NovelToon NovelToon
Kali Ini, Aku Yang Menyerah

Kali Ini, Aku Yang Menyerah

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Pelakor jahat / Selingkuh
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: Floravest

Perubahan signifikan dari sikap suami, membuat Azalea curiga dan mulai menaruh perhatian pada gerak-gerik Ramdan.

Biasanya yang pulang kerja menyambut dengan senyuman hangat, kini cuek dan mengabaikannya. Azalea mulai meneliti setiap kelakuan suaminya.

Ia yang di cap mandul oleh mertua, membuatnya memilih mengakhiri pernikahan 2 tahun ini. Dan pulang ke rumah. Namun di rumah pun ia ditolak, alhasil ia luntang-lantung di jalanan.

Bagaimana kisah Azalea kelanjutannya? Kita kuak balik ceritanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Floravest, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Aza menyadari kesalahannya

Saat itu, kondisi keluarganya sedang tidak baik-baik saja. Perusahaannya nyaris diambang bangkrut, ayahnya yang tidak kuat menahan beban perusahaan menjual setengah aset perusahaan demi menutup hutang. Ibu masa itu masih masa pemulihan di rumah sakit, dan kakaknya, baru saja membina rumah tangga baru di luar negeri.

Ia sebagai anak laki-laki satu-satunya, mulai mengemban tanggung jawab dalam pengurusan perusahaan.

Ia pun diminta menjadi pemimpin perusahaan untuk sementara menggantikan ayahnya yang drop. Tentu dalam pengawasan sang ayah di sampingnya.

Berkat kecerdasan dan taktik jeli yang ia miliki, ia berhasil mengeluarkan perusahaan dari masa kritis. Kala itu, Dewa belum berani membuka jati dirinya di depan Aza, ia berniat memberitahukannya saat hari tepat tiba.

Baru saja ia ingin mengabari kabar baik, dengan membawa buket bunga dan hadiah ulang tahun Aza. Ia memergoki Aza sedang berciuman dengan Ramdan. Disitu hatinya benar-benar hancur.

Ia berusaha mati-matian menjaga hati dan menjaga perusahaan keluarganya, tapi Aza malah menjalin perselingkuhan dengan pria lain. Malam itu juga, Dewa langsung kembali ke dunia malamnya.

Ia mulai ikut balap liar kembali untuk melampiaskan emosi dalam hatinya. Masa itu, Dewa masih cukup naif. Ia kira dengan ia mencelakai diri sendiri, Aza akan menoleh ke arahnya dan melihat dirinya. Namun naas, harapan tidak sesuai kenyataan.

Karena emosi, ia tak sengaja menabrak salah satu peserta lain hingga mengalami patah tulang dan dilarikan ke rumah sakit. Aza yang mendengar hal itu semakin naik pitam. Ia sudah tak tahan lagi untuk melanjutkan hubungan tidak sehat ini.

Esoknya, Aza datangi Dewa. Lalu memutuskannya secara sepihak. Hal itu menjadi pukulan terhebat di hati Dewa.

Mereka pun putus, Dewa menyendiri hingga 5 tahun lamanya, sementara Aza berlanjut dengan Ramdan. Sampai akhirnya Aza mendapatkan karma yang sama.

Disinilah peran Dewa yang begitu green flag menjadi seorang laki-laki. Ia tetap menerima Aza di sampingnya. Tanpa memikirkan hal yang sudah lalu. Karena bagi Dewa, hanya Aza yang memiliki tempat khusus di hatinya, yang tidak bisa diisi oleh wanita lain.

Aza yang melihat Dewa malah melamun itu lantas melambaikan tangannya di depan wajah pria itu. Membuat Dewa tersadar.

"Heyy malah bengong, kamu kenapa?"

Dewa tak menjawab. Ia justru langsung menarik Aza ke dalam pelukannya. Memeluknya erat dengan rasa takut kehilangan yang membuncah.

"Aku mohon, jangan tinggalkan aku lagi, Azalea." rintih pria itu.

Aza tertegun, ia tatap kosong ke depan. Sementara Dewa terisak di pelukannya. Untuk sesaat Aza merasa dirinya wanita paling jahat. Ia merunduk, membalas pelukan Dewa dengan air mata yang juga menitik.

Aza menyadari, dulu dirinya begitu keterlaluan. Ia berselingkuh hanya karena Ramdan lebih humoris dan selalu ada waktu untuknya. Tanpa memikirkan perasaan Dewa sehancur apa mengetahuinya.

"Dewa, maafkan aku." lirih Azalea terisak.

Mendengar Aza menangis Dewa segera melepas pelukannya, menatap nanar wajah Aza yang terisak di depannya. Mengusap air mata di pelupuk wanita itu segera.

"Heyy...kenapa kamu menangis?"

Aza terisak, ia raih telapak tangan Dewa, mengecupnya lalu menempelkan di pipinya, menatap sendu wajah pria yang dahulu ia sakiti dengan hebat itu.

