Hidupku yang sebelumnya biasa saja, hati ku yang memang sudah tersakiti oleh pengkhianatan sang tunangan, kini aku bertemu dengan pria yang seteleh nya ku ketahui adalah Bos ku di kantor.
Karena seorang bayi membuat kami menjadi dekat hingga aku menjadi kekasih pura-pura nya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ceritaku, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pria tak punya hati
Sakira sedang baring di samping Viki, baru saja ia bisa bernafas lega ketika Viki sudah tidur. Bukan karena Viki rewel tapi karena Sakira yang belum terbiasa merawat bayi.
Kemarin semasa Seila masih kecil, ibunya terlihat biasa saja. Tidak seperti ia sekarang, sangat lelah dan repot.
"Apa ini yang mama rasain ketika aku masih kecil" gumam Sakira dalam hati. Gadis itu menoleh menatap si kecil yang terlihat pulas, Sakira tersenyum di dalam hatinya bertekat akan selalu menjaga Viki. Ia tak ingin jika Viki hidup terlantar seperti kemarin.
Sakira tak tahu mengapa ia memiliki perasaan seperti ini terhadap Viki.
Ngomong ngomong Sakira kini mengerut ketika mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan kamar bos nya. sudah 1 minggu bekerja di apartemen ini, belum sempat Sakira memperhatikan isinya.
"Eh tampan juga" puji Sakira tanpa sadar, ketika melihat sebuah bingkai foto yang memperlihatkan Davin tengah berdiri dengan jas hitamnya dan dasi bergaris hitam dan putih.
Wajah Sakira kembali datar mencibiri foto Davin yang Seola menatapnya "Tapi nyebelin"
"Viki aku mau makan dulu, kamu jangan nangis yah, tidur ajah tu yang nyenyak" ujar Sakira Seolah berbicara dengan orang seumuran dengan nya.
Gadis itu beranjak menuju dapur, melihat isi kulkas apa saja yang enak untuk di masaknya.
Sakira gak akan segan segan untuk memasak apapun, Bosnya bilang Sakira bebas melakukan apapun di dapur ini kecuali mengacaukan isi rumah.
"Aku masak apa yah? " Gumam Sakira bertanya pada diri sendiri. Gadis itu menatap satu per satu isi kulkas.
"Ini aja deh"putus Sakira pada mie instant " udah lama aku gak makan ini. "
Berkutat dengan bawang bawang, Sakira sesekali berlari ke kamar untuk melihat Viki. Sudah seperti ibu ibu ajah yah, dah cocok🤣🤣🤣
"Nahh tinggal makan" ujar Sakira tersenyum puas dan mencium aroma masakannya sendiri, meskipun hanya mie instan saja.
Drttt Drttt ponselnya bergetar.
Sakira melirik sebentar kemudian mengacuhkannya. Hanya sebuah pesan dari Radit. Sejak kemarin pria itu mencoba menghubungi nya namun Sakira tak menjawab, tak membalas pesan darinya.
Hatinya masih sakit, sudah sering Sakira mendengar jika Radit jalan dengan cewe lain, namun baru kemarin ia melihat dengan mata nya sendiri. Ini sangat sulit untuk ia maaf kan, hatinya sungguh terluka karena pria yang tak punya hati seperti Radit.
"Ngapain kamu kesini? " tanya Davin datar dan gak lupa dengan aurah dinginnya.
"Santai ajah, aku kesini atas suruhan mama kamu" balas Yuli beralasan, yang sebenarnya ia sendiri yang ingin datang ke kantor Davin.
"Kamu kan bisa menolaknya, gak harus mengikutinya. Atau memang kau menginginkannya" sindir Davin tetap dengan nada dingin.
"Gak usah merasa ke pedean deh, kalau mama aku gak maksa aku gak akan menerima perjodohan ini" jelas Yuli angkuh bertentangan dengan hatinya.
"Benarkah? kenapa aku merasa itu hal yang janggal yah, jika kamu gak mau yah tinggal tolak, gak usah menggunakan alasan terpaksa. "
Yuli menggeram, ia sungguh sangat kesal dengan sikap Davin. Meskipun ia sangat menyukai Davin, namun jika menghadapi sikap pria yang tak punya hati seperti Davin ini membuat emosinya memuncak.
Gadis itu menatap Davin tajam, ia bertekat akan membuat pria itu bertekuk lutut di hadapannya. Menaklukkan Davin merupakan misi terberat Yuli, ia tak bisa menerima penolakan, di saat pria lain berlutut untuk mendekati nya.
