Ricko pria tampan kaya raya ini mencintai wanita yang dia lihat di lampu merah. Pandangan pertamanya membawa dia ke jalan yang di ridho'i Allah.
Izza, seorang wanita muslim yang taat pada agama dan keyakinannya, membuat para pria jatuh hati kepadanya.
Ricko terkenal pria nakal dan juga sering mempermainkan banyak wanita, kini ia sedang mengejar wanita yang membuat dirinya jatuh hati.
Ia memutuskan untuk mendekati Izza, namun hal itu tidak berhasil, untuk membuat Izza terpesona sama ketampanan dan juga rayuannya.
Ricko langsung terketuk hatinya, ia ingin menjadi mualaf. Namun, hal itu di tentang besar oleh keluarganya sendiri.
Apakah Ricko bisa menaklukan hati Izza, untuk menjadikan istrinya? Apakah Ricko bisa membujuk keluarganya termasuk kedua orangtua-nya untuk menjadi mualaf.
Nantikan kisah mereka di episode yang akan datang! jangan lupa baca, like komen dan vote, terima kasih!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Naura Shafa mahbubah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Menunggu pesan
Jedag-jedug terdengar musik dari kamar tya, Izza mengetuk pintu kamar, dan mengetuk-ketuk pintunya namun tidak ada jawaban dari dalam kamar adiknya itu.
"Ni anak lagi ngapain sih, mana musik terdengar lancang!" gerutu Izza ia langsung membuka pintu kamar adiknya, Kebetulan tidak tya kunci.
Terlihat adiknya sedang main tik-tok di kamar sambil joged-joged. Izza menohok melihat kelakuan alay adiknya itu, Kemudian Izza langsung menghampiri dan berkacak pinggang.
"Tya, apa yang kamu lakukan di sini? alay banget si kamu, harusnya kamu bantuin ibu di dapur masak bukannya main kek ginian! alay banget tau?" Cerocos Izza langsung mengambil hp adiknya.
"Yah, kakak, tya lagi main tik-tok biar dapat uang jajan! sana ah ganggu saja, tya tadi sudah bantuin cuci piring kok kak" ujar tya, sambil memanyunkan bibirnya.
Izza gemas sama adik satu-satunya ini, selalu membuat Izza gemas dan emosi, maklum ABG labil, baru kelas dua SMP.
"Kamu harusnya siapkan makanan buat ibu atau ayah, bantu mereka, kakak kalau ada di rumah pasti bantu-bantu bukan joged-joged kayak gini. Di tik-tok kan suka ada ceramah ustadz-ustadzah, kamu pantengin terus tuh mereka biar dapat ilmu yang bermanfaat.
"Iya kakakku bawel, nanti tya coba menonton ceramahan mereka." Tya langsung mengambil ponselnya dari tangan Izza.
"Ayo buruan ibu sudah menyiapkan makan malam buat kita, kakak juga sudah bawain susu jahe tuh?" ujar Izza sambil melangkah pergi dari kamar adiknya tya.
"Haduh, bawel banget punyak kakak yang satu ini, biar tidak pusing mikirin ujian di sekolah ya main tok-tok. Dasar kakak nyebelin iiihhh kesel banget!" ucap tya mendengus kesal, ia langsung keluar kamar untuk acara makan malam.
🌸🌸🌸
Di rumah Ricko semua sudah berkumpul untuk acara makan malam bersama keluarga besar. Ricko terlihat pendiam tidak seperti biasanya, membuat mamahnya sedikit heran.
"Sayang, kamu sakit? kok dari tadi makanan mu tidak kamu makan, malah di aduk-aduk tidak jelas." Ucap mamah Ricko terus memperhatikan anaknya.
"Tidak mah, Ricko sedikit kenyang, tadi sore Ricko makan." Jawaban Ricko terdengar sedikit aneh, membuat mamahnya merasa curiga sama prilaku anaknya itu.
"Mah, Ricko ke kamar dulu ya ngantuk" mamahnya cuma menganggukan kepalanya tanda setuju, sambil terus memperhatikan Ricko menaiki tangga.
"Pah, apa Ricko di kantor sedikit sibuk? belakangan ini sedikit berbeda dia?" ujar mamah ricko kepada suaminya.
"Memang belakangan ini kantor sangat sibuk mah, biarin saja, dia istirahat. Dari pada keluyuran yang tidak jelas di luar sana?" ucap Papah Ricko.
"Benar juga ya pah" jawab mamah Ricko.
Akhirnya Ricko kembali ke kamarnya, ia bingung harus bagaimana memberitahu orang tuanya. Ia mulai berpikir dan mengingat wajah Izza yang berseri nan cantik.
Ia baru sadar Izza adalah kekuatan hatinya, ia sangat teguh dan mantap untuk mengambil keputusan ini. Bukan untuk pencitraan menjadi mualaf, tapi Ricko sudah matang untuk hal ini.
