NovelToon NovelToon
CINTA YANG TERBAGI

CINTA YANG TERBAGI

Status: tamat
Genre:Romantis / Contest / Tamat
Popularitas:87.9k
Nilai: 5
Nama Author: Erni Handayani

Ibarat air susu dibalas dengan air tuba. Itulah yang Mauli dapatkan. Niat hati ingin membantu sahabatnya Naila, Mauli justru mengalami akibatnya.

Mauli yang sudah menjalani hidup berumah tangga selama 7 tahun harus kehilangan suaminya karena Akmal mencintai Naila sahabatnya.

Awalnya Mauli dan Akmal ingin menyelamatkan Naila yang selalu mengalami kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT). Akan tetapi seiring berjalannya waktu kebaikan dan perhatian Akmal kepada Naila berubah menjadi cinta.

Begitupun sebaliknya, Naila yang selama ini selalu merasakan kesedihan dan kepahitan dalam hidupnya justru menjadi angin segar karena kehadiran Akmal.

Bagaimana kehidupan rumah tangga Mauli dan Akmal selanjutnya?

Bagaimana pula persahabatan antara Mauli dan Naila?

Yuk ikuti kisah mereka selengkapnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ERNI HANDAYANI, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya tidak mewakili NovelToon itu sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Erni Handayani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ancaman

Satu minggu berlalu akhirnya Naila pulang dari rumah sakit. Naila akan pulang ke rumah Mauli dan Akmal. Dalam perjalanan mereka bertiga berbincang membicarakan banyak hal. Sampai-sampai tak terasa akhirnya mereka tiba di rumah.

Sesampainya dirumah, saat Mauli dan Naila memasuki rumah tiba-tiba mereka di hujani bunga mawar. Dan ibu Lastri menyambut Naila dengan senang hati. Betapa bahagianya mereka.

"Ini pasti Naila?" Tanya bu Lastri dengan ramah.

"Iya bu." Naila tersenyum sambil memegangi tangan ibu Lastri.

"Aku senang karena akhirnya aku bisa bertemu dengan teman baikku." Mauli mengelayuti tangan Naila dan tersenyum sumringah.

"Kayanya aku akan di nomor duakan."

Dengan wajah yang memelas Akmal merasa cemburu akan kasih sayang Mauli yang akan terbagi.

"Engga dong sayang, kamu tetep yang pertama bagiku." Mauli seketika melepaskan pegangan tangan Naila, dan beralih ke tangan Akmal.

Nenek, bu Lastri dan Naila pun terkekeh melihat pertengkaran kecil mereka.

"Naila, aku antar ke kamarmu ya." Ajak Mauli.

"Sekarang kamu harus istirahat. Urusan Abraham kita harus melaporkannya ke kantor polisi agar dia tahu rasa. Dan tidak mengulangi perbuatannya." Gemas Mauli yang merasa kesal pada perbuatan Abraham.

"Tapi aku takut." Lirih Naila.

"Kamu tidak usah takut, kami kan ada bersama mu." Jelas Mauli.

"Iya kan sayang." Dengan mengedipkan sebelah matanya pada Akmal Mauli berusaha meyakinkan Naila.

"Iya, betul sekali. Kau tau usah khawatir. Kami selalu ada bersamamu." Jelas Akmal.

Karena sudah larut malam, akhirnya mereka pun beristirahat di kamar mereka masing-masing.

Keesokan paginya, di tempat yang berbeda saat Abraham terbangun dari tidurnya. Abraham meraba-raba tempat tidur yang ada di sebelahnya. "Sial, kemana Naila pergi? Apa dia tidak pulang semalaman?" gumam Abraham yang merasa kaget karena Naila tidak ada di sampingnya.

Setelah terbangun, Abraham mencari ponselnya dan langsung menghubungi Naila.

tutt.. tutt...

"Kemana dia? Kenapa telpon dariku tidak ia angkat!" Guman batin Abraham yang merasa geram.

Abraham mencoba kembali menghubungi Naila, karena ia sangat penasaran sedang berada dimana ia sekarang.

Di rumah Mauli, Naila nampak bingung apa seharusnya ia mengangkat telpon itu atau tidak. Jika tidak ia angkat, Abraham masih suaminya. Tapi jika ia angkat, Naila ketakutan dengan sikapnya yang tempramental.

