NovelToon NovelToon
Pujaan Hati Ketua Geng Motor

Pujaan Hati Ketua Geng Motor

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Nikahmuda / Cinta Seiring Waktu / Bad Boy / Tamat
Popularitas:292.7k
Nilai: 5
Nama Author: SyaSyi

Hanya satu yang tidak dia milik, yaitu kasih sayang orang tuanya. Dirga menganggap hidupnya begitu malang. Jika dia boleh memilih. Dia lebih baik kehilangan semua fasilitas yang dia miliki, jika bisa ditukar dengan kasih sayang orang tuanya.

Dia tumbuh menjadi anak yang broken home, hingga akhirnya dia mencari kebahagiaan di jalan. Kini dia menjadi ketua geng motor The Winner. Sebagai bentuk protes kepada orang tuanya, Dirga sering kali berbuat onar.

Sampai akhirnya, dia bertemu dengan seorang wanita bernama Salwa yang mampu menggetarkan hatinya. Namun sayangnya, Salwa tak menyukai laki-laki yang berpenampilan urakan.

"Jika kamu ingin aku terima menjadi calon imamku, lakukan semua permintaanku!" (Salwa Flarassyifa)

"Dengar ya! Aku bukan hanya menuruti permintaan kamu saja, aku pun akan mendatangi orang tuamu untuk melamarmu!" (Dirgantara Barata)

Apakah permintaan Salwa? Mampukah Dirga menaklukkan hati Salwa? Ikuti kisahnya dalam karya "Pujaan Hati Ketua Geng Motor."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SyaSyi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

The Winner Sang Pemenang

"Ayo kita berangkat sekarang!" Ujar Dirga.

Suara gerungan motor begitu ramai terdengar di basecamp The Winner. Para anggota sudah berkumpul, dan siap untuk berangkat memberikan dukungan untuk ketua geng motor mereka. Mereka yakin, The Winner yang akan memenangkan balapan ini.

"Lo udah siap, Dir? Hati-hati ya, Dir! Gue takut, kalau dia akan berbuat curang sama lo, dan nantinya akan membahayakan lo. Lo harus waspada ya!" Ujar Arman. Sahabat terdekatnya.

Kisah hidup Arman, mirip dengan Dirga. Sebenarnya, mereka bukanlah anak nakal. Tetapi, mereka korban dari keegoisan kedua orang tua mereka. Membuat mereka tumbuh menjadi anak broken home.

"Lo gak usah khawatir! Ya udah, ayo kita berangkat sekarang!" Sahut Dirga.

Dirga memimpin para anggota The Winner. Motornya kini berada di barisan paling depan. Mereka mulai melajukan motor mereka, membelah jalanan kota Jakarta yang saat itu terlihat lenggang. Dirga begitu gagah, kawan-kawannya begitu bangga memiliki pemimpin seperti Dirga.

Setelah menempuh perjalanan selama kurang lebih tiga puluh menit, akhirnya pasukan The Winner sampai. Ronald dari geng borjuis sudah datang lebih dulu. Mereka langsung menyambut kedatangan The Winner si raja jalanan. Dirga mendapatkan julukan raja jalanan, karena dia selalu berhasil menaklukkan jalanan menjadi pemenang.

"Gue kira, lo gak akan datang! Ternyata nyali lo berani juga ya," sindir Ronald dengan sombong.

"Jelaslah! Gue gak pernah takut! Justru, ucapan ini untuk lo! Sebelum lo menantang The Winner, harusnya lo pikir dulu! Gue harap nantinya lo sportif, jika geng lo kalah. Ya udah, kita mulai aja sekarang! Waktu gue gak banyak!" Sahut Dirga. Dia tampak percaya diri.

"Ayo, siapa takut!" Sahut Ronald.

Para Cheerleader tampak memberi semangat kepada sang jagoan mereka. Seperti biasa, Dirga terlihat dingin kepada wanita. Dia bersikap tak peduli. Suasana terasa tegang, melihat ketua geng mereka akan beraksi mengharumkan nama geng mereka.

"Semangat ya, Dir! Pasti lo bisa menjadi pemenang, mengharumkan nama geng kita," ucap Arman dan Dirga hanya menganggukkan kepalanya.

Suara sorak dukungan dari para pendukung mereka berdua, terdengar begitu ramai. Mereka menjagokan ketua geng mereka. Ronald terlihat sombong, dia yakin kalau borjuis yang akan memenangkan pertandingan kali ini. Gayanya terlihat tengil, berbeda dengan Dirga yang justru terlihat cool tak banyak bicara.

Keduanya sudah menunggangi kuda besi mereka masing-masing. Pendukung dari keduanya sudah memadati arena balap. Mereka sudah bersiap di garis start.

"Dirga ... Dirga ... Dirga!" Para anggota The Winner berteriak memanggil Dirga untuk memberi semangat dan Dirga hanya menganggukkan kepalanya. Dia terlihat sudah siap.

"Go!"

