NovelToon NovelToon
Love Is Deep

Love Is Deep

Status: sedang berlangsung
Popularitas:34.5k
Nilai: 5
Nama Author: Nur Maelani

Vika gadis ceria dan sedikit tomboy jatuh cinta pada Ihsan yang merupakan teman kecilnya.
Vika terpaksa harus memendam rasa sukanya pada Ihsan karena ada begitu banyak hal yang membuat mereka tak bisa bersama.

Penasaran ....
yuk simak kisah lengkapnya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nur Maelani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 7

SELAMAT MEMBACA

" Selamat datang hari baru"

Vika berdiri di pematang sawah sambil merentangkan kedua tangannya kesamping,ia menghirup udara sejuk kota pinggiran Bandung.

"Neng Vika dicariin Nenek tuh disuruh makan udah sore" teriak seorang pria dari pinggir jalan.

"Iya sebentar"teriak Vika sambil berjalan menghampiri pria tersebut.

"Aku tuh masih kenyang aa mau makan males"ucap Vika saat sudah berada disamping pria itu.

"Ih tar si Nini marah neng"

"Biar tar Nene urusan aku aa" mending sekarang anterin aku jalan-jalan aja" ucap Vika

Beberapa hari sudah Vika berada di kampung, awalnya ia sangat betah tinggal disana namun lama-lama ia pun merasa bosan.

"Nek, Vika gak mau kuliah dulu ya" ucap Vika ragu saat ia sedang duduk santai bersama Nene Dila.

Nene Dila tidak langsung menjawab,ia memperhatikan wajah cucunya.

"Kenapa Nek? ada yang aneh ya sama muka Vika?" tanya Vika heran.

"Kemarin aja minta kuliah,kenapa udah cuma tinggal beberapa hari lagi masuk malah gak mau?" tanya Nene dengan nada sedikit kesal.

"Nek..taun depan aja ya, Vika mau ngurusin badan dulu baru kuliah" ucap Vika yang raut wajahnya tiba-tiba saja berubah menjadi sedih.

Tiba-tiba saja ia ingat waktu sekolah dulu,tak sedikit teman-teman membulynya hanya karena bentuk bodynya yang besar.

Nene Dila yang menyadari perubahan wajah Vika langsung menarik nafas dalam.

"Vika mungkin teman-teman kamu disana banyak yang tidak suka dengan bentuk tubuh kamu yang besar,tapi belum tentu ditempat yang baru begitu" Nene Dilla berbicara dengan sangat hati-hati, ia takut melukai perasaan cucu nya.

"Tapi Nek..." Vika menatap wajah Nenek Dilla.

Hening sejenak, mereka saling diam entah apa yang ada dalam pikiran mereka.

"Ya sudah kalau kamu tidak mau kuliah tahun ini gak apa-apa,tapi sayang loh uang Papa kamu yang kemarin sudah buat daftar" ucap Nene Dilla lalu meninggalkan Vika di ruang tamu sendirian.

Pikiran Vika semakin tak karuan, ia pun ikut masuk kedalam kamarnya.

Saat ia merebahkan diri ia kembali berpikir

"Kasian juga Papa udah cape cari uang masa aku buang begitu saja" kira-kira begitu lah yang ada dalam pikirannya saat ini

"Aku pasti kuat,aku pasti bisa" Vika berusaha meyakinkan dirinya sendiri hingga akhirnya ia pun tertidur.

Pagi itu Ujang telah siap di rumah Nene Dilla untuk mengantar Vika ke kampusnya yang berada lumayan jauh dari rumah Nene Dilla.

" Vika nanti kalau kamu jadi kuliah,Ujang yang akan nganterin sama jemput kamu" ucap Nenek Dilla sambil mempersiapkan sarapan diatas meja.

"Vika bawa motor sendiri aja Nek" tolak Vika

"Gak boleh, nanti kalau kamu nyasar gimana, pokoknya nanti Ujang yang anter sama jemput kamu"ucap Nene Dila tak bisa ditolak.

"Tapi kan kasian Nek,tar dia malu jalan sama Vika gimana" ujar Vika menunduk.

"Gak akan Vika,Ujang bukan orang yang suka nilai orang dari bentuk badan"

"Tapi Nek..."

"Gak pake tapi-tapian, Ujangnya aja mau kok" lanjut Nenek Dila sedikit kesal.

"Iya ..."akhirnya Vika pasrah,ia pun memasang wajah cemberut.

Nene Dilla hanya tersenyum melihat wajah cucunya.

Hari itu Vika pergi ke kampus dengan diantar Ujang orang suruhan Nenenya.

"Jang" panggil Vika

"Iya neng"jawab Ujang sambil menatap kedepan.

