NovelToon NovelToon
ISTRI YANG DISIA SIAKAN

ISTRI YANG DISIA SIAKAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / Cerai / Menikah Karena Anak / Ibu Tiri
Popularitas:128.8k
Nilai: 5
Nama Author: @Caramel_Machiato

" Ayo kita cerai....!!! " ucap Laras dengan lantang kepada Erlangga

" Ada apa kenapa tiba tiba kamu ingin bercerai..? " tanya Erlangga yang sedang sibuk dengan pekerjaannya.

" Aku rasa kamu sudah tau kenapa saya ingin bercerai Mas, aku ini Istri kamu tapi sejak menikah aku belum mendapatkan hak ku sebagai istri mas " jawab Laras dengan suara bergetar

Erlangga bankit dari duduknya dan menghadap Laras.

" Jangan pergi demi Nathan dan Nala Laras " ucap Erlangga

Saat mereka tengah berbicara Nathan masuk dan menghampiri keduanya.

" Bunda.. bunda jangan pergi jangan tinggalin Nathan " ucap Nathan yang mendengar ucapan kedua orangtuanya

" Nathan, ayo ikut bunda kita ke taman belakang " ucap Laras menghibur anaknya

Entah mengapa Laras tak pernah tega untuk meninggalkan Nathan dan Laras, walaupun ia sendiri tau jika kedua anak itu bukan anak kandung Laras dan Erlangga.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon @Caramel_Machiato, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 7

Sudah 3 hari Laras dirawat dirumah sakit, sudah 3 hari pula ia tak pulang kerumah.

Erlangga sampai sekarang belum berhasil menembus Rian maupun Laras, padahal ia sudah mengirim banyak orang untuk mencari namun sampai sekarang belum satupun yang menemukan.

" Arrgghh kenapa kalian belum juga menemukan, apa kalian bodoh sampai belum bisa menemukan mereka " Erlangga memukul mejanya memarahi orang orang suruhannya

" Kami sudah mencari bos kami sudah berpencar namun kami belum berhasil menemukan Bu Laras " ucap salah satu orang disana

" Saya itu bayar kalian untuk mencari kenapa sampai sekarang belum ada hasilnya, kalian ga berguna pergi kalian saya ga butuh kalian lagi " Erlangga mengusir semuanya

Erlangga menjadi sangat kesal, ia hanya berharap Laras pulang dan menjelaskan apa yang terjadi dan apa yang ia inginkan.

***

Kondisi Laras kini sudah jauh lebih baik, Dokter juga sudah mengizinkan Laras untuk pulang kerumah.

" Rian kamu gausah antar yah, mba bisa naik taxi ko " ucap Laras karena ia takut Rian akan terkena masalah dari Erlangga

" Tapi mba aku takut mba..." ucapannya terpotong

" Kamu tenang aja, lebih baik kamu bantu aku untuk bercerai dengan Erlangga "

" Baik mba "

Setelah selesai mengurus semuanya, Laras dan Rian pun keluar dari rumah sakit.

Laras meminta Rian untuk hati hati, karena ia tau Erlangga pasti menyuruh orang untuk mencari mereka.

.

Saat Laras pulang kerumah disana sudah tak ada Erlangga, Naya maupun Nathan.

" Bu Laras.. gimana kondisi Bu Laras " ucap Bi Surti yang langsung menghampiri Laras

" Alhamdulillah lebih baik Bi, yaudah saya masuk ke kamar dulu yah tapi jangan bilang anak anak dan Mas Erlangga nkalau aku sudah pulang "

" Baik Bu " Bi Surti mengangguk paham

Laras naik kemarnya dengan menggunakan lift, ia merasa tubuhnya masih lemas untuk menaiki tangga.

Sesampainya dikamar Laras langsung merebahkan tubuhnya diatas kasur, karena merasa kondisinya belum sehat Laras pun akhirnya tertidur.

***

Erlangga yang sudah sangat stress tak konsen dengan pekerjaannya, ia memutuskan untuk pulang kerumahnya.

Sesampainya di rumah ia melihat sudut rumah yang sangat sepi, ia merindukan Laras.

" Laras.. Aku rindu kamu " gumamnya

Sudah tiga hari Erlangga tak makan, bahkan tidurpun hanya satu jam.

Erlangga menaiki anak tangganya satu persatu dengan langkah tak semangat, ia membenci kamarnya sekarang karena disanalah ia selalu melihat bayang bayang Laras

Erlangga membuka pintu kamarnya, dan ia melihat ada sosok perempuan yang ia kenali tengah tertidur pulas diatas kasurnya.

