NovelToon NovelToon
LOVE GAMES

LOVE GAMES

Status: tamat
Genre:Romantis / Patahhati / Cerai / Tamat
Popularitas:457.8k
Nilai: 4.9
Nama Author: Resha M

" mari kita bercerai ". ucap Renald Borges.

" apa kau bersungguh- sungguh ". ucap Metry istri seorang Renald Borges, presdir RB Group.

" iya, bukan kah sudah ku katakan bahwa kau hanya seorang pengganti saja, agat imageku tidak buruk ".ucap Renald.

" ya, aku tahu itu ".jawab Metry dengan menggoyang- goyang gelas yang berada di tangannya.

" aku akan memberikan kompensasi sesuai dengan janji antara dirimu dan mami ". Renald dengan posisi duduk di kursi kebesarannya.

" aku tak menginginkannya ".ucap Metry.

Renald mengerutkan dahinya, mendengar bahwa sang istri menolak tawaran itu.

" lalu apa yang kau ingin kan ".ucap Renald sambil memutar - mutar pulpen di jarinya.

" aku menginginkan anak dari dirimu ".ucap Metry menatap pada Renald.

Renald yang mendengar langsung memukul meja, dan menghampiri Metry.

" apa kau sudah gila ".ucap Renald berkacak pinggang di depan Metry.

" tidak. Dan apa kau berfikir selama dua tahun menikah dengan mu , aku menggilai uang mu ".ucap Metry meletakan gelas di meja dan berdiri menatap mata Renald.

" aku tak sudi memiliki anak, dari seorang pelacur ". ucap Renald meludah tepat diwajah Metry.

Metry memejamkan mata, saat di perlakukan dan mendengar pekataan Renald hatinya hancur sehancurnya, namun dengan berusaha dia menahan agar air matanya tak lolos.

" kita akan membicarakan hal ini, saat kau pulang nanti aku pergi ".ucap Metry meninggalkan Renald , yang berdiri menatap punggung Metry, sebelum keluar dari sana , Metry memakai kacamata hitamnya agar tak ada orang yang melihat jika matanya sudah dipenuhi air mata.

Hingga suatu kejadian ia di pertemukan dengan seorang ketua Mafia , dia disuruh untuk menikah dengan pria tersebut.

Lalu bagaimana dengan Renald yang masih berstatus suami dari Metry ?
Dan apa tujuan dari Pria misterius itu yang menikahi Metry ?


# Baiklah sebenarnya, saya sedikit memperbaiki sinopsisnya karna , belum lulus riview jadi ada beberapa perubahan dalam sinopsisnya, tetapi tenang saja yang di ubahnya bebrapa kalimatnya saja , sedangkab ceritanya sama kok.

selamat membaca dan jangan lupa untuk LIKE, KOMENT, RATE 5 DAN HADIAHNYA .

karna setiap kali anda memberikan apresiasi seperti like, koment, dan yang lainnya, itu sangat memberikan dukungan bagi author.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Resha M, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Haruskah aku terlihat seperti jalang untuk bersama mu

setelah mengatakan itu Metry meninggalkan Renald sendiri di taman.

"apa mau dia baru pulng tapi sudah merusak tanaman ku".gumam Metry sambil menaiki tangga.

Renald masih memikir kan perkataan Metry ia terduduk di kursi taman belakang rumahnya sambil menatap tanaman yang tadi di rusaknya sambil menyalakan sepuntung rokok dan menghisapnya dan mengeluarkan asap dari mulutnya mengehembuskan keudara.

"apa yang terjadi pada diriku aku hanya ingin berdamai tapi kenapa tindakan ku selalu di luar nalar dan emosi ku memuncak jika melihat wajahnya aku sungguh jijik ". ucap Renald masih menghisap rokoknya.

sementara Metry kini bersiap dengan pakaianya ia berencana untuk berjalan keluar menenangkan pikiran sekalian bertemu dengan temannya ketika akan turun ia berpapasan dengan Renald yang akan naik juga.

