NovelToon NovelToon
3 Days, 2 Nights, 1 Love

3 Days, 2 Nights, 1 Love

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:124.3k
Nilai: 4.9
Nama Author: Quin

Jayden harus menerima takdirnya sebagai seorang bintang, merasa tak memiliki orang yang mencintainya dengan tulus, bahkan Kayla, kekasihnya yang bertahun-tahun dicintainya, hanya memanfaatkannya untuk ketenarannya.

Hingga suatu saat dia bertemu dengan seorang wanita, wanita yang memandangnya dengan cara berbeda, namun bukan hanya itu yang dia temukan, 2 dunia yang berbeda memisahkan mereka bahkan sebelum kuncup cinta bisa mengembang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Quin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 7 - Liburan yang sesungguhnya.

"Mery jangan!" kata Launa yang langsung melarang ketika mendengar suara Mery. Dia merentangkan tangan, walaupun sebenarnya tidak melindungi Jayden sama sekali.

"Siapa dia?" tanya Mery ketus pada Launa.

"Dia tamu ku, jangan melakukan itu padanya, dia orang yang baik," kata Launa.

Mery segera melihat ke arah Jayden, entah kenapa merasa wajah pria itu sering di lihatnya, tapi dimana? Dan seketika matanya membesar ketika dia mengingat wajah pria itu.

"Ya Tuhan, Kau …. " kata Mery tak percaya, dia baru saja akan memukul seorang artis.

Jayden yang merasa Mery mengenal dirinya langsung mengeluarkan gestur tutup mulut, Mery langsung membungkam mulutnya, untung saja belum keceplosan keluar.

"Kau mengenalnya?" tanya Launa mengerutkan dahinya.

"Oh, aku … dia …." kata Mery sedikit tergagap, mau mengatakan siapa sebenarnya yang sudah masuk ke dalam rumah mereka, namun Jayden langsung menggeluarkan gestur untuk tidak mengatakan siapa dia.

"Kenapa?" tanya Launa lagi.

"Dia itu teman yang pernah aku temui, ya, dia tinggal di luar kota, jadi aku kaget bertemu dengannya di sini," kata Mery mencari-cari alasan.

"Oh, begitu," kata Launa yang langsung percaya.

"Ya, " kata Mery yang tak bisa melepaskan matanya menatap wajah tampan Jayden, apalagi sekarang dengan senyum manisnya.

"Eh, sepertinya aku harus kembali sekarang, aku pergi dulu," kata Jayden yang merasa tak aman lagi ada di sini, apalagi ternyata teman Launa ini mengetahui identitasnya, mungkin juga van nya sudah siap diperbaiki. Jadi dari pada mereka sibuk mencari dirinya, jadi dia lebih baik kembali sekarang.

"Aku bisa mengantarmu, " tawar Mery dengan senyum sumringah, Jayden mengerutkan dahinya, namun tawaran itu lumayan menggiurkan untuk Jayden, lagi pula dia harus berterima kasih untuk Mery karena tidak membocorkan identitasnya.

"Baiklah," kata Jayden.

"Ok, Launa sebentar, aku akan mengantarkannya," kata Mery senang, kapan lagi dia bisa mengantar seorang artis, walaupun dia bukan penggemar fanatiknya, namun melihat seorang artis setampan ini, siapa yang tak akan senang.

"Baiklah, kalian berhati-hatilah, " kata Launa dengan senyuman begitu manis, membuat Jayden bahkan tak bisa berpaling dengan senyuman itu, serasa ingin selalu melihatnya. Namun mau tak mau dia harus meninggalkan rumah itu, melihat ke arah luar, Mery sudah siap dengan sepeda motornya.

"Kita naik ini?" tanya Jayden yang sudah memasang maskernya, dia tak pernah naik motor sebelumnya.

"Ya, tenang saja, aman kok, tunjukkan saja dimana tempatmu, aku akan mengantarnya," kata Mery lagi.

"Di perbatasan di sebelah sana," kata Jayden lagi.

"Baiklah, naik saja," kata Mery yang memang dari gayanya saja terlihat seperti gadis yang tomboy.

"Eh, baiklah," kata Jayden lagi, dia lalu naik dan duduk di belakang Mery.

"Pegangan," kata Mery.

"Apa?" tanya Jayden yang merasa tak jelas.

"Pegangan!" kata Mery yang tanpa aba-aba langsung tancap gas, membuat Jayden kaget setengah mati hingga harus memegang bagian belakang tempat duduknya, sekali lagi pengalaman baru untuk Jayden.

---***---

Jayden pelahan menikmati perjalanan itu, ternyata naik motor cukup menyenangkan, dia bisa melihat keindahan alam di desa itu secara keseluruhan, semuanya terlihat sangat indah, seindah perasaannya sekarang, dia melihat ke arah belakang, tak ada apapun di sana, tubuhnya memang sudah pergi menjauh, namun rasanya hati dan perhatiannya masih saja tertinggal bersama Launa.

Suara rem motor Mery berdecit, membuat Jayden sedikit terdorong ke depan hampir menempel ke tubuh Mery, untung saja Jayden menahannya, Jayden turun dari motor, matanya yang coklat terang hampir kekuningan teredar mencari van-nya, namun tempat itu kosong.

"Benaran di sini tempatnya? " tanya Mery yang tak melihat apapun, hanya jalanan kosong yang sepi sekali, memang jalan mereka selalu seperti ini.

Jayden masih diam, mengamati semuanya, dia bukan orang yang punya ingatan yang lemah, dia tahu persis bahwa di sinilah tadi busnya berhenti, dia lalu sedikit berlari kecil, melihat beberapa tetesan oli yang mengotori jalanan itu, Jayden semakin yakin, Van-nya pasti ada di sini tadi, tapi kenapa sekarang tidak ada?