" Laras.. Laras itu kamu " gumam Erlangga

Erlangga masuk dengan hati hati, ia tak ingin membangunkan istrinya yang sedang tertidur dengan pulas.

Ia duduk dipinggir ranjang dan menatap wajah sang istri, ia melihat wajah yang pucat dan telapak tangan yang terbalut plaster karena infusan.

" Kamu kemana sayang dan kamu kenapa.." gumam Erlangga pelan sambil mengelus kepala Laras

Laras yang merasakan sentuhan akhirnya terbangun, ia melihat Erlangga yang tengah duduk dan mengelus dirinya.

" Mas.. Mas udah pulang " Laras membuka matanya dan mencoba untuk bangun

" Maaf aku bangunin kamu " Ucap Erlangga sambil membantu Laras

" Kamu kenapa ga kerja..? Anak anak gimana."

" Kamu darimana..? Kenapa ga bisa dihubungin Laras kenapa kamu bikin aku khawatir "

Laras tak menjawab ia mengeluarkan secarik surat dari rumah sakit dan memberikan kepada Erlangga.

" Kamu..Kamu dirawat kenapa kamu ga kasih aku kabar Ras kenapa..? Siapa yang menjaga kamu..? Kenapa kamu ga bilang ke aku Laras " ucap Erlangga dengan khawatir

" Biasanya juga saat aku sakit kamu ga perduli mas, bahkan Resti yang hanya pusing kamu langsung antar kerumah sakit jadi ya buat apa aku bilang ke kamu " jawab Laras

Erlangga terdiam karena apa yang Laras ucapkan benar, dulu saat Laras sedang sakit dan Resti memberi kabar jika dirinya pusing ia langsung membawa kerumah sakit.

Saat Laras pernah jatuh dan mengalami beberapa jahitan, Erlangga lebih memilih menemani Resti yang harus periksa kondisinya kerumah sakit.

" Udah Mas aku mau istirahat " ucap Laras yang kembali merebahkan tubuhnya

" Maafinn aku Ras, aku janji ga akan mengulangi kesalahan itu " ucap

" Kalau hanya janji semua orangpun bisa mas tapi ga semua orang bisa menepatinya "

" Ya tapi aku akan menepatinya Ras "

" Hmm kita buktikan saja "

Erlangga membiarkan Laras tertidur, ia pun merebahkan tubuhnya disebelah Laras dan tangannya memeluk tubuh mungil Laras

" Aku akan menjaga kamu mulai sekarang " ucap Laras pelan

***

Sore Hari Naya dan Nathan pulang kerumah diantar oleh Resti, semenjak Laras pergi Resti mengambil kesempatan agar bisa lebih dekat dengan Erlangga.

" BI Bunda belum pulang ya " tanya Nathan dengan sendu

" Aden ganti baju dulu yah habis itu kita makan, den Nathan belum makan dari kemarin nanti sakit " ucap BI Surti

Sebenarnya Bi Surti sedih melihat Nathan yang tak seperti biasanya, berbeda dengan Naya yang justru senang karena bisa lebih lama dengan Resti.

" Engga mau Bi, Nathan mau makan kalau Bunda udah pulang " Nathan langsung berlari kedalam kamar

" Udah Bi biarin aja anak nakal kayak gitu gausah di urusin, yakan Naya sayang " ucap Resti

" Tapi Mah kasih Bang Nathan "

" Udah gausah perduliin dia, gimana kalau kita jalan jalan aja Naya mau ga..?" tanya Resti

" Mauu "

Resti tak menyadari jika Erlangga sudah berada dirumah, yang Erlangga tau pun Resti tak pernah pilih kasih kepada kedua anaknya.

Resti dan Naya pun pergi meninggalkan Nathan, sedangkan Nathan yang berada di kamar hanya menangis merindukan Laras

" Bundaa.. Bunda kemana Nathan kangen sama Bunda " Nathan menangis sambil memeluk foto Laras

.

Dikamar Laras terbangun dan merasa tangan yang berada ditubuhnya, Ia melihat Erlangga yang masih tertidur sambil memeluk dirinya.

" Kamu tampan mas masih sama seperti dulu, perasaan itu masih sama seperti pertama aku mengenal dirimu mas " gumamnya dalam hati sambil menatap Erlangga

Laras mengangkat pelan tangan Erlangga, namun Erlangga justru mempererat pelukannya.

" Mas aku mau ke kamar mandi ga tahan ini " ucap Laras merengek

" Iyah Iyah sana " terpaksa Erlangga melepaskan pelukannya dan Laras segera pergi ke kamar mandi

Erlangga melihat jam pukul 4 sore, pasti anak anaknya sudah bangun dan tanpa ia sadari ia tertidur begitu pulasnya bersama dengan Laras.