"Halo.." Dengan rasa gugup akhirnya Naila mengangkat telpon itu.

"Halo Naila, kau sedang ada dimana? Mengapa kau tidak pulang semalaman? Dari mana saja kau!" Dengan rasa marah Abraham langsung mengajukan beberapa pertanyaan pada Naila.

"A, aku.. Sebenarnya sedang berada di rumah Mauli." Lirih Naila.

"Apa? Sedang apa kau disana? Cepat pulang?" Dengan tegas Abraham menyuruh Naila untuk kembali pulang.

"Tidak, aku akan tetap di sini." Dengan perasaan khawatir Naila langsung menutup telpon itu.

"Halo? Naila? Awas saja kau!" Abraham yang penuh amarah seketika membuang ponselnya

Tak berapa lama kemudian Abraham mencari tahu rumah Mauli. Tak butuh waktu lama akhirnya Abraham menemukan alamat rumah Mauli. Menurut informasi yang ia dapatkan ternyata Mauli tinggal di sebuah apartemen.

Setelah mengetahui alamat apartemen itu, Abraham bergegas pergi ke sana. Satu jam kemudian Abraham pun tiba di sebuah aprtemen yang cukup sederhana. Di depan apartemen itu ada sebuah tulisan dr. Mauli & dr. Akmal.

"Tidak salah lagi, pasti ini tempatnya." Gumam batin Abraham.

Setelah di depan pintu Abraham langsung memijit bel rumah itu.

ting tong..

Beberapa detik kemudian akhirnya ada yang membukakan pintu.

"Anda siapa ya? Ingin bertemu dengan siapa?" Tanya bu Lastri yang keheranan sebab sebelumnya ia tidak pernah melihat lelaki itu.

"Saya suami Naila, apakah Naila ada?" Jelas Abraham memperkenalkan diri.

"Ouh kalau begitu silahkan masuk." Pinta bu Lastri yang mempersilahkan Abraham masuk ke dalam apartemennya. Meski sebelumnya bu Lastri mengetahui rumah tangga Naila dan Abraham seperti apa, tetapi tidak ada kecurigaan sedikitpun dari pikiran bu Lastri.

"Terima kasih." Abraham tersenyum kegirangan karena ia diperbolehkan masuk.

Akan tetapi saat ia akan masuk ke dalam apartemen itu. Tiba-tiba suara seseorang menghentikan langkahnya.

"Tunggu sebentar, sebaiknya anda tunggu di situ." Tegas Mauli.

Mauli yang tiba-tiba datang, tidak ingin jika rumahnya di masuki oleh orang yang pernah melecehkannya. Sangat jelas dalam ingatan Mauli jika pria itu bukan pria yang baik. Dengan tatapan yang tajam Mauli memberitahukan yang sebenarnya.

"Oiya tuan Abraham, Naila ingin segera berpisah dari anda." Dengan lantang Mauli memberitahukan berita itu pada Abraham.

"Apa? Tidak mungkin Naila akan meninggalkanku." Abraham merasa tidak percaya dengan apa yang dikatakan Mauli kepadanya.

"Kenapa tidak, kami ada disini untuk membantunya." Dengan penuh rasa percaya diri Mauli kembali menjatuhkan Abraham.

"Tidak, permintaan itu tidak akan ku kabulkan. Tidak akan ku biarkan Naila pergi begitu saja dari hidupku!" Pekik Abraham yang sangat marah karena perkataan Mauli.

"Awas saja kau, tidak akan ku biarkan Naila lolos dari tanganku.!" Ancam Abraham.

"Kau yang awas, akan ku laporkan kau pada polisi atas tindakan kekerasan dalam rumah tangga!" Dengan berani Mauli membalas mengancam Abraham karena kesal.

"Apa? berani-beraninya kau.." Dengan amarah yang sudah memuncak Abraham mengangkat tangannya yang hendak memukul Mauli.

Akan tetapi saat Abraham akan melakukan itu, tiba-tiba Akmal datang dari belakang dan berhasil memegang tangan Abraham yang hampir akan melayangkan tangannya ke arah Mauli.

"Awas saja jika kau berani menyentuh istriku!" Dengan melemparkan tangannya Abraham pun merasa kesal.

