NovelToon NovelToon
Bumil Barbar Di Mansion Megah

Bumil Barbar Di Mansion Megah

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Perjodohan / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:21.2k
Nilai: 5
Nama Author: Heresnanaa_

Aurelia baru saja akan menikmati masa mudanya sebagai gadis single yang bebas, sampai sebuah kecelakaan menyeret jiwanya ke tubuh Nadia Atmaja. Saat terbangun di ranjang rumah sakit, hal pertama yang ia rasakan bukanlah sakit kepala, melainkan beban berat di bagian perutnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Heresnanaa_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 1

***

Bau antiseptik yang menyengat adalah hal pertama yang menyapa indra penciuman Aurelia. Kelopak matanya terasa seberat beton, namun ia memaksa untuk membukanya. Cahaya lampu putih yang terang benderang sempat membuatnya pening, memaksa Aurelia mengerjap berkali-kali.

"Gue... masih hidup?" bisiknya parau.

Suaranya terdengar asing di telinganya sendiri lebih lembut dan merdu, seperti denting porselen mahal.

Ingatan terakhirnya melintas seperti kilatan film horor. Jalanan yang basah setelah hujan, senyum lebar karena saldo ATM baru saja terisi penuh setelah gajian, lalu... BRAAAK!

Truk tangki raksasa itu menghantam tubuh kecilnya hingga terpental. Harusnya ia sudah menjadi bubur sekarang, atau setidaknya sedang mengantre di depan gerbang akhirat.

"Ibu? Alhamdulillah, Ibu sudah sadar?"

Aurelia menoleh ke samping. Seorang wanita paruh baya dengan seragam pelayan yang sangat rapi berdiri di sana dengan raut wajah cemas yang berlebihan.

Aurelia mengernyit. Ibu? Siapa yang dia panggil Ibu? Gue baru dua puluh dua tahun, wey! Nikah aja belum pernah, pacaran aja selalu gagal di tengah jalan!

"Mbak... panggil siapa ya?" tanya Aurelia bingung.

Pelayan itu tampak terkejut, matanya berkaca-kaca. "Tentu saja memanggil Ibu. Ibu Nadia, ini saya, Bi Sum. Ibu sudah pingsan selama dua hari sejak terjatuh di tangga mansion. Ya Allah, saya takut sekali terjadi apa-apa pada Ibu."

"Nadia? Mansion?" Aurelia tertawa garing.

"Mbak, kayaknya Mbak salah orang. Nama saya Aurelia. Saya tinggal di kosan gang sempit, bukan mansion. Dan tolong, jangan panggil Ibu, panggil 'Kak' atau 'Nona' biar lebih estetik sedikit."

Bi Sum tampak semakin pucat. "Ibu jangan bercanda... Dokter bilang Ibu mungkin sedikit syok, tapi—"

"Saya memang syok! Syok kenapa saya nggak mati padahal ditabrak truk segede rumah!" potret Aurelia emosional.

"Truk? Ibu jatuh di tangga saat hendak membawakan teh untuk Tuan Raditya," sahut Bi Sum bingung.

Aurelia terdiam. Raditya? Siapa lagi itu? Ia mencoba bangkit untuk duduk, namun ia merasakan sesuatu yang aneh. Ada beban yang tidak biasa di bagian tengah tubuhnya. Perutnya terasa berat dan... kencang.

"Aduh, perut gue kenapa kram ya? Kayaknya usus gue melilit gara-gara ketabrak tadi," keluh Aurelia sambil memegang perutnya.

Wajah Bi Sum langsung berubah panik. Ia segera mendekat. "Aduh, Ibu! Jangan ditekan perutnya! Nanti bayinya kaget! Perlu saya panggilkan dokter sekarang Bu, jika ada apa-apa dengan kandungan ibu?"

Detik itu juga, jantung Aurelia serasa berhenti berdetak.

"Apa? Tunggu... kandungan? Siapa yang hamil?"

