Mengisahkan tentang kisah cinta Daniel David Johanes seorang perwira angkatan laut yang bertemu dengan teman masa kecilnya Joanna Josephine Josep mahasiswi semester akhir fasultas kedokteran jurusan dokter gigi di Universitas Negeri Surabaya. Apakah Daniel bisa merebut hati Joanna yang sering dipanggil Anna ini ?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wisye Titiheru, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Gaya Posesif 1
Pagi hari pukul delapan, Anna sudah memesan gojek untuk mengantarnya ke kampus. Kali ini Anna menyerah, dia tidak mau jalan membawa enam buku skripsinya. Sangat berat. Kemarin untung ada Daniel yang membantunya.
Gojek berhenti didepan kampusnya. Anna langsung menuju ke kantor disana dia akan mengumpulkan skripsinya yang sudah jadi.
"Kamu sudah buat buku Anna??"
"Iya Juan Ricardo. Kamu kenapa belum."
"Aku ada koreksi kedikit. Coba kamu lihat."
Anna membantu Juan melihat sedikit koreksi yang di berikan oleh dosen penguji waktu sidang skripsi. Setelah membantu. Tidak lama Juan langsung pergi ke percetakan untuk menjilid skripsinya. Juan mengajak Anna, namun dia tidak bisa temani. Karena siang ini, Daniel akan menjemputnya untuk pergi menyelam. Dan latihan untuk penanaman terumbu karang di kedalaman tiga sampai lima meter.
Anna sudah sampai di kosannya. Urusan di kampus sudah selesai. Sisa hari senin minggu depan ke kampus lihat, di rumah sakit mana dia akan koas. Selesai masak dan makan, Anna beristirahat sedikit karena jam tiga siang Daniel akan menjemput dia untuk pergi mengikuti persiapan besok kegiatan kesatuannya penanaman terumbu karang di laut Kenjeran, kampung nelayan yang ada di sebelah timur Surabaya.
Jam dua lewat tiga puluh menit, Daniel sudah datang menjemput Anna, ternyata dia tertidur. Tetapi sebelum tidur tadi, dia sudah mandi dan menyiapkan tas berisi perlengkapan dia menyelam. Anna memakai pelembab dan suncream. Make up tipis - tipis. Daniel sudah memegang tasnya yang berisi baju menyelam dan baju ganti serta bodywash lainnya.
Disana ada rekan - relan Anna sesama penyelam juga sedang mempersiapkan dirinya. Anna tidak lepas dari pantauan Daniel, meskipun dia bersama rekan - rekannya sesama satu club. Kegiatan persiapan untuk dua hari lagi acaranya sudah rampung. Lusa baru kegiatan menanam terumbu karang akan dilakukan. Selama persiapan itu ternyata Daniel tidak tahu, bahwa Anna menggunakan celana menyelam seperempat otomatis paha dari Anna sedikit terekspos. Karena ada pembangunan kamar mandi darurat. Anna langsung menggunakannya untuk membersihkan diri.
Dalam perjalanan pulang tidak banyak omongan sama seperti waktu meraka pergi. Daniel yang menyimpan rasa jengkelnya langsung membawa Anna ke mall.
"Kak, kemana??"
"Ke toko sporty."
Di dalam toko, Daniel membeli baju menyelam lengan panjang untuk baju dan celana panjang juga. Setelah dibayar langsung dia menyerahkan kantong belanjaan yang Anna tahu apa yang dia belanjakan.
"Buat siapa kak??"
"Buat kamu, biar tidak menggunakan baju seksi dalam menyelam. Emang kamu mau pamer tubuh kamu ke siapa??"
"What !!! Who are you to me?" Daniel kaget dengan respon dari Anna lewat pertanyaannya ini. Di tatap Anna. Sedangkan Anna merasa tersinggung dengan kata - kata Daniel. Namun dia sadar bahwa dia tidak pantas juga mengucapkan kalimat tadi.
"Sori kak. Aku ngak bisa terima ini. Aku masih ada baju menyelam yang sesuai keinginan kakak ini." Anna langsung turun dari mobil Daniel setelah mengucapkan kata pamit. Daniel menyesali perkataannya tadi.
"Bodoh, kenapa aku bisa berkata demikian."
"Benar juga kata Anna siapa aku sampai berkata demikian."
Anna sampai kamar kosannya langsung mandi. Badannya merasa segar lagi, setelah tadi bisa olahraga menyelam. Anna bukan tipe orang pendendam, atau menyimpan kesalahan orang lain. Jika ada sesuatu yang menurut dia kurang baik atau tidak berkenan di hatinya, dia akan langsung mengatakan. Jadi ketika di rumah atau kamar kosannya dia tidak memikirkan itu, atau sakit hati.