" apa kau tak bisa menggunakan baju yang sedikit tertutup setidaknya jangan menunjukan jati dirimu yang sebenarnya apa kau tak bisa?".ucap Renald menegur Metry.

"apa kau tergoda?".ucap metry menanggapi perkataan Renald sebenarnya ia juga sedikit canggung menggunakan pakaian ini tapi ia lebih merasa tertantang dengan perkataan Renald suaminya ini.

"cihh ". Decihan Renald kepada Metry sambil menatap hina.

"baiklah aku pergi dulu jangan khawatir aku baik-baik saja".ucap Metry yang sengaja menggoda Renald dengan mengedipkan sebelah matanya dan berlalu keluar dari rumah menaiki mobil dan berlalu pergi.

Renald hanya memasang wajah datarnya memasuki kamarnya berbaring di sana.

🍁🍁 Cafe M🍁🍁

Kini Metry sedang berada di salah satu cafe ternama , ia menunggu seseorang yang kemarin mengajaknya untuk bertemu.

⬅️⬅️⬅️

Metry sedang berbaring di kasurnya sambil membuka situs internet Facebook , tak lama terlihat pesan masuk.

" Met". pesan seseorang.

"hmm".balas metry.

" Lo apa kabar". pesan itu masuk lagi.

"baik , kamu apa kabar" tanya metry.

" aku baik ko , sekarang udah jarang aktif Facebook ya, kemana sih semenjak hari kelulusan SMA lo menghilang gitu aja kemana si".tanya orang itu lagi.

" biasa gua kerja , terus lo sekarang di mana ".tanya Metry.

" oh iya gua baru pindahan kemarin ke kota Y , kerja di perusahaan ternama itu lo".balas Sesorang kepada Metry.

"oya, selamat ya , berarti kita sekota dong".balas Metry.

"masa sih, ya udah ketemuan yuk biar sekalian Reunian gimana".tanya seseorang.

"iya boleh di Cafe M ya gua suka sama tempat itu".balas Metry.

" ya nanti lo kirimin alamat ya buat gua kan lo tau gua orang baru di kota ini".balas orang tersebut.

"oke deh ,besok sore pukul 6 oke".balas Metry.

"oke deh bye".balas orang itu kepada Metry.

Metry langsung mematikan ponselnya dan terdidur dengan pulas.

➡️➡️➡️

setelah menunggu hingga 35 menit akhirnya Metry menampilkan wajah legahnya karna melihat orang yang ditunggu-tunggu telah datang.

"hai Met,,".ucap Seseorang sambil cipika cipiki Metry.

"hai , kamu bedah banget Ri".ucap Metry, kepada temanya Ririn , Ya teman Metry itu adalah Ririn Mooring meski pun keduanya tak akrab waktu SMA tapi mereka sekelas.

"kamu belum.berubah cara berpakaian, biar bisa menipu banyak orang dan membiarkan mereka berpikiran buruk tentang kamu".ucap Ririn sambil.menarik kursi dan duduk di hadapan Metry.

" sudahlah ngak usah berpikiran begitu , salah mereka sendiri jika menilai dari penampilan aku sih fine fine saja ".ucap Metry sambil mengangkat tangan memanggil pelayan Cafe.

Ririn hanya menggeleng

tak lama pelayan datang.

"pesan apa mbak".tanya pelayan cafe.

" kamu mau pesan apa".tanya Metry pada Ririn.

"aku samain sama kamu deh".jawab Ririn.

"ya sudah mbak saya pesan ini,ini,sama ini".tunjuk Metry pada menu makan .

"baik.mbak tunggu sebentar ya".ucap pelayan sambil tersenyum .

"iya".balas metry juga tersenyum manis.

dan pelayan pergi meninggalkan mereka berdu.

" Lo udah nikah ya Met".ucap Ririn sambil melihat kearah jari manis Metry yang ada cincinnya.

" hum".jawab Metry.

" wah selamat ya, tapi kenapa ngak ngundang gua lo jahat banget".Ucap Ririn sengaja memasang wajah cemberutnya.

" hufft nikahan gua aja kebelt banget ".ucap Metry.

