NovelToon NovelToon
Air Mata Istri Pertama

Air Mata Istri Pertama

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Penyesalan Suami
Popularitas:6k
Nilai: 5
Nama Author: peony_ha

Demi rasa iba, Arhan menikahi Dira, seorang gadis yatim piatu yang baru kehilangan kedua orang tuanya. Dira mengira pernikahan itu adalah awal dari kehidupan yang penuh kasih sayang. Nyatanya, ia hanya dijadikan istri untuk mengurus rumah, melayani suami, dan merawat ibu mertuanya.

Lima tahun berlalu tanpa kehadiran buah hati. Dira terus menyalahkan dirinya karena dianggap mandul. Ia tak pernah tahu bahwa setiap hari Arhan memberinya pil KB yang dikemas sebagai obat penyubur agar ia tak pernah mengandung.

Ketika alasan "mandul" itu digunakan Arhan untuk menikahi wanita yang sejak dulu dicintainya, hati Dira hancur. Lebih menyakitkan lagi, ia tak sengaja mendengar percakapan yang mengungkap bahwa selama ini dirinya hanyalah seorang babu yang sengaja dipertahankan sampai wanita pujaan Arhan kembali.

Namun, semua kebohongan memiliki waktunya untuk terbongkar. Saat rahasia pil KB akhirnya terungkap, penyesalan mulai menghantui Arhan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon peony_ha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kecupan yang Terasa Hambar

Satu Minggu berlalu.

Pagi yang sangat cerah, langit biru tanpa awan dengan cahaya lembut nan hangat menyinari ruang makan.

Nadhira, pagi ini sudah tampak lebih rapi dan cantik dari biasanya. Blouse berwarna putih tulang, dengan renda kecil dibagian depan menambah kesan anggun pada wanita cantik itu. Rambut yang digerai sebahu dan masih menyisakan helaian basah Dira ikat sebagian, dengan anggun dan penuh kelembutan Dira sedang menuangkan teh hangat pada tiap gelas dimeja makan.

Bu Rena menatap menantunya itu sambil tersenyum bangga, walaupun Nadhira belum bisa memberinya cucu tapi Bu Rena sangat menyayangi menantu nya itu, ketulusan dan kebaikan Nadhira begitu tulus baginya.

"Menantu ibu cantik sekali pagi ini," puji Bu Rena sambil menyeruput teh hangat yang sudah Dira siapkan.

Dira melirik ibu mertuanya, senyum manis mengembang diwajahnya.

"Makasih buk,"

"Arhan kemana?"

"Tadi mas Arhan masih siap-siap dikamar, sebentar lagi juga sepertinya akan turun." ucap Dira sambil merapikan masakannya. Masakan rumahan yang sederhana, karena baik Bu Rena maupun Arhan mereka lebih suka masakan rumahan daripada masakan cepat saji.

Tidak begitu lama.

"Pagi buk, pagi Ra."

Arhan yang sudah rapi dengan stelan kemeja putih yang dibalut oleh jas hitam, ia berjalan mendekat ke arah Nadhira dan mendaratkan lengan kokohnya tepat pada pinggang ramping Nadhira.

Satu kecupan mendarat di pipi kiri Nadhira, hal itu sontak membuat Nadhira membeku. Tapi perlakuan hangat itu, tidak lagi menciptakan desiran hangat pada hati wanita dengan lesung pipi yang manis itu.

"Pagi mas..." Nadhira berusaha mungkin untuk bersikap manis dihadapan suaminya, namun hatinya sudah siaga satu. Ia sudah membayangkan kemungkinan buruk yang akan terjadi jika nanti istri kedua suaminya tinggal dirumah ini.

Arhan menarik kursi kayu dan mempersilahkan Nadhira untuk duduk di kursi itu, Nadhira mengangguk seraya mengucapkan terimakasih pada Arhan.

Bu Rena memperhatikan perlakuan anaknya yang sedikit berbeda pada Nadhira, benaknya dipenuhi dengan pertanyaan.

"Emh.. Mas mau telur ceploknya sama apalagi?" tanya Nadhira yang sedang menyiapkan sarapan untuk Arhan.

"Sama tempe orek aja Ra."

Nadhira mengangguk seraya mengambil potongan tempe orek pada piring Arhan.

Arhan, Dira dan Bu Rena mulai menikmati sarapannya, dalam ruangan makan itu tampak hening. yang terdengar hanyalah dentingan sendok yang saling beradu pada piring.

"Mas tampak beda hari ini, tumben sekali pakai jas. Lagi ada acara apa dikantor?" tanya Dira memecah kesunyian.

Arhan menghentikan kegiatan sarapannya. Matanya tertuju pada Nadhira yang berada disebelahnya.

"Ouh...ini. Dikantor mas lagi ada acara meeting besar dengan beberapa investor asing. Jadi semuanya harus berpenampilan rapi hari ini."

"Oh ya, ya..." Dira mengangguk percaya, alasan yang Arhan lontarkan cukup masuk akal.

"Oh ya Ra, hari ini ada jadwal ibu kontrol ke rumah sakit kamu antar dulu ya, mas gak bisa izin hari ini dari kantor."

