NovelToon NovelToon
Bungsu Yang Tak Dianggap

Bungsu Yang Tak Dianggap

Status: tamat
Genre:Teen / Tamat
Popularitas:56.1k
Nilai: 5
Nama Author: Tuti Ummi Luthfi

" Lulus SMA nanti kamu mau lanjut kuliah kan? " tanya Eva sahabatku. " Entahlah.. aku sendiri juga ngga yakin. Sepertinya ibuku ngga ngijinin aku nglanjutin kuliah." lho kok bisa sih, kamu kan anak bungsu. Lagian tinggal kamu yg masih sekolah, kakakmu sudah pada lulus. Bahkan ada yg sudah kerja dan nikah. masa cuma biayain kamu aja ga bisa." Eva sewot. Maklumlah, kami berteman sejak dari SD hingga SMA. meskipun ngga selalu satu sekolah. Hanya waktu SMP saja.
Rumahku berdampingan dg rumah Eva. Di mana ada aku pasti ada Eva. Boleh dikata kami berpisah cuma kalau lagi menuntut ilmu karena beda sekolah, kadang tidur aja kita barengan. Keluarga Eva termasuk keluarga terpandang jadi ibu tak khawatir aku bergaul dengannya.
Impian kami yaitu bisa kuliah bareng di satu kampus yg sama. Tetapi perbedaan ekonomi nampaknya menghalangi impian itu.
Apakah aku bisa mewujudkan cita-citaku , sementara ibuku tidak mendukungnya.
Ataukah aku terpaksa harus menepis impianku dan sahabatku ?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tuti Ummi Luthfi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 7 Mencoba menerima

Hari- hari pun berlalu seperti biasa. Aku sudah ngga mengingat tentang perkataan ibu tempo hari. Setiap hari aku menjalankan tugas seperti hari2 sebelumnya. Berangkat ke pasar pagi hari dan pulang sore hari menjelang magrib. Ibu ngga mau buka sampai malam seperti dulu. .Karena sekarang sudah banyak pedagang kuliner yang berjualan pada malam hari. Apalagi ibu juga mulai sering kecapekan.

Oh iya. Karena sekarang aku sudah ngga sekolah maka aku berangkat ke pasar lebih awal.Tapi tetap melakukan pekerjaan di rumah dulu. Ibu dan Mbak Nia masih tetap berangkat jam 6.00.

Pagi ini selesai sholat subuh aku mulai menyapu lantai kamarku. Berlanjut ke ruang tengah dan ruang tamu. Terahir menyapu teras depan. Biasanya Eva juga melakukan kegiatan yang sama denganku kalau pagi. Tapi sejak ikut seleksi masuk PTN dia sudah mulai sibuk mondar mandir mengurus ini itu. Kami berdua jadi jarang ketemu.

Selesai menyapu aku masuk ke kamar dan duduk menghadap meja. Buku-buku sekolah yang masih ada di meja aku bereskan. Kumasukkan ke dalam kantong kresek besar dan kutaruh di bawah meja. Buku tulis yang masih kosong tetap aku biarkan di meja. Kadangkala aku sering coret2 kalau lagi suntuk pikiran. Seperti pagi ini.

" Belum mandi Aira ? " Ayah yang baru selesai sarapan sudah berdiri di pintu kamarku yang kubiarkan terbuka.

" Bentar, Yah. Masih malas. " Jawabku . Ayah berbalik dan keluar menuju teras. Aku mengambil buku tulis dan pulpen. Secara refleks tanganku menari di atas kertas dan menulis sebait puisi. Entah mengapa jika ada yang kupikirkan tangan ini dengan mudah merangkai kata-kata.

* Pesona apa yang ada pada dirimu,

hingga aku begitu kagum dan tak dapat melupakanmu

Seperti air mengalir, sayangku padamu tak kan pernah berhenti **

Tak sadar aku jadi melamun. Teringat hari2 kemaren ketika masih di sekolah.. Aku pernah menulis puisi ini di dalam kelas. Waktu itu pelajaran kosong dan hanya diberi tugas mencatat. Kebetulan Dika duduk di belakangku bersama Faris. Seperti biasa kalau jam kosong pasti pada ngobrol dan bercanda. Aku iseng mencoret coret meja. Dan tertulis kalimat puisi ini. Faris yang selalu usil melihatku menulisi meja pun mendekat. Tiba2 ia membaca tulisanku dengan keras.

