NovelToon NovelToon
KOS-an BERHANTU [ END ]

KOS-an BERHANTU [ END ]

Status: tamat
Genre:Horor / Spiritual / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:247.1k
Nilai: 5
Nama Author: siyuk sie

(Novel Ketiga = Puskesmas Di Tengah Hutan)

Berawal dari rasa geram Nala pada pemilik kos-an membuatnya nekat untuk pindah yang ternyata, malah membawanya kepada pusaran terror ghaib nan mencekam.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon siyuk sie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sebuah Kisah

Di kampus, Nala menceritakan semua hal mistis yang ia alami kepasa Santi. Santi bergidik ngeri sembari menelan ludahnya. Nala sendiri masih merasa takut. Namun ia sadar bahwa dirinya tak memiliki pilihan selain bertahan untuk satu bulan ke depan.

"Kamu boleh menginap di kosku untuk sesekali," ucap Santi

"Iya San, untuk malam ini, aku akan menginap di kamar mbak Gendis dulu."

"Gendis yang menempati kamar nomer empat itu?"

"Iya benar."

"Hemm..."

"Kenapa?"

"Kamu ngerasa gak sih kalau auranya dia itu gak enak banget?"

"Gak enak gimana? aku ngerasanya biasa aja."

"Terkesan dingin dan menyeramkan."

Nala terkekeh.

"Kenapa tertawa?"

"Kamu bilang menyeramkan, udah kayak bangunan angker aja."

"Hei, rasain pelan-pelan! dia itu aneh."

"Udahlah tidak usah bahas mbak Gendis lagi!"

"Yang penting udah aku peringati."

"Iya-iya."

Tak lama, Reza datang dan kemudian mengajak Nala untuk pergi makan berdua di luar kampus. Tentu saja, pengalaman mistis semalam kembali menjadi topik utama perbincangan mereka.

"Sejujurnya, aku khawatir banget loh yang," ucap Reza.

"Tidak masalah, aku akan baik-baik saja."

"Berdasarkan ceritamu dan apa yang aku alami sendiri semalam, suara itu muncul tiap jam satu dini hari. Setelah lebih dari setengah jam, suara itu akan menghilang dengan sendirinya. Tak ada gangguan apa pun lagi setelah itu. Jadi, lebih baik abaikan saja jika suara itu mulai terdengar. Aku merasa bahwa hal ini akan terus terulang entah sampai kapan. Kita cukup tahu, abaikan dan jangan mengganggu apalagi mencari tahu!"

"Iya yang, aku mengerti," jawab Nala.

"Semoga hari berlalu dengan cepat agar kamu bisa segera pindah."

"Iya sayang semoga saja."

"Nanti, kita bawakan martabak buat mbak Gendis, kamu kan mau menginap di kamarnya nanti malam, jangan datang dengan tangan kosong!"

"Iya sayang."

"Kabari aku kalau ada apa-apa!"

"Pasti."

Reza mengusap kepala kekasihnya sembari memintanya untuk bersabar dan kemudian, Nala menganggukkan kepalanya.

...🌸🌸🌸...

Waktu berlalu dan kini, senja datang menyapa. Nala merebahkan dirinya di ranjang sembari membuka aplikasi WhatsApp, Instagram dan Facebook. Begitu terus bergantian.

"Benar kata Reza, entah makhluk apa yang suka mandi jam satu itu. Yang jelas, dia tidak melakukan hal lain sebelum dan sesudahnya. Sehingga, tidak ada yang perlu kukhawatirkan, cukup abaikan dan selanjutnya, akan terbiasa dengan sendirinya," ucap Nala.

Nala menghela napas panjang.

"Tapi kan sekarang, aku masih belum terbiasa. Jika mendengar suaranya lagi saat sendirian, pasti akan membuatku gemetar."

Sekitar pukul tujuh malam, Nala mendatangi kamar Gendis sembari membawa martabak, ponsel dan selimut miliknya.

