NovelToon NovelToon
Ma Chérie, Don'T Run!

Ma Chérie, Don'T Run!

Status: sedang berlangsung
Genre:Crazy Rich/Konglomerat / Obsesi
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: you see me

Bagi dunia, Hades Sterling adalah pengusaha kejam yang tak tersentuh. Namun bagi Persephone Sinclair, dia adalah suami posesif yang memanggilnya "Ma chérie". Percy suka petualangan dan kegilaan keliling dunia, sementara Hades suka membiarkannya bebas, dalam pengawasan ratusan pengawal bayangan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon you see me, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 20

Hari-hari berikutnya di dalam mansion Sterling berjalan dengan keharmonisan yang belum pernah dirasakan sebelumnya. Badai yang sempat menguji ketahanan rumah tangga Hades dan Percy telah musnah tanpa sisa, menyisakan fondasi cinta yang jauh lebih kokoh, gelap, dan posesif.

​Di ruang kerjanya yang kini kembali sunyi dari ancaman luar, Hades menatap layar monitor besar yang menunjukkan kestabilan mutlak dari seluruh aset Sterling Global. Tidak ada lagi celah, tidak ada lagi bayang-bayang pengkhianat. Namanya dan nama Percy kini berdiri sejajar di puncak imperium, tak tersentuh dan abadi.

​Di lantai atas, Percy berdiri di dekat jendela kaca besar kamar utama, menikmati bias cahaya matahari pagi Manhattan yang menyinari kota dengan megah. Langkah kaki tegas yang sangat ia kenal terdengar mendekat dari belakang. Sepasang lengan kokoh melingkar erat di pinggang rampingnya, menyalurkan kehangatan yang selalu berhasil membuatnya merasa aman.

​Hades menyandarkan dagunya di bahu sang istri, menghirup aroma vanila yang selalu melekat di kulit Percy.

​"Pikirkan apa, Ma chérie?" bisik Hades lembut di dekat telinganya.

​Percy merangkap tangan suaminya di perutnya, tersenyum kecil sembari memandang bayangan mereka berdua di kaca jendela.

​"Tidak ada," jawab Percy tenang. "Hanya berpikir... bahwa singa ini benar-benar tidak akan pernah melepaskan ratunya."

​Hades mengecup pipi Percy penuh kepemilikan, seringai tipis terukir di bibirnya. "Dan ratu ini tidak akan pernah ingin pergi ke mana pun."

​Di bawah langit Manhattan yang cerah, ikatan itu terkunci selamanya sebuah kisah tentang kegelapan, kekuasaan, dan cinta mutlak yang takkan pernah bisa dipisahkan oleh waktu maupun maut.

Waktu terus bergulir, membawa imperium Sterling Global semakin menancapkan kukunya sebagai penguasa mutlak dunia bisnis internasional. Di dalam benteng mansion Manhattan, kedamaian dan kemewahan kini berdampingan erat dengan kekuasaan yang tidak tertandingi.

​Suatu sore, saat cahaya senja keemasan merembes melalui celah jendela perpustakaan pribadi, Hades duduk di kursi kulit kebesarannya sambil membalik lembaran dokumen terakhir dari Dionisos. Tidak ada lagi laporan ancaman atau pergerakan mencurigakan yang tertulis di atas kertas-kertas mahal itu hanyalah perluasan aset dan dominasi global.

​Pintu perpustakaan terbuka tanpa suara. Percy melangkah masuk, membawa secangkir espresso pekat kesukaan suaminya. Wanita itu kini mengenakan gaun sutra panjang berwarna merah anggur, memancarkan aura keanggunan seorang ratu yang sepenuhnya memegang kendali atas istananya.

​Hades mendongak, menyambut kedatangan sang istri dengan uluran tangan yang menarik Percy langsung ke atas pangkuannya.

​"Kau bekerja terlalu keras, Tuan Sterling," bisik Percy menggoda, jemarinya memainkan ujung kerah kemeja suaminya.

​Hades terkekeh rendah, mengecup telapak tangan Percy penuh kelembutan. "Aku hanya memastikan bahwa dunia ini berada di dalam genggaman yang tepat, Ma chérie. Agar tidak ada satu pun orang di masa depan yang berani mencoba mengusik apa yang menjadi milik kita."

​Percy tersenyum, menyandarkan kepalanya di dada bidang Hades. Ia tahu betul apa yang dimaksud oleh suaminya. Di luar sana, nama besar Sterling bukan lagi sekadar simbol kekayaan, melainkan sebuah dinasti abadi yang dibangun di atas kesetiaan, darah, dan cinta mutlak di antara sang singa dan ratunya.