"Ak-aku sebenarnya dulu selingkuh dengan Ramdan." lirihnya terisak, merunduk dengan dada penuh akan penyesalan, "Aku merasa Ramdan lebih banyak waktu untukku, berbeda denganmu yang jarang ada untukku."

Dewa dengarkan keluh kesah Aza dengan seksama. Ia tau betul bagaimana dulu sikapnya pada Aza. Ia sangat cuek dan jarang bertemu. Bahkan sering chat Aza pagi-pagi ia balasnya sore saking menumpuknya tugas yang harus ia emban untuk membantu menggantikan ayah.

"Aku tau, Lea."

Mendengar itu Aza sontak mendongak, menatap bulat-bulat wajah sendu yang tersenyum teduh di hadapannya.

"Ja-jadi—kamu lihat aku bersama Ramdan—"

Dewa merunduk, lalu air mata jatuh. Semakin membuat rasa penyesalan dalam hati Aza melebar. Wanita itu langsung menangis histeris, memeluk tubuh Dewa erat. Ia benar-benar merasa bersalah. Rasa bersalah yang tidak bisa ditebus dengan apapun.

Sekarang Aza baru menyadari kenapa rumah tangganya hancur dengan tragis. Karena sedari awal ia membangun dengan cara yang salah. Dan sekarang ia belajar dari kesalahannya sendiri. Dan mulai membuka hati lagi untuk Dewa.

"Tapi aku belum tau kenapa kamu dulu cuek sama aku? Apa karena aku ngga secantik Katrina?"

Kening Dewa mengerut. Katrina? Siapa itu?

"Katrina? Aku tidak kenal wanita bernama Katrina, Lea." sambil menyelipkan anak rambut Aza ke belakang telinga.

Mendengar Dewa berbohong, Aza langsung memanyun disaat itu juga, berbalik membelakangi Dewa sambil bersedekap dada, merasa kesal.

"Heyy...Lea...aku beneran tidak tau, siapa Katrina?" kini dirinya yang dilanda kepanikan.

Aza melengoskan mukanya malas. Padahal dulu ia lihat Dewa keluar dari perpustakaan kampus sambil bercengkrama dengan wanita bernama Katrina. Seniornya di kampus. Bisa-bisanya Dewa bilang tidak tau sementara mereka pernah saling bercanda bersama.

"Masa ga kenal sih?! Katrina si primadona kampus lah! Sapa lagi!" dengus wanita itu.

Untuk sesaat Dewa diam. Memutar kembali ingatan lama masa-masa kuliah yang membosankan itu. Katrina....tidak asing, namun kejadian itu sudah lama sekali, ia sendiri tidak ingat siapa-siapa saja alumni kampus seangkatannya karena tidak pernah ikut reuni.

Sampai akhirnya ia ingat wanita yang cukup populer di kampus yang suka menempel padanya dulu. Melongo kecil, lalu selanjutnya terkekeh lirih. Aza yang mendengarnya langsung kesal.

"Kamu fikir lucu?! Aku kesal tau! Kamu jarang ada waktu buat aku tapi kamu ada waktu buat cewe itu!" geram Aza berbalik, menatap kesal Dewa yang mencoba menahan kekehan tak tertahan itu.

Pria itu lantas meraih kedua bahu Aza, mencondongkan wajahnya di depan wajah Aza. Mengecup pucuk kepala Aza lembut. Membuat wanita itu terkesiap sesaat, sebelum akhirnya kembali ke mode sumalanya. Mendorong wajah Dewa yang hendak mengecup pipinya. Beralih berjalan sambil menghentakkan kakinya ke arah ranjang. Duduk paling pojok sambil melipat kedua tangan di depan dada.

Dewa meringis kecil. Pria itu segera menghampiri Aza, lalu duduk di sampingnya, merangkul tubuh mungil wanitanya itu lembut.

"Jadi kamu cemburu?"

Aza terkejut, menoleh cepat, menatap kesal pria yang mulai menjengkelkan di sampingnya itu. Menepis lengan kekar Dewa dari bahunya.

"Minggir ahh! Sapa juga yang cemburu. Aku cuma kesel!"

"Iya iya sayang....sini biar aku jelasin yah. Jadi—Katri a itu seangkatan yang gantiin aku jadi wakil BEM. Karena aku menolak waktu itu."

Mendengar itu Aza mulai diam, mendengarkan dengan seksama.

"Katrina dia anak kolega ayah juga dulu. Kalo kamu pengen ketemu kita bisa kesana besok. Biar dia sendiri yang jelasin ke kamu."

1
anggita
ikut ng👍like, kasih iklan☝aja. moga novelnya lancar.
Floravest🔥: aamiin makasih kakak🤗
total 1 replies
anggita
di novel, tiap pintu dibuka pasti... ceklek😅, ora tau grobyak, bruuak dll
Floravest🔥: nanti jadi aneh😂
total 1 replies
Dynhz
bagus bgt🔥
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!