"Ehm, kalau memang van-mu tadi ada di sini, berarti mereka meninggalkanmu," kata Mery memberikan spekulasi.

Jayden melirik ke arah Mery, menaikan satu alisnya, benar juga, mungkin mereka mengira bahwa Jayden ada di kamarnya, bukannya dia juga yang sudah mengatakan bahwa dia tidak boleh diganggu hingga tiba di tempat tujuannya.

"Ya, sepertinya mereka pergi tanpa ku, " ucap Jayden sedikit terdengar riang.

Mendengar itu Mery langsung menatap Jayden,  wajah Jayden tampak senang, kenapa dia malah senang?

"Bagaimana bisa mereka meninggalkanmu? terus kau kenapa malah senang? Bukannya sedih di tinggal oleh van-mu? " tanya Mery bingung.

"Ya, aku bilang pada ibuku untuk tidak mengangguk di kamar, mungkin mereka sudah berpikir aku masih ada di sana, setelah sampai di tujuan mereka juga akan sadar aku tidak ada, lalu menjemputku, aku punya 3 hari untuk bisa berlibur di sini," kata Jayden menarik napas panjang melihat sekeliling yang asri, senyum senangnya mengembang.

"Kau serius? Kenapa kau tidak menghubungi ibumu saja?" kata Mery tak percaya.

"Ya, serius, ponselku habis baterai," ujar Jayden menunjukkan ponselnya yang sudah padam, Mery melihat ke arah ponsel itu.

“Di sana ada telepon umum, kau bisa hubungi seseorang di van-mu untuk menjemputmu kembali," kata Mery, tetap tidak bisa menerima Jayden, bisa saja kan keluarganya berpikir Jayden sekarang sedang diculik, bisa-bisa nanti dia dan Launa yang kena getahnya.

"Aku tidak bisa mengingat nomor ponsel ibuku atau pengawal ku," kata Jayden santai, bersikukuh mencoba agar diterima di sini, dia akan senang bisa menghabiskan liburan tahun barunya di tempat tenang seperti ini.

"Masa kau tidak ingat?" tanya Mery lagi curiga.

"Benar, banyak hal yang harus aku hapal, lagi pula sejak kecil aku belum pernah jauh dari ibuku atau pengawal ku, mereka selalu ada di sampingku, ini pertama kalinya aku tanpa mereka," kata Jayden dengan senyuman manis, pengalaman baru akan tercipta. Mery diam sejenak, benarkah? tak enak sekali jika selalu diikut dengan orang-orang seperti itu.

“Ehm, bolehkah aku tinggal bersama kalian, jika aku tinggal di hotel, itu akan menjadi berita yang sangat heboh," ujar Jayden melirik Mery.

Mery menyipitkan matanya, mengamati wajah Jayden yang tampan, namun bukan itu yang dia pikirkan, Mery masih sedikit curiga dengan kelakuan Jayden ini, jangan-jangan dia punya maksud tersembunyi. Jayden yang dilirik dengan tatapan yang curiga itu sedikit mengerutkan dahinya, kenapa Mery menatapnya seperti itu.

"Aku butuh tempat berlindung, dan aku rasa walau kotamu kecil tapi banyak orang yang mengenaliku, tadi saja ada beberapa orang yang mengejarku, aku hanya butuh waktu untuk bisa beristirahat dan keluar dari hiruk pikuk dunia ini, dalam setahun aku hanya punya sedikit waktu liburan, dan aku janji setelah 3 hari ini, aku tidak akan menganggu kalian lagi, dan tentang saja, aku bertanggung jawab penuh dengan keputusan yang aku buat ini," kata Jayden dengan wajah menyakinkan pada Mery, dia bahkan memengang kedua lengan Mery, membuat Mery kaget namun langsung terhipnotis dengan manik mata coklat itu.

"Baiklah, tapi berjanjilah untuk menjamin keselamatan ku dan Launa," kata Mery luluh juga.

"Baiklah, aku berjanji, " kata Jayden senang, akhirnya ini akan benar-benar jadi liburan baginya.

1
Wangintowe Tundugi
kok gitu
Wangintowe Tundugi
siapa bibi juliet😁
Wangintowe Tundugi
anak tiri
Susanti
bagus
Susi Yanti
br efisi 29 kok udah berhenti yaaa....
Qie_batubara
ngulang baca...
Teh lia
Aku baca semua novel mu ka,tpi syang knpa di novel ini bikin kecewa ngegantung pdahal kisah nya seru jadi sedihhhhh kk author tolong lanjutin ya ka....
Anonim
penasaran lanjut kak quin...
Rinisa
Cerita nya bagus, sayang sekali tdk di lanjut Kak Quin....
Rinisa
Semua karya novelmu bagus....👍🏻
Mutiara Sani
kak quin ini ngk diterusin lagi ya kk
Kristiana
sampe lupa ceritanya gimana...saking lamanya 😇😇😇
🌻 sinar 🌻
g diterusin kak? ngebut bacanya tyt lom end 😁
kafa ainshod
mbak quin... sayang...

kapan update abang jayden lagi...
udah setahun nungguin nya...
Arika
yg ini gak diterusin?
kafa ainshod
mudah2an Authornya sehat terus, biar bisa update...
Ariez Aprieo
menunggu bab selanjutnya...
Ariez Aprieo
kapan up lagi kak
Ariez Aprieo
ceritanya bagus, sayang sekali gak diteruskan. Aku menunggu update-nya kak.
Sugiati Hisam
😭😭😭😭😭😭😭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!