HELENA KANAYA ATMAJAYA gadis enam belas tahun yang masih duduk di bangku sekolah, sejak kecil Helena sudah di jodohkan dengan anak teman mendiang Ibunya, yang bernama RAVELO TRIAN ADITAMA yang sama sama masih duduk di bangku sekolah, kebetulan Helena dan Velo masih satu sekolah namun beda kelas.
Dari dulu Helena memang sudah menyukai Velo, dan saat tahu kalau keduanya di jodohkan Helena semakin menempel pada Velo, membuat Velo terkadang merasa risih sendiri.
Helena sebenarnya gadis yang baik, hanya saja dia memiliki sifat posesive pada sesuatu yang memang sudah jelas jelas miliknya termasuk pada Velo. Helena tahu kalau Velo dekat dengan gadis satu kelasnya yang bernama HANA LARASATI, jadi Helena selalu berusaha menjauhkan Hana dan Velo.
Dan sikap Helena yang seperti itu, membuat semua murid di sekolahnya mengecap Helena sebagai gadis Antagonist, awalnya Helena tidak terima dirinya di anggap Antagonist, namun pada akhirnya Helan benar benar memerankan sosok Antagonist yang sebenarnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zakiya el Fahira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 11
Saat sampai di makam Mamanya, Helen meletakkan bunga mawar putih di atas batu nisan Mamanya.
''Mama, Helen datang lagi, tapi kali ini Helen gak sendiri, Helen dateng sama anaknya Tante Diana, sahabat Mama'' ucap Helen sembari mengusap batu nisan Mamanya.
Velo tersenyum mendengar perkataan Helen, lalu dia ikut bicara pada makam Mama Helen. ''Halo Tante, kenalkan saya Velo, calon suami Helen'' ucapnya.
Sontak Helen langsung menoleh. ''Lo barusan bilang apa?''
''Calon suami kamu'' sahut Velo.
''Lo kok bilang gitu?'' tanya Helen.
Velo mengerutkan dahinya. ''Lah, kamu kan tunangan aku, berarti aku calon suami kamu kan, memangnya ada yang salah dengan perkataanku?''
''Gak ada'' sahut Helen, dan langsung berpaling, karna tidak mau Velo tahu kalau wajahnya memerah seperti kepiting rebus.
"Ma, menurut Mama, yang di katakan Velo serius apa tidak ya, Helen takut Velo hanya bercanda saja" batin Helen sembari mengusap nama Mamanya yang tertulis di batu nisan.
Beberapa saat telah berlalu, kini Helen dan Velo sudah dalam perjalanan pulang.
''Vel, makasih ya, lo udah nganterin gue ke makam Mama'' ucap Helen.
''Sama sama'' balas Velo tersenyum. '' Lain kali, kalau mau ke makam Tante, biar aku yang anterin'' imbuhnya, dan Helen hanya menganggukkan kepalanya saja.
''Sekarang kamu mau pergi ke mana lagi?'' tanya Velo menoleh sejenak pada Helen yang duduk di sampingnya, lalu kembali fokus ke depan, kebetulan jalanan sedang ramai dengan kendaraan yang berlalu lalang.
''Gak ada, langsung pulang saja'' jawab Helen.
''Oh ok''
Velo langsung memutar kemudinya menuju kediaman keluarga Atmajaya, yang terletak di area perumahan elite nomor satu di Ibu kota.
Usai mengantarkan Helen pulang, Velo juga langsung melajukan mobilnya untuk pulang.
Velo baru sampai rumahnya saat matahari hampir tenggelam, lalu dia bergegas mencari ke beradaan sang Mama di kamarnya.
Saat Diana di kamarnya sedang duduk di depan meja rias, menyisir rambutnya yang mulai sedikit tumbuh uban.
Tok
Tok
Tok
''Ma!, Velo boleh masuk gak!'' seru Velo dari luar.
''Masuk saja'' sahut Diana.
Ceklek
Dari pantulan cermin Diana melihat putranya masuk dan berlari ke arahnya, Diana kaget saat Velo tiba tiba bersujud di kakinya.
''Mama, tolong terima sujud Velo'' ucap Velo
''Velo, kamu ngapain sih, oh, Mama tahu, pasti kamu udah buat kesalahan sama Mama, ya'' tebak Diana.
Velo seketika mendongak, lalu buru buru berdiri.
''Tidak, Velo tidak buat,,,,''
''Oh, atau jangan jangan kamu sudah buat calon mantu Mama kecewa lagi, iya, ayo ngaku?'' sela Diana sembari menuding wajah putranya.
Velo buru buru menggelengkan kepalanya. ''Mama jangan asal tuduh, nih ya,, tadi pagi Velo jemput Helen dan berangkat sekolah bareng, terus abis itu tadi sepulang sekolah, Velo juga antar Helen ke makam Mamanya, lalu nganterin dia pulang ke rumahnya lagi'' jelas Velo.
Diana mengerutkan dahinya. ''Benarkah yang kamu katakan itu?'' ucapnya tak percaya.
''Astaga, Velo gak bohong Ma'' timpal Velo.
''Terus, ngapain kamu tiba tiba sujud di kaki Mama, kalau bukan karna buat kesalahan?'' tanya Diana.
