NovelToon NovelToon
My Beautiful Doctor

My Beautiful Doctor

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis
Popularitas:3.4M
Nilai: 4.8
Nama Author: fakhrunisa aulia

Roshan adalah seorang dokter anestesiologi berdarah Nepal, seorang pria dingin yang sulit membuka hati karena ia hanya mencintai satu orang wanita yang selalu ia lamunkan, yang ia kenal dengan baik namun tak berani ia temui. Dalam pikirnya tak ada satupun wanita yang sesempurna dia.
Dia adalah Aila seorang dokter bedah syaraf berprestasi berdarah sunda, wanita cantik berkulit sawo matang, tinggi semampai, berkerudung, dengan mata tajam dan hidung sampingnya, kecerdasannya, kebaikan hatinya membuat kecantikannya kian mengagumkan.
Roshan melihatnya sangat sempurna, segala cara ia lakukan agar ia bisa menjadi dokter di Indonesia.
Namun disanalah ia melihat kenyataan yang sebenarnya, bahwa wanita yang sempurna itu memiliki kisah pilu yang menyedihkan.
Hal ini membuatnya menyesal karena telah membenci dan menuduh hal yang tidak tidak.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon fakhrunisa aulia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Berteman

*Di Rumah Sakit*

"Roshan, bukannya hari ini kamu masih libur?" Tanya dokter Danial salah satu staf senior.

"Right".

"Aku lagi bersiap untuk pulang" lanjut roshan.

"Lagipula hari ini aku harus menata apartement, daaaaaan berbelanja" roshan menghela nafas berat.

"Ikut?" Roshan memberi tawaran.

Aaaaiiiisssshhhh tidak!!! Danial mencium bau bau akan dimanfaatkan jika ikut.

"Tapi aku ada operasi penting, sepertinya lain kali saja" Danial menolak ajakannya tanpa basa basi.

"Sialan, peka sekali. Kau tau saja aku mau menyusahkanmu!" Roshan meninju lengan Danial membuatnya meringgis sakit.

Roshan melajukan mobil sportnya menuju apartement tempatnya akan tinggal.

Roshan sudah cukup hafal dengan jalanan jakarta, yaaaaah sesering itulah dulu ia singgah ke Indonesia bersama dengan Aila.

Diperjalanan dia teringat, diapartement dia belum memiliki cadangan makanan sedikitpun.

Roshanpun singgah disebuah supermarket.

Roshan berkeliling mendorong sebuah trolley, menikmati waktu - waktu lajangnya sebisa mungkin.

Bruuukkkkk.

Tiba - tiba dibelakangnya seorang anak terjatuh, karena menabraknya, "awww sakit uncle" dengan sigap roshan mendekat dan memangkunya.

"Sakit sayang?" Tanyanya sambil mengusap - usap anak kecil itu. Anak itu mengangguk sambil meringgis. Roshan tersenyum karena gemas dengan raut wajah anak itu.

"Namamu siapa?".

"Alo uncle" jawabnya polos.

"Oh Aloooooo".

"No no uncle no, Allllloooo" kata Aro yang belum fasih menyebut huruf R.

"Hahahaha, Alo? Right?" Roshan dibuat tertawa dengan tingkah Aro, roshan menjahili anak itu.

"Iiiihhhhh, no uncle, its so stupid uncle" kata aro yang sudah cukup pintar berbahasa inggris namun dengan kata kata yang masih kurang jelas, ia kembali menciptakan gelak tawa di bibir roshan.

"Hahahaha.... Yayaya, uncle ngerti Aro kan?" aro mengangguk senang sambil tersenyum malu.

"Kamu dengan siapa disini?" Tanya roshan.

Tiba - tiba datang seorang wanita muda dengan celana jeans dan kaos lengan pendek.

"Aunty" teriak aro girang sambil menunjuk - nunjuk laras.

Roshan langsung menurunkan aro dari pangkuannya. Roshan tersenyum tipis pada laras.

"Den aro darimana saja? Jangan lari lari lagi ya" laras terdengar sangat cemas.

"Terima kasih tuan sudah menemani den aro" ucapnya.

"Ya sama - Sama".

"Aro wanna be my friend?" Tawarnya menyodorkan tangan. Aro mengangguk dan membalas salam dari roshan.

"See u next time Aro" dia melambaikan tangannya sambil berlalu dan aro pun membalas melambaikan tangan.

Roshan telah menghilang dari pandangan laras dan aro. Laras tidak pernah tahu wajah roshan yang selalu ia obrolkan dengan bi mirna sehingga ia tidak dapat mengenalinya.

Bi mirna datang dengan trolley belanjaannya yang terlihat penuh.

