NovelToon NovelToon
Apotheosis Of The Solitary Hunter: Highschool Of The Dead

Apotheosis Of The Solitary Hunter: Highschool Of The Dead

Status: tamat
Genre:Evolusi dan Mutasi / Reinkarnasi / Action / Zombie / Hari Kiamat / Antagonis / Tamat
Popularitas:857
Nilai: 5
Nama Author: mamang to get her....

"Kecantikan tak bisa memakan racun kiamat, dan jabatan tak bisa membendung gigitan mayat."

Bereinkarnasi satu tahun sebelum bencana wabah The Them pecah, Thomas—seorang pria asal Indonesia—memilih jalan kelam demi bertahan hidup. Bergabung dengan sindikat perdagangan manusia, ia membiarkan tangannya berlumuran darah, memburu wanita-wanita Jepang untuk dijual kepada para pejabat demi satu tujuan: mengumpulkan modal tanpa batas.

Seluruh uang haram itu ia sulap menjadi sebuah Fortress Mansion bernilai miliaran yen di puncak pegunungan dekat SMA Fujimi—benteng pertahanan baja mandiri yang dilengkapi teknologi tinggi, stok logistik melimpah, dan persenjataan lengkap yang dapat dioperasikan seorang diri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mamang to get her...., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 24 Puncak Tirani Dan Bayangan Dari Kaki Bukit

Malam di pegunungan terasa jauh lebih pekat dan menggigit. Angin pegunungan berhembus kencang, membawa aroma tanah basah dan sisa-sisa bau busuk yang menyeruak dari lereng bawah.

Di dalam Fortress Mansion, Thomas tidak lagi memikirkan orang-orang di luar bentengnya. Ia melangkah menuju ruang latihan khusus yang berdinding beton bertulang setebal setengah meter.

Kini, fokus utamanya adalah menguji batas maksimal dari kombinasi kekuatan barunya.

Thomas mengambil posisi kuda-kuda di tengah ruangan. Ia memejamkan mata, memusatkan aliran energi dari inti tubuhnya menuju kedua lengan.

SZZZT... KRAAAK!

Kulit di kedua lengannya seketika berubah warna. Lapisan exoskeleton chitin berwarna hitam pekat dengan aksen garis-garis emas merayap cepat dari siku hingga menutupi sepuluh jarinya. Karapas organik itu mengeras sempurna, memancarkan kilau metallic yang dingin di bawah lampu neon ruangan.

Thomas mengayunkan tinju kanannya lurus ke arah blok beton uji coba berbobot dua ton di depannya.

BOOOOOOOOOOM!

Suara ledakan kinetik bergema hebat di dalam ruang kedap suara! Gelombang tekanan udara terlempar ke samping, menciptakan dorongan angin yang mengibaskan pakaian Thomas. Blok beton tebal itu meledak seketika, hancur menjadi serpihan kerikil dan debu tebal yang melayang di udara!

Thomas melihat ke arah tangan kanannya. Lapisan chitin hitam itu tidak tergores sedikit pun. Tidak ada rasa sakit, tidak ada getaran merusak yang membalik ke ototnya.

Ia kemudian mengendalikan pikirannya untuk menguji jaringan biologisnya. Thomas mengambil serpihan beton tajam dan menusukkannya secara sengaja ke paha kirinya yang tidak dilapisi chitin.

SZZZT...

Darah kental menetes tipis, namun dalam hitungan detik, jaringan serat merah dari genetik Bintang Laut Abadi menjangkau luka tersebut. Dagingnya merapat, menutup rapat, dan memulihkan kulitnya kembali mulus tanpa meninggalkan bekas sedikit pun.

"Daya hancur eksplosif dan ketahanan yang sangat luar biasa," gumam Thomas dingin. Senyum puas terukir di wajahnya. "Senjata buatan manusia tidak lagi punya arti bagiku."

Sementara itu, di lereng pegunungan yang berada lima ratus meter di bawah gerbang benteng Thomas, kegelapan malam menjadi neraka nyata bagi kelompok SMA Fujimi.

Di bawah rimbunnya pohon pine yang dingin, Takashi Komuro terduduk lemas sambil bersandar pada batang pohon. Napasnya pendek dan memburu. Bibirnya pecah-pecah akibat dehidrasi parah, dan dadanya terasa begitu nyeri setiap kali ia bernapas.

Di sampingnya, Rei Miyamoto terbaring pingsan dengan suhu tubuh yang makin meninggi. Wajah cantiknya kini pucat pasi bagaikan mayat. Saya Takagi memeluk lututnya di sudut lain, menangis tanpa suara karena tak lagi memiliki air mata untuk ditumpahkan.

KRAK.

Suara ranting patah membuat Takashi tersentak panik. Dengan sisa-sisa tenaganya, ia meraih tombak rakitannya yang sudah tumpul dan gemetar mengarahkannya ke arah semak-semak.

"S-siapa di sana?!" teriak Takashi dengan suara serak.

Dari balik kegelapan, muncul Shido Koichi. Guru itu tampak sangat mengerikan—matanya cekung, rambutnya acak-acakan, dan bajunya bernoda lumpur hitam. Namun di tangannya, ia memegang sebuah peta tua kawasan pegunungan dan sebuah teropong kecil.

"Tenang, Komuro..." bisik Shido dengan senyuman miring yang gila. "Aku menemukan sesuatu di peta ini."

Takashi memicingkan matanya, penuh rasa curiga. "Apa maksudmu?"

"Pria di atas bukit itu... Thomas..." Shido terkekeh pelan, sebuah tawa dingin yang membuat bulu kuduk berdiri. "Dia pikir dia aman di dalam benteng bajanya. Tapi tempat ini adalah kawasan bekas tambang tua. Ada jalur terowongan ventilasi air rahasia yang tembus langsung ke bagian bawah tanah bentengnya!"

Kata-kata Shido seketika membuat Saya Takagi menengadah dan Kohta Hirano yang terbaring lemas membuka matanya.

"J-jalur terowongan?" bisik Kohta.

"Ya!" mata Shido berkilat liar. "Jika kita tidak bisa masuk lewat gerbang depan, kita bisa merayap lewat bawah tanah saat dia tidur! Di dalam sana ada makanan, air, senjata, dan tempat hangat! Kita ambil semuanya dari pria egois itu!"

Takashi mengepalkan tangannya rapat-rapat. Rasa dendam dan cemburu yang membakar dadanya selama ini mendadak berkobar kembali. Ia menatap ke arah puncak bukit tempat Fortress Mansion berdiri megah.

Mereka tidak tahu bahwa Thomas yang sekarang bukanlah lagi manusia biasa yang bisa diserang secara diam-diam. Mereka sedang berjalan lurus menuju mulut seekor predator puncak yang sedang menunggu untuk memusnahkan mereka sepenuhnya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!