"suami lo kerja apa ".tanya Ririn.

belum sempat di jawab Metry pelayan datang.

"permisi mbak ini pesanannya". Ucap pelayan sambil meletakan pesanan mereka .

"silahkan di nimakti".ucap pelayan berlallu meninggalkan mereka.

"sambil makan sambil cerita lanjut yang tadi ya ".ucap Ririn.

"iya".jawab Metry.

"ya udah jawab suami lo kerja apa sih".tanya Ririn sambil memakan makanannya.

"suami gua kerja juga di perusahaan , malas gua nyebutnya, dan dia super sibuk banget".ucap Metry.

" dia kasar atau ngak".tanya Ririn lagi.

" ngak lah".jawab Metry bohong

" udalah , emang Lo udah nikah"?.giliran Metry yang bertanya.

"heheh belum ,tapi gua suka sama bos gua galak tapi gua suka".jawab Ririn.

"alamak jangan sampai bos lo udah peot tuh".ucap Metry sambil tertawa.

"enak aja lo ngak lah dia itu guanteng banget".jawab Ririn.

"oyah , selamat ya lo udah nemu orgnya".ucap Metry sambil meminum minumannya.

dert dert dert bunyi ponsel Ririn

Ririn membuka tasnya dan dia terkejut melihat nama panggilan yang masuk.

Metry hanya melihat perubahan raut wajah temanya dan bertanya.

"siapa yang nelpon sampe-sampe muka lo kayak gitu".ucap Metry sambil menyeruput menumunamanya.

"ini bos gua nelpon".jawab Ririn gelisah.

"ya udah angkat aja , siapa tau itu pentingkan".ucap Metry

Ririn hanya menganguk sambil menggeser layar hijau untuk mengangkat teleponya.

"selamat malam pak ".ucap Ririn takut-takut.

" iya Rin kamu dimana".tanya Bos Ririn.

"lagi di cafe ".jawab Ririn sopan.

"sama siapa Rin".tanya bosnya lagi.

"sama teman saya pak".jawab Ririn.

"cewek atau cowok".tanya bosnya lagi.

"cewek pak".jawab Ririn.

"kirim alamatnya saya kesana juga , jangan pergi kemana-mana lagi".ucap Bos Ririn.

"apa bapak mau gabung"?.tanya Ririn heran pasalnya kata orang-orang bosnya tidak suka bergaul sama karyawannya.

"iya kenapa kamu keberatan"?.tanya bosnya

"eh anu itu tidak pak ya sudah saya kirim alamatnya".jawab Ririn cepat.

tut tut tut suara panggilan terputus.

"kenapa".tanya Metry melihat raut wajah Ririn.

"itu bos gua mau datang".jawab Ririn.

"wah bagus dong itu artinya lo bisa dekat sama bos lo bego,, kenapa.mesti gugup".ucap Metry.

" ya gua gugup lah secara orang yang gua suka mau datengin gua ".ucap Ririn kayak cacing kepanasan yang sedari tadi geser-geser duduknya.

" na lo harus berusaha ngendaliin diri lo kalo nga mau terlihat , kayak cacing kepanasan kayak sekarang".ucap Metry.

" gua gugup benaran ini".ucap Ririn.

" lo minum dulu deh".ucap Metry.

Ririn langsung mengambil Minumanya dan meneguknya hingga tandas.

" gua ke toilet bentar ya".ucap Metry sambil mengambil tasnya untuk menuju toilet.

" jangan lama -lama".ucap Ririn sebelum Metry betul-betul meninggalkannya.

" ini itu kesempatan lo buat dekat sama dia kalo gua udah ngak balik , itu artinya gua udah balik daluan lo, jadi lo harus manfaatkan kesempatan ini lo paham kan maksud gua".ucap Metry mengedipkan sebelah matanya dan berlalu pergi.

sedangkan Ririn sudah tidak setenang saat dirinya bersama Metry dia terus gelisah hingga suara seseorang menyadarkannya.

" Ririn".panggil orang itu.

