NovelToon NovelToon
Sistem Check-in Tiada Tanding

Sistem Check-in Tiada Tanding

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Dikelilingi wanita cantik / Mengubah Takdir
Popularitas:14.9k
Nilai: 5
Nama Author: ex

Di dunia modern di mana kultivasi berjalan beriringan dengan teknologi, Chen Mo adalah siswa jenius dengan nilai teori sempurna yang bermimpi menjadi kultivator hebat.

Namun, kenyataan pahit menghantam di hari kelulusan saat Upacara Kebangkitan menunjukkan bahwa dia hanya memiliki Bakat Rank F—level terendah yang dicap sebagai "sampah".

Kekecewaannya bertambah ketika teman masa kecilnya, Su Mengqi, yang membangkitkan Bakat Rank S, langsung memutuskannya demi mengejar masa depan bersama para elit.

Meskipun diremehkan oleh semua orang dan masuk ke Akademi Naga Bintang yang bergengsi hanya karena jalur akademis, Chen Mo tidak putus asa, terutama setelah dia secara tak terduga membangkitkan "Sistem Check-in".

Melalui sistem ini, dia mendapatkan hadiah tak terbatas mulai dari pil langka, teknik kuno, hingga uang tunai hanya dengan melakukan check-in di berbagai lokasi akademi.

Diam-diam, di balik tembok akademi yang penuh cemoohan, Chen Mo mulai menumpuk kekuatan dan kekayaan

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ex, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 6

Setelah mengoceh panjang lebar, Guru Zhao langsung duduk dan mengeluarkan ponselnya untuk bermain game.

Dia sama sekali tidak ada niat untuk mengajarkan satu hal pun tentang kultivasi hari ini.

Siswa lain mulai mengantre mengambil buku kusam itu di lantai seolah itu adalah tali penyelamat mereka.

Mereka membukanya dan mulai membaca dengan sisa-sisa harapan yang ada.

Namun, tidak lama kemudian, Chen Mo tiba-tiba berdiri dari kursinya.

Suara gesekan kaki kursinya terdengar sangat keras di ruangan yang hening itu.

Semua mata sontak menoleh ke arahnya, termasuk Guru Zhao yang sedang asyik menekan layar ponselnya.

Chen Mo merapikan seragamnya perlahan lalu berjalan menuju pintu keluar kelas.

Dia bahkan tidak melirik sedikit pun ke arah tumpukan buku panduan yang ada di lantai.

"Hei, kau yang bernama Chen Mo, kan?" panggil Guru Zhao dengan nada meninggi.

Chen Mo menghentikan langkahnya tepat di ambang pintu dan menoleh santai.

"Ya. Ada apa?" jawab Chen Mo singkat tanpa repot-repot menggunakan panggilan kehormatan.

"Sikapmu sombong sekali untuk ukuran seorang Rank F. Kau mau pergi ke mana di jam kelasku?" tegur Guru Zhao marah.

Buku panduan itu tidak ada gunanya bagiku, jadi aku mau mencari sesuatu yang lebih berguna di luar," balas Chen Mo datar.

Guru Zhao tertawa keras mendengar jawaban polos yang dianggapnya sangat arogan itu.

"Hahahaha! Kau pikir kau itu siapa? Kau cuma masuk ke sini berkat nilai tertulismu yang kebetulan sempurna!"

"Buku sampah yang kau hina itu adalah batas maksimal pemahaman yang bisa dicapai oleh otak Rank F milikmu!"

Beberapa siswa di kelas ikut tertawa meremehkan, merasa Chen Mo terlalu banyak gaya padahal sama lemahnya dengan mereka.

"Biar saja dia pergi, Guru. Orang gila sok pintar seperti dia pasti akan mati konyol nanti," celetuk siswa berbadan gemuk dari asrama kemarin.

Chen Mo tidak marah atau merasa terhina sedikit pun oleh rentetan ejekan tersebut.

Dia hanya menatap Guru Zhao dengan pandangan kasihan yang sangat tulus.

"Seorang guru yang sudah menyerah pada hidupnya sendiri tidak berhak menentukan batas akhir hidup orang lain."

"Lanjutkan saja main game Anda, Guru Zhao," ucap Chen Mo dengan nada tenang yang sangat menusuk.

Tanpa menunggu balasan, Chen Mo berbalik dan berjalan keluar meninggalkan kelas tersebut.