" Mas anak anak ga kamu jemput" tanya Laras melihat jam ditangannya

" Paling sudah di jemput sama Si Joko " jawab Erlangga

Laras turun kebawah untuk bertemu dengan anak tirinya, saat ia turun ia bertemu dengan Bi Surti.

" Anak anak sudah pulang Bi..?" tanya Laras

" Sudah Bu, tapi.." ucap BI Surti menggantung

" Tapi apa..?"

" Naya di ajak Bu Resti pergi, sedangkan Nathan di kamar Bu semenjak ibu pergi Nathan gamau makan Bu dan selalu menangis " ucap Bi Surti

" Naya pergi dan Nathan ga di ajak..? Keterlaluan Resti " ucap Erlangga yang mendengar

" Iyah Pak, bahkan kemarin kemarin juga Nathan tak diajak makan atau dibelikan oleh Bu Resti dan sudah beberapa hari Nathan gamau makan Pak " jelas kembali Bi Surti

" Yaudah saya ke kamar Nathan dulu ya Bi " Laras segera pergi ke kamar Nathan

Belum juga masuk kedalam kamar Laras mendengar suara Nathan yang menangis begitu kencang, entah mengapa hatinya terasa sangat sakit.

Laras mengetuk pintu kamar, ia selalu mengajari anak anaknya untuk mengetuk pintu lebih dulu sebelum masuk ke kamar atau ruangan manapun .

" Nathan gamau diganggu, Nathan maunya ketemu sama Bunda " teriak Nathan

" Nathan sayang ini Bunda, apa Bunda boleh masuk sayang..?" tanya Laras menahan tangis

Tiba tiba pintu terbuka dan terlihat Nathan yang masih menangis, matanya sangat sembab dan bibirnya pucat.

" Bundaaa " tangisan Nathan semakin kencang dan ia langsung memeluk Laras

" cuupp anak Bunda jangan nangis yah, maafin Bunda yah " Laras langsung memeluk Nathan

" Bunda kemana..? Kenapa Bunda ninggalin Nathan, Bunda udah ga sayang ya sama Nathan "

" Bunda sayang sekali sama Nathan, tapi kemarin Bunda sakit dan harus istirahat jadi Bunda gamau kasih tau Nathan takut Nathan khawatir "

" Bunda jangan bercerai sama Papah, nanti ga ada lagi yang sayang sama Nathan "

Hati Laras semakin sakit mendengar ucapan Nathan, hatinya menjadi didelam sekarang.

1
Wati Akbar Wati
Buruk
Elena Sirregar
laras anaknya Siska kah
Nur Adam
lnjjt
atik
Luar biasa
Nur Adam
lnjut
Putri Chaniago
sadar sadar pulih kembali ingatan Erlangga
Hanisah Nisa
lanjut
Nur Adam
lnjuy
Putri Chaniago
ahh jgn sampai Erlangga amnesia n lupa istrinya Laras
Nur Adam
lnjut
Ma Em
Erlangga kalau kamu ga mau di ceraikan sama Laras rubah lah kelakuanmu utamakan Laras jangan urusin tuh si ulat bulu Resti aku sebel banget sama Erlangga jadi lelaki kok ga punya pendirian plin plan.
Ma Em
Erlangga kalau kamu ceraikan Laras kamu bakal menyesal apalagi kalau kamu sampai rujuk sama Rasti perempuan cuma mau harta kamu doang.
Nindy Shakila
kapan up nya?
Uthie
Jangan kelamaan Thor up nya... hampir lupa dengan para tokoh dan alur nya kalau gak mempertajamkan ingatan ini 😆💪💪
Nindy Shakila
jangan kelamaan update nya, ntar yang baca lupa bab sebelumnya karena banyaknya novel yang dibaca
Fatma Kodja
lanjut thor😭😭
Fatma Kodja
Erlangga kamu harusnya tegas sama Resti, gimana Laras tidak sakit hati kalau mendengar Resti selalu menjelek"kan ibu tiri ke Naya yang jelas"masih polos dan belum mengerti apa" beda lagi dengan Nathan yang masih kecil tapi pikirannya jauh lebih dewasa dari umurnya, jadi dia bisa melihat kalau Laras benar " tulus menyayangi mereka beda dengan ibu kandungnya sendiri yang terkesan pura" baik" tapi nyatanya hanyalah topeng buat menutupi niat yang terselubung
Uthie
Duhhhh... kenapa Naya nya dibuat meninggal 😢😢
Ria
ceritanya menarik, semangat thor
Uthie
Cerita yg menarik disimak 👍👍👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!