Baginya, bila nanti Ricko di tolak sama Izza ia akan terus mengejar cintanya itu. Dan meyakinkan bahwa dia sangat mencintainya, walaupun ia tidak tau kedepannya akan seperti apa.
Tinggal beberapa hari lagi ia akan bertemu Izza, rasa kangennya menyelimuti dirinya. Ia tau Izza belum melirik perhatian lnya namun, ia pasti suatu saat ia akan menerima dan menyadari cintanya.
Ricko selalu kirim pesan kepada Izza, namun tidak pernah Izza balas satupun. Membuat Ricko penasaran sama Izza, baginya hal ini baru sekarang ia di cuekin sama seorang wanita.
Biasanya wanita sering menggodanya, sekarang malah terbalik, dirinyalah yang sekarang mengejar dan menggoda Izza.
🌸🌸🌸
Suasana di rumah Izza seperti biasanya, ayahnya sibuk mengerjakan laporan buat metting besok, Izza hanya tersenyum melihat ayahnya. Ibunya seperti biasa menonton sinetron yang ada di Indosiar.
Kadang ibunya mengomel-ngomel tidak jelas di depan tv, kadang tertawa, Izza hanya tersenyum melihat tingkah laku ibunya itu. Membuat Izza paling beruntung memiliki kedua orang tua yang rukun.
"Bu, Izza ke kamar dulu ya, ngantuk banget! ayah jangan tidur terlalu malam, ingat kondisi ayah supaya sehat selalu." Ujar Izza perhatian kepada kedua orang tuanya, Mereka hanya tersenyum kepada anaknya.
Izza membuka pintu kamarnya, ia langsung menutup dan merebahkan badannya ke atas kasur empuknya. Izza mengambil ponsel yang tergeletak di dekat badannya.
Ia membuka pesan dari Ricko, dan langsung menaruhnya lagi. Bagi Izza semua pria sama suka chat basa-basi membuat Izza tidak nyaman.
Ia akan membalas pesan yang berhubungan sama kerjaannya Saja. Lagian bagi Izza Ricko adalah teman Biasa tidak lebih, matanya mulai sayu, ia langsung mengambil selimbut untuk menutupi badannya.
Izza berdoa dan lansung tertidur, Jam menunjukan pukul 10.12 malam, Izza besok harus pagi pergi bekerja.
Sedangkan di kamar Ricko masih berharap pesannya di balas oleh Izza. Ia melirik ponselnya takut Izza membalas pesannya, Namun sayang sampai kini pukul 11.23 malam tak kunjung di balas pesannya itu.
Ia mulai gelisah, mungkin pikirnya Izza sudah tidur sehingga ia tidak bisa membalas pesan dari dirinya.
Ricko langsung menutup matanya untuk tidur, Ia berharap besok pagi ada pesan yang di balas dari Izza sang pujaan hatinya.
🌸🌸🌸
Pagi ini, pukul 08.15, Izza bergegas pamit untuk pergi kekantor, seperti biasa Izza berpamitan dan juga mencium tangan ibunya.
Izza memasuki mobil miliknya, ia langsung tancap gas. Ibunya tersenyum melihat Izza yang makin hari semakin bersemangat bekerjanya.
Namun di benak ibunya, berharap Izza mendapatkan pendamping yang menyayangi anaknya itu. Sehingga ia tidak perlu khawatir lagi, tapi sampai saat ini, Izza belum mengenalkan siapapun pada ibunya.
"Izza semoga kamu mendapatkan pria yang sangat menyayangi dirimu, bisa menjagamu. Sehingga ibu tidak perlu khawatir lagi." Ucap ibu Hanna sambil menutup pintu rumahnya.
Tidak berselang lama, pintu ada yang mengetuk. Sehingga ibu hanna merasa heran, ia langsung membuka pintu dan terkejut ketika yang datang itu ialah seorang pria.
Di perjalanan menuju kantor mendadak ban mobil Izza kempes, sehingga ia kebingungan sendiri di tengah jalan. Di saat yang tepat, Ricko datang dan menanyakan permasalahan mobilnya mogok. Ia langsung menghubungi pemilik bengkel langganannya, untuk membawa mobil Izza ke bengkel.
Sementara itu, Izza mau tak mau mengiyakan ajakan Ricko menebeng mobilnya itu. Ricko merasa senang, akhirnya bisa satu mobil bersama Izza.
"Maaf banget ya jadi merepotkan?" ujar Izza sambil menundukan kepalanya, sudah kebiasaan Izza ia menundukan kepalanya ke bawah ketika berbicara bersama lawan jenis.
"Tidak masalah, lagian aku kebetulan lewat sini, jadi tidak ada salahnya aku membantu mu" seru Ricko ia merasa senang mengantar Izza ke kantornya.
Pakir ❌. Fakir. ✅
Sipat ❌. Sifat ✅
ga ada bawang nya
bacanya biasa aja kakak 🙏