Dan kedatangan Akmal justru membuat Mauli senang karena Akmal datang dengan membawa polisi. Karena sebelumnya Akmal sudah melaporkan tentang tindak kekerasan dalam rumah tangga Naila, akhirnya Abraham pun diringkus oleh polisi.

Dengan kedua tangan yang diborgol dari belakang, Abraham mencoba membukanya.

"Awas kalian, akan ku balas perbuatan kalian kepadaku!" Pekik Abraham yang berlalu di seret polisi.

Kejadian itu membuat Naila merasa sedih sekaligus senang, karena sekarang dalam hidupnya tidak akan ada lagi orang yang berani menyakitinya. Naila sangat-sangat berterima kasih pada Akmal dan Mauli karena sudah banyak membantunya.

Dengan dipenjaranya Abraham, kehidupan Naila pun semakin tenang. Tidak ada lagi kekerasan yang terjadi dalam hidupnya. Mauli yang kini merasa lega pun tak lupa memeluk Naila.

"Naila, sekarang kamu jangan takut lagi karena Abraham sudah berada di tempat yang seharusnya ia rasakan." Mauli merasa senang jika akhirnya Abraham di penjara.

"Iya Mauli, terima kasih. Jika bukan karena mu, aku tidak akan seberani ini." Lirih Naila memgucapkan rasa terima kasihnya.

"Terima kasih." Dengan memeluk Mauli, tak henti-hentinya Naila mengucapkan terima kasih.

"Ehem, aku ga diajakin pelukan." Sambil memyunggingkan senyumannya Akmal pun menggoda mereka yang sudah sejak tadi berpelukan.

Akhirnya Naila mencoba menjalani kehidupannya yang baru tanpa bayang-bayang Abraham.

1
Amilawati
gue jijik banget bacah novelya mauli murahan banget,,, karakter utamanya ko serendah itu ya,ndk sesuai judulnya
Amilawati
mauli kok gampangan baget si,,pantesan di sakiti ndk ad pendirian si,,muak banget klw karangter utamanya ndk punya harga diri gini padahal ceritanya bagus cuman sifat dari karangter utamanya yg merusak cerita,terlalu murahan
Farida Rida
Novel ini sungguh tdk menarik sm sekali, masa Akmal tdk diberi karma sm sekali pdhl udh selingkuh menyakiti istrinya setelah selingkuhannya mati dgn gampangnya kembali lg sm Mauli, Mauli jg murah banget mau"nya kembali pada Akmal yg suka selingkuh celup sana sini, Mauli dikasih sisa orang
R-Niie: Terima sebelumnya karena sudah mau membaca novel saya kak. Mohon maaf jika endingnya tidak sesuai dengan yang kakak harapkan. ☹️
total 1 replies
Maulida Maulida
ini mah certanya seperti film india yg di antv judulnya "silsila" mauli, kunal(Akmal),naila(Nandini)
R-Niie
perbandingan gimana kak maksudnya?😅
Shifa Burhan
akhir nya aku dapat juga novel perbandingan yang sangat2 sesuai
Surati
bagus
Abi Ihrom
akhir yang sangat2 buruk,...
Herna Wati
akhir yg mengecewakan
R-Niie: mohon maaf jika tidak sesuai harapan kak 😅
total 1 replies
Asep
ceritanya SM kyak sinetron India y..
R-Niie: iya kak 😅
total 1 replies
Rahma Putri
agak kecewa kok sama Akmal
Hera sasuwe
👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻
Nova Yuliati
kurang seru kenapa mauli harus kembali dengan akmal
R-Niie: makasih sudah mau mampir kak 😁
total 1 replies
Oktavia
katanya setelah menikah akmal hidupnya ga bahagia dan ada aja cobaan, bahagia kok dia, cobaan len kanker aja kan
Oktavia
bohong aja, bukannya cintanya utk naila… bahkan pergi dan tdk mau tau dgn hamilnya mauli. klo ak sih ha bht balik lagi. ssh si campakan kok, klo naila masih ada mana inget dia anak dan klrg lainnya. ibu n neneknya aja di tinggal demi naila
Sulati Cus
udah tercyduk baru bilang ma'af
Masitoh Masitoh
pengakhiran kurang muaskn
Masitoh Masitoh
lelaki seperti Akmal nga pantas d cintai d tangisi mauli biarkn sj
🍻
👎👎👎
R-Niie
iya memang ceritanya terinspirasi dari film india kak 😊
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!