NovelToon NovelToon
Terbuang,Kembali Bersama Kemewahan

Terbuang,Kembali Bersama Kemewahan

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Penyesalan Suami / Duda
Popularitas:571
Nilai: 5
Nama Author: lisxone

Ayu Gendhis Prameswari, terjebak dalam lingkaran pernikahan yang toksik. Memiliki suami yang pelit, suka menggoda wanita. Mertua yang selalu menyalahkan dirinya, karena di matanya Ayu bukanlah menantu idaman. Dan penderitaan Ayu pun semakin menjadi-jadi ketika Mas Bayu, suami Ayu, tertangkap basah selingkuh, namun parahnya, Ayu malah diusir dari rumah. Dia benci dan dendam pada Mas Bayu dan keluarganya dan bersumpah akan membalas semua perbuatannya dengan kesuksesannya.. Dan Tuhan mendengar doa wanita teraniaya. Dipertemukanlah Ayu dengan duda tampan, kaya raya bernama Alvin Sebastian Stelle.. Dia akhirnya mampu memikat hati duda kaya itu. Setelah menikah Ayu seakan bertransformasi menjadi wanita berkelas. Namun ternyata di pernikahannya dengan Alvin pun banyak terjadi konflik keluarga yang ternyata tidak kalah toksik. Namun kali ini Alvin selalu membela Ayu di antara gempuran masalah yang selalu menghadang mereka. Akankah Ayu akan bisa melewati ujian hidupnya kali ini? Ataukah juga akan berakhir seperti pernikahannya dulu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lisxone, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dia Spikopet

AYU POV..

BRAK... KK... K... KK..

suara kursi di terjatuh menghentikan ciuman kami..

Kami lalu saling menunduk tanpa menghiraukan sekitar..

PLAKKK..

tiba tiba tamparan mendarat di wajah Alvin..

"Sayang.. " Terkejut ku karena tamparan itu tepat di hadapanku..

Alvin terdiam namun aku lihat tangannya mengepal..

Aku tahu dia sangat marah..

"Tega kamu.. ! " Stevani mendorong tubuh Alvin..

"TEGA KAMU..KAMU JAHAT! " teriak stevani sambil memukul mukul dada Alvin...

"STOP..! " teriak Alvin mengejutkan kami semua..

Dia langsung mengambil Handpone dari saku celananya dan menelfon seseorang..

"Hallo cristian.. "

Seketika itu stevani terbelalak dan mematung ketika mendengar nama critain..

"Bawa wanitamu pergi dari sini, dia sudah menyakiti calon istriku.. ! Jaga dia baik baik, jika tidak dia akan pergi seperti dia pergi dariku.. MENGERTI!! "

TIT.. Sambungan telfon pun di matikan oleh Alvin..

Dan tidak butuh waktu lama, handphone stevani berdering..

Dan aku tahu itu pasti dari Cristian..

Dia mengangkat telfon dan aku lihat dia langsung pergi dengan terburu buru..

Aku perlahan mendekati Alvin..

"Kamu tidak apa apa? " Tanyaku sambil memegangi wajahnya yang di tampar stevani tadi..

"Iya.. Aku tidak apa apa,Bagaimana denganmu? "

"Aku tidak apa apa, cuma pakaianku basah.. "

Alvin pun lalu membasuh wajahku dan juga bajuku yang basah dengan sapu tanganya..

" dimana temanmu? " Tanya Alvin..

Seketika itu juga aku baru teringat dengan ellen, namun aku tidak menemukan dimana ellen berada..

"Tadi dia disini.. " Kataku sambil pandanganku mencari ellen kesana kemari..

"Dimana dia? " Tanyaku dalam hati sambil terus melihat ke arah manapun.. Namun aku tidak menemukannya..

Aku berlari kesana kemari di ikuti Alvin di belakangku.. Lalu satu titik pandanganku tertuju pada ellen yang berlari ke luar mall..

"Ellen.. " Panggilku..