Keheningan mutlak tiba-tiba menyelimuti ruang kelas itu.

Wajah Guru Zhao memerah padam karena amarah, urat-urat di lehernya menonjol keluar.

Kata-kata santai Chen Mo barusan seolah menampar harga dirinya dengan sangat keras di depan umum.

Namun sebelum Guru Zhao sempat mengejar atau meneriakinya, Chen Mo sudah menghilang di ujung koridor.

"Bocah kurang ajar! Kita lihat saja berapa lama kau bisa bertahan dengan kesombonganmu itu!" umpat Guru Zhao sambil membanting ponselnya ke meja.

Di luar gedung kelas dasar, Chen Mo menghirup udara segar yang jauh lebih baik daripada bau asap rokok tadi.

"Waktu adalah uang, dan aku tidak punya waktu untuk mendengarkan pria paruh baya yang melampiaskan kegagalannya pada anak-anak," gumam Chen Mo.

Tujuan Chen Mo selanjutnya sudah sangat jelas sejak dia melihat peta akademi kemarin.

Dia berjalan menuju area timur akademi, tempat di mana fasilitas-fasilitas tua berdiri.

Langkah kakinya sangat ringan berkat Poin Kelincahan yang terus meningkat.

Setelah berjalan sekitar dua puluh menit, dia akhirnya tiba di depan sebuah bangunan batu bata merah yang menjulang tinggi.

Gedung itu dikelilingi oleh pepohonan rindang dan memiliki arsitektur yang sangat kuno.

Papan nama di atas pintu masuknya yang sudah berkarat bertuliskan "Perpustakaan Kuno Naga Bintang".

Tempat ini kabarnya menyimpan ribuan gulungan teknik dari zaman lampau yang bahasanya sudah tidak bisa diterjemahkan oleh manusia modern.

Karena itulah, perpustakaan ini sepi pengunjung dan hanya dijaga oleh sistem keamanan otomatis.

Sreet.

Chen Mo mendorong pintu kayu ganda yang berat itu dengan mudah.

Aroma kertas tua, debu, dan kayu gaharu langsung menyambut penciumannya.

Ruangan di dalamnya sangat luas, dipenuhi rak-rak buku menjulang tinggi yang mengarah langsung ke langit-langit.

Kondisinya sunyi senyap, tidak ada satu pun murid maupun penjaga di tempat ini.

Chen Mo berjalan menyusuri lorong antar rak dengan senyum tipis di bibirnya.

Firasatnya tentang tempat yang menyimpan banyak rahasia lama ternyata sama sekali tidak meleset.

Ting!

Suara mekanis yang familiar itu kembali berdengung jernih di dalam kepalanya.

[Anda telah memasuki area Perpustakaan Kuno Naga Bintang.]

[Tempat ini menyimpan kebijaksanaan ribuan tahun dan sisa energi dari para pendiri akademi.]

[Mendeteksi lokasi check-in khusus dengan fluktuasi pengetahuan kuno.]

[Apakah Anda ingin melakukan Check-in di lokasi ini?]

Chen Mo berhenti melangkah dan menatap debu-debu yang menari terkena sinar matahari dari sela jendela.

Ini adalah check-in ketiganya semenjak dia mengikat sistem tersebut.

"Tentu saja. Lakukan check-in."

1
Naga Hitam
Chen Mo kaleee...
Yui: nama marganya sama soalnya/Facepalm//Facepalm/
total 5 replies
Hadi Hadi
bantai💪
Hadi Hadi
bantai💪💪💪
Hadi Hadi
is good💪💪
Hadi Hadi
bantai💪💪
$umb@k
mantap👍👍👍💪💪💪
pecinta karya orang
lanjutkan karyamu thor💪💪💪👍
Hadi Hadi
lanjut💪💪😍
Hadi Hadi
mantap💪💪
Hadi Hadi
bantai💪💪
Hadi Hadi
up😍
Hadi Hadi
bantai💪💪
Hadi Hadi
lanjutkan😍😍💪
Hadi Hadi
bantai💪
Hadi Hadi
lanjut😍
Hadi Hadi
is good😍😍💪
Hadi Hadi
kenapa lembek banget menjekelkan
Hadi Hadi
siy💪💪
Hadi Hadi
bantai💪
Hadi Hadi
selamat😍😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!