Setelah sama-sama merasakan sakit hati yang paling dalam, Bima dan Renata menata hati mereka, sampai akhirnya, Renata dan Bima kembali menemukan kebahagiaan bersama pasangannya masing-masing.
Namun, takdir ternyata kembali mempertemukan mereka dalam situasi yang sama-sama sulit.
Lalu, akankah takdir kembali berpihak pada mereka setelah mereka berdua sama-sama merasa kehilangan?
Yuk, kepoin kisah Bima dan Renata. Seperti biasanya, jangan lupa sedia tisu, karena cerita ini banyak mengandung bawang.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nazwa talita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 7 MAUKAH KAU MENIKAH DENGANKU?
Darmayuda akhirnya dengan terpaksa keluar dari ruangan rawat inap Karina. Laki-laki tua itu tidak bisa berbuat apa-apa saat petugas medis mengusirnya.
Beberapa anak buahnya bahkan tidak bisa berbuat banyak karena pihak rumah sakit mengancam akan melaporkan tindakan kekerasan yang dilakukan oleh Darmayuda.
Dengan perasaan marah, lelaki tua yang merupakan adik tiri dari papanya Karina itu keluar dari kamar diiringi oleh beberapa anak buahnya yang tadi berjaga-jaga.
Sementara itu, di dalam ruang rawat inap, Karina menatap wajah tampan Bima yang masih berdiri di depannya. Pria itu kembali seperti semula, menatap datar ke arah gadis malang itu.
"Kenapa aku harus punya paman seperti dia?" Karina mengeluh pada diri sendiri.
Dari kecil, hidupnya sudah berantakan. Ia tidak pernah merasakan sedikit pun kebahagiaan semenjak kedua orang tuanya meninggal. Tinggal bersama paman, bibi juga kedua sepupunya membuat kehidupan Karina seperti di neraka.
Hinaan, cacian, makian, bahkan terkadang siksaan secara fisik pun kerap kali ia dapatkan. Karina bekerja keras agar suatu saat dirinya bisa terlepas dari keluarga sang paman.
Gadis itu belajar dengan giat. Karina kuliah sambil bekerja paruh waktu, sementara, orang-orang di rumah itu bersenang-senang dan berfoya-foya menghabiskan harta milik orang tuanya.
Ya! Seperti yang dikatakan Karina pada pamannya beberapa menit lalu. Sebagian harta kedua orang tuanya jatuh ke tangan pamannya karena ia belum menikah. Sementara, sebagiannya lagi akan bisa mereka nikmati setelah Karina menikah.
Oleh karena itu, mereka sengaja menjual Karina dengan lelaki tua yang tidak dikenal, agar paman dan bibinya bisa leluasa menikmati harta warisan kedua orang tuanya.
Sungguh rencana yang sempurna awalnya. Seandainya saja Karina tidak bertemu dengan pengacara keluarganya, mungkin sampai saat ini gadis itu tidak akan pernah mengetahui kalau ternyata kedua orang tuanya memiliki harta kekayaan yang tidak akan habis bahkan sampai tujuh turunan.
Semenjak kecil, dirinya selalu menderita. Tidak pernah mendapatkan apa pun yang ia inginkan. Setelah tahu tentang kebenarannya, Karina benar-benar merasa sangat marah.
Mereka semua dengan tidak tahu malunya memakai semua uang dan harta kedua orang tuanya untuk berfoya-foya, tetapi, pemilik Karina, sebagai pemilik sah harta tersebut justru menderita dan tidak pernah menikmati harta itu.
Gadis itu bahkan harus membanting tulang untuk biaya kuliahnya selama ini.
"Brengsek!" Karina mengepalkan tinjunya.
Bima yang diam-diam memperhatikan Karina, tersenyum tipis melihat kemarahan gadis itu.
"Makanya, jadi orang itu harus pintar, biar nggak dibohongi sama orang lain," celetuk Bima santai.