"Laras, kok bengong disini? Ayoooo" ajak bi mirna menepuk pundak laras yang sedari tadi bengong.

"Eh, anu bi ituu... Aku tadi lihat laki - laki ganteng banget kayak nya orang luar negeri" laras tersenyum malu.

"Kamu ini lihat cowok ganteng aja langsung begini!" Bi mirna mengejek.

"Dia baik Bi, tadi nolongin den aro. Terus gak tau deh ngomong apa sama den Aro ngomongnya pake bahasa inggris bi laras gak paham" sambil menggaruk garuk kepalanya kebingungan.

"Makannya sekolah, belajar las yang Bener".

*Di kasir*

Sambil menunggu belanjaan nya yang segunung itu dihitung, roshan sedikit melamun, memikirkan aro sambil sesekali tersenyum. Sepertinya roshan sudah jatuh hati pada anak itu.

"Hahhhh lucu sekali dia, andai saja aku punya anak selucu dia" gumamnya dalam hati.

"Ah mikir apa aku ini, jangankan menikah dapat calonnya saja sulit".

"Pak... Pak... Semuanya dua juta dua ratus, mau cash atau non cash pak?" Tanya seorang kasir membuyarkan lamunan roshan.

"Eh yaya, cash saja" jawabnya menyodorkan sejumlah uang.

Hari mulai berganti gelap, roshan masih tetap sibuk dengan rumahnya. Membereskan segala perabotan dan buku - bukunya ternyata menghabiskan banyak sekali waktu.

Aro kembali teringat dengan cinta pertamanya, rasa rindu yang begitu berat menenggelamkannya namun rasa marah dan kecewa menariknya keluar Dari ketenangan.

"Aku akan membalasmu nahda!" roshan terdengar sangat geram.

*keesokan harinya di rumah sakit*

"Selamat pagi dokter" sapa kepala departemen.

"Selamat pagi dok" senyum tipis aila tergambar jelas.

"Tumben tanggal segini kamu masuk? Biasanya kamu pergi ke singapura?" Tanya dokter Danial heran.

"Jadwalnya lusa kok, seperti biasa aku titip pasienku ya Mas" Aila tersenyum memohon.

"Aaaarrrhhh, sepertinya ini udah jadi tugas rutinku".

"Asal kamu jadi istriku aja hahahahaha.....!" Canda dokter danial sungguh tidak lucu.

Aila mengerutkan dahinya, "enak aja, lain kali aku rekam aku kirim istrimu loh ya!" Candaan Aila bernada mengancam.

Seketika danial mengatupkan mulutnya rapat, diam karena takut. "Hahahaha mukamu lucu mas kalau lagi takut sama istri" aila terpingkal puas Dan Danial hanya diam cemberut.

Siang itu pukul 11.00, "tok....tok....tok...." "Mbak aku ryan!" Teriaknya dari balik pintu.

"Masuk". Aila sedang bersandar dikursinya berkutat dengan segala lamunan dan kenyataan yang tengah dihadapinya.

"Apa yan?" Tanya aila memutar kursinya.

"Ini mbak yang mbak minta" ryan menyerahkan sebuah amplop berwarna coklat yang diminta aila beberapa hari yang lalu.

"Oke yan, makasi ya selama ini kamu bantu banget. Inget ya yan, tetap jaga rahasia". Ryan mengangguk mengiyakan perintah aila.

"Kapan berangkatnya Mbak?" Tanya ryan.

"Lusa, antar aku ke bandara pagi - pagi ya" pinta aila.

Setiap dua bulan sekali aila dan roshan kecil selalu pergi ke singapura, hal itu rutin aila lakukan sejak usia roshan 18 bulan.

"Yan pasienku udah aku serahkan ke dokter danial, kamu bantuin dia ya".

"Cuma beberapa hari kok" aila sedikit memohon pada ryan. Padahal sudah jelas bahwa ryan pasti membantu dengan senang hati. Ryan selalu tahu jadwal mereka berangkat dan dengan gesit mempersiapkan hal - hal penting yang aila butuhkan.

Ryan sempat berpikir untuk memberi tahu aila Bahwa dokter roshan bekerja di departemen anestesiologi namun secepat kilat dia urungkan niatnya itu.

Ryan berpikir sekarang bukan waktu yang tepat untuk memberi tahu aila tentang kabar ini.

"Biarkan mbak selesaikan urusannya dulu deh, sepulang dari singapura baru aku ceritakan" gumam ryan dalam hati.

Waktu begitu cepat berlalu, saatnya aila cuti dari pekerjaannya dan bersiap until berangkat.

Segala kebutuhan untuk satu minggu sudah disiapkan bi mirna.