​Dan di dalam sangkar emas yang mereka miliki bersama, babak baru kehidupan mereka baru saja dimulai abadi, tak tersentuh, dan selamanya berkuasa.

Tahun demi tahun berlalu di dalam benteng kemegahan mansion Sterling, mengubah kedinastian mereka menjadi legenda yang hidup di antara para elit global. Nama Hades dan Percy tidak lagi sekadar entitas bisnis atau kekuasaan, melainkan sebuah mitos modern tentang bagaimana seorang penguasa kegelapan dan ratunya menaklukkan dunia bersama-sama.

​Suatu malam, ketika hujan lebat mengguyur kota Manhattan dan membasuh jendela kaca besar kamar utama, Percy terbangun dari tidurnya.

​Di dalam dekapan hangat Hades yang masih terlelap tenang, ia menatap langit-langit kamar yang gelap. Meskipun badai masa lalu telah lama dikubur dalam-dalam dan tidak ada lagi musuh yang berani menampakkan wajah, ada satu hal fundamental yang mulai berbisik di dalam benak sang ratu sebuah dinasti yang dibangun dengan darah dan kekuasaan mutlak tidak akan pernah benar-benar utuh tanpa adanya pewaris yang akan memegang tampuk kepemimpinan di masa depan.

​Percy mengalihkan pandangannya menatap wajah suaminya yang tertidur lelap. Guratan ketegasan di wajah Hades selalu melunak saat ia berada di dekat istrinya, namun di balik itu semua, pria tersebut adalah satu-satunya garis keturunan terakhir dari keluarga Sterling.

​Dengan gerakan sangat hati-hati, Percy melepaskan diri dari dekapan suaminya, bangkit dari ranjang, dan berjalan menuju balkon kamar yang menghadap langsung ke arah lampu-lampu kota Manhattan yang berkilauan di tengah hujan.

​Angin malam yang dingin menyapu kulitnya, membawa serta pikiran-pikiran liar tentang masa depan. Ia tahu betul, dunia luar selalu mengincar celah dari kelemahan para penguasa. Jika suatu saat nanti musuh baru bangkit dari bayang-bayang, siapakah yang akan meneruskan singgasana ini? Apakah mereka harus membiarkan darah Sterling mengalir pada generasi penerus yang membawa nama besar mereka?

​Langkah kaki pelan namun mantap terdengar mendekat dari belakang. Sepasang lengan yang kokoh dan familiar tiba-tiba melingkar di pinggangnya, menyalurkan kehangatan instan yang menepis udara dingin malam.

​Hades membenamkan wajahnya di ceruk leher Percy, napas hangatnya bergesekan dengan kulit sang istri. Pria itu sudah terjaga sejak detik pertama Percy beranjak dari sisinya.

​"Kau melamun, Ma chérie," bisik Hades parau, suaranya terdengar begitu berat di tengah deru air hujan. "Apa ada sesuatu yang mengganggu pikiran ratuku malam ini?"

​Percy memejamkan matanya sejenak, meresapi kehangatan pelukan suaminya sebelum ia berbalik perlahan, menghadap langsung ke sepasang mata kelabu Hades yang menatapnya penuh perhatian dan kepemilikan mutlak.

​"Hades," ucap Percy pelan, jemarinya menyentuh rahang suaminya dengan lembut. "Kita sudah menguasai dunia. Kita sudah menyingkirkan semua musuh dan mengunci benteng kita dari segala ancaman. Tapi... apakah kau pernah berpikir tentang kelanjutan dari semua ini?"

​Hades mengerjap pelan, alisnya sedikit terangkat. Sorot matanya berubah menjadi lebih tajam, membaca setiap kedalaman emosi di balik manik mata amber istrinya.

​"Kelanjutan?" ulang Hades rendah.

​"Ya," lanjut Percy dengan mantap. "Sebuah dinasti tidak akan pernah abadi jika hanya berhenti pada kita berdua. Imperium Sterling... tidakkah seharusnya memiliki seorang pewaris yang kelak akan mewarisi darah dan kekuasaan kita?"

​Suasana di atas balkon mendadak senyap, menyisakan suara deru hujan yang menghantam kaca. Hades terdiam, menatap lekat wanita di hadapannya, sementara bayangan tentang masa depan imperium mereka berkelebat di dalam benaknya.

1
Hema Simangunsong
sukaaaaa cerita nyaaa, tp bukan mau tamat kan ya cerita thor.
you see me: terima kasih kakak /Whimper/
belum tamat kakak, masih ada lanjutannya.
terima kasih sudah meluangkan waktunya untuk membaca karya saya kakak hema /Smile/
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!