Bi Sum menatap Aurelia dengan tatapan seolah-olah majikannya itu baru saja kehilangan akal sehat. "Ibu... Ibu sedang mengandung empat bulan, Bu. Apa Ibu lupa? Dokter bilang janinnya sangat kuat meski Ibu sempat jatuh."

"EMPAT BULAN?!" teriak Aurelia hingga suaranya melengking memenuhi ruangan VVIP itu.

Tanpa memedulikan rasa pening di kepalanya, Aurelia langsung menyibakkan selimut putih yang menutupi tubuhnya. Matanya membelalak sempurna. Di balik piyama sutra yang ia kenakan, perutnya tidak lagi rata seperti biasanya. Ada gundukan nyata yang sudah menonjol. Perut buncit yang sangat nyata!

Ia meraba gundukan itu dengan tangan gemetar. Ini bukan lemak gorengan... ini... ini isi bayi?!

"Enggak, enggak! Ini pasti mimpi!" Aurelia mulai histeris. Ia menjambak rambutnya sendiri. "Mbak! Ambilkan cermin! Sekarang!"

"Ba-baik, Bu!" Bi Sum berlari kecil mengambil cermin rias dari atas meja.

Saat cermin itu berada di depan wajahnya, Aurelia nyaris melempar benda itu. Wajah yang terpantul di sana bukanlah wajah Aurelia yang kusam karena debu jalanan dan kurang tidur. Wajah itu... sangat cantik. Kulitnya putih bersih, glowing alami seolah tidak pernah terpapar sinar matahari langsung. Rambutnya hitam legam, panjang, dan halus. Matanya bulat dengan bulu mata lentik yang sempurna.

"Gila... ini siapa? Cantik banget kayak bidadari turun mandi," gumamnya takjub, namun segera tersadar. "Eh, tapi tunggu! Nama gue siapa tadi? Coba ulangi pelan-pelan!"

"Ibu Nadia Atmaja, Bu," jawab Bi Sum dengan suara bergetar. "Istri dari Bapak Raditya Hadiwinata sekaligus calon ibu dari anak beliau."

Aurelia ternganga. Ia memijat pelipisnya yang berdenyut. Jadi, fiksi transmigrasi yang sering ia baca di aplikasi novel itu nyata? Ia masuk ke tubuh wanita kaya raya bernama Nadia Atmaja yang sedang hamil empat bulan, sementara jiwanya yang asli si Aurelia perawan ting ting mungkin sudah dikubur dalam tanah.

"Nadia Atmaja... kaya, cantik, tapi bumil," Aurelia bergumam pada dirinya sendiri. "Tapi sebentar, gue kan nggak pernah begituan sama cowok. Kok bisa langsung hamil empat bulan? Ini namanya buy one get one atau gimana?"

Ia menarik napas panjang, mencoba menenangkan diri. Oke, setidaknya ia tidak jadi penghuni kubur. Setidaknya ia jadi orang kaya yang kulitnya licin kayak perosotan TK.

"Lalu... di mana suami saya? Siapa tadi namanya? Raditya?"

Bi Sum menunduk, wajahnya tampak ragu. "Bapak sedang berada di kantor, Bu. Ada rapat penting yang tidak bisa ditinggalkan, katanya."

Mendengar itu, sisi "barbar" Aurelia langsung mendidih. "Apa?! Istrinya baru saja bangun dari koma, perutnya buncit bawa anaknya, dan dia lebih milih rapat? Dia manusia atau robot kulkas?"

Bi Sum tersentak mendengar nada bicara Nadia yang mendadak kasar. Biasanya Nadia hanya akan menangis dalam diam jika diabaikan oleh suaminya.

"T-tapi bapak sudah membayar semua biaya rumah sakit, Bu..."

"Halah! Uang mah bisa dicari, perasaan istri mana ada di toko bangunan!" semprot Aurelia. "Mm, dasar laki-laki nggak punya perasaan. Mentang-mentang kaya, seenaknya sendiri."