Ririn menoleh dan DAG itu adalah Renald presdirnya, yang sedang tersenyum lebar sambil berjalan menuju kearahnya.

"selamat malam pak".ucap Ririn sambil membungkuk.

" iya , duduk aja ngak usah bersikap begitu".ucap Renald yang sudah duduk di kursi yang tadi di tempati Oleh Metry.

Ririn pun duduk dengan cangung.

"eh kata kamu tadi sama teman cewek kamu kemana dia".tanya Renald.

"itu tadi dia ke toilet pak".ucap Ririn gugup.

"Ririn".panggil Renald lembut.

"Iya pak".jawab Ririn masih menunduk.

" bisakan kamu melupakan formalitas disaat bukan jam kantor dan jangan panggil saya dengan sebutan Bapak jika tidak di kantor".Ucap Renald menatap lekat Ririn.

Ririn yang mendengar ucapan Renald langsung menatap Renald keduanya saling menatap cukup lama

Tanpa mereka sadari di belakang mereka sepasang bola mata sedang menatap mereka dengan tatapan yang sulit di artikan , ia tersenyum sedih menatap suaminya yang menatap orang lain dengan tatapan penuh cinta.

"aku kalah".Batin Metry.

Ia langsung berjalan keluar cafe tanpa mereka sadari.

Ting. Bunyi pesan masuk di ponsel Ririn.

"Rin , semangat untuk pendekatannya cie jangan cari gua , gua dah pulang bye" pesan dari Metry.

Ririn yang membaca hanya menghela nafas.

Renald yang melihat hanya menatap dengan heran.

"kenapa Rin".tanya Renald.

"itu teman aku udah pulang".Ucap Ririn dengan nada lembut.

"ngak apa" kan ada aku".jawab Renald.

"ya udah aku antar pulang yuk".ucap.Renald .

"iya ".jawab Ririn sambil berdiri dan hendak melangkahkan kakinya, tangannya digengam oleh Renald , Ririn semakin gugup tapi Renald hanya berpura-pura sambil terus mengenggam tangan Ririn menuju mobil setelah tiba di monil.mereka berdua masuk kedalam mobil karna Renald akan mengantarkan Ririn ke apartemen Ririn.

🍁🍁 Rumah🍁🍁

sedangkan Metry telah tiba di rumahnya , ia duduk di balkok sambil menatap bintang dan sambil menyandarkan pundaknya di kursi.

"hahaha aku sungguh kala , bahkan sangat kala apa aku harus seperti jalang untuk merayu dan memiliki mu , bahkan usaha aku selama ini hanya kau anggap aku membawa noda yang tak akan pernah hilang ".Batin Metry memikirkan nasipnya.

" ibu , apa setelah ini aku akan di hempaskan begitu saja "?.ucap Metry sambil.menatap bintang seolah-olah itu ibunya.

asik dalam lamunannya ia mendengar suara mesin mobil memasuki pekarangan rumah ,Metry langsung keluar kamar untuk mengajak Renald berbicara.

Metry turun dan membuka pintu bersamaan dengan Renald yang akan membuka pintu juga Renald yang melihat hanya berlalu begitu saja ketika akan menaiki tangga suara Metry menghentikan Renald.

".Renald".panggil Metry lembut.

Renal yang mendengar namanya di panggil langsung berbalik dan mengangkat sebelah alis kirinya seolah bertanya.

"aku meminta sedikit waktu untuk berbicara dengan mu".ucap Metry.

kemudian Renald pun memutar tubuhnya berjalan menuju meja makan dan duduk di salah satu kursi yang yang tersusun rapi di meja makan.

seolah-olah mendapat lampu hijau Metry mengikuti Renald membuatkan 2 gelas minuman dan memberikan kepada Renald segelas kopi dan untuk dirinya segekas teh hangat.

sebenarnya Metry sedikit gelagapan ketika akan berbicara, namun karena bentakan dari Renald ia langsung berani.

" apa yang mau kau katakan jangan membuang waktu ku".ucap Renald dengan nada suara yang tinggi.

