NovelToon NovelToon
My Lovely Ana

My Lovely Ana

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:1.2M
Nilai: 4.8
Nama Author: Gadis_Kecil

DILARANG PROMOSI DI KOLOM KOMENTAR!!

Ana, gadis yang baru berusia 18 tahun harus tinggal bersama pria asing yang telah menggelontorkan banyak uang demi biaya operasi sang adik yang terluka cukup parah karena penyerangan sedang kedua orang tuanya telah tiada.

Judul lama "Penjara Cinta"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Gadis_Kecil, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Jangan Pernah Merendah

Samuel melihat ke arah Ana dengan pandangan yang sulit diartikan. Berpikir mungkinkah ada sebuah kebohongan, namun sayangnya tak ada melainkan keseriusan yang membuat Samuel berpikir keras.

"Apa kau tak suka aku kuliah?" Pria itu mengangguk.

"Kenapa?"

"Para pria. Aku benci jika mereka melihatmu atau mendekatimu."

"Jangan cemas. Aku bisa jaga diri kok, aku tak akan dekat dengan pria mana pun." ujar Ana cepat.

"Aku mempercayaimu. Namun aku tak bisa mempercayai para pria." Ana memasang wajah sendu.

"Kita bicarakan hal ini nanti."

"Setelah ini kau langsung pulang ya, aku akan menyuruh supir untuk membawamu pulang. Aku punya banyak pekerjaan." Ana tak membalas.

Sama dengan ucapan Samuel, Ana diantar pulang sedang Samuel pergi ke tempat lain untuk urusan pekejaan. Sesampainya di sana Ana hanya berbaring sambil melihat ijazahnya, nilainya cukup bagus dan Ana sangat ingin melanjutkan pendidikannya.

Ditengah ketenangan, tiba-tiba suara keributan menyapa indera pendengaran Ana. Gadis itu keluar dari kamar dan menghampiri beberapa pelayan yang tampak kalap dengan tingkah seorang wanita asing. Ana memandang wanita itu yang selalu memerintah seenaknya para pelayan.

Apa dia keluarga dari Samuel? "Hei, kau yang di sana!" Ana terkejut setengah mati saat wanita itu menatapnya.

"Ayo kemari jangan berdiri di situ terus!" Mata ekor Ana melirik sekilas pada para pelayan. Tampak mereka sangat gugup dan terus mengekori langkah Ana.

"Tolong pijat kakiku." Beberapa pelayan terperangah mendengar perintah wanita asing itu pada Ana, gadis milik Samuel yang sangat disayangi.

"Mm Nona Martha biarkan saya saja yang memijat kaki anda atau bila perlu perintahkan kami apa saja tapi jangan menyuruh Nona Ana melakukan hal itu." Martha-wanita asing itu melirik sinis ke arah para pelayan.

"Enak saja, kalau aku menyuruh gadis muda ini maka dialah yang melakukannya. Kalian pergi saja." Para pelayan bergeming memandang Ana yang tak membalas pandangan itu.

"Aku bilang pergi!" hardik Martha lagi mengejutkan mereka dan pergi dari tempat itu meninggalkan Ana sendirian bersama Martha.

"Hei kau tunggu apa lagi ayo pijat kakiku." perintah Martha pada Ana yang segera melakukan perintah Martha. Wanita yang jauh lebih tua dari Ana memandang padanya saksama kalau dilihat dia memang mengenakan pakaian biasa bukan baju pelayan. "Siapa kau? Kenapa kau berada di rumah tunanganku?"

Ana sontak mendongak terkejut dengan kata tunangan kemudian tersenyum. "Hanya menumpang tinggal, aku punya hutang yang harus dibayar."

"Oh begitu, baguslah kalau kau bukan simpanan Samuel. Lihat cincinku ini, kami bertunangan satu bulan lalu dan sebentar lagi kami akan menikah ditambah aku sedang mengandung anaknya. Kami pasti akan menjadi keluarga yang bahagia, kan?" Ana hanya tersenyum membalas Martha.

Sebelum Martha bisa membuka mulutnya, pria yang dibicarakan akhirnya pulang dari urusan pekerjaannya. "Sayang!" Samuel menoleh pada Martha lalu beralih pada Ana yang dibelakangi oleh Martha. Wanita itu tepat berada di depan Samuel sekarang.

"Kamu dari mana saja sih, aku menunggumu lama di sini." Samuel tak menggubris dan melewati wanita yang hamil muda itu, Ana yang tengah menundukkan kepala terperanjat saat Samuel menggenggam tangannya.

"Apa tanganmu tak sakit?" Ana menggeleng.

"Katakan wanita itu telah melakukan apa padamu?" tatapan Samuel sangatlah serius sampai-sampai Ana takut sendiri memandangnya.