Berbeda dengan Davin dia merasa tidak enak hati dengan Anna. Sikapnya yang kurang kontrolnya itu membuat tidak nyaman. Banyak pikiran negatif yang ada di pikirannya. Sehingga dia susah tidur. Mamanya yang melihat keanehan dari Daniel langsung menghampiri kamar anaknya. Karena sudah jam satu malam, mamanya masih melihat lampu kamar Daniel menyala.
"Adek, kamu baik - baik saja. Mama masuk kamar kamu ya."
Daniel tidak merespon. Dia masih asik di balkon kamarnya, menikmati rokok. Berkali - kali, pintu kamarnya di ketok namun dia masih belum sadar.
"Adek....."
"Mama......." Daniel langsung membuka pintu kamarnya ketika mendengar suara mamanya.
"Kenapa belum tidur ma?"
"Kamu yang kenapa belum tidur?? Kamu merokok dek??? Ada masalah??"
"Ma, Adek baik - baik saja. Maaf adek merokok hanya dua batang kok."
"Mama ngak mau kamu sakit. Ingat itu."
"Maaf ya ma."
"Kamu ada masalah dengan Anna??"
"Anna??? Kenapa Anna ma??"
"Kamu ngak bisa bohong sama mama. Mama kenal kamu Daniel. Kamu itu mama lahirkan bukan mama pungut. Jadi mama tahu setiap gerak gerik kamu. Ada apa??"
"Aku tadi buat anak marah ma."
"Kamu kalau suka sama dia, kenapa harus pendam. Kamu pedulikan sama Anna, makanya kamu cemburukan."
"Mama....." Daniel langsung memeluk mamanya. Perempuan Jawa berdarah Chinese ini, yang sudah melahirkan dirinya, sangat erat. Dia salut karena mamanya bisa mengetahui isi hatinya. Benar dia sedang memikirkan Anna.
"Minta maaf, jika kamu salah sayang. Perempuan itu akan luluh hatinya jika kita berani mengaku kesalahan kita."
"Iya ma, besok pagi adek akan hubungi Anna memohon maaf." Mamanya tersenyum.
"Mama senang, jika kamu suka sama Anna. Dia anak yang baik. Karena mama kenal orangtuanya baik."
Daniel ingat waktu papanya sudah tidak berdinas di Ambon dan mereka kembali ke Surabaya. Waktu itu usianya masih sebelas tahun. Mama di Surabaya masih membeli baju - baju cewek buat Anna. Anaknya om Yansen dan tante Mei, guru sekolah minggunya Daniel.
Setiap kita jalan - jalan ke mall. Mama bukan hanya membeli baju anak cowok buat kami bertiga, mama juga membeli baju anak cewek. Daniel ingat, waktu itu mereka bertiga protes. Tetapi mama tetap membelinya dan mengirim.
Pagi - pagi Daniel sudah bangun. Dia hanya tidur empat jam. Selesai mandi, dia berganti baju seragam dinas luar. Dia langsung menghubungi Anna, pukul enam pagi. Anna yang masih tidur dikagetkan dengan bunyi dering telepon.
"Vidio call dari kak Daniel. Ada apa ya." Anna langsung menerima telepon itu.
"Hallo...." Daniel melihat wajah baru bangun tidurnya Anna. Sangat cantik orangnya. Daniel tersenyum.
"Baru bangun ya. Sori ya."
"Tidak masalah kak. Ada apa ya."
"Dek, aku mohon maaf ya atas perkataan aku kemarin."
"Ooo itu. Oke. Tidak masalah kok kak, aman."
"Benar kamu tidak marah."
"Benar kak."
"Kalau begitu sebentar siang, aku jemput kamu kita makan siang bersama." Anna tersenyum. Tetapi jika dia makan siang di luar, nanti bahan makanannya bisa busuk.
"Ade terima undangan makan siangnya. Tetapi tempatnya di kamar kosan adek saja ya. Biar adek masak, makan di luar nanti bahan makanan ku, akan busuk dan di buang. Aku takut berdosa." Anna memohon.
Akhirnya Daniel pun menyetujuinya. Dia akan makan siang bersama Anna di kosannya.
"Kan aku yang salah. Kenapa dia yang mengundang aku."
btw turut berdukacita juga atas dipanggil pulang Opa tercinta
sayang sekali, Alena sudah tidak perawan, kalau masih perawan, meskipun orang tua sudah setuju, tinggalkan saja Daniel, biarkan Daniel berjuang untuk mendapatkan Alena , ini ya sudah sulit
Anna harus jual mahal, supaya Daniel dapat pelajaran, kalau untuk mendapatkan kamu, Daniel harus berjuang
mestinya ceritanya Daniel dan Anna tidak tinggal satu rumah dulu yah, meskipun ada orang tua, biarkan Anna kost di luar, dan mereka berdua harus menjaga kekudusan mereka sampai selesai pemberkatan