"Iya gapapa mas, ibu biar Dira aja yang antar."

"Untuk biaya obatnya nanti mas transfer langsung."

Dira mengangguk mengiyakan.

****

Diruang eklusif yang luas dan nyaman, seorang pria tampan sedang memandangi foto yang terpajang di atas meja kerjanya.

foto seorang anak laki-laki yang wajahnya sangat mirip dengannya.

"Maapkan papa sayang, kamu harus kehilangan peran ibu sejak kecil." gumam pria tampan nan gagah itu.

Kemudian sorot mata elang itu beralih pada sebuah foto lama yang telah usang dan banyak bercak putih difotonya. Sebuah foto dua puluh tahun yang lalu, ia yang sedang menggendong anak kecil perempuan berpipi chubby dengan potongan poni yang rata. Sangat terlihat menggemaskan. Kemudian senyum mengembang pada wajah tampannya.

"Mas kangen, kamu ada dimana sekarang?" gumamnya, pria bertubuh tinggi tegap. berpakaian jas yang rapi itu kemudian berdiri. Hari ini ia ada jadwal untuk menghadiri acara kenaikan jabatan beberapa karyawan dikantornya.

Tok tok tok

"Masuk..." suara bariton yang tegas itu menggema.

"Permisi pak, acaranya sebentar lagi akan segera dimulai." ucap seorang karyawan yang tadi mengetuk pintu.

"Saya akan segera kesana sekarang." ucapnya singkat, tegas dan penuh wibawa.

Langkah tegapnya memenuhi setiap lorong perusahaan milik Winata group. Jas yang rapi membentuk lekukan tubuhnya yang sangat proporsional. Bahu lebar yang kokoh, tubuh tinggi tegap, wajah dengan rahang tegas dan sorot mata yang tajam, hidung Bangir serta alis yang tebal terbingkai sempurna. Ketika ia lewat maka semua sorot mata akan tertuju padanya.

"Duren lewat gais..."

"Seger banget liat potongan rambutnya yang baru..."

"Kenapa gak nikah lagi ya, padahal sayang banget."

"Nunggu cinta dari gue kali..."

"Jangan mimpi lo, pasti selera atasan kita itu adalah wanita high class, seperti mantan istrinya kan seorang model diluar negeri. Tapi sayang kenapa mereka bisa bercerai padahal menurutku mereka sangat cocok sekali" bisik-bisik para karyawan setiap melihat atasannya lewat.

Di Aula luas milik perusahaan Winata sudah dipenuhi oleh para karyawan kantor yang asik berbincang sambil mengucapkan selamat kepada orang yang sudah naik jabatan.

"Selamat pak Arhan atas kenaikan jabatannya sebagai direktur, saya harap bapak bisa mengemban amanah ini sebaik mungkin." ucap pria pemilik perusahaan itu.

"Terimakasih pak, saya janji akan mengemban amanah ini dengan baik di perusahan bapak." ucap Arhan sambil memegang erat lengan kokoh atasannya.

"Yes aku sudah naik jabatan, gak sabar sekali buat bahagiain Ayu setiap harinya." gumam Arhan, yang ada dalam benaknya adalah wajah Ayu pacarnya, bukan wajah Dira atau wajah Bu Rena.

Bahkan Arhan sengaja tidak kasih tahu kenaikan jabatan ini pada Dira dan Bu Rena. Menurutnya itu tidak penting, Arhan takut kalau Dira ini minta asisten rumah tangga untuk membantunya mengerjakan pekerjaan rumah, Arhan tidak mau karena semua uangnya akan dikendalikan oleh Ayu.

Arhan berjalan keluar aula dengan senyum yang masih mengembang diwajahnya.

"Mas..." Ayu yang sudah berpakaian rapi, dengan dress hitam, dan ditangannya sudah membawa sebuket bunga ucapan selamat pada Arhan.

"Sayang...mas berhasil." Arhan memeluk Ayu, ada senyum yang mengembang diwajah Ayu ketika dipeluk Arhan. Senyum penuh kemenangan, bukan senyum bahagia seorang yang menyayangi pasangannya.

"Selamat ya mas." ucap Ayu datar.

"Hari ini juga kita nikah ya, mas udah gak sabar mau tinggal serumah sama kamu sayang..." ucap Arhan sambil menangkupkan tangannya pada wajah Ayu, wajah yang sudah sudah dibubuhi oleh makeup yang sangat tebal dan terkesan berlebihan.

"Aku mau mas." Ayu mengangguk mantap, senyum mengembang diwajahnya.

Bersambung...

1
Inarrr Ulfah
semoga hidup mu sengsara Arhan,,hancur lebur bagi debu,,
Inarrr Ulfah
jahat bgt kamu ayu,,KLO emng BNR kamu mengandung ank nya Arhan semoga anak kamu dan Arhan cacat,,tau bukan anak Arhan ..biarin si Arhan menyesal seumur hidup nya
Yantie Narnoe
up lg thor
roses: ditunggu ya kak🙏
total 1 replies
Yantie Narnoe
ya allah...keguguran donnk...😭😭 Jahat banget si ayu
roses
Siap kak, terimakasih sudah baca karya author
Yantie Narnoe
semangat up thor...💪💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!