NovelToon NovelToon
Transmigrasi menjadi Putri Abu

Transmigrasi menjadi Putri Abu

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Peningkatan diri-peningkatan identitas/sifat protagonis / Balas dendam. / Reinkarnasi / Transmigrasi ke Dalam Novel / Chicklit / Tamat
Popularitas:39.5k
Nilai: 5
Nama Author: bantalguling

Tahap Revisi

Tentang Vyolla, seorang gadis barbar yang dipaksa masuk ke dalam karakter Putri, sosok protagonis wanita di dalam novel yang selalu ia rutuki nan hina-hina..



📢 Novel pertamaku ini ceritanya ringan dengan protagonis yang anti menye-menye 🔥💪

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon bantalguling, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Terjebak

Satu bulan sudah Vyolla berada di dunia novel Cherry. Dia telah berhasil merubah sedikit demi sedikit karakter Putri yang begitu lemah dan bodoh itu. Contoh nyatanya adalah, Ibu dan Lani selalu kalah debat dengannya. Nisa dan Meli pun sudah tak pernah lagi memberikan tugasnya kepada Putri.

"Berarti hari ini gue udah satu hari koma," ucap Vyolla ketika mencoret kalender Putri. "Huft, gue kangen ayah sama bunda. Gue juga kangen si bontot Varel. Bahkan gue juga sekarang kangen sama si nyebelin Agiyassa." Vyolla tersenyum getir.

"Cieeee yang kangen sama bos galaknya," ledek Cherry yang tiba-tiba saja muncul.

Vyolla hanya menjawab ledekan Cherry dengan senyuman tipis. "Sekarang kita udah masuk bab 3 yah Cher?"

"Yap."

"Gue boleh lebih ekstrim lagi nggak Cher ngerubah si Putri nya?"

"Apa?"

Vyolla memberitahu hal yang ingin dia lakukan kepada tubuh Putri. Dan Cherry pun setuju.

"Yessss, gue nggak sabar deh buat nyambut esok hari," ucap Vyolla dengan semangat.

Malam berganti pagi, dan kehebohan pun sudah dimulai dari rumah.

"Kamu ngapain berpenampilan seperti itu?" tanya ibu heran dengan perubahan Putri.

"Ngapain? Ya mau kerja lah Bu," jawab Putri santai.

"Lo itu cuma housekeeping, nggak perlu sampai harus mempercantik diri kayak gitu," ucap lani sinis.

Bagaimana tidak sinis, kakak tirinya yang dulu culun sekarang telah melampaui tingkat kecantikannya.

"Perasaan, aku cuma lepas kacamata doang deh, kok bisa-bisanya kamu bilang aku mempercantik diri?" Putri tersenyum meledek. "Aku bukan kamu Lan, yang kalau mau terlihat cantik harus sibuk dandan dan catokan dulu."

Setelah puas membuat Lani diam tak berdaya, Vyolla pamit pergi kepada ibu yang masih bengong.

"Yeah, it's show time," ucap Vyolla saat memasuki lobby hotel dengan percaya diri.

Rambut lurus yang sengaja ia gerai mengayun dengan indah. Dan make-up flawless serta softlens minus berwarna coklat yang dipakai Vyolla pun berhasil membuat kecantikannya semakin stunning.

Dari kejauhan Vyolla melihat Bagas yang setia menatap dirinya dengan senyum tipis nan manis. Vyolla tahu bahwa Bagas mulai tertarik pada Putri, jadi ia berencana mengulur dahulu hati Bagas hingga membuat Bagas semakin penasaran. "Pagi Pak," sapa Vyolla sambil berjalan pergi melewati Bagas yang bengong.

Bagas yang tersadar dari lamunannya langsung berbalik dan menarik lengan Putri. ”Tunggu." Tarikan tangan Bagas yang cukup kuat membuat Putri sedikit oleng dan tak sengaja menabrak tubuh Bagas yang beraroma kan woodsy dan earthy dari parfum yang dipakainya.

"Eh, maaf maaf," ucap Bagas dan Vyolla bersamaan. Bagas melepaskan tangannya dari lengan Putri.

"Kamu Putri?" tanya Bagas memastikan bahwa yang ada dihadapannya sekarang adalah benar Putri, pegawai housekeeping yang ia kenal.

'Bukan, gue Vyolla,' jawab Vyolla dalam hati.

"Iyah Pak, saya Putri."

"Kamu cantik dengan penampilan yang seperti ini."

Bukannya senang, Vyolla justru kesal setelah mendengar ucapan dari Bagas. "Jadi maksud Bapak, kemarin-kemarin saya jelek, gitu? Makasih loh Pak."

Belum sempat Bagas menjelaskan maksud ucapannya, Vyolla sudah pergi dengan suara langkah kaki yang sengaja ia hentak-hentakkan keras.