Metry yang mendengar hanya tersenyum.

" Renald,, maaf jika aku masuk kedalam kehidupanmu aku tau aku tak pantas tapi bisakah kamu memberikan aku sedikit ruang di hati mu aku mencin".belum selesai Metry berkata sudah di potong oleh Renald.

" jangan membicarajan hal yang konyol , dan untuk kehidupan ku yang kau masuki ini tentu saja aku tak masalah karna nama ku tidak menjadi buruk karna pernikahan yang gagak itu , tapi untuk membuka hati ku itu tak ada sedikitpun untuk dirimu karna ada seseorang yang aku cintai dan tentunya itu bukan kamu".ucap Renald meninggalkan Metry.

setelah kepergian Renald bukannya dia menagis dia menertawai kebodohanya yang mengemis untuk Renald membalas cintanya ia semakin menertawai kebodohannya, perlahan ia berjalan menuju kamarnya mengambil gitar duduk di balkom dan sambil bermain gitar dan menyanyi itu salah satu kegiatan yang ia gunakan untuk menghilangkan banyak masalahnya.

dari kamar sebelah Renald sedang berbaring menatap atap kamarnya , dan tak lama.ia mendengar petikan gita dan nyanyian dari kamar sebelah ia tentunya tau jika itu Metry yang menyanyi dan memainkan gitar ia beranjak dari tempat tidur dan menatap keluar jendela sambil menyalahkan rokok di tangannya dan menghisapnya.

Bersambung....

1
Rini Haryati
bagus
sukses
semangat
mksh
scarlet
Renald laki2 banci,,, beraninya sama yg lemah,, apa gak bs gak main tgn ? gak rela AQ klo balikan mrk
scarlet
berdesir,,, apaan
scarlet
laki2 banci,, beraninya sama yg lemah
Jstella
f
Noor
walaupun agak membingungkan tuk crita akhirnya ,tp gk papa yg trpenting metry bsa bresatu dgn renald ksian sm si kembar klu hrs hdp dgn bkn org tuanya,trma ksih buat athor yg sdh buat crita ini,aq slalu menghargai stiap usaha athor2 smua,krna gk gmpang lho tuk membuat sbuah krya crita apalgi klu bca crita pas sprti kta nonton film bneran ,aq salut pda athor smua,smangat buat klian smua pejuang pembuat crita ,skali lgi trima ksih 👍👍👍
Iiq Rahmawaty
jgn2 brayen naksir sma vall
Iiq Rahmawaty
dri judulnya bkal ada drama mewek² an ini😂😂
Iiq Rahmawaty
metry hrus tau klo renald itu lg sakit parah
Iiq Rahmawaty
renald mngidap kanker darah kali ya
Iiq Rahmawaty
renald ga bisa donorin darah krna kondisi nya lg ga sehat
Iiq Rahmawaty
jd hubungan nya sma ririn hnya kamuflase semata
Iiq Rahmawaty
mungkin si mafia ini dlu slingkuhanya mantan pcr nya renald kali
Iiq Rahmawaty
🤣🤣🤣🤣
Iiq Rahmawaty
para pria berjas hitam yg di rmh sakit itu siapa ya???
apa dia laki2 mafia itu yg di mksud paman pram
Iiq Rahmawaty
knp si lu renald blm brubah2 jg msih kasar dan egois..
Iiq Rahmawaty
dsitu jg ada ank2 kembar mu renald..
Iiq Rahmawaty
dan setyo sprti nya lbih mnyukai metry dibanding ririn
Iiq Rahmawaty
mnurut gw dsni ririn gatau diri ya.. udh jd org ktiga..udh gtu ttep nrima renald kmbali pdhl dia tau klo status renald msih suami shbt nya.. dan skrg ririn mlah mau berkhianat diblkang renald..
Iiq Rahmawaty
istrimu itu yg baik2 yg udh kau hina2 ..
kau lbih memilih ririn..yg nyata nya dia slalu mnggoda mu sblm mnikah..bhkn ririn dket jg kn sma cwo yg knalan nya itu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!