"Mbak Gendis..."

"Masuk La!"

"Iya mbak, lagi ngapain?"

"Nonton televisi aja kok."

"Aku jadi nginep di sini ya?"

"Iya."

Nala meletakkan selimutnya di atas ranjang seraya memfokuskan pandangannya pada televisi tabung yang tengah menyala.

"Masih pakai televisi tabung mbak?"

"Oh itu, iya. Televisi pemberian ibuku dulu dan kupikir, untuk apa diganti kalau masih berfungsi."

"Tapi ini.. masih hitam putih, belum berwarna."

"Iya, entah bagian mana yang harus diperbaiki, warnanya menghilang sendiri."

"Mungkin faktor usia."

"Bisa juga."

Nala duduk di samping Gendis sembari mengulurkan sekotak martabak.

"Kenapa repot-repot begini sih?" tanya Gendis.

"Mana ada repot, malah aku yang merepotkan mbak Gendis."

Gendis tersenyum.

"Nala.."

"Iya mbak."

"Soal makhluk yang beberapa hari ini menakutimu itu, apa kamu tidak penasaran?"

"Maksud mbak Gendis apa?"

"Suara orang mandi setiap jam satu pagi."

"Itu.. tentu saja penasaran tapi rasa takutku jauh lebih besar."

"Apa kamu mau dengar sebuah cerita?"

"Tentang apa mbak?"

"Tentang seorang perempuan."

Nala menegakkan posisi kepalanya.

"Banyak orang yang sudah tahu tentang cerita ini. Aku pun mendengarnya dari para warga saat aku sudah akrab dengan mereka karena sering bertemu saat membeli makanan di warung dekat sini," ucap Gendis memulai ceritanya.

"Cerita apa mbak? aku dengerin!"

"Katanya, ada yang pernah bunuh diri di sini."

Mata Nala membelalak seketika.

"Kamu terkejut ya?"

"Sangat terkejut mbak."

Gendis tertawa kecil lalu mengambil sepotong martabak dan memasukkannya ke dalam mulut.

"Apa perempuan itu penghuni kossan di sini?"

"Bukan, kisah ini terjadi jauh sebelum kossan ini berdiri. Pemilik tanahnya pun bukan bu Yanti dulu."

"Lalu..?"

"Kisah ini terjadi saat Belanda masih menjajah kita."

"Hah?"

"Sudah sangat lama sekali ya?"

"Iya mbak, lantas apa yang menyebabkan perempuan itu bunuh diri?"

"Perempuan itu seorang gadis pribumi yang telah jatuh cinta pada seorang tentara Belanda. Menurutmu, nasib apa yang menanti mereka?"

"Aku tidak tahu, apakah cinta itu bertepuk sebelah tangan?"

"Tentu tidak, mereka berdua saling mencintai. Bahkan, tentara Belanda lah yang lebih dulu tertarik pada gadis pribumi itu."

"Kedua negara sedang berperang, tentu mereka tidak bisa bersatu."

"Benar, terlebih orang tua si gadis yang menentang dengan tegas kisah cinta di antara mereka berdua. Tentara Belanda itu sudah berusaha keras menjelaskan bahkan menjadi pemberontak, melawan bangsanya sendiri demi melindungi keluarga si gadis namun restu tak kunjung ia dapatkan."

Nala menghela napas dalam. Awalnya, Nala tak menyadari hingga akhirnya, matanya memandang ke arah televisi tabung hitam putih di atas meja. Semakin Nala perhatikan, semakin ia yakin bahwa acara televisi yang tengah disiarkan, sama persis dengan kisah yang saat ini tengah Gendis ceritakan. Seolah sedang menunjukkan reka adegan dari sebuah narasi yang sedang dibacakan.

"Kenapa bisa sama?" tanya Nala di dalam hati.

Nala mulai bertanya untuk meyakinkan dugaannya.

