NovelToon NovelToon
My Husband My Enemy

My Husband My Enemy

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Cintapertama / Nikahkontrak
Popularitas:119.4k
Nilai: 5
Nama Author: Haraa Boo

Terjebak di kamar hotel dengan seorang anak konglomerat membuat nama Freya Jovanka di kenal publik. Hidupnya di pertaruhkan usai peristiwa itu. Ia harus kehilangan pekerjaan hingga nyaris dikeluarkan dalam daftar ahli waris.

Jalan satu-satunya yang harus ia tempuh adalah menikah, namun apa jadinya jika Shaquil Alano menginginkan pernikahan kontrak.

Apakah rencana itu akan berjalan sesuai harapan, atau mereka akan kembali terjebak dalam sebuah rasa yang disebut 'Cinta'

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Haraa Boo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tidak sesuai rencana

Freya masih menggulung tubuhnya dengan selimut tebal. Meski matahari sudah nampak namun gadis itu sepertinya enggan untuk beranjak dari tidurnya. 

"Frey, mau sampai kapan lo kaya gini. Noh handphone lo bunyi terus, lo nggak kasian sama bokap lo," ucap Mesha. 

"Biarin aja, gue udah nggak mau pulang," jawab Freya dengan suara seraknya.

"Biar gimana pun dia bokap lo, kalau dia udah nggak perduli sama lo, nggak mungkin dia terus telfon lo." 

"Berisik ah, gue masih ngantuk. Kalau mau ceramah besuk atau lusa, gue lagi nggak mood ngapa-ngapain." 

"Dibilangin juga, ntar nyesel baru tau rasa. Udah ya gue berangkat kalau lo laper tinggal ceplok telur atau bikin mie instan."

"Lagi? Kapan sih lo bikin makanan enak." 

"Kalau mau makan enak ya sana pulang. Lo salah tempat kalau nanya makanan enak di rumah gue," sindir Mesha sambil menenteng sepatunya. 

Setelah Mesha pergi, Freya kembali memejamkan matanya. Namun baru beberapa menit matanya tertutup, pendengarannya kembali terganggu karena ponselnya terus berbunyi. 

Sambil berdecak, Freya mengangkat telfon itu. 

"Frey, kamu kemana sih, udah 3 hari nggak pulang. Papa tau kamu marah sama papa tapi dengerin dulu penjelasan papa." 

"Apanya sih pa yang mau didengerin. Freya tau kok kalau papa itu nggak sayang lagi sama Freya dan mama. Dan cuma mama yang bisa ngertiin Freya pa. Freya udah cukup dewasa untuk memahami semua itu. Freya sibuk pa, jadi-" 

"Tunggu, papa belum selesai bicara. Tadi sekretarisnya papa telpon dan bilang kalau Pak Reno dan anaknya akan datang ke rumah besuk. Apa itu bener, kenapa kamu nggak bilang ke papa. Apa kamu udah nggak butuh papa lagi sampai hal sepenting ini kamu nggak cerita ke papa?" 

"Apa?" seru Freya syok. "Itu nggak bener, Freya nggak mau nikah sama cowok itu pa." 

"Sekarang kamu pulang dan jelasin ke papa." 

"Tapi-"

"Kalau kamu nggak pulang berarti papa anggap kamu menerima lamaran Alano." 

Usai sambungan telponnya terputus, Freya langsung membanting ponselnya di ranjang. Tanpa mencuci muka, ia langsung mengambil jaket dan tasnya lalu keluar dari rumah Mesha. 

"Apalagi sih ini, bukannya urusan gue sama dia udah kelar, ini kenapa malah makin ribet," gerutu Freya sambil menunggu taksi lewat. 

Dalam perjalanan pulang ke rumahnya Freya mendapat telpon dari nomor yang tidak ia kenal. Awalnya Freya malas untuk mengangkatnya, namun nomor itu kembali menghubunginya. Terpaksa Freya mengangkat telfon itu untuk mengobati rasa penasarannya. 

"Halo," jawab Freya.

"Lo gimana sih, bukannya lo bilang kalau gue udah ngembaliin tas lo, lo bakal batalin rencananya papa, sekarang apa.. Papa gue malah ngomong kalau besuk mau ke rumah lo. Lo mau main-main ya sama gue."

"Ehh.. Kalau ngomong itu pake etika jangan tiba-tiba nyerocos aja, gue juga mana tau kalau bokap lo mau dateng ke rumah." 

"Nggak usah pura-pura nggak tau, lo pasti ngrencanain sesuatu kan?" 

"Bodo!!!!" 

Freya mematikan telponnya secara sengaja. Terus terang ia sudah muak mendengar suara Alano. 

Begitu turun dari taksi, perasaan Freya bertambah tak karuan saat ia melihat sebuah mobil mewah terparkir di halaman rumahnya. Freya nampak ragu untuk melangkahkan kakinya, namun ia sudah sampai di depan rumah, tidak mungkin jika ia harus kembali ke rumah Mesha sebelum tahu mobil siapa yang terparkir di rumahnya. 

Setelah meyakinkan perasaannya, Freya mulai melangkah masuk ke dalam rumahnya. 

Freya terlihat mematung saat kehadirannya mendapat sambutan hangat dari sepasang suami istri yang berdiri tak jauh di depannya. 

Freya bahkan hanya bisa menatap papanya tanpa bisa berkata-kata. 

"Anak kita memang nggak salah pilih pa, liat dia.. Meski penampilannya apa adanya dia masih terlihat cantik, cocok sama anak kita," bisik seorang wanita dengan senyum sumringahnya.