Namun dia hanya sekilas melihatku lalu berlari lagi..

"Ellen.. " Panggilku lagi namun dia tidak menoleh malah semakin lari..

Aku berlari menyusul dia namun aku kehilangan jejaknya..

"Kenapa dia berlari meninggalkan aku? Ada apa? " Tanyaku dalamhati dengan nafasku terengah engah...

"Untung laki laki itu gak lihat aku.. Buset calon suami ayu anaknya my daddy... aaa. A. A. A... Kenapa bisa seperti ini.. " Geram ku..

Aku sekarang sedang bersembunyi dari kejaran ayu..

Tidak mungkin aku menampakkan diri di hadapan calon suami ayu, secara dia anak daddy ku..

"Hufff.... Kenapa harus dengan keluarga sebastian sih beb,.. "

Aku mengintip dari pojok tembok ku lihat ayu sedang di depan mall di samping laki laki itu..

Drrtt.. Drrtt.. Drrtt..

Handfonw ku bergetar..

"Hallo.. "

"Kamu dimana?? Kenapa kamu berlari? "

"Aku ada urusan mendadak.. Aku harus segera ke kantor.. "

"Kenapa tidak bilang padaku sih beb.. Aku kan bisa mengantarmu.. "

"Maaf, aku tidak ingin mengganggumu dengan calon suamimu.. Ya sudah kembalilah pada calon suamimu.. "

"Tapi beb.. "

Tit.. Aku putuskan sambungan telfon ku ..

"Maaf beb, jangan sampai ada anaknya my daddy tahu akan keberadaanku, jika mereka tahu, bisa bisa fasilitasku di cabut semua oleh daddy ku... "

Aku menunggu cristian datang menjemputku..

Dia marah besar padaku setelah Alvin menelfon dia tadi..

"Brengsek Alvin, kenapa harus menelfon cristian.. " Geram kuku . Tubuhku agak gemetar membayangkan apa yang akan terjadi setelah ini..

Beberapa saat kemudian datanglah mobil cristian..

Dia lalu berhenti di sampingku..

Dia turun dari mobil lalu dengan wajah marahnya dia mendatangiku..

"Sudah aku bilang.. LUPAKAN ALVIN..! " Teriak cristian..

"Maaf.. Aku tidak sengaja melihatnya tadi.. "

"Kamu sudah milikku.. Maka kamu tidak boleh dengan siapapun, apalagi dengan si brengsek ALVIN..! " Geram cristian sambil menekan wajahku dengan ibu jari dan jari telunjuknya..

"Sakit... " Rintihku karena tekanan tangan Alvin telah menyakitiku..

Dia lalu melepaskan dan membelai wajahku..

"Maaf honey.. Kenapa kamu sulit sekali di atur... (Dia membuka pintu mobil).. Masuk.. "

Akupun segera masuk ke mobil..

Di dalam mobil tanganku di genggam terus olehnya..

Walau dia selalu kasar padaku, namun aku tahu dia sangat mencintaiku..

Diapun segera mengendarai mobilnya namun

CIT...

tiba tiba dia menghentikan mobilnya..

"Ada apa?? "

Dia lalu melihat ke arahku intens..

"Apa kau masih mencintai Alvin? "

DEG.. aku terkejut kenapa tiba tiba dia menanyakan hal itu..

".... " Aku terdiam..

Dia melihatku kembali dengan ekspresi mengerikan,terdapat senyuman di sedikit tepi bibirnya....

Cristian pun melanjutkan perjalanan kami, namun entah kenapa aku merasa perjalanan ini tidak untuk kembali ke rumah, namun ke tempat lain, tapi aku tidak berani bertanya padanya..

Hampir 1jam kami berdua terdiam di dalam mobil.

Lalu sampailah kami di sebuah komplek perumahan mewah, dia melajukan kendaraan yang masuk ke dalam salah satu rumah disana..

"Rumah siapa ini?? "

".... " Dia terdiam sambil tersenyum menatapku..

