Aurellia, hanya karena ambisi balas dendamnya atas kematian sang ibu tercinta, ia merelakan masa-masa kecilnya dengan menjalankan misi, yang bahkan anak kecil seusainya tidak akan mampu. Ia bahkan rela dijadikan bahan olokan, caci maki dan fitnah yang pasti orang biasa tak akan tahan menghadapi cobaan itu.
Hingga takdir mempertemukan ia, dengan seorang pria yang mampu membuat hidupnya kembali berwarna.
Folow ig : wndanaomi
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon wndanaomi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bertemu Pria Aneh
Aurell yang melihat mobil Gavin berlalu itu hanya bisa menghebuskan nafasnya, kali ini ia akan percaya bahwa Gavin tidak akan mengecewakannya, itu sebabnya ia memperbolehkan Gavin pergi bersama Eira.
"Loh? Rell kok masih disini, tadi katanya mau pulang sama Gavin" suara itu barasal dari Gustin, ia berjalan menuju Aurell bersama dengan Doni dan Erlan, sudah biasa mereka bertiga selalu pergi bersama-sama.
"Gak jadi, dia ada urusan sama Eira" kata Aurell.
"Heh? Cewek itu lagi, kok bisa sama dia sih rell" tanya Erlan.
"Katanya mau ada makan malam sama bokapnya Eira" jawab Aurell.
"Lo gak papa rell?" tanya Doni.
"Gak papa, selagi dia pegang omongannya, gue tetep percaya" ucap Aurell tenang.
"Lupain dulu soal Gavin, kita nongkrong yuk udah lama kita gak sama-sama kayak gini, kalian berdua selalu sibuk sendiri gak pernah ada waktu, gue tuh bosen tau gak main terus sama Erlan" ucapan dari Gustin itu seketika membuat Erlan melotot kearahnya.
"Sialan lo, gua juga bosen kali main sama biawak kayak lo" ucap Erlan tak mau kalah.
"Udah-udah, kalo kalian ribut terus nanti gak jadi nongkrongnya" ucap Doni melerai.
"Si Gustin tuh cari ribut terus" ucap Erlan yang masih merasa kesal itu.
"Yuk rell, lo ikut kan?" tanya Doni.
Aurell hanya diam. "Ayooo rell..... Gak seru kalo gak ada elo, yuks cabut" ucap Gustin sambil mendorong pelan tubuh Aurell dari belakang agar mau berjalan, Aurell hanya pasrah mengikuti mereka.
...----------------...
Kini mereka telah sampai ditempat tujuan, terlihat sekali lampu berkedip-kedip dan orang-orang yang asiknya menari dibawah sinaran lampu itu, banyak wanita yang memakai pakai seksi nan ketat, juga para pria yang asik merangkul wanitanya duduk dipojokan. Tidak salah lagi tempat itu adalah Bar Clup tempat yang sering dikunjungi anak muda, tempat itu bertujuan untuk mencari kesenangan entah itu tempat bagi orang yang stres atau orang yang lagi depresi.
Aurell saat ini mengenakan pakaian yang sedikit minim, ia mengenakan kaos tanpa lengan dilengkapi celana pendek yang memperlihatkan kaki putihnya itu, ia berpenampilan sedikit berbeda saat ini tidak seperti saat ia pergi kekampus yang mengenakan pakaian panjang celana yang robek dilututnya menambah kesan bad girl padanya.
"Ini nih yang paling seru, yuk Guys kita ikutan joget disana, mumpung disini siapa tau dapat gebetan" ucap Gustin.
"Lu aja sono gue udah ada gebetan, bentar lagi yayang gue juga datang" ucap Erlan sambil melirik hanponenya.
Gustin mendengus. "Dasar gak setia kawan, gue doa in semoga lu cepet putus sama gebetan lo" kesal Gustin.
"Alah bilang aja lo iri, Eh! Udah dateng tuh gebetan gue" kata Erlan sambil menunjuk gebetanya. "Gue kesana dulu ya Guys" ucapnya sambil berlalu menuju lantai dansa.
"Huh gue gak mau kalah, yuk Don kita kesana" ajak Gustin.
"Lu aja kesana, gue disini aja" jawab Doni sambil menyesap minumanya.
"Ah! Gak seru lo" ucap Gustin berlalu meninggalkan Doni dan Aurell.
"Hai, mau dansa sama aku gak" ucap seorang gadis yang berpakaian minin tapi terkesan imut itu mengajak Doni yang masi anteng dengan gelasnya itu.