Betapa malunya aku saat itu. Apalagi Dika juga ikut melirik meja ku. Yana yg duduk di sampingku pun tertawa mengejekku.

Huuuh ! Dasar Faris. Aku jadi senyum2 sendiri mengingat kejadian itu.

Terdengar suara langkah kaki mendekati kamarku. Ternyata Ayah. " Sudah jam setengah tujuh Aira. Cepat mandi dan berangkat ke pasar. Nanti ibumu marah lho . " Ayah mengingatkanku.

Aku beranjak dari kursi dan mengambil handuk.

" Ini baru mau ke kamar mandi, Yah! " Sahutku.

Tak lama aku sudah berada dalam kamar mandi. Ku basahi rambutku agar kepalaku enteng. Pikiranku jernih dan bisa melupakan kesedihanku.

Sedih karena berpisah dengan teman dan sahabat di sekolah. Juga sedih karena tidak dapat melanjutkan sekolah ke jenjang yg lebih tinggi. Meskipun hanya dua tahun saja ngga boleh.

Ya sudah lah. Aku mencoba menerima keputusan ibuku. Aku hanya berharap mungkin tahun depan aku bisa mendaftar. Barangkali ibu bisa berubah fikiran.

Selesai mandi aku keluar dan masuk ke kamar untuk berganti baju. Tak lama aku pun udah rapi dan melangkah keluar rumah menuju ke pasar ke warung makan.

Ketika menunggu angkot lewatlah Tante Fina ibunya Eva yang baru pulang dari pasar bersama Bude Fara budenya Eva.

" Mau ke pasar ya, Aira? " tanya Tante Fina.

" Oh iya. Tante ikut menyayangkan kamu ngga jadi kuliah bareng sama Eva. " Lanjutnya.

" Tadinya Tante sempat senang karena Eva ada temannya. Tapi kamu malah ngga jadi. "

Tante Fina berkata dengan wajah sayu. Bude Fara juga menatapku.

" Ngga pa pa Tante. Mungkin tahun depan Aira bisa nyusul Eva " . Jawabku sambil menahan airmata yang sempat menggenang di sudut mata. Aku mengerjap agar airmata ini ngga jatuh di pipiku.

Untung sudah ada angkot datang sehingga aku bisa menghindari mereka. Aku cuma ngga ingin pembicaraan berlanjut dan berujung sedih lagi.

Aku sudah mencoba ikhlas dan menerima. Aku ngga mau menyusahkan orangtuaku.

Sampai di pasar aku melangkah menuju warung makan. Karena masih pagi jadi banyak yang harus aku kerjakan di sini. Soalnya warung ibu memang ramenya kalau pagi. Banyak pedagang asongan atau pedagang sayuran keliling yg sarapan di sini .

Ada juga pedagang bakso atau nasi goreng yg berjualan malam hari. Mereka belanja bahan untuk keperluan jualan nanti malam.

Lama-lama aku pun mulai terbiasa dengan suasana pasar dari pagi sampai sore. Biarlah akan kucoba menjalani apa yang ada di depanku saat ini.

Untuk sementara aku lupakan keinginan untuk kuliah. Akan kucoba berbaur dengan orang2 di sekelilingku . Yang bukan saja seusia ku. tapi dari semua golongan usia. Kebanyakan lebih tua sih.

Hahahaaa ! Inilah duniaku.