Tapi perasaan Vyolla yang kesal itu hanya ia rasakan sesaat. Sekarang perasaannya berubah senang ketika melihat ekspresi Nisa dan Meli yang tak suka perubahannya. Dengan gaya perlente, Vyolla sengaja mengibaskan surainya di depan mereka berdua. Tak lupa, senyum tengil Vyolla sematkan demi membuat Nisa dan Meli semakin marah.

"Songong njir, wajib di kasih pelajaran tuh," seru Meli yang mendapat senyum menyeringai dari Nisa.

Berbeda dengan Nisa dan Meli yang menatapnya iri, para pegawai yang lain justru merasa kagum melihat penampilan Putri yang begitu cantik dan mempesona.

"Cih, ngeliat si upik abu aja pada heboh gitu, norak." Meli kesal dengan banyaknya pujian yang disampaikan kepada Putri. Ia merasa bahwa dirinyalah yang lebih cantik.

"Sabar bestie. Nanti siang kita main bentar yuk sama dia," bisik Nisa. Meli yang satu frekuensi, langsung mengerti apa yang dimaksud Nisa dengan bermain itu. Ia tersenyum lebar, tak sabar dengan apa yang akan terjadi di siang hari.

...****************...

Braggggg

'Yaampun, serasa dejavu gue,' ucap Vyolla dalam hati.

Bagaimana tidak merasa dejavu, Vyolla sekarang berada di ruangan arsip dengan badan yang dibenturkan keras ke lemari kabinet besi.

"Lah, kok dia langsung pingsan sih? Perasaan nggak keras-keras banget deh ngedorongnya," seru Nisa, orang yang telah mendorong Putri hingga tak sadarkan diri.

"Kepalanya terbentur cukup keras kali Nis?" Meli mulai khawatir. "Tapi dia beneran pingsan atau........."

Nisa beringsut turun untuk memeriksa kondisi Putri. Tangannya lantas ia tempelkan ke hidung Putri.

Degggg

Badan Nisa berubah tegang. Nisa menatap Meli dengan gusar. Sorot matanya memperlihatkan ketakutan yang dapat dirasakan juga oleh Meli.

"Nis?" tanya Meli dengan takut.

Nisa tak menjawab. Dia memegang tangan Meli kuat agar dirinya bisa berdiri. Setelah berhasil berdiri, Nisa berjalan ke arah pintu dengan kelimpungan. Dan Meli yang bingung dengan sikap Nisa, akhirnya mencoba memeriksa napas Putri.

"Euhhh," Vyolla meringis lemah. Ia berusaha membuka matanya perlahan.

Mendengar suara meringis dari Putri, membuat Nisa membalikkan badannya dengan cepat. Ia setengah berlari menghampiri Putri. "Anjir, gue jelas-jelas nggak ngerasain napas lo tadi. Kok sekarang lo udah sadar aja?" tutur Nisa yang merasa heran dengan kejadian tadi.

Meli membelalakkan mata. "Jadi.... Pantes aja lo kaya tadi Nis."

Vyolla membenarkan posisi duduknya. Tingkat kesadarannya kini sudah kembali, dan ia dengan berani menatap tajam mata Nisa juga Meli. "Kalian kenapa sih? Kalau nyari lawan tuh yang seimbang dong, bukan beraninya cuma sama saya yang lemah." ucap Vyolla masih dengan memberikan tatapan tajamnya.

"Lo tanya kita kenapa, hah?” tanya Nisa galak. Tangannya memegang rahang Putri dengan keras. "Mentang-mentang lo udah berubah, lo sekarang jadi ngelunjak banget yah Put."

"Maksud kamu apa?" Vyolla mencoba melepaskan tangan Nisa dari wajahnya. Tapi bukannya terlepas, genggaman Nisa justru semakin kuat.

"Lo itu cuma upik abu, jangan mimpi jadi Cinderella deh."

Vyolla mengernyitkan dahi karena tak mengerti maksud ucapan dari Nisa.

Brakk

Meli berjongkok dan memukul lemari kabinet besi dengan lengannya, tepat di atas kepala Putri. Vyolla kaget dan reflek menutup matanya takut. "Nggak usah sok kecantikan lo! Kita perhatiin dari pagi lo tebar pesona terus sama orang-orang. Bahkan kita lihat tadi di lobby, lo berani ngobrol santai sama Pak Bagas."

"Saya nggak merasa tebar pesona kok. Mungkin merekanya aja yang terpesona sama saya. Jadi... ya mereka terus merhatiin saya."

Nisa semakin marah dengan penjelasan Putri. Dia menarik kemudian mendorong kembali badan Putri dengan keras. Belum cukup puas hanya dengan melihat Putri yang tak terlalu kesakitan, Nisa dengan entengnya menjambak rambut Putri.