"Kau akan menjadi milik ku! " ucap Yuli tegas di dalam hati, kemudian berlalu keluar dari ruangan Davin.
"Dasar wanita gak jelas" dengus Davin ketika pintu ruangan nya kembali tertutup. Berselang beberapa menit pintu itu kembali terbuka.
"Cieeee yang di kunjungin sama calon istri" goda Desta.
"Ngapain kamu kesini? " tanya Davin ketus.
"Cek e lah, ketus amat boy, berantem yah sama Yuli? " tanya Desta penasaran.
"Bukan urusan kamu" balas Davin ketus, pria itu memilih melanjutkan pekerjaannya yang tertunda karena kedatangan wanita tadi.
"Gak seru lu" dengus Desta kemudian berlalu keluar dari ruangan Davin.
Sudah pukul 5 Sore Davin baru menyelesaikan pekerjaannya, pria itu bergegas pulang, entah mengapa ia merasa sudah seperti seorang ayah yang di tungguin oleh istri dan anaknya.
Eh, Davin menggeleng mengingat kata istri. Pria itu semakin kuat menggeleng mengingat Sakira yang menjadi istri nya. Wanita yang pecicilan dan bobrok itu menjadi istrinya?? Oh no Davin membuang jauh jauh pemikiran itu.
"Viki, ciapa ganteng nya aku?? " ucap Sakira tersenyum bermain bersama Viki, bayi imut itu tertawa dan menendang nendang kakinya seperti mangayu sepeda.
"Ii kamu imut banget" Ucap Sakira gemes mencium pipi Viki.
"Pintarnya aku ini" puji Sakira gemas.
Davin yang baru saja memasuki rumah langsung menuju ke kamarnya, ujung bibirnya terangkat ketika melihat pemandangan yang membuat perutnya tergeletik.
Sudah seperti ibu dan anak, Sakira bermain dengan Viki.
"Ekhem" dehem Davin membuat Sakira tersadar akan ke hadirannya.
"Eh bapak dah pulang" sapa Sakira menoleh, kemudian membawa Viki ke dalam gendongannya.
Gadis itu membawa Viki ke hadapan Davin.
"Lihat dia vik" tunjuk Sakira pada Davin "Tampan tapi gak laku"
"Apa?? " ucap Davin melotot, sementara Sakira tertawa lepas begitu juga dengan Viki yang ikut tertawa.
"Awas kamu yah"
"Ayo Viki kita kabur, ada raksasa" pekik Sakira berlari bersama Viki menghindari kejaran Davin.
"Mau lari kemana? " ucap Davin menyeringai, Sakira suda tersudut kan.
"Kemana kita kabur? " tanya Sakira panik pada Viki.
Mereka sudah seperti keluarga kecil yang bahagia, tanpa mereka sadari hati mereka saling menghangat.
"Sini, aku mau gendong Viki" pintar Davin.
"Hati-hati " sahut Sakira.
"Hei Boy, apa wanita itu merawat mu dengan baik? " tanya Davin langsung mendapat cibiran dari Sakira.
"waa mam mawa ma bha" sahut Viki.
"Ih pinter ngomong yah" puji Davin berbinar.
"Iyalah namanya aku yang ajarin" sahut Sakira sombong, gadis itu duduk di samping Davin yang tengah bermain dengan Viki.
"Pak, saya pamit yah, udah jam 18.00 ini" ucap Sakira.
"Hmm" sahut Davin hanya dengan dehemen saja.
"Besok aku datang lagi yah Viki" ucap Sakira pamit dan mencium pipi gembul Viki.
Sakira berlalu pulang, sementara Davin mengunci pintu serta mematikan semua lampu kecuali lampu kamarnya, jika ada orang yang datang maka mereka akan berfikir ia tak ada. Lampu balkon pun ia matikan.
"Kenapa kamu? " tanya Serli.
"Ih mama harus lakukan sesuatu!! aku mau Davin bertekuk lutut pada ku" ujar Yuli.
"Dia masih menolak mu? " tanya Serli.
"Dia terlalu sombong" balas Yuli.
"Kamu sih, di depan dia sok jual mahal" cibir Serli yang fokus dengan ponselnya.
"Mama harus bantuin aku dong" rengek Yuli.
"Nanti mama fikirin"
Yuli tersenyum, ia harus memiliki Davin. Membuat pria itu mengemis pada nya. Apapun itu akan di lakukan nya.
...🍀🍀🍀TBC🍀🍀🍀...
idola:sakira,Davin,Viki,Kevin
Daftar!
untung bagus ceritanya..
kenapa Sheila nga terus terang aje
nga faham banget dgn cerita mu ini Thor