Doni menengok. "Gue?" tanya Doni menunjuk dirinya.
"Iya! Siapa lagi kalo bukan lo, yuk dansa sama aku" ajak gadis itu menyodorkan tangannya.
"Dari pada disini sendiri mending sama gue kan" ucapnya lagi.
"Udah pergi aja" ujar Aurell.
"Boleh deh" kata Doni menerima uluran tangan gadis itu dan menuju lantai dansa.
Kini tinggalah Aurell sendiri dimeja itu, sedari tadi memang banyak pria yang menghampirinya namun ia tak menanggapi mereka semua, walau Aurell sering datang kebar itu tapi ia tak pernah bermain dengan pria lain, karena masih ada Gavin dihatinya.
Tiba-tiba saja seorang pelayan bar menyapanya. "Hai, sendiri aja" ucapnya.
Aurell melirik pria itu, Aurell dapat melihat bahwa pria yang ada didepannya itu cukup tampan walau mengunakan baju pelayan disertai dasi pita sebagai pelengkap.
"Kamu gak ada pasangan ya? Gimana kalo ngobrol sama saya, biar ada temennya gitu" ucap pria itu.
Aurell tak menjawab ia hanya diam sambil memainkan hanpone.
Sedangkan pria yang tak dianggap oleh Aurell itu, tersenyum sekilas. "Hemmm, menarik"
"Hey Nona, jangan main hp ketika ada orang yang sedang berbicara dengan mu" ucap pria itu sambil mengambil hp Aurell dan meletakanya disakunya.
"Hey! Kembalikan hanpone ku" ucap Aurell.
"Saya akan mengembalikan hanpone mu jika kamu mau ngobrol dengan ku Nona" ucapnya sambil mengerlingkan sebelah matanya.
Aurell mendengus kesal. "Hanya buang-buang waktu bicara denganmu, cepat! Kembalikan hanpone ku" kata Aurell sambil menyodorkan tanganya.
Pria itu tersenyum, ia lalu memegang tangan Aurell setelah itu ia mengecupnya sekilas.
Aurell melotot dan mencoba untuk melepaskan tangannya, namun sayang tangannya tak terlepas akibat digengam erat oleh pria itu. "Lepaskan tangan ku"
"Saya akan melepaskan tangan ini jika Nona bersedia memberi nama Nona pada saya"
"Dasar pria aneh" ketus Aurell.
Pria itu tersenyum. "Pria aneh ini hanya ingin tau siapa nama wanita cantik didepannya ini"
"Jangan harap"
"Sungguh! Kamu sanggat menarik Nona"
Aurell yang kesal itu, memukul dan mencubit tangan pria itu mengunakan tangan satunya, pria itu meringis, Aurellia yang mendapatkan cela itu langsung melepaskan tangannya, ia meraih hanpone yang ada disaku belakang milik pria itu, setelah itu ia berlalu meninggalkan meja itu menuju lantai dansa.
"Sungguh menarik, sayangnya aku tidak bisa mendapatkan nomornya" ucapnya sambil menerbitkan senyum semirknya.
"Tunggu saja Nona kita akan bertemu kembali"
...----------------...
Pagi hari Aurell bersiap untuk pergi kekampus, ia sedikit tergesa takut-takut jika Gavin sudah sampai ditempatnya.
Tingg....
Suara notive berbunyi, Aurell memberhentikan kegiatannya dan melihat pesan masuk itu.
"Gavin?" gumam Aurell saat melihat notive itu.
Gavin
¦Rell aku minta maaf..., aku gak bisa jemput kamu hari ini.
Aurell mengerutkan keningnya.
¦Kenapa?
Gavin
¦Papaku, nyuruh aku buat jemput Eira, aku gak bisa nolak, aku minta maaf banget Rell....
¦Aku sudah janji buat jemput kamu hari ini tapi malah gak jadi, mungkin besok aku usahain pasti bisa.
Aurell yang melihat pesan itu menghebuskan nafas ya. "Jika kamu memang tidak bisa, seharusnya dari awal kamu tidak usah buat janji" ucap Aurell yang merasa sedikit kecewa.
Anda
¦Yasudah
Setelah menjawab pesan itu, ia lalu bergegas untuk berangkat kekampus tanpa melihat jawaban pesan dari Gavin.
Bersambung.
btw byk banget yg typo ya Thor???
singgah di novel aku yukss
ISTRI PENGGANTI TUAN MUDA TAMPAN
🙏🙏🙏