(Sekuel) Sang Pewaris
Kenzo Alvaro Aditama pria tampan yang merupakan calon CEO yang terkenal begitu sangat Arogan dan kejam.Ia tak segan segan mengeksekusi orang yang berniat berbuat curang padanya.
Dalam masalah percintaan pria itu tak tersentuh.Tak ada gadis maupun wanita yang berhasil menaklukkan hatinya.Lain halnya dengan saudari kembarnya yang begitu humbel dan murah senyum.
Namun seorang gadis yang merupakan OB di kantornya begitu mengagumi ketampanan pria itu dan selalu berusaha untuk bisa berdekatan dengan Kenzo.Dia Andini Putri yang akrab di sapa Andin itu harus bekerja keras untuk mendapatkan hati sang pujaan.
Bagaimanakah kisah mereka?, Apakah Andini bisa menaklukkan hati sang Tuan muda, yuk simak!
Yang ingin tau Kenzo masa kecil silahkan mampir di novel Author yang berjudul Sang Pewaris.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Novi Zoviza, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
07
Kenzo memasuki rumah kedua orangtuanya dengan langkah tegapnya.Pria itu hanya berdehem pelan saat pelayan menyambut kepulangannya.
Samar samar ia dengar suara seorang pria di ruang keluarga.Ia tau itu adalah sepupunya yang baru datang dari Singapura.
"Kenzo..."
"Ya Mom...",jawab Kenzo yang akan menuju kamarnya.
"Sini Nak,ini Darren sepupu kamu baru datang loh",ujar Ara.
"Hufffhh...ya Mom",jawab Kenzo menghampiri Mommynya itu yang sedang duduk berbincang dengan Darren.
"Hai Kenzo...apa kabar?", tanya Daren mengulurkan tangannya.
"Baik...",jawab Kenzo menyambut uluran tangan Darren dengan wajah datarnya lalu duduk di sebelah sang Mommy.
"Mommy aku pulang...", teriak Kanza.
"Mom...lihatlah anak gadismu tak pernah berubah",ujar Kenzo.
"Dia adikmu Ken",jawab Ara.
"Hai semuanya...",ujar Ara menghempaskan bokongnya disofa tunggal.
"Kamu itu sudah besar Kanza,masuk rumah itu jangan lagi teriak teriak,tapi bacalah salam", tegur Ara.
"Hehehe maaf Mom",kekeh Kanza.
"Malu sama sepupu kamu Darren tuh yang dari tadi geleng geleng lihat kelakuan kamu",ujar Ara menunjuk Darren yang tersenyum tipis.
"UPS...sorry",cicit Kanza.
"Mom aku ke kamar dulu",ujar Kenzo beranjak dari duduknya.
"Ken kamu gak tanya tanya Darren dulu,dia baru datang loh sayang",ujar Ara.
"Lain kali Mom,dia tinggal disini juga kan?.Masih banyak waktu esok Mom",jawab Kenzo.
"Ken...kamu kena--
"Kenzo...namaku Kenzo bukan Ken,Kanza",sela Kenzo yang kesal dengan saudari kembarnya itu.
"Hehehe maaf...maksudku Kenzo kamu kenapa sih?,kayak sensi gitu?. Datang bulan?", ledek Kanza.
Kenzo mengabaikan guyonan saudari kembarnya itu dan terus melangkah meninggalkan ruangan itu.
"Dia kenapa Mom?",tanya Kanza.
"Bukankah Kakakmu memang seperti itu ?",jawab Ara.
"Ya gak didepan tamu kita juga kan Mom",ujar Kanza.
"Gak apa apa Kanza",jawab Darren dengan suara basnya.
"Maafkan Kakaku,Darren",ujar Kanza tak enak hati dengan sikap cuek Kenzo.
"Ya..."
Sementara itu dikamarnya Kenzo baru saja selesai mandi.Bersamaan dengan ponselnya yang berdering.
Daniel is calling...
"Hallo..."
"Gue dengar Lo di Indo sekarang?",tanya pria yang bernama Daniel yang merupakan teman satu sekolahnya dulu yang cukup akrab dengannya yang memiliki sifat yang sama yaitu datar dan dingin.
"Hmmmm"
"Keluar yuk!",ujar pria itu.
"Males..."
"Ya elah...Ngapain di rumah terus,gak bosan Lo?",tanya Daniel.
"Gak... diluar hanya ada kemunafikan.Baik di depan dibelakang nusuk",jawab Kenzo.
"Lo tau gak Amira,gadis yang dulu pernah nembak Lo terus tolak itu sekarang mau bertunangan",ujar Daniel.
"Aku tak mengingatnya lagi",jawab Kenzo.
"Ya...gue tau karena lo gak pernah suka sama cewek yang agresif",kekeh Daniel.
"Keluar yuk,atau kita ke acara pertunangan Amira,gadis itu pasti kaget karena kedatangan Lo",usul Daniel.
"Gue gak tertarik...",jawab Kenzo.
