(Season dua dari novel Broken Marriage)
Menikah lagi bukan prioritas untuk Alana yang sudah menjanda dua kali, penderitaan yang dialami menyisakan trauma mendalam baginya yang merasa tak akan pernah bahagia dalam ikatan tersebut. Banyak pria yang datang mendekat, namun Alana mengacuhkannya.
Lalu bagaimana jika kedua mantan suaminya kembali datang menawarkan cinta dan sebuah ikatan pernikahan.
"Kali ini biarkan aku berjuang demi cintaku, dan jangan pernah tinggalkan aku." (Gabriel Askara)
"Maafkan aku, aku menyesal telah menyiakanmu di masa lalu, betapa bodohnya aku." (Bayu Adiyaksa)
"ALANA, MENIKAHLAH LAGI DENGANKU!"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nenah adja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 7
"Ana!"
Di sebrang sana si pria menghentikan langkahnya saat mendengar suara seorang wanita, namun saat akan menoleh ponselnya berdering hingga dengan cepat dia melanjutkan langkahnya.
"Sudah di bayar?" Alana mengerutkan keningnya saat mendengar ucapan petugas administrasi tentang biaya pengobatan Joana yang sudah di bayar.
"Benar bu, atas nama Joana Nathania, sudah di bayar bersama korban kecelakaan."
"Apakah aku boleh tahu siapa yang membayarnya?"
"Dibayarkan atas nama Junot Aldi," ucapnya.
Alana menghela nafasnya "Apa aku bisa meminta informasi kontaknya?" mengingat jika kecelakaan terjadi karena kesalahan Joana, Alana merasa bersalah jadi sudah sepatutnya dia meminta maaf.
"Maaf bu, ini data pribadi jadi kami tidak bisa memberikannya sembarangan ...."
"Tolonglah, aku harus berterimakasih, jika tidak aku tidak akan tenang." petugas administrasi itu terlihat bicara pada orang di sebelahnya lalu memberikan kontak dari pria bernama Junot tersebut. "Baiklah terimakasih," ucap Alana saat sudah mendapatkan nomer ponsel pria yang membantu Joana.
Setelah berterimakasih pada satpam yang mengantar Joana, Alana membawa Joana pulang.
Saat tiba di rumah Alana di berondong pertanyaan dari Daniel saat melihat kondisi Joana, meski tidak parah, tapi setelah ini mereka harus lebih waspada saat menjaga Joana kedepannya.
...
Alana baru saja mendudukan dirinya di kursi kerjanya saat pintunya di ketuk oleh Nita, sekertarisnya. "Maaf bu, ada yang ingin bertemu." Alana mengerutkan keningnya seingatnya dia tak memiliki janji pagi ini.
"Aku memiliki janji?" tanyanya pada Nita, mungkin saja dia lupa dengan jadwal yang sudah di atur Nita.
"Tidak bu, beliau pelanggan baru tapi beliau ingin bertemu dengan pemilik butik ini," katanya.
Alana mengangguk meski sedikit ragu "Baiklah." Nita menutup pintu kembali sebelum kembali bersama dengan seorang pria di belakangnya.
"Hai," sapanya dengan senyuman, saat melihat Alana duduk di kursinya dan fokus dengan pekerjaannya.
"Bayu," ucap Alana tak percaya saat menemukan mantan suami pertamanya.
Tanpa di persilahkan Bayu duduk di depan Alana "Aku benar- benar di buat terkejut dengan fakta yang aku dapat, kamu sungguh luar biasa, Lana. Kamu bahkan sudah sukses dengan mimpi kamu sekarang."
"Dari mana kamu tahu aku disini?"tanya Alana yang enggan bicara basa- basi.
"Ingat jika Frans rekan bisnisku?"
Alana menghela nafasnya, tentu saja.
"Jadi mau apa kamu kesini?"
"Aku cuma mau ajak kamu makan siang, kita bisa ngobrol-"
"Sepertinya kamu salah paham, mas," potong Alana. "Basa- basiku kemarin bukan berarti kamu bisa melanggar batasan yang sudah aku katakan dulu."
"Alana aku ... " Bayu tahu betul apa yang di maksud Alana bahkan saat pesta kemarin pun Bayu bisa merasakan keengganan Alana untuk lebih dekat dengannya, tapi saat tahu dari Frans jika Alana tidak memiliki suami, dia bertekad untuk menemui Alana agar bisa semakin dekat dengan mantan istrinya itu.
Mantan istri yang telah dia sakiti selama empat tahun pernikahan mereka, bahkan dengan kejamnya di menjual Alana demi perusahaannya, yang tetap saja berakhir kehancuran, dan Bayu mengerti sekarang bagaimana cara karma berlaku pada hidupnya yang jahat.
"Perkataanku tentang aku tidak akan memaafkan kamu itu tidak berubah sampai sekarang."