Dari perdebatan yang terjadi antara Paman dan keponakan itu, Bima sudah tahu apa yang terjadi. Gadis bodoh itu dibohongi oleh paman dan keluarganya. Dimanfaatkan, disakiti, disuruh bekerja keras sendiri, tetapi ternyata, tempat tinggal bahkan harta yang dimiliki oleh pamannya itu adalah milik kedua orang tuanya.
Dirinya dibuang, bahkan tidak boleh menikmati sepeserpun harta warisan dari kedua orang tuanya, kemudian, dia harus menikahi laki-laki yang tidak dikenalnya agar sang paman dan bibinya bisa leluasa mengambil alih semua harta peninggalan kedua orang tuanya.
Benar-benar menyedihkan!
"Tidak usah menghinaku. Aku tahu aku memang bodoh. Andai dari dulu aku tahu kalau ternyata orang tuaku kaya raya, aku pasti akan mengambil semua yang menjadi hakku!" Karina menatap Bima dengan kesal.
Bima hanya menggedikkan bahu. Tidak peduli dengan ucapan Karina.
"Aku lapar. Apa kamu ingin makan sesuatu?" Bima menatap gadis cantik di depannya itu.
"Mumpung aku lagi baik hati, sebaiknya kamu pesan makanan apa yang kamu inginkan. Kalau tidak, kamu akan menyesal karena setelah ini, aku akan pulang ke rumah dan tidak akan kembali lagi ke sini," lanjut Bima sambil terus menatap ke arah gadis itu.
"Kamu–"
"Aku harus bekerja. Kamu pikir, aku pengangguran yang harus setiap hari menunggumu di rumah sakit?"
Karina berdecak sebal mendengar ucapan pria tampan di depannya itu.
"Tapi kamu tidak bisa seenaknya saja meninggalkan aku. Apa kamu lupa, kalau kamu adalah orang yang telah menabrakku?"
"Aku tidak akan menabrak orang kalau saja tidak ada gadis bodoh dan ceroboh tiba-tiba lewat di depan mobilku!" Bima menatap tajam Karina yang langsung melotot ke arahnya.
"Aku bukan gadis bodoh!" Karina berteriak kesal.
"Kalau bukan bodoh dan ceroboh, lalu apa namanya?" cibir Bima.
"Kamu ...." Karina menurunkan telunjuknya. Bicara dengan pria di depannya itu membuatnya tambah sakit kepala.
Entah kesialan apa yang menimpanya, hingga ia harus bertemu dengan laki-laki seperti Bima.
Sejenak, mereka berdiam diri. Bima tampak kesal. Sedari tadi ia menunggu perempuan itu ingin memesan makanan apa, tetapi gadis bernama Karina itu malah melamun.
"Bima."
"Hmm."
"Aku ada tawaran untukmu." Karina menatap ke arah pria tampan di hadapannya itu dengan serius.
"Tawaran?"
Karina mengangguk. "Tawaran yang menarik. Anggap saja kamu sedang menolong orang yang kesusahan."
"Kamu ngomong apa sih, nggak jelas banget!" Bima berdecak sebal.
Ia merasa sudah tidak sabar sekarang. Pekerjaannya menumpuk di kantor. Tetapi, ia malah terjebak di rumah sakit. Benar-benar sial!
Kenapa setelah Renata pergi, nasibku sial sekali? Harusnya sekarang aku ada di rumah. Beristirahat sambil meratapi kepergian Renata yang memilih pergi bersama Devan. Bukannya malah terjebak dengan gadis bodoh seperti dia.
"Bima, maukah kamu menikah denganku?"
Tulus banget siy kamu,
Cinta tanpa syarat asalkan yg dicintai bahagia,,
lma bgt y
pasti udh bnyk yg nunggu
Dah lama bgt
klo Renata munafik cinta tapi dipendam
Alhamdulillah aku pminat takdir ..maafkan aku istriku..cinta Karmila ...lihat aku seorang sllu ku tunggu update nya tiap hari
ayo update lagi takdir 2 Bima ditunggu secepat mungkin