"Asshhh!"

"Awas ya lo! Kalau nanti gue masih lihat lo tebar-tebar pesona sama orang-orang apalagi sama Pak Bagas, gue bakal berbuat jauh lebih dari ini." Nisa melepaskan tangannya dari rambut Putri.

"Awas lo!" timpal Meli sebelum mereka berdua pergi.

"Asshhh, adadadadaahhhh, sak-kit!" pekik Vyolla seraya mengusap-usap rambutnya dengan pelan.

"Awas aja lo, awas aja lo, cih!" Vyolla mengejek kalimat yang diucapkan Nisa dan Meli kepada Putri. "Yang ada kalian berdua yang awas, hehehe."

"Udah aku save videonya di ponsel kamu," ucapa Cherry yang tiba-tiba muncul di hadapan Vyolla.

Vyolla mengangguk. "Thanks."

"Kamu kok bisa tahu sih kalau mereka berdua bakalan brutal setelah melihat perubahan Putri?"

"Namanya juga orang sirikan yang sok otoriter, jadi ya pasti bakal bully gue karena merasa tersaingi."

"Dan bisa-bisanya kamu kepikiran buat pura-pura pingsan terus nyuruh aku videoin kejadian tadi. Kerennnn."

"Vyolla nih. Hahahaha. Udah ah, gue mau lapor dulu atasan."

Dengan kaki jenjangnya, ia terburu-buru melangkah pergi ke luar ruangan untuk menyambut kemenangan. "Permisi Bu," sapa Vyolla ketika ia sudah berada di hadapan Sheryl, room divison manager.

"Kamu?"

"Saya Putri Larasati Bu."

Sheryl kaget. Ia tak menyangka bahwa upik abu yang culun bisa berubah menjadi cantik seperti sekarang. "Ada urusan apa kamu nyari saya?" tanya Sheryl dengan berusaha keras menyembunyikan kekagetannya.

Vyolla memberikan ponselnya kepada Sheryl. Dia kemudian memutar video yang membuat dirinya puas. "Saya harap ibu bisa menindaklanjuti masalah ini dengan sebaik-baiknya." Vyolla membawa kembali ponselnya. "Jika ibu tidak adil, saya akan langsung melaporkan masalah ini kepada Pak Bagaskara. Saya permisi Bu."

Vyolla mengupload video tersebut ke grup WhatsApp housekeeping's team, dan reaksi dari semua anggota grup membuat Vyolla senang karena dia lagi-lagi kembali menang. "Terjebak kan lo."

1
Dede Mila
mampir
IndraAsya
👣👣👣 Jejak 💪💪💪😘😘😘
moonmaker
semangat berkarya kak!
Imarin
Salam kenal kak..
aku mampir ya baca, like dan coment. Mampir juga baca novel q yuk..
ZaeV92
semangat Kakak 😘😘😘
ZaeV92
Hadir kak🤗🤗
Untaian Fiksi(Hiatus)
🤣🤣🤣 makan dah tu hantu
👋🏻 emak chimon 🐣: xixixiiixxxxxi
total 1 replies
Husna_az
masih penasaran
Husna_az
akibat terlalu emosi sampai salah kamar 🤣🤣🤣
👋🏻 emak chimon 🐣: maklum kak, anak magang, belum familiar sama tempat kerjanya, xixixii
total 1 replies
Zy Lin
saran aja kak, judul ceritanya dibikin awalan kapital. biar enak di bedain mana judul dan percakapan
👋🏻 emak chimon 🐣: ohhh gitu Kak??
oke kak, aku kapitalin judulnya yah kak,,
makasih saranyyyaaa 💋
total 1 replies
Zy Lin
marsha ga tau diri dih
Hawa zaza
jejakku disini
👋🏻 emak chimon 🐣: makasih kakkkk
total 1 replies
kang roasting cerita
baca Cherry jadi pengen makan cerri thor...
kang roasting cerita
bintang 5 untuk mu...
👋🏻 emak chimon 🐣: ahhhh, maacih kakkk
total 1 replies
kang roasting cerita
mungkin karena rezekinya dia novelnya best seller...
Cerita Aveeii
cheery ini penulisnya ya
👋🏻 emak chimon 🐣: iyah kak, yg nulis novel putri nya 💖
total 1 replies
kang roasting cerita
vyolla aja gemes... apalagi pembacanya ...
👋🏻 emak chimon 🐣: mmuachhh 💋
total 1 replies
Cerita Aveeii
ngakak si bos bisa baca pikiran
👋🏻 emak chimon 🐣: Xixixiixiiiiii
total 1 replies
Cerita Aveeii
mampirrr thor mulai baca
🐈ˢᵏ🎀Vin Vitri🌹
Ceritanya menarik untuk lanjut...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!