Aku menghela nafasku..

"Sayang... " Pangillku lagi karena aku belum mendapatkan jawaban dari pertanyaanku tersebut..

Namun dia tidak mengindahkan panggilan ku langsung saja dia turun dari mobil, dia berjalan ke arah pintu mobilku dan membuka..

"Keluarlah.. " Singkatnya..

Akupun segera keluar dan tiba tiba tubuhku di gendongnya..

"Aku akan menghukumku.. " Kata dia sambil menggendong ku masuk ke dalam rumah tersebut..

Aku cuma bisaa terdiam sambil melingkarkan tanganku di lehernya..

Sampailah kami di sebuah kamar yang sangat besar.

Cristian lalu menaruh tubuhku perlahan di atas ranjang yang cukup besar..

"Sayang... "

"Shuttt... Diamlah.. " Lirihnya... Dia lalu pergi ke luar kamar..

Aku menelan salivaku sendiri karena sikapnya..

Menakutkan kata yang tepat yang saat ini aku sematkan padanya..

Beberapa saat kemudian dia masuk kembali sudah dengan tanpa pakaian hanya terbalut kan handuk menutupi bagian bawah tubuhnya..

"Sayang apa yang akan kau lakukan? ... Baru kemarin kita melakukanya, apa hari ini kamu akan menghukumku lagi?"

" Kamu tahu aku sangat benci kamu berdekatan dengan alvin,namun tetap saja kamu melanggar larangan ku..kamu tahu aku mencintaimu sebelum kamu mencintai Alvin, aku berharap padamu sebelum kamu berharap dengan Alvin.

Aku lebih mencintaimu dibanding dia, aku paling tidak suka kamu masih berhubungan dengan Alvin brengsek itu!! " Teriak cristian membuatku takut..

"Maaf... " Lirih ku..

"Jika kamu berani melawan ku, akan aku jembloskan kamu ke penjara..kamu Jangan lupa ada rahasia besarmu itu yang aku tahu.. Mengerti!! "

KRAKKK

tiba tiba dia merobek gaun ku..

"Maaf.. Maafkan aku.. Aku tidak akan mengulanginya lagi.. " Ucapku sambil menjauhkan tubuhku perlahan dari cristian yang sekarang melihatku dengan tatapan ingin mencengkram ku..

"PUASKAN AKU... " tegasnya sambil terus mendekatkan tubuhnya ke arahku..

"Baik.. Tapi jangan sakiti aku.. " Kataku dengan agak gemetar...

"PUASKAN AKU...! " teriaknya kembali..

PLAKKK..

tamparan keras di wajahku darinya, namun ini bukan apa apa, karena dia akan memperlakukanku lebih sakit lagi karena laki laki yang aku hadapi kali ini adalah cristian,laki laki yang hyper dan spikopat namun dia sangat mencintaiku...

3jam penuh aku di hajar habis habisan ditas ranjang olehnya, walaupun sebenarnya ada kenikmatan tersendiri yang dia berikan untukku dari fantasinya yang liar, namun terkadang itu sangat menyakitiku, bahkan terkadang ada banyak jejak luka yang tergambar di kulitku akibat ulah cristian yang sangat luar biasa menggarap ku di atas ranjang.

Ingin sekali aku pergi, namun aku terlanjur terikat olehnya karena suatu hal.

Dan memang semua juga berasal dari kebodohanku yang mencari kepuasan bercinta yang dulu tidak bisa di berikan oleh seorang Alvin Sebastian..

Aku menuntaskan mandi ku, dan ku raih baadrob yang memang tersedia di sana dan akupun segera mengenakannya..

Setelah itu aku keluar kamar mandi dan ku dapati cristian berada di balkon rumah sedang duduk sambil merokok..

Begitu dia melihatku dia mengangguk kearahku mengisaratkan aku harus kesana..

Ya aku pun segera ke sana lalu duduk di kursi disebelahnya...