Aurelia menyandarkan punggungnya di bantal empuk. Ia memandangi perut buncitnya lagi. Meskipun ia bingung dan syok setengah mati, ada getaran aneh di hatinya saat merasakan "sesuatu" bergerak pelan di dalam sana.

"Oke, Nadia. Kalau ini takdir gue, gue nggak bakal jadi Nadia yang lemah lembut dan nangisan," tekad Aurelia dalam hati. Matanya berkilat penuh rencana. "Mansion mewah, suami kaya tapi dingin, dan perut buncit... Mari kita lihat seberapa kuat Raditya Hadiwinata menghadapi Nadia versi baru yang bakal bikin darah tingginya naik tiap hari."

Aurelia menoleh pada Bi Sum yang masih berdiri mematung. "Bi! Saya lapar. Saya nggak mau bubur rumah sakit yang rasanya kayak kertas semen. Saya mau nasi padang, rendangnya dua, pake perkedel, dan es jeruk yang gulanya asli! Sekarang!"

Bi Sum melongo. "Tapi Bu... dokter bilang—"

"Dokter bukan Tuhan! Cepat pesan atau saya loncat dari kasur ini sekarang juga!"

"Ba-baik Bu! Segera!" Bi Sum berlari keluar dengan panik, sementara Aurelia menyunggingkan senyum miring.

Selamat datang di dunia baru, Aurelia. Eh, maksud gue, Nadia Atmaja.

****

Bersambung

1
MARWAH HASAN
di tunggu kelanjutannya 🤭
Noey Aprilia
Hai kk....
aku udh mmpir....slm knal....
Aku syuka crtanya........tipe istri yg ga menye2,trs suami posesif.....mskpn d awl dia acuh,tp akhrnya jd bucin.....
d tnggu up'ny.....smngtt.....😘😘😘
Heresnanaa_: happy reading yaa 🫶
total 2 replies
MARWAH HASAN
aku suka yg cerita model begini
ehhhh
suka semua ceritamu deng🤣
Heresnanaa_: aaa maaciw kaka😍🤭😚🥹🫂
total 1 replies
partini
wah tumben mafia bermain dulu bisa sikat tebas biarpun itu ibu ayah sodara ga penting,keren bang Radit
partini
wow
aku
sangat jelas..... 🤣🤣🤣🤣
partini
ahhh ternyata mafia juga Thor,masih di dalam perut aja aktif luar biasa gimana kalau dah lahir bisa lebih sadis dari ayahnya tu baby
MOZZA AUDYA
sikattt trussssssssss Thor buat nyaaaa seru bat drama siang yang di buat nadia 🤭
partini
itu baru di semprot kalau pakai jurus 10 tinju dan tendangan apa ko langsung 😂
MOZZA AUDYA
lanjut thorrr.... gk sabar nih nunggu drama di kantor nyaaa🤭
partini
ulet kadut itu,ayo nak bantu mommy buat hempas uler kadut 😂😂
tunggu aksi luar biasa bumil thor
𝐀⃝🥀Weny
si kulkas jadi bucin😁
MOZZA AUDYA
wahhhhh nampak aada drama baru yang akan di main kn nihh🤭
partini
Thor sekali pakai lingerie bagus deh perut Belendung uhhhh
partini
see main masuk aja kata ga berani wkwkwk
partini
lah masa udah ketauan aja sih ,roh nya Nadia ganti yg tau orang lain pula 🤦
MOZZA AUDYA
aduhh nadia jiwa barbar nya gk bisa di tahan sihhh 🤭
partini
good story 👍👍👍👍👍
partini
lanjut Thor 👍👍👍👍
Heresnanaa_: stay tune beb 😚
total 1 replies
partini
Nemu juga novel kaya gini suka "❤️
Heresnanaa_: hai kaka🤭
happy reading yaa 🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!