"Kamu gak malu boncengan sama aku?" tanya Vika dari jok belakang.

"Ih Eneng,kenapa harus malu"jawab Ujang

"Kan aku gendut Jang"

"Lah...yang lebih gede dari Eneng banyak kenapa harus malu" jawab Ujang jujur.

Vika langsung terdiam, sebenernya apa yang dikatakan Ujang memang ada benarnya, banyak orang yang badan nya lebih besar dari dirinya tapi mereka biasa saja.

Begitu tiba dirumah Vika langsung masuk kedalam kamar.

Ia kembali membuka ponselnya lalu membaca berbagai cara untuk diet.

"Mulai besok aku harus diet"ucap Vika sambil menatap dirinya didepan cermin.

Ia pun mengeluarkan timbangan badan yang ia simpan dikolong tempat tidur.

Vika menarik nafas dalam saat jarum timbangan menunjukkan angka 70.

"Gw pasti bisa nurunin sampe 50" gumam Vika lagi sambil mendorong timbangan masuk kembali ke kolong tempat tidurnya.

Sementara itu di kota Bekasi

Pian nampak kesepian,apapun yang ia lakukan tetap saja terasa sepi.

Ia pun masuk kedalam kamar bekas Vika dulu,ia memutar musik melalui speaker bluetooth yang ada di kamar itu.

"Ka ..gw kesepian,cepetan kenapa kembali kesini" Pian menatap Foto Vika yang masih menempel dikamar itu.

Kleekkk

Pintu kamar Vika terbuka dan Mama Iren berdiri diambang pintu sambil melihat Pian yang berbaring diatas kasur Vika.

"Kasian juga kamu Nak,pasti kamu kesepian gak ada Kaka"batin mama Iren yang lalu kembali menutup pintu kamar pelan-pelan karena tak mau mengganggu Pian yang perlahan mulai memejamkan matanya.

Hari berganti hari tanpa terasa beberapa bulan berlalu sejak Vika diet untuk menurunkan berat badannya dan itu sudah mulai berhasil berat badannya mulai turun 5 Kilo.

"Vika biar kamu tambah menyusut mending kamu ngangon bebek mau gak?" tanya Nene Dila.

"Apa Nek? ngangon bebek?gak lah" tolak Vika

"Pasti bisa kurus Vika,lagi juga kamu gak cape kok cuma jagain aja biar bebek nya gak ilang" ucap Nenek lagi

Sore itu Ujang mengajak Vika untuk latihan Voly di lapangan yang tak jauh dari rumahnya.

Karena Vika yang memang mudah bergaul ia pun sudah banyak memiliki teman disana dan itu pula yang membuat nya tak lagi merengek minta pulang pada Nene Dilla.

Ramai sorak Sorai dari sisi lapangan meneriaki pemain kesukaan mereka.

Vika hanya sesekali tersenyum melihat Ujang yang ikut bermain.

"Kalo diliat Ujang keren juga" batin Vika saat melihat Ujang yang telah bermain Voly dengan keringat yang membasahi tubuhnya seperti mandi.

Ujang duduk disamping Vika saat ia sedang beristirahat.

"Kamu keren juga ya main volynya" ucap Vika memuji Ujang

"Biasa aja neng,kamu mau aku ajarin main voly?" tanya Ujang

"Aku...he..he gak ah " tolak Vika dengan senyum terpaksa.

"Kenapa?" tanya Ujang

"Aku dulu pernah main Voly tapi tangan aku jadi bengkak,dari situ aku gak mau lagi main voly" ucap Vika menjelaskan kenapa ia menolak untuk diajari main voly oleh Ujang.

"Oh ..itu..awalnya emang gitu neng,tapi lama-kelamaan juga gak kok"

"Gak mau ah pokoknya"

"Oh iya jangan panggil aku neng, panggil aja aku Vika"

"Ok lah neng Vika" ucap Ujang

"Gak pake neng, Vika aja Ujang" ulang Vika sedikit kesal.

Ujang yang memang sengaja berniat menggoda Vika hanya tersenyum saat melihat Vika sedikit cemberut.

"Jangan kaya gitu Vik, nanti itu bibir ada yang comot mau" ejek Ujang semakin jadi.

"Ujang, loe pernah ditendang gak?" ucap Vika yang mulai keluar bar-barnya.

Ujang pun tertawa terbahak-bahak mendengar perkataan Vika.

Akhirnya Vika pun berdiri dan langsung berjalan pulang meninggalkan Ujang yang terus mengejar dan memanggilnya.

Hallo semuanya dah up lagi ni

Mohon dukungannya para Reader

- Like

- Rate

- Komennya ditunggu.