"Dia hanya meminta dipijat kakinya wajar, kan dia sedang hamil dan...."

"Mulai sekarang jangan pernah merendah. Kau adalah milikku dan gadisku tak perlu mengikuti perintah orang termasuk pelacur seperti dia, apa kau mengerti?" Ana mengangguk pelan.

"Samuel!" suara penuh amarah itu dari Martha, matanya yang hitam menatap pada Martha yang kini berjalan dan menjauhkan mereka berdua. Tak lupa dia menampar pipi Ana, "dasar pembohong! Kau bilang kau ini hanya numpang tinggal tapi ternyata kau punya hubungan dengan tunanganku!"

PLAKK!

Martha terkejut dengan merasakan pipinya kebas dengan tamparan yang diberikan oleh Samuel. Ditatapnya nanar pria itu. "Samuel, kenapa kau melakukan ini? Aku salah apa padamu?" tanya Martha dengan air mata yang mengalir di pipimu.

"Karena kau telah menampar Ana dan harusnya kau sadar diri bahwa kita tak punya hubungan apa-apa lagi, pertunangannya telah dibatalkan dan bayi yang dalam kandunganmu itu bukan milikku karena aku sama sekali tak pernah menyentuhmu. Kau boleh membohongi dunia kalau aku Ayah dari bayi itu tapi kau tak bisa membohongiku. Pergi dari sini! Jangan buat aku kehabisan kesabaran, masih baik aku menyuruhmu pergi baik-baik dari pada aku mengusirmu secara kasar!"

Samuel menarik Ana pergi meninggalkan Martha yang bergeming. "Tuan Samuel, bukankah itu sangat keterlaluan?"

"Tak apa-apa Ana, perlakuanku pantas diterima olehnya. Dia telah memperlakukanmu layaknya sebagai pelayan dan aku tak bisa menerima hal itu."

"Tapi...."

"Ana jangan membantahku." Ana terkejut saat Samuel menariknya lebih dekat menabrak tubuh proposional milik pria itu. Belum lagi ketika Samuel mengecup bibirnya singkat. Bibirnya? Astaga ini ciuman pertamanya! Samuel mengambil ciuman pertama Ana!

Bukan itu saja, ciuman itu merambat dari pipi, telinga kemudian jenjang leher Ana yang putih membuat tubuh gadis itu panas dingin sebab baru pertama kali diperlakukan seintim ini. Begitu merasakan sentuhan yang tak biasa, Ana mendorong pelan tubuh Samuel. Terlihat raut wajah protes dari Samuel.

"Maaf Tuan, aku tak biasa dengan hal ini lagi pula saya datang di sini untuk membayar hutang. Bukankah Tuan Samuel bilang kalau aku hanya tinggal di sini saja? Tak ada yang lain." Samuel terdiam lalu mengecup sekali lagi bibir Ana tetapi tak melanjutkan aktivitasnya.

1
rosalia puspita
Luar biasa
Nur Adam
smgt untuk krya mu thoor
Nanik Lestari
Samuel goblok
Nanik Lestari
7th, Semoga kakak beradik Ana dan Lina selamat sampai akhir cerita
id IG: sabia.sky
apakah ada kisahnya Lina dan Dariel???
𝕽𝖈⃞Butirn𝕵⃟dBUᶜʙᵏⁱᵗᵃ
enak ato laper samuel
𝕽𝖈⃞Butirn𝕵⃟dBUᶜʙᵏⁱᵗᵃ
dasae nyinyiiirrr. .,.... mati la kau..... potel sepotel potel ny...
𝕽𝖈⃞Butirn𝕵⃟dBUᶜʙᵏⁱᵗᵃ
syukaaaa alur cerita ny
𝕽𝖈⃞Butirn𝕵⃟dBUᶜʙᵏⁱᵗᵃ
🤧🤧🤧🤧🤧
𝕽𝖈⃞Butirn𝕵⃟dBUᶜʙᵏⁱᵗᵃ
aq syuka cerita U othorrrr....
Yana
thor buat cerita lina sama dariel
Priskha
kok aq bingung ya bacanya, bknnya wkt nikah si shella datang dan kasih selamat juga ya..
bank sha one
author GALFOK
Kenzi Kenzi
ya iya lah...dikamar babang ada genduk kecil lina.....ke gep bisa bahayaaaa☺☺☺
Kenzi Kenzi
.ga mencerminkan seorang dosen
Kenzi Kenzi
wowwwwwww...ana oh ana....nakal kamu ya😏😏😏😏😏😏😏😏😏😏
Kenzi Kenzi
andai lina jdi dewasa...pasti jadi an sama dariel...😉😉😉😉
Kenzi Kenzi
wehhhh....adegan kamar mandi dehhhhh
Kenzi Kenzi
3.sohib karib
Kenzi Kenzi
siapa.madava...semoga pria baik
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!