Ketika Suatu yang di sebut Cinta Segitiga mampir di kehidupan mu? Apa yang kau lakukan? Cinta antara 'Aku, Kamu, dan Sahabatku! "
Septi, gadis modis SMA merah putih, dengan perawakan nya yang aktif dan periang. paras yang begitu cantik, ia di kenal sebagai Playgirl kelas atas yang sudah PHPin begitu banyak Cowok playboy. Namun, suatu Hari ia bertemu dengan cowok dingin nan cuek, hobinya sih ngegame. Pada pandangan pertama Septi jatuh hati pada Andra. berusaha semaksimal mungkin untuk mendapatkan hati Andra. namun, tanpa ia ketahui ternyata Aisyah, sahabatnya sendiri juga menyukai pria yang sama, bahkan sejak 10 tahun yang lalu.
bagaimana mereka akan mengahadapi cinta rumit ini?
Ayo simak kisah nya di 'Cinta Yang Rumit'
jangan lupa follow aku yah.
Mohon maaf bila ada kesamaan Nama Tokoh, Tempat Kejadian, dan hal lain nya. itu hanya kebetulan semata. tapi, jika cerita nya dari awal sampai akhir sama. maka bukan saya yang niru, karna ini karya asli saya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rini IR, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 6
***
***
Hari berjalan begitu, mengikuti alur yang ada, semakin lama Septi semakin dekat dengan Andra, semakin sesak pula perasaan Aisyah.
"Mulai hari ini, gue bakal masuk di kelas ini!! " Teriak gadis itu dengan arogan nya, melangkah masuk di kelas 12 IPA 2. siapa lagi kalau bukan, Asyifa Fakhira.
"Ngapain lo masuk ke sini?! Lo gak di terima!! " Bentak Septi memukul meja, tentu saja dia menolak nya. Gadis yang bernama Syifa ini pasti akan terus mengganggu Aisyah, Sahabatnya.
"Lo gak berhak nolak, ini perintah Pak Kepsek sendiri! "
"Lo lupa? Sekolah ini punya bokap gue?! Apa yang gak bisa gue dapetin ha?!! "
Pernyataan Septi membuat Syifa tak bergeming.
Gue, Septi Aulia Fauzira, selama ini hanya punya Aisyah sebagai sahabat gue. Gak akan gue biarin siapapun nyakitin dia. Termasuk elo. Asyifa Fakhira!!
Batin Septi menatap penuh peringatan pada Syifa.
Dua gadis sombong dan arogan ini, bagai Air dan api yang tidak akan pernah bisa bersatu. Syifa sendiri tidak begitu membenci Septi, hanya saja Septi selalu membantu Aisyah, cewek yang ingin sekali Syifa lenyapin.
"Tasya! Tolong nama Asyifa Fakhira tulis di absen kelas. Mulai hari ini, dia bagian dari kita. Dan lo Syifa! Gue ucapin selamat datang dan semoga betah!!" Sambung Aisyah yang sukses membuat semuanya melongo. Mereka semua tau Syifa sangat membenci Aisyah. Jika mereka sekelas, bukan kah akan menggangu Aisyah terus? Dan sekarang? Apa yang Aisyah lakukan?
"Gue gak setuju Syah!! " Ucap Septi dan Ikhsan bersamaan.
"Sep... Gue tau, lo bisa sesuka hati lo di sekolah ini. Tapi, jangan gini juga caranya. Ini keputusan nya Kepsek, sebagai murid kita harus dengerin perintah Kepsek kan?? " Terdengar suara lembut dan bijak dari sosok Aisyah.
"huuuh. Elo mah Syah, selalu aja kayak gini!!" kesal Septi, mendengar keputusan temannya ini.
"Yah udah deh kalo itu mau calon makmum gue. Gue gak paps kok!" Sambung Ikhsan. Tentu saja ini membuat Syifa gemetar menahan Amarah.
Septi ini, Menarik. Orang yang baik sesungguhnya adalah Septi. Dan yang naif adalah Aisyah. Hehe...
Batin Andra memainkan benda berotasi miring itu. Terlihat bacaan 'You win' di sana.
Semua riuh ricuh di hentikan saat Ms. Terry masuk. Guru baik dan lembut, murid lain mengatakan Ms. Terry dan Aisyah memiliki perawakan yang sama.
***
Bel Istirahat pertama sudah berbunyi Dua menit yang lalu. Tapi Septi dan Aisyah masih sibuk menulis.
"Ahhhh... Akhirnya gue siap juga Syah. Lo udah belum?? " Tanya gadis modis itu.
"Belum nih. Btw, Gue laper. Beli Roti gih Sep!" Pinta Aisyah masih setia menatap bukunya.
"Yah. Lo gak kantin bareng gue?? Bareng ikh. Males gue sendiri."
"Yah udah deh. Ntar--"
Ucapan Aisyah terpotong, Andra sudah lebih dulu menarik tangan Septi.
"Aisyah! Sahabat lo gue bawa dulu yah. Ntar lo dapet roti double dari gue!" ujar Andra tersenyum tipis melirik Aisyah, masih setia menyeret Septi.
"Eh eh tunggu. My luv Aisyah, tunggu gue balik yah. Lo jangan kenapa - napa. Nanti Gue bawain roti yang banyak deh!! " Teriak Septi yang sudah tak kelihatan orang nya. Namun, masih kedengaran suara nya.
