NovelToon NovelToon
Bahagia Di Ujung Jalan

Bahagia Di Ujung Jalan

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Cintamanis
Popularitas:226.3k
Nilai: 4.9
Nama Author: Siska

Menceritakan perjuangan seorang gadis bernama Lissa dalam mencari kebahagiaan, dari segala masalah yang dialaminya sejak ia masih kecil.

Hingga takdir mempertemukannya pada pemuda tampan bernama Vino, yang membawa sejuta harapan padanya.

Keduanya saling mencintai meski harus melewati rintangan yang tak mudah.
Membuat mereka terkadang harus menyerah pada keadaan.

Sementara tanpa Lissa sadari ada pemuda lain bernama Rio yang selalu menaruh perhatian padanya.
Meski memiliki sikap acuh dan dingin, hal itu tak mengurangi pesona yang Rio miliki sejak lahir.
Walau terkadang sikapnya membuat Lissa semakin membencinya.

Bagaimanakah kisah hidup Lissa diantara kedua pria tampan ini?
Simak ceritanya ya...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Siska, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Jadian

Akhirnya malam ini aku resmi berpacaran dengan Vino.

Dengan perasaan yang bercampur aduk kami berjalan kembali ke kamp.

Vino menggenggam tanganku dengan erat..

Tapi aku melepaskannya setelah sadar bahwa beberapa pasang mata memandang kami dengan tatapan curiga.

"Cieee...cieee...cieeee....dari mana aja sih kalian, cuma berduaan lagi, kalian mojok ya.." ledek Agus pada kami.

Aku yang tak mau membuat mereka penasaran langsung berjalan meninggalkan Vino.

Kuhampiri Rina,Melly,Tomo dan teman teman lain yang sedang asyik bernyanyi di iringi gitar di depan api unggun yang hangat.

"Kamu dari mana aja sih Liss, dari tadi aku cariin kamu loh, aku pikir kamu ngilang lagi di hutan" Rina bertanya sambil menatapku.

"Rina..Rina, kamu nggak peka banget sih, ada yang lagi kangen kangenan dong" Melly pun tak mau kalah meledekku.

"Ngomong apaan sih kalian, dasar ngaco" akupun mencoba membantah ledekan mereka.

"Ngomong2 Lissa kamu bawa kemana tadi, jangan bilang kamu.." Tomo tiba tiba berhenti bicara.

"Plaaak....!!! aduuuh...suara tomo terdengar sedikit menahan rasa sakit bercampur kaget.

"Mikirin apa kamu, dasar otak mesum" ujar Vino.

Dipitaknya jidat lebar Tomo yang mulai berpikiran aneh.

Ha...ha...ha...ha...ha...sontak kami pun tertawa melihat raut wajah Tomo yang lucu.

"Aku hanya mengantar Lissa yang enggak berani buang air kecil di belakang" Vino berkata sambil menatap kearahku.

"Iya in aja deh, yang penting kalian bahagia." gumam Rina sembari melirik ke arahku seperti tak percaya.

Malam ini kami lewati dengan canda tawa bersama, Agus yang pandai bermain gitar mengiringi nyanyian kami, lagu sempurna menjadi penutup malam indah ini.

Seolah mewakili perasaanku kami berdua.

*Kau begitu sempurna.

Dimataku kau begitu indah.

Kau membuat diriku akan slalu memujamu...*

Hari masih begitu pagi, kicau burung terdengar dari luar tendaku, hembusan angin dingin membuat ku tak rela membuka mata.

Lagipula aku masih ingin terus bermimpi.

Memimpikan saat Vino mencium mesra bibirku.

Akhh indahnya....pikirku.

Tapi tiba tiba aku terbangun saat mengingat soal ciuman itu.

"Ternyata itu bukan mimpi, kami benar benar melakukannya tadi malam" gumamku.

Ya ampun aku malu jika harus mengingatnya, tapi aku juga bahagia karena Vino adalah orang yang mendapatkan ciuman pertamaku.

"Hooooaaaaam....Melakukan apaaa Lissaaaa....??? sembari menguap Rina bangun dan bertanya padaku.

Aku kaget melihat Rina, aku tidak sadar kalau Rina tidur disebelahku dan mendengar apa yang baru saja aku ucapkan.

"Eh anu mmm...kita joging yuk? mumpung disini udaranya seger Rin, nggak seperti di kota tempat kita tinggal" aku mencoba mengalihkan pertanyaan Rina.

"Hoaaaaaam......"Rina kembali menguap panjang.

"Ooooh...males akh dingiiiin,kamu aja deh sana, aku mau tidur lagi nih, masih ngantuk tau" Rina kembali menutup mata sambil menarik kembali selimutnya.

"Rinaaa...Rinaaa...."gumamku sambil berdiri dan bangun keluar tenda.