Dirga langsung melajukan motor sportnya dengan kecepatan tinggi. Dia tetap bersikap santai, dan berusaha untuk fokus. Tak peduli ucapan Ronald, yang berniat mengecohkan dia. Persaingan sangat sengit, keduanya berlomba-lomba untuk menjadi pemenang balapan kali ini.

Tentu saja Dirga lebih unggul, jam terbang Dirga di jalan lebih tinggi. Ini bukan hal pertama kali dalam hidupnya. Dia sudah terbiasa. Dirga semakin mempercepat mengendarai motornya. Hingga Ronald tertinggal jauh. Dirga menggeber motornya, berusaha mengacaukan Ronald.

"Sialan! Dia selalu unggul!" umpat Ronald. Dia tampak kesal, dan berniat untuk berbuat curang. Agar dia bisa menjadi pemenang.

"Fokus, Dir! Lo pasti bisa memenangkan balapan ini!" Dirga terus memberi semangat kepada dirinya sendiri.

Dirga semakin menggila, dia begitu menyeramkan. Para anggota mereka tampak tegang, mereka khawatir jika ketuanya terjatuh dan terluka. Nyawa mereka yang akan menjadi taruhan. Bisa saja mereka terpental, dan mati seketika.

Pertandingan semakin sengit. Mereka berdua masih terus berusaha untuk menjadi pemenang di balapan ini. Hingga akhirnya, di detik terakhir Dirga lah yang lebih dulu menyampai garis finish. Dirga yang memenangkan balapan ini.

"Dirga ... Dirga!"

"Lo memang hebat, Dir! Kita semua bangga sama lo! Lo selalu mengharumkan nama geng kita. Asli, gue ngeliat lo merinding! Lo memang luar biasa!" Puji Arman.

"Tapi sayangnya, bokap nyokap gue gak pernah merasa bangga dengan apa yang gue lakukan," sahut Dirga asal.

"Sabar, Dir! Suatu saat nanti, kedua orang tua lo pasti akan berubah! Gue pun berharap seperti itu," ucap Arman memberi semangat sahabat terbaiknya. Dia tampak menepuk-nepuk pundak Dirga.

"Entahlah! Gue gak peduli hal itu! Selama ini, gue udah terbiasa seperti itu. Toh, gue udah dapat kebahagiaan gue sendiri," sahut Dirga.

Lagi-lagi The Winner keluar menjadi pemenang. Pasukan The Winner menyambut sang pahlawan gengnya. Ronald merasa tak terima, dia menunjukkan rasa tak suka.

"Sialan! Dia lagi, dia lagi yang menang! Sulit banget menaklukkan dia. Gue akan balas, semua yang lakukan malam ini! Gue gak terima! Harusnya gue yang keluar menjadi pemenang."

1
Nurlaila Hasan
👍
Ayu
Crita mu singkat padat thor. mksh crita nya bagus jg. smgt dan sukses sl
Ayu
Thor gimana crita nya.. kata nya bln puasa. Salwa bkn nya msh puasa ya. kok bs mereka mkn di restoran. kah penjelasan thor apa sdh lebaran atau blm
Ayu
Ku ikuti alur crita nya thor. seperti nya seru
SyaSyi: Semoga suka kak🥰
total 1 replies
Atma Inatun Nikhma
Luar biasa
Neulis Saja
good luck 🙏
Neulis Saja
gak apa2 thor orang kan ada kalanya sibuk datang tak terduga, atau ada kendala lain yg tdk bisa diprediksi sebelumnya it's okay and for the author to always be healthy
Neulis Saja
Salwa means so much in your life and Dirga can't life without you (Salwa)
Neulis Saja
next forever happy
Neulis Saja
next
Neulis Saja
berarti agak bebas bisa mencium tangan Salwa padahal tahu bukan muhrim hrsnya gak usah bersentuhanlah walau berdua
Neulis Saja
iya katanya lagi bulan ramadhan tapi gak ketahuan sudah lebaran atau sawal
Neulis Saja
ok lah good luck 🙏
Neulis Saja
tenang dir ngebet banget, jodoh tak kan kemana kalau Allah sdh menjodohkannya Kun fayakun 🤲
Neulis Saja
tuh salwanya ternyata menerima dasar jodoh dan ada restu org tuamu dirga
Neulis Saja
dasar anak berandalan kalau tdk berbuat apa2 tetap tdk boleh masuk kamar karena bukan muhrim nah kalau org yg tahu pastinya gak usah diusir dulu pasti akan membatasi diri , untung kenanya ke Salwa yg emang orgnya taat sama agamanya nah kalau org yg tdk bisa dimasukin deh ke kamar
Neulis Saja
semoga kamu tetap Istiqomah dlm kebaikan Dirga
Neulis Saja
aamiin semoga secepatnya bisa umroh biar nular ke reader yah 🤭
Neulis Saja
ngebet banget Dirga , you must remember with your promise that you Will change your attitude for the better
Neulis Saja
ah kamu bisa gak beres dulu kuliah agar fokus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!