SALAM MANIS

AMELLAJJ/AUTHOR

1
¢ᖱ'D⃤ ̐ ˢ⍣⃟ₛ⏤͟͟͞R🐬༄⃞⃟⚡zc❖
sindiri terooosss Vik, Kay. Malu hati sendiri tuh si Ikhsan🤣🤣🤣
¢ᖱ'D⃤ ̐ ˢ⍣⃟ₛ⏤͟͟͞R🐬༄⃞⃟⚡zc❖
Untung si Vika kagak jadi sama si Ikhsan. cowo plinta plintut ngga punya pendirian. Mau aja di porotin abis2, udah gitu pake di marah2in lagi
¢ᖱ'D⃤ ̐ ˢ⍣⃟ₛ⏤͟͟͞R🐬༄⃞⃟⚡zc❖
Kasiah...diomelin mulu sama pacar. Baru jadi pacar aja, udah ngomel mulu. Gimana kalo udah jadi istri. Makan Hati lo San🤣🤣🤣
¢ᖱ'D⃤ ̐ ˢ⍣⃟ₛ⏤͟͟͞R🐬༄⃞⃟⚡zc❖
lo itu cuma terobsesi sama cewek Cantik San, kalo cewek nya ngga cantik mana mungkin mau lo deketin
¢ᖱ'D⃤ ̐ ˢ⍣⃟ₛ⏤͟͟͞R🐬༄⃞⃟⚡zc❖
Nyesel kan lo sekaran San. Vika ngga cuma cantik Fisik nya sekarang, Tapi Hati nya pun Cantik
¢ᖱ'D⃤ ̐ ˢ⍣⃟ₛ⏤͟͟͞R🐬༄⃞⃟⚡zc❖
Ngga Usah di Inget Vik, Ambil aja Hikmah nya, karena Perkataan Ikhsan lah akhirnya sekarang kamu jadi kurus, jadi cantik
¢ᖱ'D⃤ ̐ ˢ⍣⃟ₛ⏤͟͟͞R🐬༄⃞⃟⚡zc❖
kuat banget ya ikatan Batin Vika sama Mama nya. Untung Vika cepet² datang. Ikhsan egois amat, sana sini mau😣
¢ᖱ'D⃤ ̐ ˢ⍣⃟ₛ⏤͟͟͞R🐬༄⃞⃟⚡zc❖
Bener kata Nenek Dilla. Yang lalu biarlah berlalu Vik. Cuma kok di kenyataan nya susah ya buat jalanin nya🤔🤔🤔
¢ᖱ'D⃤ ̐ ˢ⍣⃟ₛ⏤͟͟͞R🐬༄⃞⃟⚡zc❖
ahhh... Sweet banget Aa Ujang Ini. Jadi kepengen di suapin juga😊
❀ ⃟⃟ˢᵏ⏤͟͟͞R🔰π¹¹™ͽ֟֯͜᷍ꮴ❤💋👻ᴸᴷ
mungkin bisa jadi kepala sama badanmu misah dech, San😁😁😁
༄༅⃟𝐐🦂⃟ᴘᷤɪᷤᴋᷫᴀᴄʜᴜ💙
keysa sahabat yg baik ya vik, dia selalu jadi temen buat kamu, moga kedepannya kalian tetep bersahabat dg baik
༄༅⃟𝐐🦂⃟ᴘᷤɪᷤᴋᷫᴀᴄʜᴜ💙
pembully an verbal memang menyakitkan, sabar ya vik, harusnya gk usah didengerin tuh omongan sampah semua
༄༅⃟𝐐🦂⃟ᴘᷤɪᷤᴋᷫᴀᴄʜᴜ💙
astagfirullah nih bocil minta dikremes mulutnya, becandanya kelewatan kalik.. bagi cewek tuh ya paling anti klo dikatakan gemuk. sabar vika, aq juga gemuk kok 😅
ᴍ֟፝ᴀʜ ᴇ •
yang pahit jangan diiinget2 ya fik, kan kamu sudah buka lembaran baru. sokkkkk berangkat, biar rasain gimana kangennya sama ujang ps ldr😂
ᴍ֟፝ᴀʜ ᴇ •
kenyang makan baper🤣🤧
ᴍ֟፝ᴀʜ ᴇ •
eah ujang udah mulai mpok cecif😂
ᴍ֟፝ᴀʜ ᴇ •
bebek e ilang dimasak🤣🤣🤣
ᴍ֟፝ᴀʜ ᴇ •
semogaaa aja vikaaa bs mencintai ujang
ᴍ֟፝ᴀʜ ᴇ •
hayooo nek kawal sampai jadian😂
ᴍ֟፝ᴀʜ ᴇ •
setuju tuh, ujang bs nerima kamu dalam keadaan apapun
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!