Sekejap udara dingin kurasakan menyentuh seluruh tubuhku.

"Akhhh...segarnya" kutarik nafas panjang dan menghembuskannya perlahan.

Aku benar benar menikmati udara segar dan masih bersih ini, jauh dari polusi udara.

Sampai tiba2 aku di kagetkan seseorang yang memelukku dari belakang.

"Vino...apa apaan sih kamu"

"Lepasin Vino, gimana coba kalau ada yang liat" aku menoleh kekiri dan kekanan sambil mencoba melepaskan dekapannya.

"Sebentar aja Lissa, aku cuma mau peluk kamu sebentar aja" pintanya.

"Tapi kamu udah janji Vino" aku kembali mengingatkan Vino akan janjinya padaku tadi malam untuk tetap merahasiakan hubungan ini.

"iya aku inget kok" tegasnya.

"Oh ya Lissa, ntar siang kamu pulang bareng aku aja yah" bisik Vino ditelingaku.

"Tapi itu nggak mungkin Vino, apa kata temen temen yang laen nanti" jawabku sambil melepaskan dekapannya.

"Lalu kamu mau aku pulang sendirian gitu, memangnya kamu tega??? Vino menatapku memelas.

"Bukannya kemaren kamu kesini juga sendiri ya" ledekku kemudian.

"Ya itukan demi kamu" Vino mencubit pipiku.

"Ayolah Lissa, kamu pulang bareng aku ya" Vino terus saja merayuku seperti anak kecil.

"Mmm ya udah deh, tapi bareng temen2 juga ya, aku nggak mau mereka curiga kalau kita udah jadian Vino" aku balik merengek ke Vino.

"Hmm..ya uda deh aku pasrah" akhirnya Vino menyerah.

Dan akhirnya kami sepakat untuk pulang bersama teman teman kami yang lain.

Setelah menyelesaikan kegiatan kami di kamp pecinta alam ini.

Aku bersiap siap mengemasi semua barang2ku.

"Oh ya jaket, aku masih menjemur jaketku di belakang tenda"

Namun saat aku hendak menuju kesana, langkah ku terhenti melihat Rio yang berdiri tepat di depanku.

"Sedang apa orang ini" pikirku.

Aku mencoba tak menghiraukan dan berlalu melewatinya.

"Lissa tunggu" Rio menghentikan langkahku.

Lalu aku memutuskan berbalik menatapnya penuh heran.

"Kamu panggil aku? ada apa? tanyaku makin heran.

Rio yang kukenal dingin, sombong dan egois memanggilku? nggak salah? batinku.

"Aku mau minta maaf soal kejadian kemarin malam Lissa, aku benar benar nggak sengaja, aku nggak tau kalau kamu masih ada di dalam hutan" ucap Rio sambil tertunduk.

Jujur aku kaget mendengar Rio meminta maaf padaku, aku tak menyangka seorang Rio yang angkuh bisa meminta maaf.

"Udah aku maafin" jawabku ketus.

"Tapi Lissa.." ucapannya tertahan.

"Maaf aku mau beres beres dulu, memangnya kamu mau disini aja, nggak mau pulang? gih sana beresin barang2 kamu" akupun pergi meninggalkan Rio yang terus menatapku dari belakang.

Sebenarnya aku masih kesal mengingat sikap Rio yang sombong itu, tapi aku juga kagum melihatnya berani mengakui kesalahan dan sudah mau meminta maaf padaku.

"Kalian sudah siap? Vino bertanya pada kami

"Sudah Vino tunggu apalagi, ayo kita berangkat" Agus yang sedari tadi sudah menunggu di dalam mobil nampak kesal.

"Emang dasar nasib, begini kalau numpang, sabar...sabaaaar.." Agus terus saja mengoceh karena kesal.

"Lissa kamu duduk di depan ya" bisik Vino di telingaku.

"Gus, pindah kamu ke belakang sana, males banget lihat muka kamu duduk di sebelahku, ganggu konsentrasi tau" Vino pun menyuruh Agus untuk pindah duduk dibelakang.

"Dasar, kamu nggak peka atau gimana sih gus, sini cepetan duduk di belakang" Rina pun menarik telinga agus.

"Rina sakit tau" Melly yang memang menyukai agus mencoba melepaskan tangan Rina dari telinganya agus.

"Cieeee belain aja terus pacar kamu itu" gumam Rina sambil memonyongkan bibirnya ke Melly.

"Ayo Lissa cepetan naik" Vino membukakan pintu mobil untukku.

"Tunggu,tunggu aku...."tiba tiba Cintya datang.

"Aku numpang mobil kamu ya Vino, tadi mama kamu minta aku nemenin kamu pulang" ucap Cintya manja.

Kami semua terdiam melihat kedatangan Cintya,kakak kelas disekolah yang jelas2 menyukai Vino.