"Dan yang pasti gadis itu bukan gadis sembarangan. Dia layak menjadi menantu kita," jawab pria yang tangannya diapit oleh wanita itu. 

"Ahh.. ini anak gadis saya, maaf jika penampilannya masih berantakan," ucap Papa Hartono setengah menahan malu.

Papa Hartono kemudian menghampiri Freya dan membisikkan sesuatu ke telinganya. "Kenapa penampilanmu seperti ini, cepet sana mandi. Diatas juga sudah ada seseorang yang akan membantumu merias diri."

Freya tak bisa menolak permintaan papanya karena ia sendiri juga malu jika wajah bantalnya di lihat oleh orang lain. 

Secepat kilat Freya berlari ke lantai atas menuju ke kamarnya. 

"Maafin kelakuan anak saya ya, seharusnya dia bisa lebih-"

"Tidak masalah pak namanya juga anak muda. Mungkin dia juga terkejut melihat kedatangan kami yang mendadak seperti ini."

Begitu Freya masuk ke kamarnya, deretan gaun-gaun cantik sudah berjejer rapi di atas tempat tidurnya. Seperti yang papanya bilang, sudah ada seseorang yang diutus untuk mengurus penampilan Freya dari ujung kepala sampai ujung kaki.

Wanita berambut pendek dengan paras cantik itu membungkukkan badannya usai melihat Freya. 

"Kamu siapa?" tanya Freya.

"Saya disuruh Pak Hartono untuk merias Non Freya." 

"Mampus gue." Freya menepuk jidatnya sambil menjatuhkan tubuhnya di sofa kamarnya. 

"Non kenapa, Non sakit?" 

Tubuh Freya lemas seketika. Entah apa yang harus ia lakukan sekarang, Freya masih syok dengan apa yang baru saja ia lihat. 

"Mereka ngapain kesini?" gerutu Freya dengan wajah paniknya. 

"Ya sudah jelas mau nglamar non, emang mau ngapain lagi," celetus wanita itu. 

Freya melirik wanita itu dengan tatapan sinis. "Saya nggak lagi ngomong sama kamu jadi diem aja." 

"Maaf non," jawab wanita itu sambil menunduk takut.

Freya mengacak-acak rambutnya sambil berjalan ke kamar mandi. Wajahnya nampak frustasi setelah mendengar ucapan wanita itu. Bagaimana tidak syok, papanya mengatakan jika orang tua Alano akan datang besuk, tapi kenapa tiba-tiba muncul sekarang. Apalagi harus melihat penampilan Freya yang memalukan seperti ini. 

"Di lamar orang super kaya kok ekspresi gitu. Aneh," gerutu wanita itu. 

Selesai mandi Freya hanya bisa duduk pasrah di depan meja rias. Apapun yang wanita itu lakukan Freya hanya diam tanpa memprotes sedikit pun. 

Usai dirias dan memakai gaun yang sudah dipilih oleh wanita itu, Freya menatap dirinya di pantulan cermin. 

Freya terbelalak tak percaya jika wanita yang ada di cermin itu adalah dirinya. Dia nampak jauh berbeda dari penampilan biasanya.

"Ini beneran aku? Serius ini aku?" tanya Freya pada wanita itu. 

Wanita itu mengangguk senang. "Gimana non, anda suka?" 

Freya kegirangan, namun saat ia sadar jika tujuannya dirias seperti ini adalah untuk menyambut orang tua Alano wajah Freya berubah murung. 

Wanita itu menyerngit bingung. "Kenapa non, apa anda tidak puas. Apa gaun ini kurang sesuai?" tanyanya panik. 

"Bukan karena itu, tapi…" 

Tok.. Tok..

"Frey kamu udah siap belum?" 

"Sepertinya papa non sudah tidak sabar untuk melihat putri tercantiknya. Saya buka pintu dulu ya non." 

"Tunggu!" 

...BERSAMBUNG......

1
Vanilatin
makasih likenya udah like back yaaa
Haraa Boo: sama-sama kak
total 1 replies
Sasha Juna
lanjut Thor semangat
Adde Erna Permadi
ku tunggu lanjutannya thor... semakin penasaran dgn mak Lampir citra🤭
Santai Dyah
mampir lagi thor
Santai Dyah
hadir thor
Santai Dyah
lnjut thor di tunggu up nya
Ufuk Timur
baru baca beberapa bab ya kak🤗🤗 Suka sm si Freya, ,udah ninggalin komentar juga beberapa love, ,udah masuk favorit juga, , mampir di novelku juga ya, ,Aili Tan's Revenge, ,mari saling mendukung 🥰🥰🥰
Ufuk Timur
ketemu camer lohh ituu mukanya blom di cucii🤣🤣🤣
Ufuk Timur
Citra kira-kira pencitraan ga yah😆😆😆
Ufuk Timur
Mulai membaca dari awal🥰
aji serizawa
mampir
Agustini
kok belum update lagi thor
Erni Ynnn
kq freya jd gitu...gk asik karakter nya...
Nur Lizza
lebih baik masukkn aja ke penjara si tiyas
Nur Lizza
semoga kebusukkn jasmin cpt2 terbongkar
Rafif rafi'i
citra mmg licik
Nur Lizza
mantap
Erchapram
Jasmine ya??? wah gimana ini ada musuh dalam selimut. Bahaya nya lagi Al gak mungkin langsung percaya gitu aja jika Sekretarisnya beracun. Bisa jadi malah Al akan lebih membelanya. Kasian Preya. Up jangan lama2 dong.
Agustini
cerita nya udah kyk sinetron lama lama
Nur Lizza
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!