''Memangnya kalau Velo bersujud di kakai Mama, itu artinya Velo buat salah gitu'' sahut Velo.
''Ya, terus ngapain?'' tanya Diana.
Velo tersenyum sembari menggaruk garuk tengkuknya yang tidak gatal, membuat Diana semakin menatap aneh putranya.
''Itu, Velo mau ngucapin terimakasih sama Mama, karna sudah kasih Velo calon istri yang amat sangat baik'' ucap Velo.
Plakk
''Aduh'' pekik Velo karna Diana memukul kepalanya.
''Kok Mama malah pukul Velo sih?'' tanya Velo sembari mengusap kepalanya.
''Rasain, selama ini kamu kemana saja, ha?, kenapa baru sadar sekarang, kalau Helen itu gadis yang baik, dengar ya Velo, Mama itu gak mungkin jodohin kamu dengan sembarangan wanita'' omel Diana meledak ledak.
''Iya Ma, Iya, Velo tahu, Velo janji akan menebus kesalahan Velo sama Helen, karna selama ini sudah mengacuhkannya'' ucap Velo.
''Mama pegang janji kamu itu, awas saja kalau kamu berani buat calon mantu Mama sedih, Mama akan buang kamu ke panti asuhan'' ancam Diana.
Velo seketika membulatkan matanya. ''Mama kenapa tega sekali sih, sama anak kandung sendiri'' ucapnya dengan dramatis.
''Mama gak perduli'' sahut Diana ketus, membuat Velo menelam ludahnya.
Lalu tatapan Velo jatuh pada koper yang berada di samping ranjang tidur.
''Ma, Mama mau kemana?, kok ada koper di situ?'' tanya Velo.
''Mama, mau ke Paris, kebetulan Mama dapat undangan sebagai salah satu desainer yang terpilih di acara fashionshow di sana, sekalian mau healing'' jawab Diana.
''Oh, memang Mama berangkatnya kapan?'' tanya Velo.
''Nanti jam sebelas malam, nanti setelah makan malam, kamu antar Mama ke bandara'' pinta Diana.
''Ok, Ma''
Beberapa saat telah berlalu, kini Velo sudah berada di bandara mengantrakan Mamanya.
''Ingat, kamu harus jagain Helen'' pesan Diana entah sudah yang keberapa kalinya, yang jelas Diana mengatakan itu sejak meninggalkan kediaman Aditama hingga sampai di bandara.
''Iya, Mamaku yang cantik'' sahut Velo.
''Ya sudah, Mama pergi dulu'' pamit Diana memeluk putranya semata wayangnya sejenak.
''Mama hati hati'' ucap Velo.
Diana mengangguk lalu menyeret kopernya masuk ke dalam untuk chek in.
Setelah melihat pesawat yang di tumpangi Mamanya lepas landas, Velo langsung meninggalkan bandara dan pulang.
Velo tiba di kediaman saat jam sudah menunjukkan pukul setengah dua belas malam, dia masuk ke dalam rumah sembari menguap beberapa kali, karna memang sudah sangat ngantuk.
''Vel''
Velo langsung berhenti melihat Hana berdiri di ujung bawah anak tangga.
''Ada apa?'' tanya Velo.
Hana sedikit kaget, saat mendengar nada bicara Velo sudah tidak seramah biasanya, Hana berfikir kalau Velo pasti masih marah padanya.
''Lo masih marah sama gue?'' tanya Hana, namun Velo diam saja.
''Gue udah ngelakuin yang lo minta, gue udah minta maaf sama Helen, gue juga gak dendam balik meskipun dia bales gua'' ucap Hana dan lagi lagi Velo masih diam saja.
''Gue janji, gak akan berniat licik lagi pada Helen'' ucap Hana.
''Gue pegang janji lo'' sahut Velo dan berlalu menaiki anak tangga menuju lantai dua, dimana kamarnya berada.
Hana tersenyum menatap punggung Velo yang perlahan menghilang di balik tembok.
''Sepertinya gue harus lakuin sesuatu, agar Velo mau balik ke gue lagi'' gumam Hana, lalu membalikkan badannya untuk kembali ke paviliun, namun dia di buat kaget saat melihat Ibunya tiba tiba berdiri di depannya.
''Ibu, Ibu ngapain di sini?'' tanya Hana.
''Hana, apa kamu sudah lupa dengan pesan Nyonya, jauhi Den Velo, apa kamu mau kita di pecat dan di usir dari rumah ini'' tukas Mira.
Hana menggelengkan kepalanya. ''Maaf Bu, ini untuk yang terakhir kali, setelah ini Hana janji gak akan deket deket dengan Velo lagi'' ucapnya.
''Bagus, memang sebaiknya begitu, kamu harus ingat siapa kita di sini, kita hanya pembantu, jangan bermimpi terlalu tinggi'' kata Mira memperingati sang Putri, dan Hana hanya menganggukkan kepalanya.
"Bu, apa salah kalau Hana ingin menjadi istri Velo" batin Hana.
coba KLO dicabut apa kamu masih bisa sekolah disitu,
saat kamu dan ibumu di usir dari rumah majikan🤣🤣🤣
kan Hana yg keliling lapangan
bukan Hellen,,
kan malu sendiri udah nantangin masa dibatalin👊👊