Amora Kia Immanuel. Harus mendapatkan siksaan di umurnya yang sangat muda ini, karena perbuatan yang dilakukannya terhadap pria tampan pada malam hari itu.
Samuel Adipati Arley. Pria tampan yang membalaskan dendamnya kepada orang yang membuat dirinya harus terbaring koma di rumah sakit.
Mau tau kisah selanjutnya?
Yuk simak ceritanya hanya di "Noveltoon" 😘
Fb: Zizi Ziah
Ig : Zi.ziah12
--------------------------------------------------------------------------
# Bijaklah dalam membaca
# Budidayakan like and vote
# Gak suka SKIP jangan main REPORT karya orang sembarangan
# Tidak bermaksud menjelek-jelekkan tokoh
Happy Reading😘💜
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon fauziah habibah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 7
Happy Reading :)
^^^
Keesokan harinya, di sebuah apartemen mewah. Kedua kakak beradik tengah cemas melihat kondisi gadis cantik yang semalam mereka temukan pingsan di pinggir jalan. Karena situasi di jalan tersebut yang sepi, membuat keduanya mau tak mau membawa gadis cantik itu ke apartemen mereka.
" Gimana ini kak? " Ujar sang adik yang ternyata ialah Amora.
Karna semalam kakaknya mengajak dirinya makan di luar, membuat keduanya bertemu dengan gadis cantik yang tak lain ialah Kinara di jalan pulang menuju apartemennya.
" Kita tunggu sampai dia sadar. " Ujar Harry yang terus menatap wajah Kinara yang masih pingsan.
" Baiklah. " Ujar Amora yang langsung berjalan menuju sofa di kamarnya dan duduk sambil menunggu Kinara sadar dari pingsannya.
Tak lama kemudian, Harry melihat pergerakan tangan gadis cantik itu dan melihat gadis cantik itu mulai mencoba membuka matanya.
" Mora dia sadar! " Amora yang menutup matanya langsung membuka matanya dan menghampiri sang kakak.
Ternyata benar, dia melihat gadis cantik itu sudah mulai membuka matanya dan kini menatap mereka berdua.
" Uhh, aku dimana? Kalian siapa? " Kedua kakak beradik itu saling tatap menatap.
" Kau semalam kami temukan pingsan di jalan. " Ujar Amora yang menjelaskan.
" Ohh, terimakasih sudah menolong ku. " Ujar Kinara yang memegang kepalanya yang terasa pusing.
" Ya, sama-sama. Apa ada yang terasa sakit? Kalau ada biar saya panggilkan dokter. " Ujar Amora dan Harry yang terdiam menatap wajah Kinara.
" Tidak usah, terimakasih. Saya mau pulang saja. " Ujar Kinara yang mencoba bangun dari ranjang, tapi
" Awww. " Kepalanya terasa sangat sakit dan untung saja Harry dengan sigap menahan tubuhnya agar tak terjatuh.
" Istirahat saja dulu. " Ujar Harry yang membantu Kinara kembali berbaring di ranjang adiknya.
" Ya, terimakasih. " Ujar Kinara yang akhirnya pasrah, karna tubuhnya masih sangat lemah dan pusing.
" Kalau begitu kami berdua tunggu di luar. Kalau ada apa-apa bisa panggil saya atau kakak saya. " Ujar Amora.
" Baiklah, Terimakasih. " Ujar Kinara dengan tersenyum.
" Sama-sama. " Ujar Amora dan kedua kakak beradik itu langsung berlalu pergi keluar dari kamar Kinara.
...-------------------...
Sedangkan di rumah sakit tepatnya di ruangan ICU. Samuel masih setia menutup matanya. Tidak ada tanda-tanda sedikitpun bahwa pria tampan itu akan bangun dari tidur panjangnya.
Samuel yang tengah tertidur itu pun tak memperdulikan kedua orang tuanya yang setiap hari menatapnya dengan sendu karena melihat kondisinya yang seperti sekarang ini.
" Pih, kapan Samuel akan sadar? " Ujar Mutiara dengan mata berkaca-kacanya.
" Nanti dia akan sadar sayang, kita tunggu saja ya. " Ujar Derel dengan membawa tubuh istrinya masuk kedalam pelukannya.
" Hikss, mamih merindukannya pih. Hikss apa dia gak sayang sama mamih lagi? makanya dia seperti ini, hikss. " Ujar Mutiara dengan terisak di dalam pelukan Derel.
" Shutt sayang, gak boleh ngomong seperti itu. Samuel sangat menyayangi mu, gak mungkin dia gak sayang sama kamu secarakan mamih terbaiknya. " Ujar Derel dengan mencoba memberikan ketenangan untuk istrinya itu.
Kalau di katakan sedih, ya dia pun juga sedih. Tapi mau gimana lagi, Tuhan belum mengijinkan putranya itu untuk kembali kedalam pelukan mereka.
Yang bisa dilakukannya sekarang hanyalah terus berdoa untuk kesembuhan putranya itu. Walaupun Samuel bukan anak kandung mereka, tapi keduanya sudah sangat menyayanginya.
Maklum kedua pasangan suami istri itu yang sudah menikah ber puluhan tahun masih saja belum di percayakan untuk mempunyai keturunan.
Itu juga Samuel mereka akan karena kedua orang tuanya atau sepupu dan kakak ipar dari Mutiara meninggal dunia akibat kecelakaan beruntun. Mereka tidak akan bisa merasakan bagaimana rasanya memiliki seorang anak.
Bagi Derel tak masalah mau mereka di berikan anak atau tidak. Tapi tidak dengan Mutiara yang terus-terusan menyalahkan dirinya yang tidak sempurna dan tidak bisa memberikan suaminya itu seorang anak.
Bahkan dulu Mutiara pernah meminta suaminya untuk menikah lagi supaya bisa memiliki keturunan. Tapi Derel dengan kekeh terus menolak dan terus menerus menyemangati istrinya itu sampai mereka mengangkat Samuel menjadi putra mereka.
~Bersambung~
Likenya jangan lupa ya😊😘