"Maaf... " Kata pertama yang terucap dari mulutnya sambil dia mematikan rokoknya..

Dia berdiri lalu duduk bersimpuh di bawahku..

Dia lalu menyadarkan kepalanya di pangkuanku...

"Maafkan aku sayang.. Aku tadi menyakitimu.. " Ucap dia kembali..

Sungguh dia sangatlah sulit aku mengerti.

Dia sekarang seolah menjadi sosok yang berbeda,sekarang dia seperti anak kecil yang memohon ampun pada ibunya karena kesalahannya..

Aku membelai rambutnya ..

"Aku ingin kamu hanya mencintaiku, bukan alvin atau siapapun... "

Dia lalu mendongak ke arah ku..

"Apa kamu tidak bisa merasakan besarnya cintaku padamu? " Tanya dia dengan tatapan sayu...

"Tapi kamu selalu menyakitiku setiap kamu marah padaku.. Aku sakit... " Kata lirih dan tanpa terasa airmataku menetes..

"Maaf.. Maafkan aku.. "

PLAK.. PLAKK... PLAKK.. Dia menapar nampar wajahnya sendiri..

"Sudah.. Sudah.. " Aku menghentikannya..

Dia lalu menggenggam tanganku..

"Awww... " Jerit ku karena pergelangan tangaku agak sakit karena ulahnya tadi..

,"dimana yang sakit...? "

"Semua... "

Dia lalu membenamkan wajahnya kembali di pangkuanku..

"Maaf, maafkan aku.. " Dan aku rasakan dia menangis...

"Baiklah, aku memaafkanmu.. Namun aku ingin kamu menuruti satu permintaanku.. "

"Apapun itu sayang... " Kata dia sambil mendongak ke arah ku..

"Tolong celakai calon istri Alvin .. Aku tidak ingin Alvin bisa berbahagia, cukuplah kita yang berbahagia sayang, jangan sampai Alvin juga bahagia.. Mengerti?? " Perintahku sambil Ku belai wajahnya hingga dia sangat senang..

Dia pun mengangguk seperti anjing yang menerima kasih sayang dari majikannya dan aku tahu, dia akan melakukan segalanya untukku...

" Kenapa stevani begitu marah dengan hubungan kita, padahal dia kan sudah memiliki cristian...? " Tanyaku pada Alvin di meja makan, karena kami sedang makan malam di rumah setelah tragedi tadi sore tadi..

"Entahlah.. Aku juga tidak bisa mngerti dengan sikapnya.. " Jawabnya datar ..

"Em.. Kalau boleh tahu, kamu dan David sudah berteman lama? "

"Kenapa tiba tiba kamu menyakan soal David? "

"Biar kita ada pembicaraan saja.. "

"David adalah teman satu universitas denganku. Dia mengambil jurusan kedokteran, sedangkan aku manajeman bisnis.. Dia orang yang sangat cerdas, karena kecerdasan yang dia bisa berkuliah di kampus termahal di kota ini tanpa biaya sepeserpun karena dia juga dari keluarga tidak mampu.. "

"Emm.. Kenapa kamu percayakan sakitmu pada dia, kenapa tidak coba dengan dokter lain..? "

"Karena hanya dia yang bisa menjaga rahasiaku, dan juga aku percaya dia bisa menyembuhkanku.. "

"Tidakkah kamu pernah curiga padanya?? "

"Kenapa aku harus curiga padanya, dia orang paling aku percayai setelah bram.. "

".... " Aku terdiam..

Entah apa yang harus aku lakukan, tidak mungkin kalau aku tiba tiba bilang kalau David merencanakan sesuatu yang jahat padanya karena tidak mungkin Alvin percaya dengan perkataanku..

mungkin dengan mencari bukti sendiri aku bisa membuktikan bahwa David tidak sepolos itu, aku harus tau sebusuk apa rencana David pada Alvin dan aku harus tahu siapa wanita yang di panggilnya sayang waktu itu....

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!