_____

Bersambung

1
blush.and.ochre
Semoga kedepannya bisa makin bagus dan author ga pusing2 mikirin hal negatif ya. Fighting!
Tuti Ummi Luthfi: Aamiin.. makasih doanya. semangat terus pokoknya
total 1 replies
Eja Drajat Adriansyah
Sumpah! Sampai lupa waktu bacanya!
Tuti Ummi Luthfi: Aih aih... asal jangan lupa makan aja. hehe ! thanks ya.
total 1 replies
LilCutie
cerita ini lebih lucu dibanding yg lain
Tuti Ummi Luthfi: gitu ya, padahal aku ga ngelawak loh. Hehe makasih ya, kak !
total 1 replies
salt sand and smoothies
thor up lgi dan kurangin typo yaaa
Tuti Ummi Luthfi: oke kakak, makasih sarannya.
total 1 replies
skyeandstaghorn
Alurnya gregetan! Aku baru baca aja jadi nagih!
Tuti Ummi Luthfi: makanya ikuti terus ceritanya ya, makasiih !
total 1 replies
TickleStar
Kelanjutan cerita author itu kayak hujan ditengah kemarau thor.. alias ditunggu-tunggu!
Tuti Ummi Luthfi: Siap kakak.. makasih ya udah setia nunggu .
total 1 replies
Labuh Ardianto
hallo kakak semangat berkarya ya kak🤭
Tuti Ummi Luthfi: Hallo juga, makasih udah mampir
total 1 replies
Nightingale Soakage
authorrr kamu hebatttttttt nggak nyesel dech bacanya seruuu bingit endingnya itu lho wowowowowowo woooooowwww
Tuti Ummi Luthfi: aduh makasih pujiannya.. tetep tungguin kelanjutannya ya say !
total 1 replies
rowiethelabel
Ceritanya menarik, nih! Boleh kali thor dilanjut?
Tuti Ummi Luthfi: siaap kakak, makasih ya udah nunggu !
total 1 replies
Atas Untuk Diikuti
Thor, kalau capek, istirahat dulu, minum dulu, besok kita lanjut lagi ya :) Aku selalu nunggu author kok!
Tuti Ummi Luthfi: Makasih atas pengertiannya ya..!
total 1 replies
NewJerseyJack
Jangan lupa minum air putih biar bisa fokus lanjut next bab thor! Aku nungguin banget up bab baru soalnya nih!
Tuti Ummi Luthfi: Duuh makasih atas perhatiannya ya, ditunggu terus pokoknya.
total 1 replies
Respati Wijaya
Thor chakep, kalau saya bilang lanjuut, lanjuuuut~ hahah
Tuti Ummi Luthfi: siaaap, ditunggu terus ya lanjutannya. thanks !
total 1 replies
saltsanddanmoothies
Ih! Kenapa ceritanya relate bangeeeeet! Semangat kak!
Tuti Ummi Luthfi: makasih yaa !
total 1 replies
MouthofMexico
Bang! Hayati gak bisa tidur nih gegara othor gantungin ceritanya :(
Tuti Ummi Luthfi: Hehehe, sabar ya say. Kalau nggak digantung ngga penasaran dong !
total 1 replies
LiveChic
SERUU.....BUET CERITANYA
Tuti Ummi Luthfi: Makaciih ditunggu terus ya !
total 1 replies
moonjuice
Kiss jauh buat othor karena udah buat karya sekeren ini!
Tuti Ummi Luthfi: Auww so sweet., makasih ya say. Tungguin terus lanjutannya ya.
total 1 replies
Gadis Sandman
Thor tolong ya aku ini udh penasaran banget sama kelanjutannya nih
Tuti Ummi Luthfi: Siaap Kakak, ditunggu ya. Makasih !
total 1 replies
DavidTheDancer
Aduh aku sampe tahan napas baca beberapa bagian ceritanya. Excited banget
Tuti Ummi Luthfi: waah makasih Kak.. ditunggu terus kisahnya ya !
total 1 replies
monsoonblooms
Yo ayo thor! aku selalu mendukungmu dalam doa hehehe
Tuti Ummi Luthfi: makasih Kak, ditunggu terus ya ceritanya !
total 1 replies
Eli Usada
Thor, dapet notifikasi dari update-an ceritamu itu kayak minum es di siang hari bolong!
Tuti Ummi Luthfi: Duuh segernyaa, makasih ya !
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!