"Bi aila berangkat ya bi, titip rumah ya kalau ada apa - apa tolong kabari aila" pesan aila sebelum berangkat ke bandara bersama ryan.

"Iya nona, hati - hati dijalan langsung kabari bibi kalau Nona sudah sampai ya" bi mirna dan laras melambaikan tangan dari kejauhan.

Aila dan roshan memulai perjalanan rutinnya selama 4 hari di luar negeri.

*Rumah Sakit*

"Pagi dokter, bagian departemen bedah saraf meminta anda untuk bersiap untuk operasi pengangkatan tumor pasien atas nama Hassan Raharja" salah seorang perawat menghampiri roshan. Roshan segera bersiap dan pergi menuju ruang operasi.

Dalam langkahnya, ia berharap Aila yang melakukan operasi. Tidak bisa dipungkiri walaupun ada dendam yang ia tunjukan, tapi cinta dihatinya masih tetap besar.

Saat sedang bersiap roshan bertemu dengan danial.

"Aaarrrrhhh ternyata dia yang mengoperasi" roshan sedikit kecewa.

"Sudah siap dihari Pertama?" Tanya danial menggoda roshan.

"yeah" jawabannya sedikit ketus.

Selang beberapa jam operasi yang berjalan lancar itu selesai, mereka segera keluar dari ruang operasi.

Roshan berjalan sendiri diantara lorong - lorong rumah sakit masih merasa kecewa karena tidak menemukan keberadaan Aila.

"Hey...." Roshan sedikit berteriak memanggil seorang residen dari bedah saraf yang tengah berjalan diujung lorong. Ternyata itu athalla, "saya dokter?" Tanyanya tidal yakin.

"Iya kamu, siapa lagi? Disini hanya ada kita kan" roshan sedikit jutek.

Ciiiihhh padahal dia yang butuh kenapa dia yang marah. Menyebalkan sekali.

"Kamu tau dokter bedah saraf yang bernama Aila?" Tanya roshan sedikit malu.

"Iya dok".

"Kenapa saya tidak melihatnya sejak tadi? Dia tidak ada jadwal hari ini?" Tanya nya lagi merasa penasaran.

"Oh dokter aila sedang cuti 4 hari kedepan, beliau pergi ke singapura bersama anaknya".

Hati dan kepala roshan terasa panas mendidih seakan ingin meledak saat mendengar kata anak, dia merasa dikhianati. Tangannya mengepal kuat, terlihat sekali emosinya. "Kenapa dok?" Tanya athalla keheranan membuyarkan emosi roshan.

"Tidak apa - apa, ada urusan apa dia kesana?".

"Saya kurang tahu dok, tapi biasanya serial dua bulan sekali beliau pergi kesana" jelas athalla sambil pamit meninggalkan roshan yang masih merasa heran.

Hmmmmm... Sebenarnya apa yang aila lakukan disana? kenapa ia hampir rutin Melakukannya?

Roshan masih tidak dapat menjawab rasa penasarannya.

***************

maafkan thor telat posting, jangan bosan tinggalkan like dan komen, janga lupa Juga follow ya😘😘

1
Jubaedah Jubaedah
udah lama banget ya ...nie cerita g ada endingnya...di tunggu² g kunjung lanjut ...ayo donk thor lanjut ceritanya ...masih penasaran tingkat dewa nich
Pipit Uwie
ini gk bakalan di lanjut gitu Thor?
aila nahda
pokonyaaaaa pasti endingnya keren
Nurmiati Aja
good ceritax manis
Nurmiati Aja
ok....tunggu kelanjutannya....penasaran
Nurmiati Aja
ayo kanjt nulisx....penasaran ni
Debby Kimunday
lanjut thoor
Debby Kimunday
lanjut thooe
Sinta Urari
ko ga ada kelanjutan nya ceritanya
Ali Zhahron
ka’author kapan lagi apdet ya udahla nih nunggunya udah 3 tahunasa Spain sekarang belum apdeeeeet☹️😫😪😓
Sabil Abdi
aduch....ini gue gimana kelanjutannya thorrr...jangan di gantung begini donk...g enak tau...ayo donk...di lanjut....up...lagi donk...,
M Regina Sri Djuariyah
ayo terus
M Regina Sri Djuariyah
lanjutkan ceritanya Thor
M Regina Sri Djuariyah
up up up thor
M Regina Sri Djuariyah
ayo terus kan ceritanya
M Regina Sri Djuariyah
up
M Regina Sri Djuariyah
lekas Thor sambung ya
M Regina Sri Djuariyah
Thor bgmn kelanjutan ceritanya
M Regina Sri Djuariyah
up
M Regina Sri Djuariyah
ayo lanjut thor ceritanya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!