Kita seperti air dan minyak, memang tidak bisa bersatu tetapi masih berdampingan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dian, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
PERPUSTAKAAN
Dihari kedua di sekolah aku dan kakak ku pergi ke sekolah bareng, tidak lupa aku membawakan sepotong roti untuk kak Erlangga, tiba jam istirahat kakak Erlangga datang ke kelasku.
"Dek Diana ayo ke perpustakaan" ucap kak Erlangga memanggilku di pintu kelas ku.
"Iya bentar, mau beresin buku-buku di atas meja dulu" Ucap Diana dengan membawakan sepotong roti yang dia bawa dari rumah.
"Cie Cie pangeran datang" Ucap Rika yang duduk di sebelahku dengan ekspresi ngeledek.
"Mulai kan?" ucap Diana dengan ekspresi tersenyum.
Lalu diana datang menghampiri kak Erlangga sambil memegang tangan ku, aku pun semakin jatuh cinta padanya. Di tengah perjalanan tidak sengaja di lihat Geng Galih yang tengah duduk sambil meminum teh gelas.
"Loh itu kan Diana kok bisa sama kak Erlangga" Ucap sahabatnya galih sambil ngeledek galih yang bersama nya. Galih yang melihat itu merasa kesal.
"Lihat saja nanti pulang sekolah " ucap galih menantang Erlangga dengan ekspresi kesal dan mengajak sahabatnya untuk aduh jotos.
Tiba di depan perpustakaan, Diana dan kak Erlangga mengetuk pintu perpustakaan. Datang penjaga perpustakaan,
"Maaf, disini tidak boleh membawa makanan dan minuman" ucap penjaga Perpustakaan.
"Yah, gimana nih kak" Ucap Diana raut kaget diana langsung memberikan sepotong roti kepada kak Erlangga. Kak Erlangga mengambilnya dan memotong sepotong roti menjadi dua bagian
"Ini sebagian buat kamu dek Din" Ucap kak Erlangga memberikan sepotong roti. Kemudian mereka meletakan wadah nya ke dalam kotak penyimpanan yang di sediakan oleh perpustakaan.
Di perpustakaan mereka mengambil buku dan membaca. Tetapi, saat suasana hening Diana mencari kesempatan untuk mengatakan
"Adek suka sama kak Erlangga"ucap Diana dengan suara lembut. Kak erlangga mendengar ucapan diana langsung menjawab
"Kak Erlangga cuma menganggap kamu sebagai adek kakak gak lebih, kamu juga tahu kakak sudah punya pacar" ucap kak erlangga dengan mengelus kepalanya. Mendengar ucapan itu diana sedih lalu belari ke luar perpustakaan. Sampai tidak terduga, ia bertemu Geng Galih melihat Diana menangis.
Geng galih semakin sakit hati melihat diana menangis sambil belari ke kelasnya
"Galih-Galih cewekmu nangis" ucap sahabat galih yang memancing amarah galih
"Pulang sekolah kita kasih pelajaran, dia belum tau siapa kita" Ucap galih dengan ekspresi marah mengajak temannya untuk adu jotos kepada Erlangga.
Diana yang merasa sedih langsung berlari pergi ke kelasnya sampai ia lupa membawa tempat makannya. Di kelas Rika kebingungan kenapa Diana menangis.
"Din, kamu gak papa kan?" Ucap Rika yang menenangkannya Diana yang menutup wajahnya dengan telapak tangan, merasakan malu dan tidak mau bertemu dengan kak Erlangga. Sampai di kelas Diana di hampiri kak Erlangga sambil membawa buku dan tempat makannya.
"Maaf ya dek" Ucap kak Erlangga sambil memberikan wadah makannya.
"Baru juga murid baru sudah belagu" ucap Rika dengan ekspresi marah ke kak Erlangga. Lalu Erlangga mengembalikan kotak makannya ke meja Diana. Dan meninggalkan kelas diana.
"Lu gak apa kan Din, cerita dong" ucap Rika yang menenangkannya dengan penuh tanya.
" Gpp kok Rika" Ucap diana yang tidak mau menjelaskan karena ia merasa malu jika harus menceritakannya kalau cintanya di tolak.
" Ywdh, deh" Ucap Rika yang masih kebingungan sambil mengelus pundak Diana yang masih menutup mukanya dengan telapak tangannya.
Tet... Tet.. Tet.. Bunyi bel kembali terdengar
Waktunya kembali belajar