Semua benda di dunia memiliki harga.
Rumah, restoran, perusahaan, bahkan kesempatan yang tidak bisa dibeli dengan uang sekalipun.
Saat hidup Lin Liu berada di titik terendah, sebuah sistem misterius memilihnya sebagai pemilik baru. Sistem itu tidak memberinya uang, kekuatan, ataupun keberuntungan.
Yang diberikannya hanyalah... diskon.
Semakin besar target yang berhasil dicapai, semakin langka kartu diskon yang diperoleh. Dengan satu kartu, sesuatu yang mustahil dimiliki bisa berubah menjadi kesempatan yang berada dalam jangkauan.
Namun, setiap pilihan memiliki konsekuensinya.
Di balik setiap transaksi, tersembunyi rahasia yang membuat dunia tidak sesederhana yang terlihat. Kini Lin Liu harus menentukan apa yang layak dibeli... dan apa yang seharusnya tidak pernah memiliki harga.
Karena ketika segalanya bisa dibeli, batas antara keberuntungan dan keserakahan menjadi sangat tipis.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Notdrick, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 33
Ruangan aula hotel berbintang lima itu dipenuhi cahaya lampu kristal yang berkilauan, dihiasi rangkaian bunga mahal dan meja-meja bundar yang tertata rapi, dipenuhi tamu-tamu berpakaian formal yang berbincang riuh sambil menikmati hidangan pembuka. Di panggung utama, sebuah spanduk besar bertuliskan "Pertunangan Huang Ruoxi & Liu Feng" terpasang megah, menjadi pusat perhatian seluruh ruangan.
Lin Liu berdiri di antara kerumunan tamu undangan, mengenakan setelan jas sederhana namun rapi yang dia beli dengan sisa uang tabungannya, berusaha membaur tanpa menarik perhatian berlebihan. Dokumen penting yang mereka temukan tersembunyi rapi di balik jasnya, jantungnya berdegup kencang menunggu momen yang tepat untuk bertindak.
Di sudut ruangan, dia melihat Huang Ruoxi berdiri di samping ayahnya dan Liu Feng, mengenakan gaun merah anggun yang seharusnya menjadi simbol kebahagiaan, namun matanya yang menatap ke arah Lin Liu sekilas menyiratkan ketegangan yang sama besarnya dengan yang dia rasakan.
Acara berjalan sesuai rencana, pembawa acara mulai mengumumkan sambutan pembuka, mengundang ayah Huang Ruoxi untuk naik ke panggung menyampaikan kata-kata resmi sebelum prosesi pertunangan dimulai. Lin Liu menatap Huang Ruoxi dari kejauhan, dan gadis itu memberikan anggukan kecil nyaris tidak terlihat—tanda bahwa inilah saatnya.
Lin Liu melangkah maju melewati kerumunan tamu, jantungnya berdegup sangat kencang, namun tekadnya sudah bulat. Dia mendekati area panggung tepat saat ayah Huang Ruoxi baru saja mulai berbicara, mikrofon di tangannya menggema ke seluruh ruangan.
"Maaf mengganggu," suara Lin Liu terdengar lantang meskipun tangannya gemetar, membuat seluruh tamu di ruangan itu menoleh terkejut ke arahnya. "Sebelum acara ini dilanjutkan, ada sesuatu yang perlu diketahui semua orang di sini."
Bisikan dan gumaman kaget langsung memenuhi ruangan, ayah Huang Ruoxi menatap Lin Liu dengan wajah pucat bercampur amarah, sementara Liu Feng berdiri dengan raut wajah bingung yang perlahan berubah waspada.
"Kau kenapa? Keluar dari sini sekarang!" ayah Huang Ruoxi berteriak marah, namun Lin Liu sudah mengeluarkan map dokumen dari balik jasnya, mengangkatnya tinggi agar terlihat jelas oleh seluruh tamu.
"Ini adalah bukti perjanjian pinjaman ilegal antara Tuan Huang dan seorang rentenir bernama Chen Datong, dengan bunga yang jauh melampaui batas hukum yang berlaku," Lin Liu berkata lantang, suaranya semakin mantap meskipun jantungnya berdebar kencang. "Pertunangan ini bukanlah soal cinta, melainkan bagian dari kesepakatan pelunasan utang, dengan Nona Huang Ruoxi sebagai alat tukarnya."
Ruangan itu seketika riuh oleh bisikan terkejut, beberapa tamu yang belakangan diketahui adalah pejabat dan wartawan yang sengaja diundang untuk memeriahkan acara. Malah mengeluarkan ponsel mereka untuk merekam kejadian ini.
Huang Ruoxi melangkah maju dari samping ayahnya, berdiri sejajar dengan Lin Liu, matanya menatap tegas ke arah seluruh tamu yang hadir. "Semua yang dikatakan olehnya benar. Aku dipaksa bertunangan bukan atas dasar cinta, tapi demi menyelamatkan bisnis keluarga dari jeratan utang ilegal."
Wajah ayah Huang Ruoxi memucat pasi, sementara Liu Feng yang menyadari reputasinya kini berada dalam bahaya besar, buru-buru melangkah mundur menjauhi panggung, berusaha menghindari sorotan kamera yang mulai berdatangan ke arahnya.
Di tengah kekacauan itu, ponsel Lin Liu tiba-tiba bergetar keras, menampilkan sebuah pesan singkat dari nomor yang selama ini menjadi sumber ancaman terbesar dalam hidupnya.
"Kau pikir ini akan menyelesaikan segalanya? Kau baru saja membuat kesalahan besar, Lin Liu. Sekarang, aku tidak lagi punya alasan untuk menahan diri."
Layar sistemnya berkedip hampir bersamaan, menampilkan notifikasi yang selama ini dia tunggu dengan campuran perasaan lega dan cemas.
...[MISI "JEJAK YANG HILANG" TELAH DISELESAIKAN.]...
...[HADIAH: KARTU DISKON 25% DAN SATU PETUNJUK TELAH DIBERIKAN.]...
...[STATUS ARC: "HUANG RUOXI" — SELESAI.]...
Lin Liu menatap layar itu sekilas, namun kelegaan yang seharusnya dia rasakan segera tergantikan oleh kekhawatiran baru begitu dia mendongak, mendapati beberapa pria berbadan tegap dengan wajah asing mulai memasuki ruangan aula dari berbagai pintu, bergerak dengan cara yang jelas bukan bagian dari tamu undangan mana pun.