"Setelah itu bagaimana?" tanya Nala.

"Tentara Belanda tak mundur sedikit pun. Dia pikir, kegigihannya akan meluluhkan hati orang tua si gadis suatu saat nanti hingga nasib tragis pun terjadi. Tentara itu mati saat melindungi keluarga pujaan hatinya dari kepungan penjajah. Hal ini membuat gadis pribumi terpuruk dan akhirnya memutuskan untuk bunuh diri. Di sini, jauh sebelum kossan ini berdiri."

Nala kembali melirik ke arah televisi dan benar saja, sekarang tengah diputar adegan seorang perempuan yang bunuh diri dengan memutus nadinya sendiri.

"Jadi, tempat ini dulunya merupakan rumah keluarga gadis itu?"

"Benar."

"Apa makhluk yang suka mandi adalah arwah si gadis?"

Gendis memandang Nala seraya mengulas senyum.

"Dugaanku begitu," jawab Gendis.

"Apa hubungannya, kisah hidupnya dengan mandi?"

"Tidak ada, dia hanya suka berada di sana."

"Apa yang membuat mbak Gendis berpikir bahwa makhluk di kamar mandi adalah arwah si gadis pribumi?"

"Karna aku pernah bertemu dengannya."

"Serius mbak?"

"Bukankah aku lebih dulu berada di sini dari pada kamu?" tanya Gendis sembari mengalihkan pandangannya ke luar pintu kamar.

Sementara Nala, kembali melirik ke arah televisi yang sontak membuatnya terkejut hingga berteriak dan kemudian acara itu langsung berganti menjadi iklan.

🌿 DONE🌿 Gimana, apa kalian suka? 🌿 Mulai ikutan penasaran gak sih? 🌿😊🌿

1
Diankeren
haduuh knpe jdul'y Bgeettoo 😝 inget masa muda jdi'y eike klo Lgi ng'cengin tmn yg omdo
ada swara g ada bntuk
Diankeren
te i ty TY pe o po PO 🤣✌🏻
🏃🏻🏃🏻💨💨💨💨💨💨💨💨💨💨💨💨💨💨💨💨💨💨💨💨💨💨💨💨💨💨💨💨💨💨💨💨💨💨💨💨💨💨💨💨💨💨💨💨💨💨💨
Diankeren
mnding mna yg pnya kosan rwel atau kosan baik² aja tpi ada hntu'y? 👻👻👻
siyuk sie: wah pilihan sulit ini hrhehe
total 1 replies
dream
Bagus..... bikin merinding....
Yulia Aziz
padahal tak pikir si Nala bakal nikah beneran sama jin... Alhamdulillah gak jadi , dan happy ending

makasih Thor 🤗
siyuk sie: iya kak happy ending ☺️🫰
total 1 replies
Shyfa Andira Rahmi
bagus
siyuk sie: Terima Kasih banyak kak
total 1 replies
Shyfa Andira Rahmi
wahhh kyanya semuanya hantu deh...kecuali nala😁😁
Shyfa Andira Rahmi
jdiii....yg bukan manusia itu yg mna niihhh🤔
dream
keren..... happy ending
dream
Nala... kamu gak bisa berdoa?
dream
Duh.... udah di ingetin, tapi ngeyel
dream
Terlambat sudah... Nala sdh terperdaya
dream
kalau lawan uwong beneran sih gampang....
dream
Duh... Nala... sadar Nala.....
dream
Duh Nala... kasian ortumu n Reza, jgn terlena...
dream
itu Reza palsu, pasti rajanya
dream
Wah.... si Nala emang udah di incar penghuni di sana jangan bu yanti ratu dedemit..... hiii.....
dream
Duh.... Nala... gmn nasib mu, tukang nasi yg kamu beli juga tkng nasi alam gaib teenyata
dream
Semoga Nala selamat n di temukan ibu bpknya
dream
Duh... smg Nala selamat
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!