya dari dalam kamarnya.

“Mba, ini nih. Aduh, lain kali masuk aja deh ke kamar ku ambil cucian kotorku sendiri. HIh. Bikin telat aja sih.” Ucapnya.

“Kamu cuci sendiri din. Mba bukan pembantu kamu. Kamu udah gede seharusnya bisa bertanggungjawab sendiri atas semua yang kamu pakai ini.” Ucapku menasehati.

“Lah kan sekalian mba. Pelita mat sih jadi orang. menjengkelkan banget sih, Cuma sedikit nih paling beberapa menit juga selesai, aku kan mau kuliah mba. Telat nih, mana engga sempet sarapan lagi.”

“Kalau begitu, seharusnya kamu bangun gasik lah din, kamu cuci baju sendiri. Itu baru anak kuliahan.”

“Eh, ngatur banget sih mba. Pelit banget sih. Udah lah kalau engga mau ya udah. Dih punya ipar medit banget sih.” Gerutu dia lalu dia melempar baju kotornya diatas baju kotor ibunya dan pergi dengan jengkel.

Bersambung..

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!