"Aku tahu kesalahanku sangat besar, tapi tidak bisakah kamu memaafkan aku, beri aku kesempatan untuk-"
"Untuk?"
"Aku menyesalinya Alana, setelah aku tahu kalau kamu tidak seperti gosip yang beredar, tujuh tahun lalu aku bahkan berharap bisa memperbaiki semuanya saat itu juga, penyesalan yang mendalam yang selalu menghantuiku."
Alana mendengus "Apa kamu tak tahu malu, kamu bahkan menikahi Marisa."
"Aku menceraikannya, saat tahu jika dia berkhianat." Alana tertegun, "Ya, ternyata selama kami berhubungan, Marisa juga mengkhianatiku, dia berhubungan dengan foto grafernya selama bekerja, belum lagi fakta yang aku ketahui tentang apa yang Marisa lakukan padamu, membuat aku bertekad mengakhiri pernikahan kami." dan saat itu Bayu merasakan karma yang menyedihkan sepanjang hidupnya, belum lagi perusahaan yang bangkrut dan ibunya jatuh sakit, lalu dia harus mengurus perceraian dengan Marisa yang kukuh tak ingin berpisah dengannya.
"Semudah itu?" Alana menghela nafasnya "Alasan kamu berselingkuh dengan Marisa adalah karena cinta, kalian bahkan melakukannya selama empat tahun pernikahan kita, kamu bahkan menganggapku menjijikan di banding wanita yang bahkan haram kamu sentuh itu, tapi saat kalian menikah kamu mengakhiri pernikahan kalian yang belum seusia jagung?"
"Terlepas dari kesalahan Marisa, apa bagi kamu semua semudah itu? Menjalin dan mengakhiri hubungan?"
Bayu tertegun sesaat lalu menghela nafasnya "Aku hanya mengikuti kata hatiku."
"Lalu apa aku harus mengikuti kata hati kamu, begitu?"
"Tidak begitu, Alana. Tapi, aku hanya meminta kesempatan agar aku bisa membuktikan jika aku benar- benar serius. Aku mencintai kamu."
.....
Kedatangan Bayu membuat Alana kesal, hingga dia lupa untuk menghubungi seseorang bernama Junot Aldi yang menolong Joana kemarin.
Alhasil Alana baru akan menghubunginya di malam hari, melihat nama Junot tertera di ponselnya Alana jadi teringat seseorang, namun Alana sudah pergi jauh hingga tak mungkin bukan Junot yang dia tahu adalah Junot yang sama? Lagi pula nama Junot tidak hanya satu di dunia ini bukan?
Alana melanjutkan niatnya menekan ponselnya hingga panggilan tersambung, menunggu beberapa saat hingga panggilan terhubung, namun panggilannya tak mendapat jawaban hingga Alana melakukannya untuk ketiga kalinya barulah terdengar suara berat di sebrang sana.
"Hallo?"
...
Setelah mengalami kecelakaan Junot langsung kembali pulang, panggilan telepon saat di rumah sakit sangat darurat hingga tanpa menunggu waktu lagi Junot terbang ke kota asalnya.
Saat tiba dia langsung menghandle pekerjaan yang harusnya dilakukan bosnya, namun karena mendadak bosnya sakit akhirnya dia yang harus menggantikannya.
Bahkan tak peduli lelah dia langsung bekerja setelah turun dari pesawat.
"Semua sudah selesai tuan," ucap Junot pada bosnya yang kini terbaring di ranjang rumah sakit, tak peduli kepalanya yang terasa berdenyut akibat terbentur setir dia melakukan pekerjaannya dengan baik.
"Hm, terimakasih, aku akan pastikan kau mendapat bonus yang banyak," ucapnya dengan nada serak, jika bukan karena sakit dan jatuh pingsan karena kelelahan dia tidak akan melimpahkan pekerjaannya pada Junot yang bahkan sedang pergi ke luar kota untuk perjalanan bisnis.
"Sebaiknya untuk saat ini kau jangan terlalu lelah, pikirkan kesehatanmu, jika sudah sakit ... "
"Aku baik- baik saja, sudah malam pulanglah!" mendengar ucapan tuannya Junot hanya bisa menghela nafasnya.
"Aku izin ke toilet dulu tuan," katanya sambil berlalu ke arah kamar mandi.
Setelah Junot masuk ke dalam toilet ponsel pria itu berdering, menoleh dari ranjang pasien dia melihat ponsel Junot di atas meja, memilih mengacuhkan dan memejamkan mata tanpa peduli ponsel Junot yang terus berdering hingga untuk ketiga kalinya barulah dengan kesal dan membawa tiang infus pria itu berjalan ke arah ponsel Junot, siapa tahu itu penting dan urusan pekerjaan.
"Hallo?"
....
Hayooo siapa Junot?
semangat berkarya😍😍
setangkai bunga mawar untuk author 🌹