Dia juga yang sudah menghasutku di depan mamanya Vino.

"Eh maaf ya, kalian semua bisa turun nggak dari mobilnya Vino" gumamnya menatap sinis padaku dan teman2 yang lain sambil masuk dan duduk di kursi depan.

"Maksud kamu apa? kamu enggak berhak ngusir mereka " lalu Vino menarik keluar tangan cintya dengan paksa.

"Nggak apa apa kok Vino, kami masih bisa naik bus" aku pun mencoba menenangkan Vino.

"Nggak bisa gitu dong, Cintya maaf..aku mau pulang bareng temen2ku, jadi tolong kamu turun dari mobilku sekarang" Vino pun mencoba terus menarik tangan Cintya.

"Vino apaan si kamu, nih kalau kamu nggak percaya aku telfon mama kamu yah" ancam Cintya.

Aku nggak mau ada keributan, aku takut kalau Cintya mengadu hal buruk lagi ke mamanya Vino.

"Udah Vinooo enggak apa2, kami naik bus aja, ayo temen2 busnya udah mau berangkat" aku menarik tangan Rina, dan Melly ikut berlari mengejar bus sekolah.

"Huuu dasar nenek lampir" kulihat Rina dan Melly menabrak Cintya dengan sengaja,

aku tau mereka kesal karena tidak jadi menumpang mobil Vino yang nyaman.

"Lissaa tunggu" Agus dan Tomo pun menyusul kami dari belakang.

"Dasar orang kampung "teriak Cintya kepada kami.

"Apa kamu bilang? dasar nenek lampir, sini kamu kalau berani" Melly mencoba menghampiri Cintya.

Tapi aku menahannya"Melly, udah enggak usah diladeni" kataku menahan lengannya.

"Lissa tunggu, Lissa.."kudengar Vino berteriak memanggilku.

Aku hanya bisa menatapnya dari jendela bus yang aku naiki.

Kulihat ada gurat kecewa di sana.

Tapi aku terpaksa melakukan ini, aku tak mau Cintya mengadu ke mamanya Vino lagi.

Sepanjang jalan aku membayangkan Vino hanya berduaan di mobil bersama Cintya.

Jujur aku sedikit cemburu.

Tapi aku bisa apa, ini semua untuk kebaikan kami.

Dan aku harus ikhlas menjalaninya.

1
Maura
visual lissa dong thor
Reanza
lanjut baca
Isu💟THY
lanjutt
April Lia
lanjutt kakakkk....
jngan lama² dong klo ngilang😔😔kan kngen ma rioo😘😘
April Lia
duhh tiap baca part Rio adrenalin qu terpacu hebat🤭🤭🤭
Noorhafifah
sehat slalu author...di tunggu yaa... kelanjutannya...
Noorhafifah
kemana lagi thor,kok ngadat lagi up nya???
Rozh
Semoga aja rumah tangga mereka baik-baik aja
Noorhafifah
up lagi yaa.... author sayang...🤗🤗
Liska: Oke kk❤
total 1 replies
Noorhafifah
mantap dah...liska..up lgi 👍👍🤗🤗
Ama Lorina Raju
senang nya klo bgni up tiap hari
Liska: Aku kembali demi kalian...❤
total 1 replies
April Lia
aisss....aisss......apaan sihh tu 🙈🙈
Liska: Aku jg enggak tau mereka ngapain kk, aku kan ms polos...😅😅😅
total 1 replies
Noorhafifah
nah ini mantap 👍👍👍 nih... author nya balik lgi...ngga nunggu brp purnama.. udah up lagi....😁🤗...luv se gedong buat author
Liska: ❤❤❤😘😘😘
total 1 replies
❤️ Inglane 🌹🌹
lanjut 💪
April Lia
Alhamdulillah 🤲🤲sehat² thor yaa biar bisa up trus kyak gini jadi seneng dehh😘😘
Liska: Aamiin...😊
total 1 replies
Ama Lorina Raju
Alhamdulillah Up juga, hampir aku hapus dari daftar favorit pas buka hari ini ada notifikasi nya lgsg aja duluan baca yg ini ❤️❤️
Liska: Makasih ya kk😊
total 1 replies
April Lia
Alhamdulillah 🤲🤲akirnya up juga
thoer kpn ni rencana up lgi,??
msak nunggu 3xpuasa ma 3x lebaran lgi😁😁✌️
Liska: 😁😁😁😁😁
total 1 replies
Noorhafifah
ini author kemana aja, stelah sekian purnama baru. muncul...kapan kelar nya ni.cerita,,kalo author nya jarang update..🤭🤭😀
Liska: 😁😁😁😁😁
total 1 replies
Elisabeth Ratna Susanti
double like😍
Elisabeth Ratna Susanti
hadir❤️
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!