"Huh... baiklah kalau gitu gue yang kesana,sekalian ngapelin sicantik Kanza",ujar Daniel.
"Sedikit saja Lo dekati dia, Lo berurusan dengan gue",ujar Kenzo.
"Dasar Kakak posesif Lo.Apa kabar Lo punya kekasih pasti bakalan lebih parah dari ini",ejek Daniel.
"Berisik Lo..."
Klik
Kenzo melempar asal ponselnya,ia begitu kesal dari temannya itu sukses membuat moodnya makin buruk.
Kedatangan Darren saja sudah membuatnya ketar ketir karena ia tau selama ini sang adik diam diam menyukai anak angkat dari Kakak Daddy-nya itu.
Ia takut dengan sikap centil adiknya itu menjadi bumerang nantinya pada saudari kembarnya itu.Oleh karena itu ia begitu menjaga ketat sang adik jika bersangkutan dengan pria yang berdekatan dengan adiknya itu.
Kanza tumbuh menjadi anak gadis yang cantik dan periang.Kecantikan gadis itu mampu membuat para kaum adam begitu sangat memujanya.Tapi beruntung gadis itu tak menggubris mereka yang sering menggoda dan merayu gadis itu.Meski sedikit centil tapi ia masih bisa menjaga batasan batasannya.
Ia ingat betul nasehat sang Mommy untuk menjaga diri dari pergaulan bebas.Dan gadis yang memiliki senyuman yang menawan itu selalu patuh akan nasehat nasehat yang diberikan oleh Mommy dan Daddynya.
Terlebih Kevin sangat menjaga sang putri,ia tau isi otak pria jika melihat gadis cantik.Karena dia dulunya adalah mantan cassanova.Beruntung saat itu ia menebar benihnya pada wanita yang tepat hingga ia memiliki keluarga yang sangat harmonis.
Dor dor dor
"Kenzo...buka pintunya!", teriak Kanza mengedor pintu kamar. Kenzo dari luar.
"Sebentar...",jawab Kenzo segera memakai jubahnya untuk menutupi tubuh atasnya yang polos.
Ceklek
"Ada apa?", tanya Kenzo.
"Aku mau keluar malam ini menghadiri pertunangan Amira teman satu kelas kita dulu",ujar Kanza.
"Gak boleh!",jawab Kenzo.
"Ish...Daddy aja ngizinin, giliran izin sama kamu kok gak boleh sih", sungut Kanza.
"Kamu tak terbiasa ke pesta semacam itu Kanza,aku tak mau terjadi sesuatu padamu",ujar Kenzo memberikan pengertian pada adiknya itu.
"Tapi--
"Pergi dengan siapa kamu?",tanya Kenzo.
"Hmmm rencananya ngajak Kak Darren", cicit Kanza.
"Aku tak suka pesta Kanza",jawab Daren tiba tiba yang baru saja keluar dari kamarnya.
"Tuh dengar...",ujar Kenzo.
"Kenzo benar Kanza, sebaiknya kamu tak pergi tanpa ada pria yang bertanggungjawab mendampingi kamu",ujar Daren..
"Ish...kalian berdua sama saja.Sama sama menyebalkan", kesal Kanza menghentakkan kakinya ke lantai.
"Ada apa ini ribut ribut",ujar Ara yang sengaja mendatangi anak anaknya.
"Mom...mereka tak mengizinkanku untuk pergi ke pesta pertunangan temanku.Daddy saja mengizinkan",adu Kanza.
"Ck...ini gara gara Daddy yang kasih izin pada gadis centil ini",ujar Kenzo.
"Nak...apa yang dikatakan Kakakmu itu benar.Kamu itu anak gadis Mommy satu satunya.Wajar jika kedua Kakakmu itu melarangmu karena takut terjadi sesuatu hal yang tak diinginkan nantinya",ujar Ara.
"Tapi Mom..."
"Jangan memaksa Kanza.Mommy gak mau apa yang terjadi pada Mommy dulu terjadi pada kamu Nak.Dan itu juga karena ajakan seorang teman juga",ujar Ara.
"Ya Mom..."
"Bagaimana jika kita bikin acara juga dirumah",usul Ara.
"Baiklah Mom..."
***
Sementara itu seorang gadis duduk bermenung di teras kosan sahabatnya.
"Udah Ndin...besok kamu cari diruangan Pak Kenzo saat kamu membersihkan ruangannya",ujar Anita.
"Ya...aku akan coba",jawab Andin.
"Kamu gak datang dipertunangan Kakak sepupu kamu di Amira itu?", tanya Anita.
"Gak... Biarkan saja",jawab Andin.
"Huffhhh...aku tau tak semudah itu untuk kami menjalani semuanya.Tapi aku yakin suatu saat semuanya akan balik ke kamu",ujar Anita.
"Entahlah Nit,aku sudah muak dengan keluarga toxic itu",jawab Andin.
"Sabar ya..."
...****************...
siiplah yaaa