"Kalah?? Untuk yang ke sekian kalinya?? Hum."
Sekilas Senyum kecut hadir di wajah Aisyah , sesaat kemudian hilang begitu saja. Terganti dengan senyuman hangat saat Tasya menatap nya.
"Apa sih Ndra?! Sakit tau!! Masa lo narik paksa gitu!! kan kasihan Aisyah di tinggalin sendiri di sana!!" Gerutu Septi kesal. Saat ini mereka tengah berada di bawah pohon beringin, tempat yang sama saat Septi mengajak Andra berkeliling sekolah untuk yang pertama kalinya.
"Oh? Katanya mau jadi cahaya gue? Tapi nemenin gue aja masih keberatan gitu?!"
"Bukan gitu. Witsss... Tunggu, lo setuju gue jadi cahaya lo?!! " Tanya Septi menatap Serius Andra. Dengan mata yang penuh keyakinan disana.
"Masih kasih kesempatan. Gue belum setuju!" ucapnya mendorong lembut kepala Septi yang barusan saja mendekat.
"Dih! Apa sih! tadi iyah, sekarang gak! Humph! Plinplan! "
"Udah. Lo temenin gue. Duduk sini, gue mau ngegame!"
"Dih! Ngegame aja minta di temenin!"
"Masih gak diem?? "
"iyah Iyah! Berisik amat sih!"
Terlukis senyuman manis di wajah Andra. Yah. Senyuman itu hadir karna ulah Septi sendiri.
Andra, Lo kok ganteng banget sih waktu senyum. Tapi, Akhir akhir ini udah ada kemajuan yang begitu pesat. Aisyah... Ini juga berkat doa anak sholeha kayak lo. Ukh love you!!
Batin nya bersandar di bahu Andra.
"Aisyah!! Gue bakal buat perhitungan ke elo!! " bentak Syifa datang kemeja Aisyah. Kali ini di kelas hanya ada mereka berdua, tak seperti biasa Syifa yang selalu di kelilingi oleh Penjilatnya.
"Perhitungan apa nih Fa? Fisika, Kimia atau Mtk? " Tanya Aisyah menatap lembut Syifa. Dengan tenang, tanpa ada rasa takut sekalipun.
Cewek ini gila yah!! Padahal gue udah bentak! Dia masih aja natap lembut!!
Batin Syifa terpaku.
"Lo ini beneran deh!!" Sebuah tangan sudah melayang mencoba menampar Aisyah. Aisyah sendiri hanya diam tak bergeming, dia hanya tersenyum mengahadapi sikap kekanak kanakan Syifa ini.
"Kok berhenti? Gak jadi nampar?? " Tanya Aisyah masih dengan nada yang lembut.
"Lo kok gak ngelak sih? Atau gak teriak gitu?!! "
"Kenapa??"
"Gue tau ini semua intrik dari lo! Lo mau semua orang tau kalo gue nampar lo, biar semua orang simpati ke elo dan anggap gue jahat. iyah kan?!! Trik lo murahan tau gak?!! "
"Lo ini? Apa sepanjang hari lo selalu mikirin gue ini orang yang picik?? "
"Lalu, kalau bukan licik, apa namanya?? "
"Terserah elo deh. Gue mau kantin dulu. Dah~" Ujar Aisyah melenggang pergi. Namun, tangan nya di hentikan oleh Syifa. Pemberontakan yang Aisyah lakukan sukses membuat keduanya kehilangan keseimbangan. Mengakibatkan kedua nya terjatuh. Namun, naas nya Syifa terjatuh dan hampir ingin menatap ujung meja yang lancip. Syukurlah ada Aisyah yang menghalangi kepala nya dengan tangan nya. Membuat tangan Aisyah mengeluarkan sedikit darah. Syifa tertegun tak menyangkan menatap perbuatan Aisyah ini. Kenapa Aisyah menolong nya??!! Pikirnya.
"Lo gila?! Tangan lo luka! Lo ini anak bokap lo satu - satunya. Lo anak kesayangan mereka!! Lo apa gak kasihan ke nyokap bokap lo kalo mereka tau lo kenapa napa?!! " Teriak Syifa langsung mengelap luka nya Aisyah.
"Wah... Ternyata rumor bener yah. Cewek, kalo udah Stalking mesti sampe akar dan harus dapet. Kemampuan Stalking lo bisa di kembangkan loh. Hehe!" ujar Aisyah senyum cengengesan. Dia benar benar tak menyangka, ada orang yang stalking dia sampe ke akar gitu.
"Diem deh! Lo kenapa nolongin gue?! Padahal gue udah Jahat ke elo?!"
Ctakk!! Aisyah memukul pelan jidat Syifa menggunakan satu tangan sisa nya.
"Lo ini bukan jahat. Lo cuma gadis lugu yang mudah kemakan omongan orang lain. Masih terlalu labil, jadi ambil keputusan dengan tergesa - gesa. Ingat yah, lo itu gak jahat!"
Ucapan Ini membuat Syifa tertegun, bagaimana mungkin orang yang selalu dia sakiti masih berfikir kalau dirinya bukan orang jahat?
***
Ayoo like, komen, and vote yah
Jangan lupa follow me juga. Hehe